Wella Sulistiyah
Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN EFEKTIVITAS EKSTRAK ETILASETAT DAUN TALOK (Muntingia calabura L) SEBAGAI ANALGETIK Widyaningrum Widyaningrum; Sri Saptuti; Veronika Tria Agustina; Wella Sulistiyah
Avicenna : Journal of Health Research Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.956 KB) | DOI: 10.36419/avicenna.v2i1.263

Abstract

Latar Belakang : Kersen atau talok merupakan salah satu tanaman yang dapat berkhasiat sebagai analgetik, antiinflamasi dan antipiretik. Senyawa kimia yang terkandung di dalamnya antara lain flavonoid, polifenol, tannin, triterpen dan saponin. Tujuan : Untuk melakukan identifikasi profil kromatografi lapis tipis ekstrak etilasetat daun talok (EEADT) dan melakukan pengujian efektivitasnya sebagai analgetik melalui induksi kimia yang diberikan pada mencit jantan ras Swiss. Metode : Penyarian daun talok dilakukan dengan pelarut etilasetat menggunakan metode maserasi. Maserat kemudian diuji fitokimia dilanjutkan pengujian kromatografi lapis tipis (KLT). Selanjutnya dilakukan pengujian efektivitas EEADT sebagai analgetik menggunakan metode induksi kimia. Sampel hewan uji adalah mencit jantan, yang dibagi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif minyak goreng, kontrol positif asetosal dosis 65 mg/kgBB, kelompok 1 yaitu EEADT dosis 60 mg/kgBB, kelompok II yaitu EEADT dosis 120 mg/kgBB dan kelompok III adalah dosis 240 mg/kgBB. Induksi kimia menggunakan asam asetat 1% secara intraperitoneal kemudian diamati geliat yang timbul pada mencit. Data yang diperoleh kemudian dihitung daya analgetiknya lalu dianalisis menggunakan SPSS melalui uji ANOVA. Hasil : Hasil maserasi berupa ekstrak kental etilasetat dengan rendemen sebesar 8,41%. Hasil pengujian skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etilasetat positif pada uji pendahuluan, kemudian uji lanjutan positif terhadap alkaloid, antrakinon, tannin, saponin dan flavonoid. Pada identifikasi KLT menunjukkan adanya bercak alkaloid, antrakinon dan flavonoid. Hasil pengujian efektivitas analgetik pada EEADT adalah berturut-turut asetosal, dosis 60mg/kgBB; 120 mg/kgBB dan 240 mg/kgBB yaitu 37,74%; 6,40%; 16,42% dan 32,09%. Simpulan : EEADT mengandung senyawa alkaloid, antrakinon dan flavonoid. EEADT memiliki efektivitas sebagai analgetik.
POTENSI ANALGETIK EKSTRAK KLOROFORM DAUN TALOK (Muntingia calabura L) BESERTA PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA NR. Widyaningrum; Sri Saptuti; Radianti Radianti; Wella Sulistiyah
Avicenna : Journal of Health Research Vol 3, No 1 (2020): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.075 KB) | DOI: 10.36419/avicenna.v3i1.349

Abstract

Latar Belakang : Nyeri merupakan perasaan yang tidak nyaman akibat adanya kerusakan jaringan. Selain nyeri kerusakan jaringan akan diikuti dengan peradangan/inflamasi, kenaikan subuh dan perubahan warna area. Salah satu tanaman yang digunakan untuk mengatasi nyeri adalah kersen atau talok, dimana memiliki kandungan antara lain flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Tujuan : Untuk melakukan analisis potensi analgetik ekstrak kloroform daun talok (EKDT) beserta identifikasi profil kromatografi lapis tipisnya. Metode : Pengujian potensi analgetik EKDT dilakukan dengan metode induksi kimia menggunakan asam asatet 1% yang disuntikkan pada mencit secara intraperitonial. Pengambilan zat aktif pada daun talok dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut nonpolar, yaitu kloroform. Maserat yang dihasilkan kemudian diidentifikasi kandungannya menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT). Pengujian analgetik dilakukan dnegan membagi perlakuan menjadi 5 kelompok, yaitu kontrol positif dengan analgetik, kontrol negatif atau pelarut, EKDT dengan dosis 60 mg/kgBB, EKDT dengan dosis 120 mg/kgBB dan EKDT dengan dosis 240 mg/kgBB. Hasil : Rendemen yang dihasilkan dari maserasi sebesar 6,59%, dengan hasil skrining fitokimia menunjukkan positif mengandung alkaloid, antrakinon, saponin, polifenol dan flavonoid. Identifikasi KLT menunjukkan bercak saponin dengan hRF 91.25; alkaloid dengan hRF 93.75; fenolik dengan hRF 96.25 dan flavonoid dengan hRF 91,25. Potensi analgetik dengan pembanding asetosal berturut-turut pada dosis 60 mg/kgBB; 120 mg/kgBB dan 240 mg/kgBB adalah 12,99%; 17,89% dan 24,51%, dimana potensi analgetik asetosal sebesar 47,55%. Simpulan : kandungan zat aktif EKDT sesuai dengan hasil KLT adalah saponin, alkaloid, fenolik dan flavonoid. EKDT memiliki potensi sebagai analgetik dengan metode induksi kimia pada mencit jantan.