Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MODEL PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA DI KAWASAN PABRIK GULA GONDANG WINANGOEN, KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH Yusana Sasanti Dadtun; Tiwuk Kusuma Hastuti; Umi Yuliati; Amad Saeroji
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 1 No 6: Nopember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v1i6.219

Abstract

Kawasan Pabrik Gula Gondang Winangoen, Kabupaten Klaten, memiliki berbagai potensi untuk dikembangkan sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW). Potensi yang dimiliki di antaranya adalah pada sektor budaya. Peluang pengembangan wisata dapat dilakukan secara terpadu antara wisata budaya dan wisata hiburan. Salah satu usaha yang dilakukan dalam upaya pengembangan peluang tersebut adalah membuat model pengembangan wisata budaya di kawasan Pabrik Gula Gondang Winangoen, Kabupaten Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah mengemas komponen potensi wisata di kawasan Pabrik Gula Gondang Winangoen agar dapat menarik wisatawan sehingga dapat dikembangkan menjadi wisata budaya, apa sajakah wisata budaya yang ada di kawasan tersebut, dan bagaimanakah model pengembangan wisata budaya di Pabrik Gula Gondang Winangoen, Kabupaten Klaten. Lokasi pabrik gula ini berada di Jalan Yogyakarta-Solo, Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah paduan antara dua metode, yakni metode sejarah untuk mengkaji sisi historis, meliputi: heuristik (pengumpulan data melalui wawancara, studi dokumen, arsip dan studi pustaka). Dari data yang diperoleh tersebut kemudian dilakukan kritik sumber secara intern dan ekstern. Tahapan berikutnya adalah interpretasi dan yang terakhir adalah historiografi. Sumber yang didapat melalui wawancara bersama pihak Pabrik Gula Gondang Winangoen, juga pada pihak pemerintah terkait dengan kebijakan yang diambil sehubungan dengan pengembangan wisata budaya yang dilakukan. Didukung pula dengan menggunakan arsip dan dokumen milik pabrik gula tersebut, catatan-catatan dan berbagai referensi yang terkait, serta Focus Group Discusion (FGD). FGD tersebut dilakukan untuk mendapatkan pemahaman tentang kemampuan objek dalam rangka pengembangan kepariwisataan. Melalui analisis ini akan dihasilkan skenario pengembangan pariwisata, khususnya wisata budaya di Pabrik Gula Gondang Winangoen, Kabupaten Klaten. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kawasan Pabrik Gula Gondang Winangoen memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata, terutama wisata budaya. Pengembangan kawasan Pabrik Gula Gondang Winangoen sebagai objek wisata budaya, sangat diperlukan, meliputi: 1. Pengembangan obyek wisata, 2. Pengembangan paket wisata budaya dan 3. Pengembangan pelayanan wisata budaya. Potensi wisata budaya tersebut memiliki nilai lebih dengan membuat model pengembangan wisata budaya berupa paket wisata budaya serta penyelenggaraan berbagai event wisata dengan bersinergi bersama Pabrik Gula Gondang Winangoen yang sekaligus merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Klaten. Pabrik Gula Gondang Winangoen memiliki sarana dan prasarana untuk digunakan sebagai tempat penyelenggaraan berbagai event budaya yang ada di kawasan sekitarnya.
Peningkatan Daya Saing Lokananta Sebagai Destinasi Wisata Sejarah Di Surakarta Tiwuk Kusuma Hastuti; Umi Yuliati; Yusana Sasanti Dadtun
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.736 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.547

Abstract

Lokananta merupakan satu-satunya perusahaan rekaman musik milik Pemerintah Indonesia yang didirikan di Kota Surakarta pada tahun 1956. Berbagai potensi yang dimiliki Lokananta seperti bangunan fisik, berbagai macam koleksi peralatan musik dan kaset audio, duplikasi piringan hitam, dan koleksi film, menjadikan Lokananta berpeluang untuk dapat dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata sejarah di Kota Surakarta dengan mengusung konsep yang lebih modern. Kota Surakarta menggunakan branding “Solo The Spirit of Java” sebagai upaya merevitalisasi pada nilai-nilai, filosofi atau pandangan hidup sebagai upaya melakukan pencitraan dengan memberi penguatan pada simbol atau penanda tertentu. Simbol dan penanda (sign) disadari sangat penting dalam menentukan sebuah tempat sebagai destinasi wisata karena simbol ini terkait dengan citra sebuah tempat di benak para wisatawan. Salah satu simbol dan sign kekayaan budaya Kota Surakarta adalah keberadaan perusahaan rekaman musik yang bernama Lokananta. Pengabdian ini merupakan implementasi dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dengan tema Model Pengembangan Wisata Sejarah melalui Audio Visual di Lokananta. Mitra dari pengabdian ini adalah Perum Percetakan Negara RI Lokananta yang berada di Kota Surakarta. Tujuan dari pengabdian ini adalah 1) membantu mitra dalam melestarikan warisan sejarah budaya dan mendekatkan sejarah dengan generasi muda, 2) membantu mitra dalam mengoptimalkan potensi Lokananta sebagai destinasi wisata sejarah, melalui manajemen atraksi wisata dan SDM dengan melakukan diskusi sapta pesona, pelatihan guiding dan psikologi pelayanan, penataan lokasi, penambahan atraksi baru, dan membantu dalam pemasaran Pengabdian ini menggunakan metode observasi, diskusi, pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan secara langsung. Observasi dilakukan untuk mendata permasalahan yang ada di UKM dan setelah itu didiskusikan dengan pihak UKM. Sementara pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan secara langsung dilakukan dalam proses manajemen atraksi wisata dan SDM. Target khusus dalam kegiatan pendampingan ini adalah SDM yang mumpuni dalam bidang pariwisata, atraksi wisata yang lebih tertata, dan peningkatan kemandirian Perum Percetakan Lokananta. Selain itu terjalin kerjasama dengan ASITA dan publikasi di jurnal ilmiah pariwisata.
IMPLEMENTASI PROMOSI DESA WISATA ROTAN TRANGSAN KABUPATEN SUKOHARJO MELALUI FILM DOKUMENTER SEJARAH Yusana Sasanti Dadtun; Destian Dewantoro; Aulya Zahra Kharismanty; Bambang Ratri Subagya; Dania Meisah Putri; Diana Ema Fitriani; Evi Lia Novita Sari; Galuh Amalia Kus Furi; Ira Monikha; Lia Kurniawati; Ranya Andien Aqmarina
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i3.1104

Abstract

Trangsan Village, Sukoharjo Regency, Central Java Province, is the area with the largest rattan craft producing industry in Central Java Province and the second in Indonesia. The Trungsan Rattan Tourism Village has its own charm, namely specific, historical uniqueness and its main attraction is industry-based. There is a lot of potential offered by the Trungsan Rattan Tourism Village area, but there are important things that have not been optimized, especially regarding tourism promotion. This community service activity aims to explore the tourism and rattan industry potential in Trangsan Village as well as management, promotion and community role activities in optimizing the Trangsan Rattan Tourism Village. This activity was carried out by collecting data in the form of interviews, literature studies, and observations at the activity location. Interviews were conducted with the Head of Trangsan Village and historical sources, namely Mr. Warsino and Mr. Marjono, as well as several rattan craftsmen in Trangsan Village. The results and discussion in this paper are the potential for developing the Rattan Trungsan Tourism Village, Gatak District, Sukoharjo Regency, which is a tourist destination. Management of tourism potential and the rattan industry through "Grebeg Penjalin" activities. The marketing plan carried out by the Trangsan Village is in accordance with the target market, namely carrying out promotions through social media and distributing leaflets to schools in Sukoharjo Regency. The design of the documentary film entitled "History of the Rattan Trangsan Tourism Village" with the theme of the History of the Tourist Village is divided into two versions, namely the full version which has a duration of 12 minutes and the short version (trailer version) which has a duration of 1-2 minutes. In this film, video interviews were produced in the form of a documentary by resource persons including rattan craft pioneers, MSMEs, and the head of Trangsan Village.
Pembuatan Storyline sebagai Media Promosi Wisata Rotan Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo Yusana Sasanti Dadtun; Biruni Ahmad; Dimas Muhammad Fathoni; Farradis Muhammad Albari'; Lintang Nur Ulfiyah; Shofi Martasavira Dita; Sri Handayani
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JAMSI - Maret 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1066

Abstract

Desa Trangsan, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, merupakan wilayah dengan industri penghasil kerajinan rotan terbesar di Jawa Tengah dan kedua di Indonesia. Daya tarik Desa Wisata Rotan Trangsan terletak pada keunikan historis yang spesifik dan daya tarik utamanya yang berbasis industri. Terdapat banyak potensi yang ditawarkan oleh kawasan Desa Wisata Rotan Trangsan. Namun, masih terdapat hal penting yang belum dioptimalkan, khususnya mengenai promosi wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggali potensi wisata dan industri rotan di Desa Trangsan serta kegiatan pengelolaan, promosi, dan peran masyarakat dalam mengoptimalkan Desa Wisata Rotan Trangsan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data berupa wawancara, studi literatur, dan observasi di lokasi kegiatan. Wawancara dilakukan bersama Kepala Desa Trangsan, Pak Mujiman. Hasil dan pembahasan dalam tulisan ini yaitu potensi pengembangan Desa Wisata Rotan Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo yang menjadi daerah tujuan wisata. Pengelolaan potensi wisata dan industri rotan melalui kegiatan "Grebeg Penjalin". Perancangan storyline sebagai media promosi Desa Wisata Rotan Trangsan memiliki judul “Sejarah Desa Wisata Rotan Trangsan”. Storyline ini dibuat menggunakan spanduk MMT yang tertempel dalam sketsel berjumlah 3 sekat sebanyak 2 set. Spanduk ini memuat alur sejarah Desa Trangsan sebagai desa wisata rotan, tokoh-tokoh penting yang terlibat di industri rotan, serta ditampilkannya produk awal rotan Desa Trangsan yang berupa caping.
Catalog of History Manuscrip Collection of Rekso Pustoko Mangkunegaran Library Collection Surakarta: Pembuatan Katalog Manuskrip Sejarah Koleksi Perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran Surakarta Darmarastri, Hayu Adi; Susanto, Susanto; Sutirto, Tundjung Wahdi; Supariadi, Supariadi; Suharyana, Suharyana; Dadtun, Yusana Sasanti; Sudarno, Sudarno
Progress In Social Development Vol. 2 No. 2 (2021): July 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v2i2.28

Abstract

ABSTRACT: The Rekso Pustoko Mangkunegaran Library has various types of historical manuscripts, covering history from ancient to modern periods. The existence of these collections is certainly very useful for writing history, especially the history of Java. Unfortunately, there are still many historical researchers in Indonesia who use colonial archival sources such as Besluit, Algemeen Verslag, Memorie van Overgave and documents such as Staatsblad, Rijksblad and Regeering Almanac instead of using existing historical manuscripts. This is due to the difficulties experienced by historical researchers in reading manuscripts which in terms of material are written by hand and use Javanese language and letters. To overcome this problem, it is necessary to catalog the manuscripts. The catalog of historical manuscripts in addition to containing the manuscript code number also contains a synopsis of the contents of the manuscript. This, in addition to making it easier for researchers to find manuscripts, also helps in understanding the contents of historical manuscripts from the Rekso Pustoko Mangkunegaran collection. The purpose of this service is to catalog the historical manuscripts of the Rekso Pustoko Mangkunegaran collection. ABSTRAK: Perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran mempunyai berbagai jenis manuskrip sejarah, meliputi sejarah dari periode kuno hingga modern. Keberadaan koleksi-koleksi ini tentu sangat bermanfaat bagi penulisan sejarah terutama sejarah Jawa. Sayangnya, masih banyak peneliti sejarah di Indonesia yang lebih banyak menggunakan sumber arsip kolonial seperti Besluit, Algemeen Verslag, Memorie van Overgave maupun dokumen seperti Staatsblad, Rijksblad dan Regeering Almanak dibandingkan memanfaatkan manuskrip sejarah yang ada. Hal ini dikarenakan kesulitan yang dialami peneliti sejarah dalam membaca manuskrip yang dari segi material ditulis dengan tangan serta menggunakan bahasa dan huruf Jawa. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan upaya katalogisasi manuskrip. Katalogisasi manuskrip sejarah selain berisi nomor kode manuskrip juga berisi sinopsis dari isi manuskrip. Hal ini selain mempermudah peneliti dalam menemukan manuskrip juga sekaligus membantu dalam memahami isi manuskrip sejarah koleksi Rekso Pustoko Mangkunegaran. Tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah untuk membuat katalog manuskrip sejarah koleksi Rekso Pustoko Mangkunegaran.
MICROGREEN: SOLUSI BUDIDAYA DI LAHAN SEMPIT UNTUK MENINGKATKAN GIZI KELUARGA DAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA GENENG Yusana Sasanti Dadtun; Khowlah Zhorifah; Fadhilah Ishma Diyana; Taufik Tri Baskhoro; Hiero Ardra Ramadhani; Nandhika Rega Rohadi; Fesha Nurrahma Niyan Kenyowati; Fitri Nur Rahmawati; Mustaqim Ilham Khoiri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikrogreens merupakan solusi inovatif untuk budidaya di area kecil yang dapat meningkatkan gizi keluarga dan pendapatan rumah tangga, terutama di Desa Geneng yang memiliki lahan terbatas. Studi ini menggunakan metode kualitatif dan penelitian tindakan untuk menilai kelayakan teknis dan ekonomi budidaya mikrogreens dan tanaman herbal unggulan. Hasil menunjukkan bahwa budidaya mikrogreens menggunakan media tanam organik campuran tanah, pupuk kandang, dan kulit padi yang dibakar secara efektif mendukung pertumbuhan optimal dengan masa panen yang singkat. Selain itu, enam jenis tanaman herbal yang mudah ditanam juga berpotensi meningkatkan kesehatan dan pendapatan masyarakat. Penerapan budidaya ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan di daerah dengan lahan terbatas.
Cerdas Kelola Limbah, Ciptakan Peluang Usaha: Inovasi Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah bersama KKN UNS 108 di Desa Geneng, Klaten Yusana Sasanti Dadtun; Saddat Kadhafi; Syifa Nuha Pramesti; Made Vilola Wijaya; Disti Julista Sotya Putri; Ivonny Asya Tatristya; Risqina Salsabila Syacharani; Bagus Panji Amrullah; Meisyafa Setyawan; Putri Syifa Uswatun Chasanah; Zakiyyah Afrahas Sholikhah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan dasar lilin aromaterapi merupakan salah satu upaya pengelolaan limbah rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan sekaligus menjadi produk bernilai ekonomis. Kondisi ini dilatarbelakangi tingginya kebiasaan masyarakat membuang minyak jelantah secara langsung sehingga berpotensi merusak ekosistem. Melalui inovasi pemanfaatan limbah, minyak jelantah dapat dikreasikan menjadi produk baru yang bermanfaat serta membuka peluang usaha kecil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNS 108 di Desa Geneng, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, mengenai bahaya pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah serta cara mengolahnya menjadi produk ramah lingkungan yang berpotensi sebagai ide usaha UMKM. Dalam mewujudkan target luaran tersebut metode pelaksanaan meliputi sosialisasi materi, diskusi interaktif, dan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami resiko pembuangan minyak jelantah langsung ke lingkungan tanpa melalui proses pengolahan, serta mampu mengikuti setiap tahapan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar dari minyak jelantah. Ibu-ibu PKK terlihat antusias dan mampu mengikuti kegiatan dengan baik. Selain itu, peserta memperoleh keterampilan baru dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai jual. Kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran lingkungan di masyarakat serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis UMKM. Dengan demikian, program kerja ini dinilai efektif sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada lingkungan dan ekonomi.  Kesimpulannya, kegiatan ini meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.
POTRET SIMBOL EKOLOGI KOTA MANGKUNEGARAN 1870-1939 Susanto, Susanto; Dadtun, Yusana Sasanti; Sutirta, Tundjung W.; Supariadi, Supariadi
MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v14i2.63687

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan simbol ekologi yang ada di wilayah Kota Mangkunegaran Surakarta Jawa Tengah pada periode 1870-1939. Dalam penelitian ini digunakan metode sejarah sebagaimana yang ditulis oleh Gilbert J. Garraghan. Metode ini meliputi empat langkah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Pada langkah heuristik digunakan beberapa sumber tertulis seperti naskah Jawa dan lembaran kerajaan atau Rijksblad van Mangkoenagaran koleksi Perpustakaan Reksopustoko serta arsip kolonial baik algemeene verslag maupun memorie van overgave dalam Bundel Solo koleksi Arsip Nasional Republik Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kota Mangkunegaran sebagai wilayah milik istana Mangkunegaran yang berada di Surakarta mempunyai simbol ekologi yang sangat berbeda dengan wilayah istana Kesunanan Surakarta. Jika wilayah Kesunanan sangat didominasi simbol tradisi Jawa, sebaliknya Kota Mangkunegaran sangat didominasi oleh pengaruh budaya Eropa. Pengaruh budaya ini telah berlangsung cukup lama beberapa tahun setelah Perjanjian Salatiga pada 17 Maret 1757. Secara simbolis pengaruh Eropa di Kota Mangkunegaran dapat dilihat pada eksistensi Legiun Mangkoenagaran yang didirikan oleh Daendels pada 1808, penggunaan pakaian Eropa, bentuk Arsitektur Istana, taman, pemukiman Eropa di Villapark, gaya hidup, serta nama kampung seperti Kestalan, Setabelan dan Jageran. Penentu segala simbol ekologi Kota Mangkunegaran adalah figur penguasa istana yang bergelar Pangeran Adipati Aryo Mangunegara.Kata Kunci: Kota Mangkunegaran, Simbol Ekologi, Surakarta.
Optimalisasi Lahan Kosong: Mewujudkan Ruang Terbuka Hijau dan Kebun Toga Sebagai Solusi Lingkungan Berkelanjutan Desa Geneng, Klaten Yusana Sasanti Dadtun; Rara Nurmalita Irawan; Muhammad Hanida Syahrial Hidayat; Satrio Agung Nugroho; Aulia Fasa Kartisabila; Ixora Andini Aurellia; Panca Amelia Putri; Saka Juang Miftahul Ulum; Revi Prasetyarini; Janet Devagaluh Athalla; Andika Syahal Mahfuzh
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 49 Universitas Sebelas Maret mengoptimalkan lahan kosong di Desa Geneng, Klaten, menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dan kebun tanaman obat keluarga (TOGA). Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat lingkungan hijau dan tanaman obat menjadi tantangan utama. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan meliputi survei, pembersihan lahan, pengolahan tanah, penanam bibit, dan pelatihan budidaya. Lengkuas merah dipilih sebagai tanaman utama karena nilai ekonominya tinggi, didukung oleh tanaman herbal lain seperti serai, rosella, dan stevia. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran warga terhadap manfaat tanaman obat, serta peluang ekonomi melalui pengolahan hasil panen. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan pemerintah desa dan inovasi produk herbal agar memberikan manfaat jangka panjang.
Pengembangan Produk UMKM melalui Pendekatan Kearifan Lokal: Studi Kasus di Desa Durenan Kabupaten Magetan Yusana Sasanti Dadtun; Novrizal Triananda; Arina Ilma Mufida; Yuliani Yusmiarni; Dicky Pamungkas; Yora Ahyalina; Intan Marsani; Wangsit Rozikin; Liya Yuliyana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat di Desa Durenan, Kabupaten Magetan, memiliki tujuan pengembangan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan memanfaatkan kearifan lokal. Para pelaku UMKM di desa ini menjadi mitra utama, dengan fokus pada optimalisasi bambu sebagai komoditas utama yang belum termanfaatkan secara maksimal. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus untuk mengeksplorasi potensi lokal. Kegiatan ini mencakup pelatihan teknis, bantuan legalitas usaha, dan pengembangan strategi pemasaran digital. Hasilnya, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dan inovasi produk UMKM. Program ini berhasil meningkatkan daya saing produk UMKM dengan kearifan lokal, berpotensi memberi dampak positif jangka panjang terhadap ekonomi desa.
Co-Authors Aditya Dwi Cahyanto Amad Saeroji Andika Syahal Mahfuzh Andra Rakha Setyawan Aqila Sulthan Santoso Arina Ilma Mufida Aristri Rahma Magistra Aulia Fasa Kartisabila Aulia Khansa Nabila Aulya Zahra Kharismanty Ayu Pramudita Bagus Panji Amrullah Bambang Ratri Subagya Biruni Ahmad Dania Meisah Putri Destian Dewantoro Diana Ema Fitriani Dicky Pamungkas Dimas Muhammad Fathoni Disti Julista Sotya Putri Evi Lia Novita Sari Fadhilah Ishma Diyana Farradis Muhammad Albari' Fesha Nurrahma Niyan Kenyowati Fira Amalia Sholihah Fitri Nur Rahmawati Galuh Amalia Kus Furi Hayu Adi Darmarastri Hiero Ardra Ramadhani Intan Marsani Ira Monikha Ivonny Asya Tatristya Ixora Andini Aurellia Janet Devagaluh Athalla Jassond Erhant Marcelino Kartiningsih Basuki Kasetyohani, Prastiti Tri Khowlah Zhorifah Lia Kurniawati Lintang Nur Ulfiyah Liya Yuliyana Made Vilola Wijaya Meisyafa Setyawan Mirza Aulia Ramadhan Muhammad Arfan Muhammad Farrel Yudanta Muhammad Hanida Syahrial Hidayat Muhammad Rengga Setya Marliansyah Mustaqim Ilham Khoiri Nabila Fatharani Usmana Nandhika Rega Rohadi Novrizal Triananda Panca Amelia Putri Putri Syifa Uswatun Chasanah Rafi Syuja Satria Ranya Andien Aqmarina Rara Nurmalita Irawan Revi Prasetyarini Rickra Christy Alexandra Risqina Salsabila Syacharani Roby Danisalam Saddat Kadhafi Saka Juang Miftahul Ulum Satrio Agung Nugroho Sava Ega Devara Selvio Berlianda Putra Shofi Martasavira Dita Siti Nuraziza Sri Handayani Sudarno Sudarno Suharyana Suharyana Supariadi Supariadi Susanto Susanto Susanto Susanto Sutirta, Tundjung W. Syakira Putri Kirana Syifa Nuha Pramesti Taufik Tri Baskhoro Tiara Fadjar Ratna Puspa Titis Srimuda Pitana Tiwuk Kusuma Hastuti Tundjung Wahadi Sutirto Umi Yuliati Vincentius Brian Setyananda Vito Iswin Nathaniel Wangsit Rozikin Warto Warto Yohana Fransiska Hany Eka Putri Yora Ahyalina Yuliani Yusmiarni Yuyun Rahayu Zakiyyah Afrahas Sholikhah