Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ISOLASI DAN UJI POTENSI FUNGI ENDOFIT KULIT BATANG LANGSAT (Lansium domesticum Corr.) PENGHASIL ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Andi Indrawati; Nur Aeni Hartih; Muyassara Muyassara
Media Farmasi XXX Vol 15, No 1 (2019): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.114 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i1.776

Abstract

Mikroba (fungi atau bakteri) endofit yang terdapat di dalam tanaman tidak menimbulkan kerusakan yang tampak, dan mampu memproduksi metabolit sekunder sesuai dengan tanaman inangnya.Fungi endofit secara in vitro memproduksi metabolit aktif yang dapat berfungsi sebagai antibakteri, herbisida dan juga pestisida alami. Salah satu tanaman yang telah diteliti sebelumnya terdapat fungi endofit di dalamnya adalah tanaman langsat (Lansium domesticum) (Fety, 2015). Batang tanaman langsat mengandung senyawa flavonoid, saponin, tannin, dan triterpenoid yang diduga sebagai senyawa antibakteri. Tujuan penelitian yaitu untuk mengisolasi fungi endofit kulit batang langsat penghasil antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode isolasi dan difusi agar (Kirby Bauer). Hasil yang diperoleh terdapat 2 isolat fungi endofit; isolat I yaitu Rhizopus sp. dan isolat II yaitu Aspergillus sp. Uji potensi antibakteri isolat I dan isolat II terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli masing-masing memiliki diameter zona hambat rata-rata 15,67 mm; 11,67 mm, dan 17,76 mm; 21,93 mm. Berdasarkan hasil penelitian, maka kedua isolat fungi endofit pada kulit batang langsat berpotensi sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus L) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acne Nur Aeni Hartih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2242

Abstract

Propionibacterium acnes merupakan bakteri flora normal pada kulit, tidak mematikan tapi bisa berpengaruh secara fisik dan secara fisiologi. Pengobatan jerawat biasanya menggunakan antibiotikc, namun obat-obat ini memiliki efek samping dalam penggunaanya yaitu iritasi, dan resistensi, sehingga diperlukan cara lain untuk menghambat pertumbuham bakteri Propionibacterium acnes pada kulit wajah salah satunya dari bahan alam yang mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Bahan alam yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kulit buah nanas (Ananas comosus L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sebagai antibakteri dalam menghambat porpionibacterium acne dengan berbagai variasi konsentrasi ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus L) dimana diekstraksi menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi. Hasil ekstraksi kemudian akan diuji daya hambatnya terhadap propionibacterium acne menggunakan metode disc diffusion. Variasi konsentrasi ekstrak kulit buah nanas yang digunakan adalah 4%, 6%, dan 8% b/v, dengan kontrol negatif NaCMC 1% dan Kontrol positif klindamisin, kemudian diinkubasi pada 37oC selama 2 x 24 jam. Hasil pengamatan diukur berdasarkan zona bening yang terbentuk disekitar paper disc. Hasil pengujian ini menunjukkan diameter zona hambat pada ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus L) 4% 6%, 8% dan klindamisin berturut-turut adalah 18,26; 23,69; 26,27 dan 28,60 mm. Hasil ini menunjukkan semakin besar konsentrasi ekstrak semakin besar zona hambat yang terbentuk dan konsentrasi ekstrak terbaik adalah 8% b/v dengan diameter zona hambat 26,27 mm. Aktivitas antibakteri dipengaruhi oleh adanya kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, saponin, alkaloid dan terpenoid dari ekstrak kulit nanas (Ananas comosus L).