Rizky Loviana Roza
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Risiko Terjadinya Ulkus Diabetikum pada Pasien Diabetes Mellitus yang Dirawat Jalan dan Inap di RSUP Dr. M. Djamil dan RSI Ibnu Sina Padang Rizky Loviana Roza; Rudy Afriant; Zulkarnain Edward
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.229

Abstract

AbstrakUlkus diabetikum adalah keadaan ditemukannya infeksi, tukak dan atau destruksi ke jaringan kulit yang paling dalam di kaki pada pasien Diabetes Mellitus (DM) akibat abnormalitas saraf dan gangguan pembuluh darah arteri perifer. Ulkus diabetikum dapat dicegah dengan melakukan intervensi sederhana sehingga kejadian angka amputasi dapat diturunkan hingga 80%. Amputasi memberikan pengaruh besar terhadap seorang individu, tidak hanya dari segi kosmetik tapi juga kehilangan produktivitas, meningkatkan ketergantungan terhadap orang lain serta biaya mahal yang dikeluarkan untuk penyembuhan. Penelitian ini memberikan pengetahuan tentang faktor risiko terjadinya ulkus diabetikum agar angka mortalitas dan morbiditas dapat di kurangi. Jenis penelitian ini adalah retrospektif observasional dengan mengumpulkan data menggunakan wawancara, kuisoner, dan pemeriksaan fisik pada pasien diabetes mellitus yang di rawat jalan dan inap di RSUP DR. M. Djamil dan RSI Ibnu Sina Padang periode Januari-Maret 2014. Analisis data terhadap 6 variabel di dapatkan Jenis kelamin (p =0,595; OR=0,654) lama DM (p=1,000; OR = 1,158), neuropati (p=0,411; OR=1,833), PAD (p=0,004; OR), trauma (p=0, 02; OR= 4), dan perawatan kaki (p=1,000; OR=1,158). Berdasarkan uji statistik Chi-Square didapatkan 2 variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian ulkus diabetikum yaitu PAD dan trauma. Sedangkan, hasil uji statistik regresi logistik ganda menyatakan bahwa lama DM, neuropati, PAD, riwayat trauma, dan perawatn kaki merupakan faktor risiko terjadinya ulkus diabetikum. PAD dan trauma adalah faktor yang paling berpengaruh.Kata kunci: faktor risiko, DM, ulkus diabetikumAbstractDiabetic foot ulcer is defined as the presence of infection, ulceration and/or destruction of deep tissues associated with neurologic abnormalities and various degrees of peripheral arterial disease (PAD) in the lower limb on patients with diabetes. Foot ulceration is preventable, and relatively simple interventions can reduce amputations by up to 80%. Amputation has a major impact on individual, not only in distorting body image, but also loss of productivity, increasing dependency, and expensive cost of treating foot ulcer. This study provides knowledge about risk factors for diabetic ulcers that mortality and morbidity can be reduced. This research is an observational retrospective by collecting data using interviews, questionnaires, and physical examination in patients with diabetes mellitus in outpatient and inpatient department of DR. M. Djamil and RSI Ibnu Sina Padang from January until March 2014. The result from the analyze data from 6 variable known gender (p =0,595; OR=0,654), duration of DM (p=1,000; OR = 1,158), neuropathy (p=0,411; OR=1,833), PAD (p=0,004; OR= 5,5), trauma (p=0,02; OR= 4), and foot care (p=1,000; OR=1,158). Based on Chi-Square test statistic obtained two variables that have a significant relationship with the occurrence of diabetic ulcers is PAD and trauma. Meanwhile, the results of multiple logistic regression statistical tests that the old DM, neuropathy, PAD, history of trauma, and foot care a risk factor for diabetic ulcers. PAD and trauma are the most influential.Keywords: risk factor, DM, diabetic foot ulcer
Faktor Prediktor Nyeri Pascabedah Sedang dan Berat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Mahdi Nugroho, Alfan; Auerkari, Aino Nindya; Roza, Rizky Loviana
Majalah Anestesia & Critical Care Vol 44 No 1 (2026): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) / The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Care (INSAIC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55497/majanestcricar.v44i1.494

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi nyeri pascabedah di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo tahun 2017 menunjukkan intensitas nyeri sedang (57,4%) dan nyeri berat (20,4%). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor prediktor nyeri pascabedah sedang dan berat, menganalisis hubungan, dan mengembangkan model prediksi nyeri pascabedah sedang dan berat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kohort prospektif pada 135 pasien yang menjalani pembedahan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo yang memenuhi kriteria inklusi. Setiap faktor prediktor dianalisis menggunakan analisis bivariat dan dilanjutkan dengan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Sistem skor prediksi dirangkum dari hasil analisis multivariat. Hasil: Risiko kejadian (RR) untuk setiap faktor prediktor yang diidentifikasi berdasarkan analisis bivariat yaitu tingkat kecemasan prabedah (RR: 3,32, 95% CI: 1,28 – 8,56), durasi pembedahan lebih dari 90 menit (RR: 7,23, 95% CI: 1,85 – 28,29), jenis pembedahan mayor (RR: 2,69, 95% CI: 1,58 – 4,57), konsumsi opioid intraoperatif (RR: 2,67, 95% CI: 1,68 – 4,25), dan jenis anestesi (RR: 2,37, 95% CI: 1,06 – 5,33). Analisis multivariat menunjukkan bahwa prediktor signifikan untuk nyeri pascabedah sedang hingga berat adalah tingkat kecemasan prabedah (p = 0,085, RR: 2,23, 95% CI: 0,87 – 5,54), durasi pembedahan (p = 0,056, RR: 3,92, 95% CI: 0,96 – 15,96), jenis pembedahan mayor (p = 0,061, RR: 1,63, 95% CI: 0,97 – 2,72), dan konsumsi opioid intraoperatif (p = 0,011, RR: 1,78, 95% CI: 1,14 – 2,78). Simpulan: Faktor prediktor nyeri pascabedah pada penelitian ini adalah tingkat kecemasan prabedah, jenis pembedahan, durasi pembedahan, dan konsumsi opioid intraoperatif. Persamaan regresi disusun berdasarkan empat faktor prediktor tersebut.