Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Perceived Organizational Support Terhadap Work Engagement Pada Karyawan Panghegar Stone Quary Yoga Hardianto; Dewi Ratna
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 3, No 1 (2022): J-P3K APRIL
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v3i1.130

Abstract

Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan, penting bagi perusahaan memiliki karyawan yang memiliki work engagement yang tinggi. tentunya menjadi penting untuk mempelajari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keterlibatan kerja sehingga dapat mencapai hasil produksi yang tinggi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi work engagement yaitu penghayatan karyawan terhadap dukungan organisasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar perceived organizational support mempengaruhi karyawan panghegar stone quary. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu teori perceived organizational support menurut (Eisenberger, 2002) dan teori work engagement menurut (Schaufeli, Salanova, González-Romá, & Bakker, 2002). Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif, metode kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dimana menggunakan 35 karyawan panghegar quary stone. Instrumen penelitian menggunakan survey of perceived organizational support yang disusun oleh Eisenberger (1986) yang sudah diadaptasi modifikasi dan memodifikasi alat ukur baku (UWES) yang dikembangkan oleh wilmar Schaufeli dan Arnold Bakker (2002). Berdasarkan hasil pengujian hipotesa regresi sederhana diperoleh nilai signifikansi 0,001 artinya terdapat pengaruh yang signifikan perceived organizational support terhadap work engagement. nilai R2 0,429 artinya POS berpengaruh terhadap work engagement 42,9%.
Hubungan Psychological well-being dengan Kepuasan Kerja pada Tenaga Kesehatan Honorer Puskesmas Mangunjaya Kabupaten Pangandaran Yoga Hardianto; Nurseda Islamiati
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 2, No 3 (2021): J-P3K DESEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v2i3.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan psychological well-being dengan kepuasan kerja pada tenaga kesehatan honorer Puskesmas Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan teori dari Ryff (1989) psychological well-being dan Luthans (2011) kepuasan kerja, penelitian ini menggunakan pendekatan induktif dan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dari alat ukur Psychological well-being yang diadaptasi dari Ryff Scale of Psychological well-being (1989), kemudian untuk kepuasan kerja menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri mengacu kepada teori Luthans (2011). Hasil uji korelasi antara variabel Psychological well-being dengan Kepuasan Kerja sebesar 0,414 dengan signifikan 0,004 (p
Pengaruh Psychological Capital terhadap Employee Engagement pada Perawat di ICU Rumah Sakit “X”, Cimahi Yoga Hardianto; Endah Andriani Pratiwi
Jurnal Diversita Vol 8, No 1 (2022): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v8i1.5130

Abstract

Pengaruh Psychological Capital Terhadap Employee Engagement Pada Perawat Di ICU Rumah Sakit X, Cimahi. Para perawat di ruang ICU dituntut untuk memiliki mental dan energi yang lebih kuat. Mereka harus dapat selalu fokus pada pasien yang sedang dirawat. Perawat di ICU memiliki tuntutan dan tanggung jawab yang besar, karena sangat besangkutan dengan nyawa pasien dalam kondisi kritis. Diperlukan modal psikologis dan keterikatan kerja yang baik pada diri perawat agar kinerja mereka lebih optimal. Adapun teori yang digunakan Psychological Capital (PsyCap) menurut Luthan, et al. (2007). Alat ukur bakuyang digunakan adalah Pyschological Capital Quetionnaire (PCQ-24) yang dibuat oleh Fred Luthans, Bruce J. Avolio, and James B. Avey. Alat ukur Employee Engagement dari Schaufeli & Bakker (2004) adalah Utrecht Work Engagement Scale (UWES). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh Psychological Capital dan dimensi-dimensinya terhadap Employee Engagement pada perawat ICU. Pendekatan penelitian yaitu induktif dengan metode penelitian kuantitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Hasil pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear, didapatkan hasil pengaruh Psychological Capital terhadap Employee Engagement sebesar r2 = 0.210 (21%). Adapun saran membuat pelatihan pembuatan target yang efektif serta pengelolaan emosi agar para perawat memiliki kinerja dan daya tahan yang lebih optimal saat melaksanakan tugasnya
HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN CAREER ADAPTABILITY PADA KOAS ANGKATAN 2015 FKG “X” DI RSGM Yoga Hardianto; Rizka Bella Sucihayati
Psibernetika Vol 11, No 2 (2018): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.449 KB) | DOI: 10.30813/psibernetika.v11i2.1433

Abstract

ABSTRACT: This study originated from the lack of research linking adversity quotient with career adaptability. One study found that there was a positive correlation between adversity quotient and career adaptability. The purpose of this research is to know empirically the correlation between adversity quotient with career adaptability in the Coas class of 2015 FKG “X” at RSGM. This research is a quantitative research with correlational research and deductive approach. The number of samples is 65 people and using probability sampling technique is total population sampling. The measuring instrument used is the Adversity Quotient Questionnaire compiled by the researcher based on Paul Stoltz's (2000) theory with the reliability test result is 0.885 and the validity test result is 0.400-0.667 and career adaptability measurements using the Career Adapt-Ability Scale developed by Savickas et. al (2012) with the result of the reliability test is 0.955 and the result of the validity test is 0.404-0.906. Based on the results of hypothesis testing using the Spearman’s rho correlation matrix method, there is a significant positive relationship between Adversity Quotient and Career Adaptability in the moderate category (r = 0.580). This means that the higher the Adversity Quotient possessed by Koas, the higher the Career Adaptability. As for suggestion for RSGM is to pay more attention to Coas belonging to Campers and Quitters, and also to those who have low Career Adaptability levels.Keywords: Adversity Quotient, Career Adaptability.ABSTRAK: Penelitian ini berawal dari sedikitnya penelitian yang menghubungkan adversity quotient dengan career adaptability. Salah satu penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara adversity quotient dengan career adaptability. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empiris hubungan adversity quotient dengan career adaptability pada Koas Angkatan 2015 FKG “X” di RSGM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian correlational research dan pendekatan deduktif. Jumlah sampel sebanyak 65 orang dan menggunakan teknik sampel probability sampling yaitu total population sampling. Alat ukur yang digunakan adalah instrumen Adversity Quotient yang disusun oleh peneliti berdasarkan teori Paul Stoltz (2000) dengan hasil uji reliabilitas 0,885 dan hasil uji validitas 0,400-0,679 dan pengukuran career adaptability menggunakan Career Adapt-Ability Scale yang dikembangkan oleh Savickas et. al (2012) dengan hasil uji reliabilitas 0,955 dan hasil uji validitas 0,404-0,906. Berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis dengan menggunakan metode correlation matrix spearman’s rho terdapat hubungan positif yang signifikan antara Adversity Quotient dengan Career Adaptability dengan kategori sedang (r= 0,580) Artinya, semakin tinggi Adversity Quotient yang dimiliki oleh Koas maka semakin tinggi pula Career Adaptability-nya. Adapun saran untuk RSGM untuk lebih memperhatikan Koas yang tergolong Campers dan Quitters, juga yang memiliki tingkat Career Adaptability yang rendah.Kata Kunci: Adversity Quotient, Career Adaptability .