Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI KOMPETENSI DALAM PELATIHAN KEPEMIMPINAN Ni Ketut Riani
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i1.598

Abstract

The integration of competence in leadership training in Indonesia is a problem that needs to be appreciated by all parties because during this time there is still opposition in the Ministerial regulation of state control and bureaucratic reform number 38 of 2017 about the competency standards Department of civil apparatus of the state, which is caused by the ego of each executor in the existing ministry. Nevertheless, state administrative institutions have taken the initiative to make changes from the curriculum of education and leadership training of the new pattern of the old regulation of the Head of State Administration Regulation number 18, 19 and 20 of 2015 to new patterns established with the administrative regulations of to the state number 15 and 16 of 2019 which integrate the leadership competence and government competence. There are 7 types of competencies integrated into this new curriculum, which is policy of decentralization, central government relations with local governments, general government, regional financial management, government affairs that become regional authority, local government relations with regional representatives and government ethics. For the success of this competency integration needed improvement in training planner which is design build learning training and training plan by integrating 7 government competencies in Agenda 1 Pancasila leadership and defending the country, agenda 2 leadership serve, agenda 3 control implementation activities and agenda 4 leadership actualization. Through perfecting training leadership subjects as competency units, subject matter as elements of competency and sub-material as performance creteria. From the results of the study to elements of Etics and integrity studies in public service should be trainedt and experienced to supervisors level training as many as 8 work performance creteria.
PARIWISATA ADALAH PISAU BERMATA 2 Ni Ketut Riani
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 5: Oktober 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i5.923

Abstract

Keberhasilan pariwisata Bali telah menjadi legenda tersendiri dalam membicarakan periwisata internasional. Internasionalisasi lewat pariwisata, khususnya pariwisata budaya seperti yang dikembangkan di Bali, membawa masyarakat lokal terjepit di antara dua kutub kekuatan. Di satu pihak mereka diwajibkan memelihara tradisi dan adat budaya yang merupakan komoditas yang dapat dijual dan di sisi lain, internasionalisasi berarti membenturkan kebudayaan lokal dengan dunia modern. Banyak masalah yang mampu mengancam keberlanjutan dari pembangunan diantaranya menyangkut aspek lingkungan, social ekonomi, dan social budaya. Masalah lain yang menjadi ancaman adalah keamanan dan migrasi masuk yang tidak terkendali dan banyak kemungkinan bisa terjadi akibat dari pembangunan pariwisata. Dalam pembangunan pariwisata diharapkan terjadinya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara pariwisata dengan lingkungan social maupun budaya. Bila tidak dicermati maka pariwisata bukannya mendatangkan mata air kehidupan tetapi akan mendatangkan air mata.