Claim Missing Document
Check
Articles

TEKNOLOGI AMONIASI UNTUK MENGOLAH LIMBAH JERAMI PADI SEBAGAI SUMBER PAKAN TERNAK BERMUTUDI DESA PABUARAN KECAMATAN BANTARBOLANG KABUPATEN PEMALANG Badrudin, Ubad
Jurnal Abdimas Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hijauan merupakan sumber pakan utama ternak ruminansia yang harus disediakan dalam jumlah yang cukup. Hijauan yang umum diberikan adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan, tegalan, pematang, serta pinggiran jalan yang semakin sulit didapat, terlebih saat musim kemarau panjang. Sumber pakan ternak yang belum dimanfaatkan secara optimal yaitu jerami. Jerami merupakan bagian dari batang tanaman padi tanpa akar. Karakteristik jerami padi adalah rendahnya kandungan nitrogen, kalsium, fosfor, serta kandungan serat kasarnya termasuk tinggi, sehingga daya cerna rendah dan konsumsinya menjadi terbatas. Jerami padi yang langsung diberikan kepada ternak, daya cernanya rendah dan proses pencernaannya lambat, sehingga total yang dimakan per satuan waktunya menjadi sedikit. Upaya untuk meningkatkan nutrient jerami padi salah satunya dengan teknik amoniasi menggunakan urea. Teknologi amoniasi dapat meningkatkan daya cerna dan kandungan protein. Jerami padi yang telah diamoniasi memiliki nilai energi yang lebih besar karena kandungan senyawa karbohidrat yang sederhana menjadi lebih besar serta sangat efektif untuk membebaskan dari kontaminasi mikroorganisme dan menghilangkan aflatoksin yang ada di dalam jerami.
TEKNOLOGI AMONIASI UNTUK MENGOLAH LIMBAH JERAMI PADI SEBAGAI SUMBER PAKAN TERNAK BERMUTUDI DESA PABUARAN KECAMATAN BANTARBOLANG KABUPATEN PEMALANG Badrudin, Ubad
Jurnal Abdimas Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hijauan merupakan sumber pakan utama ternak ruminansia yang harus disediakan dalam jumlah yang cukup. Hijauan yang umum diberikan adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan, tegalan, pematang, serta pinggiran jalan yang semakin sulit didapat, terlebih saat musim kemarau panjang. Sumber pakan ternak yang belum dimanfaatkan secara optimal yaitu jerami. Jerami merupakan bagian dari batang tanaman padi tanpa akar. Karakteristik jerami padi adalah rendahnya kandungan nitrogen, kalsium, fosfor, serta kandungan serat kasarnya termasuk tinggi, sehingga daya cerna rendah dan konsumsinya menjadi terbatas. Jerami padi yang langsung diberikan kepada ternak, daya cernanya rendah dan proses pencernaannya lambat, sehingga total yang dimakan per satuan waktunya menjadi sedikit. Upaya untuk meningkatkan nutrient jerami padi salah satunya dengan teknik amoniasi menggunakan urea. Teknologi amoniasi dapat meningkatkan daya cerna dan kandungan protein. Jerami padi yang telah diamoniasi memiliki nilai energi yang lebih besar karena kandungan senyawa karbohidrat yang sederhana menjadi lebih besar serta sangat efektif untuk membebaskan dari kontaminasi mikroorganisme dan menghilangkan aflatoksin yang ada di dalam jerami.
IbM Kelurahan Degayu yang Terinterusi Air Laut Ubad Badrudin; Tri Yusufi Mardiana
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v8i2.1594

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk membentuk dan mengembangkan model budidaya tanaman padi, sayur, dan ikan lele secara bertingkat pada lahan pekarangan. Metode yang dikembangkan terdiri atas beberapa tahapan meliputi koordinasi, sosialisasi, pengadaan bahan dan alat, praktek dan pendampingan pembuatan model budidaya padi, sayur, dan ikan lele secara bertingkat di lahan pekarangan. Model ini dikembangkan dalam rangka memberikan solusi alternatif terhadap lahan yang terinterusi air laut, sehingga penyediaan bahan pangan dapat disediakan dan diproduksi di lahan pekarangan yang dimiliki oleh anggota dari kelompok tani mitra. Model ini berimplikasi terhadap penyediaan bahan pangan berupa padi, sayur, dan ikan lele yang dibutuhkan untuk memenuhi karbohidrat dan gizi keluarga. Hasil panen didapatkan tanaman cabe rawit hijau per pohon bisa menghasilkan 33 buah dengan bobot 52,66 gr; tanaman tomatmenghasilkan 5-7 buah per pohon, tanaman terong menghasilkan 2-3 buah perpohon dengan berat rata-rata 72,4 g, panjang rata-rata 16,71 cm. Tanaman padi menghasilkan 32 malai per rumpun dengan panjang rata-rata 16,86 cm dengan berat total per rumpun 57,87 gr. Panen ikan lele menghasilkan 176 kg dengan panjang rata-rata 26,64 cm dan berat rata-rata 0,13 kg.
PKM Petani Kopi Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan Ubad Badrudin; Nur Lulu Fitriyani
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 10, No 2 (2019): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v10i2.3019

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan Program Kemitraaan Masyarakat petani kopi di Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang antara lain agar petani kopi mampu memahami dan mampu mengaplikasikan tentang teknik memanen yang baik serta dapat mengaplikasikan teknik pengolahan kopi yang lebih baik, mampu memahami dan mengaplikasikan teknik mengangkat beban serta dapat memahami teknik penguluran otot pinggang pada petani kopi dan mengaplikasikannya. Permasalahan yang dihadapi oleh kedua mitra yakni Kelompok Tani Sidodadi dan Sidodadi II adalah teknik memanen yang masih keliru serta pengolahan pasca panen yang hanya melalui teknik pengolahan kopi kering, sehingga diperoleh rasa kopi yang memiliki cita rasa yang kurang nikmat. Selain itu, masih rendahnya tingkat pemahaman teknik mengangkat yang ergonomi, serta pengetahuan yang masih rendah tentang bagaimana menyembuhkan keluhan badan pegal-pegal setelah panen kopi selain dengan obat. Berdasarkan permasalahan tersebut, metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah (1) memberikan pelatihan tentang teknik pemanenan dan pengelolaan pasca panen buah kopi, (2) memberikan penyuluhan tentang teknik mengangkat yang benar saat panen kopi, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan keselamatan kerja petani (menjadi lebih sehat dan hasil panen lebih produktif) dengan cara yang mudah dan (3) memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang penyembuhan keluhan dengan latihan penguluran dengan biaya yang relatif murah dan terjangkau. Hasil dari kegiatan PKM adalah meningkatnya pengetahuan petani kopi terkait teknik memanen yang baik dan teknik pengolahan pasca panen buah kopi, meningkatnya pengetahuan tentang teknik lifting yang ergonomi, serta dapat mengetahui cara pemyembuhan keluhan badan pegal menggunakan back exercise tanpa minum obat.
The Effect of Soil Submersion and Conditioner Materials on Residual Organophosphate Pesticides in Soil and Shallot Bulbs Ubad Badrudin; Syakiroh Jazilah; Budi Prakoso
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 44, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v41i0.1291

Abstract

Soil health decreases and residual pesticides increase due to the application of inorganic fertilizers and pesticides continuously during the cultivation of crops. The effect of 12 hours or 24 hours soil submersion and chicken litters or zeolite application before planting on residual pesticides in soil and bulbs of shallots (Allium ascalonicum L.) are studied. Samples of soils and bulbs have proceeded after shallot cultivation conducted in Brebes, Indonesia. Then organophosphate residues in the samples are analyzed using gas chromatography in the Laboratory of the Indonesian Agricultural Environment Research Institute, Bogor. The data are compared to the standard of maximum residue levels (MRL) of pesticides in agricultural products. Results show that residual pesticides in treated soils are below the detection limit of the GC equipment, except malathion is detected with values ranging from 0.039-0.050 ppm. However, residual organophosphate pesticides in the bulbs are mainly below the maximum residue levels. The only exception is chlorpyrifos which has a value above the maximum residue levels of pesticides (0.076 ppm). Farmers should be educated in integrated pest management and applying synthetic pesticides as the last option for controlling pests and diseases.
Pengaruh Tingkat Kemasakan Benih dan Macam Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Benih Karet (Hevea Brasiliensis L) Joko Santoso; Ubad Badrudin
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 15, No 1 (2019): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v15i1.1098

Abstract

Tanaman karet merupakan salah satu komoditi pertanian yang penting, baik untuk lingkup internasional maupun Indonesia. Selain sebagai sumber devisa negara non-migas, karet juga menjadi sumber penghasilan hidup bagi banyak petani. Percobaan telah dilaksanakan di Desa Legokkalong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah RAK secara faktorial. Faktor pertama tingkat kemasakan benih (1 hari setelah jatuh dari pohon = J1, 3 hari setelah jatuh dari pohon = J2, 6 hari setelah jatuh dari pohon = J3), faktor kedua adalah macam media tanam (tanah = S1, tanah + kompos = S2, tanah + humus = S3, tanah + pupuk kandang sapi = S4). Variabel yang diamati meliputi kecepatan berkecambah, diameter batang, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, berat basah tanaman, berat basah akar, berat kering tanaman dan berat kering akar. Data dianalisis menggunakan uji F dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%, kemudian dilanjut dengan uji kontras ortogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemasakan benih berbeda sangat nyata pada variabel diameter batang dan jumlah daun, berbeda nyata pada variabel tinggi tanaman, sedangkan pada variabel lainnya berbeda tidak nyata. Tingkat kemasakan benih terbaik adalah 6 hari setelah jatuh dari pohon. Macam media tanam berbeda sangat nyata terhadap luas daun, panjang akar dan berbeda nyata pada variabel berat kering akar serta berbeda tidak nyata pada variabel lainnya. Macam media tanam terbaik adalah tanah + pupuk kandang sapi (S4). Tidak terdapat interaksi antara tingkat kemasakan benih dan macam media tanam pada semua variabel.Kata kunci : Karet, devisa, non migas, tingkat kemasakan benih, media tanam
Pengaruh Sistem Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi beberapa Varietas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Andreian Agus Prasetia; Syakiroh Jazilah; Ubad Badrudin
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 18, No 1 (2022): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v18i1.1887

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia. Penelitian bertujuan mengetahui sistem tanam dan varietas yang paling tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Telah dilaksanakan di Desa Bondansari Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan split plot, dengan dua faktor yaitu sistem tanam sebagai main plot, (S1 = jajar legowo 4:1, S2 = jajar legowo 3:1, S3 = jajar legowo 2:1, S4 = tegel) dan varietas sebagai sub plot, (V1 = Inpari IR Nutri Zinc, V2 = Inpari 32, V3 = Ciherang) dengan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji F dan jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan sistem tanam berbeda sangat nyata terhadap variabel jumlah anakan produktif, jumlah gabah hampa, bobot tanaman kering. Berbeda nyata terhadap variabel panjang daun bendera, bobot gabah basah, bobot gabah kering. Berbeda tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang malai dan jumlah gabah bernas. Sistem tanam yang paling tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi adalah jajar legowo 2:1. Perlakuan varietas berbeda sangat nyata terhadap semua variabel yang diamati. Varietas yang paling tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi adalah Inpari 32. Interaksi antara sistem tanam dan varietas padi berbeda nyata terhadap panjang daun bendera dan jumlah gabah hampa, berbeda tidak nyata terhadap veriabel lainnya. Interaksi terbaik yaitu sistem tanam jajar legowo 2:1 dan varietas Inpari IR Nutri Zinc.Kata kunci : padi, sistem tanam, varietas.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BABY CORN (Zea mays L) PADA BEBERAPA MACAM PENYIAPAN LAHAN DAN KETEBALAN MULSA JERAMI ubad Badrudin; Bambang Suryotomo
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 13, No 9 (2010): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v13i9.277

Abstract

Baby corn (Zea mays L.) atau jagung semi merupakan bahan sayuran segar yang diperoleh dari tongkol jagung muda. Perkembangan baby corn cukup pesat dan mempunyai prospek yang cerah, karena selain diperdagangkan di pasar dalam negeri, juga sebagai komoditas ekspor. Permasalahan yang dihadapi adalah besarnya biaya produksi, diantaranya biaya pengolahan tanah dan penyiangan.  Teknologi yang dapat dikembang-kan adalah dengan cara meminimalkan persiapan lahan, antara lain sistem tanpa olah tanah ataupun pengolahan secara minimum serta memanipulasi lingkungan tumbuh dengan pemulsaan menggunakan jerami.  Penelitian bertujuan mengetahui macam penyiapan lahan (pengolahan)  yang cocok dan  ketebalan mulsa jerami yang tepat serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman baby corn.  Penelitian meng-gunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang 3 kali.  Macam penyiapan (pengolahan) lahan sebagai petak utama (main plot) terdiri atas: tanpa olah tanah, pengolahan minimum, dan pengolahan sempurna. Sedangkan ketebalan mulsa jerami pada anak petak (sub plot), terdiri atas: tanpa pemulsaan, pemulsaaan jerami dengan ketebalan 3 cm, 6 cm, dan 9 cm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam penyiapan lahan berpengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati. Pertumbuhan dan produksi tertinggi diperoleh pada pengolahan tanah sempurna. Ketebalan mulsa jerami berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, luas daun, panjang tongkol, diameter tongkol dan jumlah tongkol petak efektif-1. Terdapat interaksi antara macam penyiapan lahan dan ketebalan mulsa jerami terhadap bobot tongkol tanaman-1 dan bobot basah tongkol petak efektif -1. Kombinasi perlakuan terbaik adalah pengolahan tanah sempurna dengan ketebalan mulsa jerami 9 cm, karena menghasilkan Bobot tongkol basah tanaman-1 dan bobot tongkol basah petak efektif-1 tertinggi Kata kunci :  Baby corn, Macam penyiapan lahan, Ketebalan mulsa jerami.
UJI DAYA HASIL DAN PERTUMBUHAN BEBERAPA GENOTIPE MELON ( Cucumis melo L.) HIBRIDA DI KABUPATEN PEKALONGAN Ubad Badrudin; Bambang Suryotomo; Wahidin .
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 13, No 8 (2010): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v13i8.268

Abstract

Melon merupakan salah satu tanaman buah-buahan yang disukai masyarakat luas. Cita rasabuahnya manis, khas dan beraroma harum, sehingga melon sering dipakai sebagai menu pesta.  Disampingitu kandungan gizinya tinggi seperti vitamin dan mineral sangat diperlukan oleh manusia.  Produksi buah melon dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.  Namun demikian masih dijumpai permasalahandalam budidaya melon, salah satunya adalah masalah benih.  Biaya pembelian benih mencapai 20% daritotal biaya produksi buah melon. Tindakan yang dapat dilakukan untuk memperoleh benih unggul adalahmenciptakan varietas baru melalui proses pemuliaan tanaman.  Saat ini masih dilakukan uji multilokasidari beberapa genotipe melon di kabupaten Pekalongan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui pertumbuhan dan produksi beberapa genotipe tanaman melon. Penelitian dilaksanakan diDesa Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, mulai bulan Maret sampai dengan bulanJuni 2009. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL)faktor tunggal dengan tiga ulangan.  Faktor yang dicoba adalah beberapa genotipe melon yaitu IPB-MH7(V1), IPB-MH307 (V2), IPB-MH302 (V3), Apollo (V4), dan Golden Langkawi (V5).  Variabel yangdiamati meliputi diameter batang, umur berbunga, ketebalan daging buah, kadar gula, panjang buah, bobotbuah, dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa genotipe tanaman melon yang diujimempunyai pengaruh berbeda nyata terhadap diameter batang, umur berbunga dan panjang buah. Genotipe IPB-MH 307 (V2) mempunyai diameter batang paling besar, umur berbunga paling singkat, danpanjang buah paling panjang dibanding genotipe yang lain.Kata kunci : Genotipe melon, Uji daya hasil, Benih
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Tanaman Terung (Solanum melongena L) Wasis Wasis; Ubad Badrudin
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 14, No 1 (2018): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v14i1.786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair yang optimal dan varietas yang paling baik serta interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair. Penelitian dilakukan di Desa Surajaya Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang pada ketinggian lebih kurang 10 m dpl, jenis tanah Alluvial, percobaan dilakukan bulan Juli sampai Oktober 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan ulangan tiga kali. Faktor pertama konsentrasi pupuk organik cair (0; 7,5; 15; dan 22,5 ml/l air). Faktor kedua macam varietas (Naga Hijau, Sembrani dan Mustang). Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah cabang per tanaman, saat berbunga, panjang buah, diameter per buah, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, umur saat panen, jumah akar, dan panjang akar terpanjang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel yang diamati, kecuali saat berbunga dan umur saat panen tidak berbeda nyata. Pertumbuhan dan produksi tanaman terung tertinggi diperoleh pada konsentrasi 22,5 ml/l air. Macam varietas berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel yang diamati, kecuali saat berbunga dan umur saat panen. Pertumbuhan dan produksi tertinggi diperoleh pada varietas Mustang. Terdapat interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair dengan macam varietas terhadap bobot buah per tanaman. Konsentrasi pupuk organik cair 22,5 ml/l air dengan varietas Mustang menunjukkan hasil yang terbaik. Kata kunci: terung, konsentrasi, pupuk organik cair, varietas.
Co-Authors Abdul Rosid Afiatan, Arbina Ahmad Solichin Al Ramadhani, Farchan Mushaf Alfarisy, Fariz Kustiawan Ali Mudhor, Muhammad Alya, Dinda Himatul Amin, Rohmatul Andreian Agus Prasetia Arbina Satria Afiatan Ari Handriatni ARI SETIAWAN Arwanda, Muhammad Bambang Sapta Purwoko Bambang Suryotomo Basa Aria Rizky Yonansha Benny Diah Madusari Budi Prakoso Cahyanita, Elvin Catur Ragil Sutrisno Cholauna Meilia Sumarantini Dani Sulistyo Nugroho Diana Kartika Sari, Diana Kartika Dinar Aryani Eka Adi Supriyanto Etty Pratiwi, Etty Fakhur Rozi Fauziah, Fifin Fauziyah, Fifin Faza, M. Akmal Firmansyah, Dwiki Fitriyani Fitriyani Hadiprasetya, Anandya Haris, Muhammad Naoval Hayati Soeprapto Heri Ariadi Heri Budiawan Imam Arifin Imam Sujarwadi Jazilah, Syakiroh Jazilah, Syakiroh Joko Santoso Kaniasmara, Sri Komala Ardiyani Lilis Lismayanti Ma'arif, Samsul Maulana, Heni Maulana, Heni Ma’arif, Samsul Meisyenur, Nabila Muarif, Djohan Mufid, Ahsarul muhammad asfindra saksono Muhammad Taqwa Munif Ghulamahdi Mustopa, Zaen Ali N, Ratni Neni Nuraeni, Neni ningsih, Diah ayu Ningsih, Diah Ayu Nugraha, Deril Eka Dava Nugroho, Dimas Rizqi Nugroho, Immanuel Nur Lu’lu Fitriyani nurmahmudah, endah Nuryuniarti, Rissa Petrus H.T Soedibya Ponendi Hidayat Pradana, Candra Dwi Putri, Ranty Arrasylia Rahmapratiwi, Puput Putri Ramadhani, Farchan Mushaf Al Ramadhani, Farchan Mushaf Al Ramadhani, Farchan Mushaf Al Ramadhani Rekta Gizarelli Riris Anggita Riski Vitrinova Rizqina , Sania Rosidawati, Ida Sajuri Sajuri, Sajuri Sajuri, Sajuri Silfiyani, Silfiyani Soedibya, Petrus H.T Sri Mulyanti Sunarto Sunarto Syakiroh Jazilah Syakiroh Jazilah Tri Yusufi Mardiana Vitrinova, Riski Wagiyana Wagiyana, Wagiyana Wahidin . Wasis Wasis Zahrah, Ninda Alza Nur