Propionibacterium acnes merupakan bakteri flora normal pada kulit, tidak mematikan tapi bisa berpengaruh secara fisik dan secara fisiologi. Pengobatan jerawat biasanya menggunakan antibiotikc, namun obat-obat ini memiliki efek samping dalam penggunaanya yaitu iritasi, dan resistensi, sehingga diperlukan cara lain untuk menghambat pertumbuham bakteri Propionibacterium acnes pada kulit wajah salah satunya dari bahan alam yang mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Bahan alam yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kulit buah nanas (Ananas comosus L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sebagai antibakteri dalam menghambat porpionibacterium acne dengan berbagai variasi konsentrasi ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus L) dimana diekstraksi menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi. Hasil ekstraksi kemudian akan diuji daya hambatnya terhadap propionibacterium acne menggunakan metode disc diffusion. Variasi konsentrasi ekstrak kulit buah nanas yang digunakan adalah 4%, 6%, dan 8% b/v, dengan kontrol negatif NaCMC 1% dan Kontrol positif klindamisin, kemudian diinkubasi pada 37oC selama 2 x 24 jam. Hasil pengamatan diukur berdasarkan zona bening yang terbentuk disekitar paper disc. Hasil pengujian ini menunjukkan diameter zona hambat pada ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus L) 4% 6%, 8% dan klindamisin berturut-turut adalah 18,26; 23,69; 26,27 dan 28,60 mm. Hasil ini menunjukkan semakin besar konsentrasi ekstrak semakin besar zona hambat yang terbentuk dan konsentrasi ekstrak terbaik adalah 8% b/v dengan diameter zona hambat 26,27 mm. Aktivitas antibakteri dipengaruhi oleh adanya kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, saponin, alkaloid dan terpenoid dari ekstrak kulit nanas (Ananas comosus L).
Copyrights © 2025