Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SOAL ULANGAN SEMESTER I MELALUI RAPAT KERJA MGMP Suratno Suratno
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 10: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i10.1339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan kemampuan guru, dalam menyusunan Ulangan semester ganjil melalui rapat kerja MGMP. Penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Sekolah dengan melibatkan 15 orang guru mata pelajaran IPA,IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan PKn, yang dijadikan sempel penyusunan tes sumatif, berdasarkan kriteria penyusunan tes standar. Dari hasil survei sebelumnya mereka belum pernah menyusun tes berdasrkan kriteria / langkah-langkah penyusunan tes standar. Mereka menyusun tes dengan mengadopsi soal tes dari bank soal yang dimiliki dan disesuaikan dengan indikator materi yang diajarkan di kelas. Penelitian dilakukan dengan 2 siklus. Tes yang sudah selesai dianalisis dan dinilai berdasarkan 3 parameter yang telah ditetapkan, antara lain : 1), aspek kesesuaian tes dengan tujuan pembelajaran, 2) aspek perilaku tingkat kesukaran Taxonomi Blom ( C1 – C6), dan ke. 3), penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada tes obyektif. Berdasarkan kriteria tersebut di atas, dari siklus I dan siklus II rata-rata skor menunjukkan peningkatan, dari rata-rata skor 65.4 ke skor 75.3. Itu berarti upaya guru dalam menyusun Ulangan sudah signifikan dan mereka sudah sangat berupaya untuk bisa membuat tes yang layak. Dalam siklus I ada 2 orang guru belum tuntas, maka dilanjutkan kesiklus II untuk menuntaskan sekaligus memberikan pengayaan bagi yang sudah tuntas. Dari hasil analisis pada siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan kualitas dengan hasil rata-rata kemampuan guru dalam menyusun Ulangan semester ganjil dari rata-rata skor 65.4 menjadi skor 76.43 dengan peningkatan sebesar 25 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui rapat kerja MGMP dalam penyusunan Ulangan Semester ganjil Guru-guru telah berhasil membuat Tes standar ( layak ) berdasarkan kreteria yang ditetapkan
UPAYA MENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI PEMBIMBINGAN PEMBERDAYAAN BERBASIS MGMP SEKOLAH Suratno Suratno
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 3: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i3.1885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan guru dalam menyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui Bimbingan Berkelanjutan. Penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Kepala Sekolah dengan melibatkan 32 orang guru, yang dijadikan sempel yang tergabung dalam MGMP mata Pelajaran, Bahasa Indonesia,PKn ,IPS, IPA, Matematika, Bahasa Inggris, PAI, Seni Budaya, Prakarya dan PJOK. Dalam penelitian ini ada 3 jenis kegiatan antara lain ,1).Tindakan nyata dalam penyusunan RPP melalui rapat kerja MGMP sekolah di SMP Negeri 217 Jakarta.2). Kegiatan yang dilaksanakan melalui rapat kerja menyusun RPP bagi guru SMP Negeri 217 Jakarta. 3). Pelaksanaan tindakan. Penelitian dilakukan dengan 2 siklus. Siklus I terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Perencanaan menempuh beberapa langkah : 1.Semua Guru dari 10 mata pelajaran berjumah 32 dikumpulkan di dalam satu ruangan . 2).Guru membawa bahan penyusunan RPP seperti Silabus ,RPP model dan bahan ajar.3). Guru menyimak informasi tentang teknik penyusunan RPP. 4).Guru membentuk kelompok sesuai dengan mata pelajaran .5). Guru mulai menulis RPP buatan sendiri ( Pengembangan dari RPP model ).6). dari 32 RPP ang dibuat kemudian dicek dan dipilih yang sudah sesuai dengan bentuk pengembangan diberi tanda. 7). Setelah RPP tersusun dilakukan Validasi oleh Kepala Sekolah dan Wakil dengan parameter penilaian . Antara lain : 1). Kesesuaian SK dan KD dengan Standar isi 2). Kesesuaian tujuan dengan SK dan KD 3). Kesesuaian Materi Pelajaran dengan tujuan pembelajaran. 4). Kesesuaian dan kelengkapan disesuaikan dengan trukur yang telah dikembangkan 5). Penggunaan bahasa yang baik dan benar ( sesuai EYD ).Berdasarkan kreteria tersebut di atas, dari siklus I dan siklus II Jumlah RPP yang dikumpulkan semua sudah sesuai format dari 60% meningkat menjadi 95,2%. Ini menjukan peningkatan yang sangat signifikan . Untuk itu direkendasikan PTS tidak dilanjutkan pada siklus III karena sudah berhasil angat baik dan memenuhi kriteria keerhailan karena perlehan skr penulisan RPP di atas 75% berhasil di atas 95 % guru menulis RPP dengan benar dan sudah dikembangkan dengan Penidikan nilai karakter budaya bangsa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui rapat kerja MGMP dan bimbingan secara berkelanjutan bagi Guru-guru SMP Negeri 217 Jakarta telah berhasil membuat RPP yang berkaraker.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGEFEKTIFKAN PEMBELAJARAN MELALUI PROGRAM PEMBINAAN PROFESIONAL GURU DAN SUPERVISI KELAS Suratno Suratno
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 4: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i6.1953

Abstract

Penelitian ini bertujuan Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Mengefektifkan Pembelajaran melalui program Pembinaan Profesional guru dan Supervisi Kelas di SMP 217 Jakarta Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Sekolah dengan melibatkan 12 orang guru yang perlu ditingkatkan kemampuannya dalam mengefektifkan pengelolaan pembelajarannya. Penelitian dilakukan dengan tiga siklus dan masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan yakni : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah: bila terdapat peningkatan kemampuan mengefektifkan pengelolaan pembelajaran. Dari analisis diperoleh bahwa terjadi peningkatan kemampuan dalam mengefektifkan pengelolaan pembelajaran pada siklus I yang memperoleh nilai A sebesar 25% nilai B sebesar 25% dan nilai C sebesar 50%, pada siklus II yang memperoleh nilai A sebesar 50% nilai B sebesar 41,67% dan nilai C sebesar 8,33%, sedangkan pada siklus III yang memperoleh nilai A sebesar 66,67% nilai B sebesar 25% dan nilai C sebesar 8,33%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui program Pembinaan Profesional guru dan supervisi kelas dapat Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Mengefektifkan Pembelajaran. Dengan demikian dapat disarankan kepada pengawas atau peneliti yang lain bahwa melalui program Pembinaan Profesional guru dapat dipakai sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan Kemampuan Guru dalam Mengefektifkan Pembelajaran.