Latar Belakang : Nyeri merupakan perasaan yang tidak nyaman akibat adanya kerusakan jaringan. Selain nyeri kerusakan jaringan akan diikuti dengan peradangan/inflamasi, kenaikan subuh dan perubahan warna area. Salah satu tanaman yang digunakan untuk mengatasi nyeri adalah kersen atau talok, dimana memiliki kandungan antara lain flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Tujuan : Untuk melakukan analisis potensi analgetik ekstrak kloroform daun talok (EKDT) beserta identifikasi profil kromatografi lapis tipisnya. Metode : Pengujian potensi analgetik EKDT dilakukan dengan metode induksi kimia menggunakan asam asatet 1% yang disuntikkan pada mencit secara intraperitonial. Pengambilan zat aktif pada daun talok dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut nonpolar, yaitu kloroform. Maserat yang dihasilkan kemudian diidentifikasi kandungannya menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT). Pengujian analgetik dilakukan dnegan membagi perlakuan menjadi 5 kelompok, yaitu kontrol positif dengan analgetik, kontrol negatif atau pelarut, EKDT dengan dosis 60 mg/kgBB, EKDT dengan dosis 120 mg/kgBB dan EKDT dengan dosis 240 mg/kgBB. Hasil : Rendemen yang dihasilkan dari maserasi sebesar 6,59%, dengan hasil skrining fitokimia menunjukkan positif mengandung alkaloid, antrakinon, saponin, polifenol dan flavonoid. Identifikasi KLT menunjukkan bercak saponin dengan hRF 91.25; alkaloid dengan hRF 93.75; fenolik dengan hRF 96.25 dan flavonoid dengan hRF 91,25. Potensi analgetik dengan pembanding asetosal berturut-turut pada dosis 60 mg/kgBB; 120 mg/kgBB dan 240 mg/kgBB adalah 12,99%; 17,89% dan 24,51%, dimana potensi analgetik asetosal sebesar 47,55%. Simpulan : kandungan zat aktif EKDT sesuai dengan hasil KLT adalah saponin, alkaloid, fenolik dan flavonoid. EKDT memiliki potensi sebagai analgetik dengan metode induksi kimia pada mencit jantan.