Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Efikasi Diri dengan Kemampuan Orientasi Mobilitas Siswa Tunanetra SLB A YKAB Surakarta Ersa Mayori; Munawir Yusuf; Subagya Subagya
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 5 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v5i2.585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kemampuan orientasi mobilitas siswa tunanetra di SLB A YKAB Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa tunanetra SLB A YKAB Surakarta. Penentuan subjek pada penelitian ini dilakukan dengan teknik purposif sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan angket efikasi diri dan tes kinerja kemampuan orientasi mobilitas. Penelitian ini menggunakan teknik uji validitas isi oleh para ahli (expert judgement) sebagai validator yang selanjutnya dihitung menggunakan Aiken’s V. Pada uji reliabilitasnya menggunakan Interclass Correlation Coefficient dengan bantuan SPSS 26. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis korelasi Sperman Rank. Hasil uji korelasi dalam penelitian ini menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,654 dengan nilai rtabel 0,591, sehingga rhitung ˃ rtabel untuk taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan kemampuan orientasi mobilias siswa tunanetra SLB A YKAB Surakarta
PATOFISIOLOGI TREMOR ISTIRAHAT PENYAKIT PARKINSON Komang Agus Sukendar; Sri Sutarni; Subagya Subagya
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 3 (2016): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.755 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v1i3.23

Abstract

Tremor merupakan salah satu gerakan involunter yang paling sering ditemukan. Tremor pada penyakit Parkinson menjadi gejala kardinal yang paling membingungkan antara lain karena terpisah dari bradikinesia dan rigiditas, dapat memberat pada sisi berlawanan dari sisi bradikinesia yang dominan (wrong-sided tremor), penanda penyakit yang benigna, tidak berhubungan dengan banyaknya defisiensi dopamin di substansia nigra, serta responsnya terhadap pengobatan dopamin tidak sebaik gejala lainnya. Model klasik lebih menekankan peranan ganglia basalis dalam memodulasi fungsi kortikal melalui sirkuit striato-thalamokortikal yang mengalami disfungsi dan menyebabkan bradikinesia serta rigiditas, namun tidak dapat menjelaskan tremor istirahat pada penyakit Parkinson. Akan dikaji literatur tentang aspek patofisiologi tremor istirahat pada penyakit Parkinson. Tremor dapat disebabkan oleh adanya osilasi mekanik pada ekstremitas, refleks yang meningkat, osilasi sentral atau loop-feedback yang abnormal dalam sistem saraf pusat. Osilasi tremor dapat terjadi pada level membran neuronal, serta peningkatan eksitabilitas abnormal dan sinkronisasi pada ganglia basalis yang mempengaruhi koneksi thalamus dan kortikalnya. Dasar-dasar patofisiologi serta berbagai model hipotesis dengan strukturstruktur yang terlibat telah dibuat untuk menjelaskan patofisiologi tremor Parkinson. Kebanyakan model dibuat berdasarkan perekaman yang detail pada sejumlah neuron yang terbatas misalnya preparat ex vivo, atau set bangunan yang terbatas misalnya perekaman elektrofisiologi. Kebanyakan model berfokus pada sebuah nodus pada sirkuit tunggal dan menginterpretasikan adanya perubahan pada sirkuit lainnya sebagai akibat sekunder. Model hipotesis finger-switchdimmer merupakan model hipotesis terbaru dan memberikan sebuah sudut pandang level sistem, di mana tremor Parkinson diinduksi oleh aktivitas ganglia basalis yang abnormal (finger), diproduksi oleh thalamus (switch), dan dimodulasi atau diperkuat oleh serebelum (dimmer). Model ini dapat memberikan penjelasan bagaimana sejumlah intervensi pada network ganglia basalis-thalamus dapat menghilangkan tremor.