Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIVITAS PEKERJAAN RUMAH TANGGA DAN KADAR GULA DARAH PADA IBU RUMAH TANGGA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUDIANG KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR Cicci Chairunisa Masum; Nasrullah Nasrullah; Abdul Kadir Ahmad
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 9, No 1 (2018): Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v9i1.445

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang masih tinggi di kota Makassar, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Makassar diketahui pada tahun 2016 terdapat 4.555 orang penderita Diabetes Melitus. Diabetes Melitus terus mengalami meningkatan di Puskesmas Sudiang, berdasarkan data sekunder yang diperoleh pada tahun 2016 terdapat 136 orang penderita Diabetes Melitus dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 220 orang penderita Diabetes Melitus. Aktifitas fisik rendah merupakan salah satu faktor tidak terkontrolnya kadar gula dara penderita Diabetes Melitus.Tujuan: Berdasarkan masalah tersebut, dilakukan penelitian untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara aktivitas pekerjaan rumah tangga dengan kadar gula darah pada Ibu rumah tangga penderita Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Kecamatan Biringkanaya kota Makassar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 63 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner PARQ. Pengambilan darah menggunakan glukometer yang dilakukan oleh peneliti. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85,7% responden kurang beraktivitas dan sebanyak 71,4%  responden memiliki kadar gula darah yang terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara aktivitas pekerjaan rumah tangga dengan kadar gula darah pada Ibu rumah tangga penderita Diabetes Melitus (p=0,649).Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara aktivitas pekerjaan rumah tangga dengan kadar gula darah pada Ibu rumah tangga penderita Diabetes Melitus. Sebaiknya bagi Ibu penderita Diabetes Melitus tidak hanya melakukan aktivitas pekerjaan rumah tangga namun menerapkan aktivitas fisik yang baik seperti rutin bersepeda atau jalan kaki 3-4 hari dalam seminggu selama 20 menit setiap harinya dan mengurangi aktivitas duduk. Karena dengan melakukan aktivitas rumah tangga tidak cukup untuk bisa mengontrol kadar gula darah.Kata kunci: Aktivitas pekerjaan rumah tangga, Diabetes Melitus, Kadar gula Darah
Financial management audits for school quality improvement in Indonesia: A comprehensive literature review Dahlan; M. Anas; Listiana Sri Mulatsih; Alfiana; Abdul Kadir Ahmad
Journal of Educational Management and Instruction (JEMIN) Vol. 4 No. 1: June 2024
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jemin.v4i1.9556

Abstract

The purpose of this study is to examine financial management audits of educational institutions to improve the quality of schools in Indonesia. This literature review involves several key steps: identifying and narrowing the research topic; searching for relevant literature sources including books, articles, journals, and other documents; reading and understanding the contents of these sources; compiling and analysing the collected data; and finally, drawing conclusions from the research. This study's findings underscore the critical importance of financial audits for educational institutions in ensuring compliance with laws and regulations, enhancing transparency and accountability, boosting the efficiency and effectiveness of financial management, preventing fraud, and securing the sustainability of these institutions. Financial audits serve a crucial role in the improvement of educational quality in Indonesia by fostering accountability and transparency in budget usage. Regular audits require institutions to meticulously account for financial transactions, mitigate the risk of fund misuse, and promote effective fund allocation. This suggests that bolstering financial audit practices in Indonesian educational institutions can significantly elevate educational standards.
Al-Tarbiyah Al-‘Aqliyah ‘Inda Mahmud Yunus Wa Taṭbiqiha Bi Ma’had Al- Îman Al-Islamī Lil Banāt Ponorogo Basuki Basuki; Muhamad Asvin Andur Rohman; Abdul Kadir Ahmad; Siswoyo Siswoyo
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5440

Abstract

Tarbiyah Aqliyah merupakan upaya meningkatkan fungsi akal untuk berfikir melalui latihan-latihan secara teratur, agar akal bisa berfungsi dengan benar. Pimpinan Pondok Pesanten Al-Iman Putri Ponorogo telah melakakan latihan-latihan Tarbiyah ‘Aqliyah bagi santri yang merujuk pada pemikirian Mahmud Yunus dalam kitab al-Tarbiyah wa al-Ta’li>m. Kitab tersebut dijadikan kurikulum khusus untuk kelas 3-6, serta digunakan sebagai rujukan untuk mendasain kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Iman Putri Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripkan pemikiran Mahmud Yunus tentang Tarbiyah ‘Aqliyah, dan bagaimana implementasi pemikitran tersebut dalam kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Iman Putri Ponorogo. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitaif ethnography melalui participant observation, peneliti telah menemukan lima konsep pemikiran Mahmud Yunus yang telah diimplemtasikan di Pondok Pesantren Al-Iman Putri Ponorogo terkait dengan Tarbiyah ‘Aqliyah, yaitu: (1) menumbuhkembangkan perasaan senang pada santri di awal tahun melalui kegiatan khutbatul iftitah; (2) melatih akal untuk memperhatikan sesuatu yang bisa diamati dengan indra dan memikirkannya serta melakukannnya melalui kegiatan ketrampilan menjahit; (3) menguatkan daya ingatan santri melalui kegiatan hafalan Al-Qur’an; (4) menguatkan daya intuisi santri melalui pelajaran mengarang dengan bahasa arab dan inggris; (5) melatih santri kelas 6 untuk berfikir sistematis melalui praktik mengajar berbahasa arab dan inggris yang merujuk pada buku “al-Tarbiyyah al-Amaliyah” karya Mahmud Yunus.