NURMINHA NURMINHA
JURUSAN ANALIS KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Aktifitas Enzim SGOT dan SGPT Pada Penderita Demam Berdarah Dengue di RSUD Dr. Hi. Abdoel Moeloek Bandar Lampung NURMINHA NURMINHA
Jurnal Analis Kesehatan Vol 2, No 2 (2013): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.321 KB) | DOI: 10.26630/jak.v2i2.434

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot atau nyeri sendi yang disertai lekopeni, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diathesis hemoragic. Peningkatan enzim transaminase serta hepatomegali merupakan tanda yang sering ada pada penderita DBD. Hal ini memperkuat dugaan bahwa hati merupakan tempat replikasi virus yang utama. Pada DBD keterlibatan hati merupakan tanda khas bahwa penyakit ini akan menjadi fatal. Enzim transaminase digunakan untuk mengukur level enzim hati, yaitu SGOT dan SGPT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran aktifitas enzim SGOT dan SGPT pada penderita DBD. Penelitian ini bersifat deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 pasien yang dirawat di RSUD dr, Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.  Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juli 2013. Hasil penelitian didapatkan rata-rata aktifitas enzim SGOT pada penderita DBD derajat I adalah 124,95 U/L,  DBD II adalah 87,5 U/L, dan  pada DBD derajat III adalah 89,6 U/L. Sedangkan rata-rata aktifitas enzim SGPT pada penderita DBD derajat I adalah 45,72 U/L,  DBD derajat II adalah 59,3 U/L dan DBD derajat III adalah 110 U/L. Kesimpulan bahwa aktifitas enzim SGOT dan aktifitas enzim SGPT pada penderita DBD derajat I, II dan III diatas normal.
Karakterisasi Dan Aplikasi Antibodi Monoklonal WDSSB5 Untuk Deteksi Virus Dengue Pada Sel C6/36 Dengan Metode Imunositokimia NURMINHA NURMINHA; SITI RAHMAH UMNIYATI; WAYAN T. ARTAMA
Jurnal Analis Kesehatan Vol 2, No 1 (2013): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.403 KB) | DOI: 10.26630/jak.v2i1.425

Abstract

Virus Dengue tersebar di seluruh dunia yang terdiri dari 4 serotype Dengue 1, 2, 3 dan 4 masih endemis di Indonesi. Isolasi virus Dengue menggunakan kultur sel C6/36 merupakan baku emas untuk menegakkan diagnosis infeksi virus Dengue. Team Dengue UGM telah berhasil memproduksi antibodi monoklonal  terhadap virus Dengue-3 antara lain yang berasal dari sel hibrid DSSC7, DSSE10 dan WDSSB5. Deteksi antigen virus Dengue pada organ nyamuk Ae.aegypti dan pada sediaan apus darah manusia dengan metode imunositokimia SBPC menggunakan antibodi primer DSSC7 mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, sedangkan sel hibrid WDSSB5 belum dikarakterisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan karakterisasi dan mengaplikasi antibodi monoklonal WDSSB5 sebagai antibodi primer untuk mendeteksi virus Dengue dari serum pasien   yang positif mengandung virus Dengue yang diisolasi pada sel C6/36 dengan metode imunositokimia SBPC. Desain penelitian ini adalah eksperimental. Hasil penelitian didapatkan antibodi monoklonal WDSSB5 termasuk klas IgG dan sub klas IgG1. Kadar antibodi monoklonal WDSSB5 terkecil yang dapat  mendeteksi antigen Dengue pada sel C6/36  adalah 2,2 µ g/µ l. Antibodi monoklonal WDSSB5 sensitif dan spesifik mampu mendeteksi antigen Dengue 1, 2, 3, 4 pada sel C6/36 dengan metode imunositokimia SBPC.
Gambaran Hasil Pemeriksaan HIV di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015 MISBAHUL HUDA; Desi Zuliana; Nurminha Nurminha
Jurnal Analis Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v6i1.795

Abstract

RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung merupakan rumah sakit umum daerah tipe B yang menjadi rumah sakit rujukan di provinsi Lampung. Rumah sakit ini merupakan salah satu rumah sakit yang memiliki fasilitas pengobatan HIV. Tercatat bulan Januari-Desember 2015 terdapat 1165 pasien yang memeriksakan HIV di laboratorium Patologi Klinik RSUD Dr. H Abdul Moeloek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase hasil pemeriksaan HIV reaktif berdasarkan umur dan jenis kelamin di RSUD Dr. H Abdul Moeloek pada tahun 2015. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Variabel penelitian adalah data rekam medik hasil pemeriksaan HIV reaktif berdasarkan umur dan jenis kelamin  di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung bulan Januari-Desember 2015. Hasil penelitian didapatkan 22,5%  paien HIV reaktif. Hasil pemeriksaan HIV di dapatkan persentase jenis kelamin laki-laki yaitu 59,2% pasien HIV Reaktif dan jenis kelamin perempuan yaitu 40,8% pasien HIV reaktif. Hasil pemeriksaan HIV berdasarkan umur didapatkan pasien HIV reaktif yaitu pada kelompok umur <15 tahun sebanyak 8 pasien (3,1%), kelompok umur 15-19 tahun sebanyak 10 pasien (3,8%), kelompok umur 20-24 Tahun sebanyak 35 pasien (13,4%), umur 25-49 tahun, sebanyak 191 pasien (72,9%), kelompok umur >50 tahun sebanyak 18 pasien (6,8%).
Prevalensi Hasil Uji Saring HbsAg dan Anti HCV pada Darah Donor Di Unit Darah Donor (UDD) RSUD Pringsewu Kabupaten Pringsewu Tahun 2012-2014 NURMINHA NURMINHA
Jurnal Analis Kesehatan Vol 5, No 1 (2016): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v5i1.457

Abstract

Pendonor darah adalah orang yang menyumbangkan darah atau komponennya kepada pasien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Untuk mendapatkan darah yang siap ditransfusikan diperlukan upaya-upaya, mulai dari penggalangan masyarakat agar rela menyumbangkan sebagian darahnya, Masyarakat yang menjadi pendonor perlu dilakukan pemeriksaan uji saring untuk menghindari resiko bagi pendonor atau penerima. Salah satu cara yang dilakukan untuk menghindari resiko bagi pendonor darah atau penerima adalah  melalui pemeriksaan screening darah terhadap Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) adalah uji screening terhadap penyakit Hepatitis B untuk mendeteksi antigen permukaan Hepatitis B (HBsAg) untuk meminimalkan penyebaran terhadap Hepatitis B dan anti-HCV untuk meminimalkan penyebaran terhadap Hepatitis C.  Penelitian ini bersifat deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat HBsAg dan anti-HCV reaktif pada darah donor di Unit Donor Darah (UDD) RSUD Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Analisa data menggunakan univariat. Hasil penelitian didapatkan calon pendonor darah di UDD RSUD Pringsewu uji saring HBsAg reaktif yaitu pada tahun 2012 didapatkan persentase 1,00%, ditahun 2013 dengan persentase 1,08 %, dan ditahun 2014 dengan persentase 1,05 %. Dan didapatkan pula uji saring anti-HCV reaktif yaitu pada tahun 2012 didapatkan persentase 0,19 %, ditahun 2013 dengan persentase 0,20 %, dan ditahun 2014 dengan persentase 0,10 %.