p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Farmasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMANFAATAN PERASAN BUAH BELIMBING WULUH (AverrhoabilimbiL.)SEBAGAI PENGAWET ALAMI PADA DAGING SAPI SEGAR Dwi Rachmawaty; Arisanty Arisanty
Media Farmasi XXX Vol 17, No 1 (2021): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v17i1.1971

Abstract

The Use Of Wuluh Starfruit Juice (Averrhoa bilimbil.) As a Natural Preservative For Fresh BeefFresh meat is one of the most perishable foodstuffs, hence, it is not stored for long. Therefore, preservation efforts to extend the shelf life areneeded. Meanwhile, Wuluh Starfruit (Averrhoa bilimbi L.) is applicable as a natural preservative due to its anti-microbial activity to inhibit the growth and rate of meat's biochemical reactions. This research aims to determine the potential of Wuluh starfruit juice (Averrhoa bilimbi L.) as a natural preservative for fresh meat using the ALT method. The total plate number method was used in which the meat was soaked with Wuluh starfruit juicein a concentration of 50, 75, and 100%, meanwhile, water was used as a negative control. Furthermore, the meat was immersed for 12 hours, andthen, the number of bacterial colonies that grew after incubation for 24 hours was counted. The results showed that at a concentration of 50, 75 and 100%, the number of plates obtained were 23x102, 14x102, and 88x101 colonies/g respectively. For negative water control, TBUD results were obtained, while the use of wuluh starfruit juice (Averrhoa bilimbi L.) suppressed the microbial growth in the meat hence, microbial activity in beef rot was inhibited. The higher the concentration of wuluh starfruit juice (Averrhoa bilimbi L.), the greater its potential as a natural preservative for fresh beef.  Keywords : Total plate numbers, natural preservatives, wuluh star fruit juice (Averrhoa bilimbi L.)Daging segar merupakan salah satu bahan pangan yang mempunyai sifat mudah rusak sehingga tidak dapat di simpan lama. Oleh karena itu, usaha pengawetan untuk memperpanjang umur simpan daging sapi segar perlu dilakukan. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat digunakan sebagai pengawet alami sebab diketahui memiliki aktivitas anti mikroba yang dapat menghambat pertumbuhan dan kecepatan reaksi biokimiawi daging. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi perasan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai pengawet alami padadaging sapi segar dengan menggunakan metode ALT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angka lempeng total dimana daging direndam dengan perasan buah belimbing wuluh(Averrhoa bilimbi L.) dengan konsentrasi 50 %, 75 % dan 100 %, air digunakan sebagai kontrol negatif.Perendaman daging dilakukan selama 12 jam lalu dihitung jumlah koloni bakteri yang tumbuh setelah diinkubasi selama 24 jam.Hasil penelitian ini menunjukkan yakni pada konsentrasi 50% mendapatkan ALT 23x102 koloni/g, konsentrasi 75% diperoleh angka lempeng total 14x102koloni/g dan untuk konsentrasi 100% diperoleh angka lempeng total 88x101 koloni/g serta untuk kontrol negatif air didapatkan hasil TBUD,penggunaan perasan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada daging mampu menekan pertumbuhan mikroba sehingga aktivitas mikroba dalam pembusukan daging sapi dapat dihambat Semakin tinggi konsentrasi perasan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) maka semakin besar pula potensinya sebagai pengawet alami pada daging sapi segar. Kata kunci: Angka lempeng total, Pengawet alami, Perasaan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
Formulasi Dan Aktivitas Granul Biolarvasida Tepung Jintan Hitam (Nigella sativa L.) Dwi Rachmawaty; Arisanty Arisanty
Media Farmasi XXX Vol 16, No 2 (2020): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v16i2.1653

Abstract

One of the efforts to eradicate and prevent the transmission of diseases is accomplished through vector control. Larvae eradication is a strategic key in vector control programs. Natural biolarvicide are made using traditional plants, such as black cumin (Nigella sativa L.). This study aims to formulate, test the physical quality as well as the activity of the black cumin flour biolarvicide granules. Similarly, the black cumin flour is obtained by grinding the cumin seeds to a fine degree of 30/40, then mixing it with fillers and a binder to form a biolarvicide granule preparation. The biolarvicide granule formulation of black cumin flour was prepared in 3 concentrations at 1%, 5% and 10%. The biolarvicide preparations obtained were then tested for its physical quality and also its biolarvicide activity. Based on the results obtained, black cumin flour are formulated into biolarvicide granule dosage forms, all formulas meeting the requirements of a good physical quality test. Meanwhile, the biolarvicide activity test with a concentration of 10% showed that the average larvae that died within 24 hours was 9. This shows that black cumin flour (Nigella sativa L.) Likely to be used as a biolarvicide granule preparation (10% concentration) with the same larval mortality results as abate positive control (P> 0.05).Keywords : Biolarvicide Granules, Cumin Powder, Activity Test, Physical Quality TestSalah satu upaya pemberantasan dan pencegahan penularan penyakit dapat dilakukan dengan pengendalian vektor. Pemberantasan larva merupakan kunci strategis program pengendalian vektor. Pembuatan biolarvasida alami dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman tradisional salah satunya adalah jintan hitam (Nigella sativa L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasi, menguji mutu fisik dan menguji aktivitas dari sediaan granul biolarvasida tepung jintan hitam. Tepung jintan hitam diperoleh dengan cara biji jintan hitam dihaluskan sesuai derajat halus 30/40 kemudian dicampurkan dengan bahan pengisi dan bahan pengikat untuk menjadi sediaan granul biolarvasida. Formulasi granul biolarvasida tepung jintan hitam ini dibuat dalam 3 konsentrasi yaitu konsentrasi 1%, 5% dan 10%. Sediaan biolarvasida yang diperoleh kemudian diuji mutu fisiknya dan juga diuji aktivitas biolarvasidanya. Berdasarkan hasil yang diperoleh, tepung jintan hitam dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan granul biolarvasida di mana semua formula memenuhi syarat uji mutu fisik yang baik, sedangkan untuk uji aktivitas biolarvasida konsentrasi 10%  menunjukkan hasil larva yang mati rata-rata dalam waktu 24 jam yaitu sebanyak 9 larva. Hal ini menunjukkan bahwa tepung jintan hitam (Nigella sativa L.) sangat potensial digunakan sebagai sediaan granul biolarvasida (konsentrasi 10%) dengan hasil kematian larva yang sama dengan kontrol positif abate ( P > 0,05).Kata kunci : Granul Biolarvasida, Tepung Jintan Hitam, Uji Aktivitas, Uji Mutu Fisik
Formulasi Dan Stabilitas Fisik Sediaan Lip Balm Dari Buah Stroberi (Fragaria vesca L) Arisanty Arisanty; Djuniasti Karim; Dwi Rachmawaty Daswi; Adwitiya Widyatna E
Media Farmasi XXX Vol 17, No 2 (2021): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v17i2.2298

Abstract

Formulation and Physical Stability of Lip Balm from Strawberry (Fragariavesca L)Strawberries are rich in anthocyanin compounds, anthocyanins from strawberries are the main content of polyphenolic compounds with high antioxidant effects, so a formula that is more practical to use, more durable and effective, is one of the lip balm preparations. This study aims to formulate lip balm from strawberries (Fragaria vesca l) with various combination of emulsifier tween 80 and span 80: 5% w/v, 7.5% w/v and 10% w/v and to determine the physical quality of the emulsifier. the lip balm preparation. Strawberry juice is extracted by means of a juicer without being concentrated, lip balm formulation test with additives and physical quality tests were done before and after the accelerated stability test including organoleptic, homogeneity test, pH test and melting temperature test. The results showed that strawberry juice could be formulated into lip balm dosage forms with various concentrations of emulsifier tween 80 and span 80: 5% w/v, 7.5% w/v and 10% w/v with qualified physical skills. For the organoleptic test, the three formulas only showed a color change after the stability test, while in the pH test the preparations showed differences after the stability test, namely 6.3: 6.4 and 62 to 6.2: 6.3 and 6.2 respectively for the formula 1, II and III. The stability test for the melting temperature was also the same, where the lipbalm formulas I, II and II with melting temperatures of 53, 54 and 55 minutes became 54,55 and 54 minutes, respectively. While in the homogeneity test there was no visible change after the accelerated stability test. At a concentration of 10% w/v emulsifier lip balm preparation from strawberry juice has the best physical quality stability where there is no significant difference in the results of the study before and after accelerated storage (p < 0.05). Keywords : Strawberry Fruit, Lip Balm, Tween 80 and Span 80Buah stroberi kaya akan senyawa antosianin, dengan kandungan utama senyawa polifenol dengan khasiat antioksidan yang tinggi yang berpotensi dikembangkan sebagai sediaan yang lebih mudah digunakan, lebih stabil dan efektif dalam penyimpanan, seperti sediaan lip balm. Tujuan penelitian untuk memformulasikan sediaan lip balm dari buah stroberi (Fragaria vesca l) dengan variasi kombinasi emulgator tween 80 dan span 80: 5% b/v, 7,5% b/v dan 10% b/v dan untuk mengetahui mutu fisik dari sediaan lip balm tersebut. Buah stroberi diambil sarinya dengan cara dijuicer tanpa dipekatkan, formulasi lip balm dengan bahan tambahan dan pengujian mutu fisik dilakukan sebelum dan setelah uji kestabilan dipercepat meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH dan uji suhu lebur. Hasil penelitian menunjukkan sari buah stroberi dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan lip balm dengan variasi konsentrasi emulgator tween 80 dan span 80: 5% b/v, 7,5% b/v dan 10% b/v dengan stabilitas mutu fisik yang memenuhi syarat. Untuk uji organoleptis ketiga formula hanya memperlihatkan perubahan warna setelah uji stabilitas, sedangkan pada uji pH sediaan menunjukkan perbedaan setelah uji stabilitas yaitu 6,3: 6,4 dan 6,2 menjadi 6,2: 6,3 dan 6,2 berturut-turut untuk formula 1, II dan III. Pengujian kestabilan untuk suhu lebur juga demikian , dimana lip balm formula I, II dan II dengan suhu lebur 53, 54 dan 55 menit menjadi 54,55 dan 54 menit berturut-turut. Sedangkan pada uji homogenitas tidak ada perubahan yang tampak setelah uji kestabilan dipercepat. Pada konsentrasi emulgator 10% b/v sediaan lip balm dari sari buah stroberi memiliki kestabilan mutu fisik yang paling baik dimana tidak ada perbedaan signifikan pada hasil penelitian sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat (p< 0,05)Kata kunci : Buah Stroberi, Lip Balm, Tween 80 dan Span 80
Formulasi Dan Stabilitas Mutu Fisik Sediaan Gel Wajah Yang Mengandung Ekstrak Daun Afrika Dengan Variasi Konsentrasi Carbopol Dwi Rachmawaty Daswi; Arisanty Arisanty; St Mutmainnah Dewi Reski; Alfrida Monica Salasa; St Ratnah
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v17i2.2299

Abstract

Formulation And Physical Quality Stability Of Facial Gel Preparations Containing African Leaf Extract (Vernonia amygdalina dell.) With Variations In Carbopol Concentrationcontain phenolic compounds including flavonoids that can wardoff free radicals. This study aims to formulate facial gel preparations from African leaf extracts to determine the stability of the physical quality of the preparations. African leaves are extracted using the maceratio method and then formulated into a facial gel made in three variations of the formula. Three gel formulas made with different carbopol concentrations are 0.5%, 1%, 2%. Physical quality testing of facial gel preparations is performed before and after the accelerated stability test (freeze thaw), including organoleptics, homogeneity tests, syneresis tests, pH tests, scatterpower tests and viscosity tests. Based on the results, formula II with 1 % carbopol concentration fulfilled almost all the requirement of the physical quality test carried out before and after the accelerated stability test excep for pH testing, for formula I with 0,5 % carbopol concentration and formula III with 2 % carbopol concentration only met homogenity,synerisis and viscosity test requirement.The result of statistical test showed the result of P>0,05 which means there is no significant difference from the test results before and after accelerateds storage.Keywords : Physical quality test, facial gel, African leaf extract, carbopolDaun Afrika (Vernonia amygdalina Del.) merupakan tanaman yang memiliki manfaat sebagai antioksidan alami karena memiliki kandungan senyawa fenolik termasuk flavonoid yang dapat menangkal radikal bebas. Memformulasikan sediaan gel wajah dari ekstrak daun afrika dan untuk mengetahui kestabilan mutu fisik sediaan merupakan tujuan dari penelitian ini. Daun Afrika diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi kemudian di formulasikan kedalam gel wajah yang di buat dalam 3 variasi formula. Tiga formula gel yang dibuat dengan konsentrasi carbopol yang berbeda yaitu 0,5%, 1%, 2%. Pengujian mutu fisik sediaan gel wajah dilakukan sebelum dan setelah uji stabilitas dipercepat (freeze thaw), meliputi organoleptik,  uji homogenitas, uji sineresis, uji pH, uji daya sebar serta uji viskositas. Berdasarkan hasil yang diperoleh formula II dengan konsentrasi carbopol 1% memenuhi hampir semua persyaratan uji mutu fisik yang dilakukan sebelum dan sesudah uji stabilitas dipercepat kecuali pengujian PH , untuk formula I dengan konsentrasi carbopol 0,5 %  dan formula III dengan konsentrasi carbopol 2% hanya memenuhi persyaratan uji homogenitas, sinerisis dan viskositas. Hasil uji statistik menunjukkan hasil P> 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan dari hasil pengujian sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat.Kata Kunci: Uji mutu fisik, gel wajah, ekstrak daun Afrika, carbopol
Stabilitas Mutu Fisik Losion Ekstrak Air Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Dengan Variasi Emulgator Arisanty Arisanty; Dwi Rachmawaty Daswi; St Ratnah; Alfrida Monica Salasa; Ratnasari Dewi
Media Farmasi XXX Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i2.3044

Abstract

Antioxidants Potentials of Lotion containing Extract (Water) of Red Dragon Fruit PeelRed Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) is one of Indonesia's most popular fruits. The high antioxidant component in this fruit has become an attraction that makes its use in society more widely. Lotions are liquid or semi-liquid preparations with one or more active ingredients in a suitable vehicle, containing medicaments or non-medications, intended for use on undamaged skin. When using an emulsion base, the use of an emulsifier greatly affects the stability of the preparation. The aim of the research was to find a lotion preparation formula for red dragon fruit peel extract (in this case the tween and span emulsifier composition) with physical quality that meets the requirements and is the most stable in storage. Tests were carried out using the Freeze-Thaw Cycling method and the physical quality tests included organoleptic, pH test, adhesion test, spreadability test, and viscosity test. Testing The results of the evaluation of the physical quality and stability of the lotion formula made with variations in emulsifier concentration, namely the three formulas made met the physical quality and stability requirements for organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, and emulsion type tests. Meanwhile, only formula III met the physical quality stability requirements for the spreading power test. Statistically, the results of the normality test, the data are not normally distributed, then proceed with the Wilcoxon nonparametric test, the Wilcoxon test results show that there is a significant difference between the physical quality of the preparation before accelerated storage and the physical quality after accelerated storageKeywords: Lotion, Red dragon Fruit Peel (Hylocereuspolyrhizus), physical stability Buah  Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) adalah salah satu buah yang digemari di Indonesia, komponen antioksidan yang tinggi dalam buah ini telah menjadi daya tarik sendiri yang membuat penggunaannya di masyarakat semakin luas. Losion adalah sediaan cair atau semi cair dengan satu atau lebih bahan aktif dalam pembawa yang sesuai, mengandung obat atau non-obat, yang dimaksudkan untuk digunakan pada kulit yang tidak rusak. Apabila menggunakan pembawa emulsi maka penggunaan emulgator sangat mempengaruhi stabilitas sediaan. Tujuan penelitian adalah untuk menemukan formula sediaan losion ekstrak kulit buah naga merah (dalam hal ini komposisi emulgator tween dan span) dengan mutu fisik yang memenuhi persyaratan serta paling stabil dalam penyimpanan. Pengujian dilakukan dengan metode Freeze Thaw Cycling dan mutu fisik yang diuji meliputi organoleptis, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar dan uji viskositas. Pengujian Hasil hasil evaluasi mutu fisik dan stabilitas formula losion yang dibuat dengan variasi konsentrasi emulgator, yaitu ketiga formula yang dibuat memenuhi persyaratan mutu fisik dan stabilitas untuk Organoleptis, Homogenitas, pH, viskositas dan uji tipe emulsi. Sedangkan untuk pengujian daya sebar hanya formula III yang memenuhi syarat kestabilan mutu fisik. Secara statistik, hasil uji normalitas, data tidak terdistribusi normal maka dilanjutkan dengan uji nonparametric test wilcoxon, hasil uji wilcoxon menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara mutu fisik sediaan sebelum penyimpanan dipercepat dengan mutu fisik setelah penyimpanan dipercepat.Kata kunci : Potensi Antioksidan,  Losion, Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus )