This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
Ismail Arifuddin
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

E L A I E M DI MALUKU (Mengelola Kerukunan dari Akar Rumput) Ismail Arifuddin
Al-Qalam Vol 12, No 2 (2006)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.292 KB) | DOI: 10.31969/alq.v12i2.559

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian evaluatifterhadap keberadaan dancara kerja lembaga-lembaga kerjasama antar umat beragama dalammembina kerukunan di Kota Ambon. Data diperoleh melalui teknikpenjaringan data sesuai dengan konteks data yang dicari. Data primerakan dijaring melalui teknik wawancara dan pengamatan. Data yangdikumpulkan kemudian diolah dengan kategorisasi dan pengelompokansesuai dengan jenis data. Kemudian dilihat hubungan-hubungan antarfakta yang ada untuk membantu melakukan interpretasi dan analisis.Teknik analisisnya digunakan anaisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sejak masuknya agama-agamasamawi ke wilayah Maluku, konflik antara pemeluk agama telah terjadiberulang kali. Kenyataan sampai saat ini takpernah mencapai suatu titikpenyelesaian yang permanent, dari realitas tersebut, maka GerejaProtestan Maluku (GPM), Majelis Ulama Indonesia (Mill) WilayahMaluku, dan Keuskupan Ambonia, guna menjawab tuntutan tanggungjawab itulah maka ketiga lembaga resmi agama ini menyepakati sebuahprakarsa bersama untuk membentuk Lembaga Antar Iman untukKemanusiaan Maluku yang disingkat el AI eM. el AI eM dirasakanmanfaatnya oleh masyarakat Maluku, dimana lembaga ini adalah hasildari prasakarsa masyarakat. menurut menuturan responden, bahwalembaga-lembaga yang muncul butten up akan lebih bermanfaat biladibandingkan lembaga yang dibentuk top dawn.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KADER ULAMA DI BERBAGAI PESANTREN Ismail Arifuddin
Al-Qalam Vol 12, No 1 (2006)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.253 KB) | DOI: 10.31969/alq.v12i1.577

Abstract

Penelitian ini penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan metodewawancara dan observasi. Penelitian dilakukan di empat pondokpesantren yangbertujuan menemukan dan menggambarkan fenomena program pendidikan kaderulama di pesantren tersebut sesuai apa nyatanya. Pendekatan yang digunakanadalah historis, kasus, normatif dan relativisme.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pendidikan pesantren masih signifikanmenjalankanfungsinya dalam proses reproduksi Kader Ulama, selama diberikantempat dan keleluasaan mengatur dan menata program pendidikannya sendiri.Selain itu, dari empat pondok pesantren yang diteliti menunjukkan bahwa pesantrendalam membina para santri untuk menjadi insan kamil sudah berlangsung lamayang dilakukan oleh para ulama atau kiai. Bagipara ulama /kiaipengasuh pondokpesantren yang sudah menggeluti pekerjaan tersebut tampak ikhlas, serius, tenang,dan asyik menikmatinya.Akan tetapi program kepesantrenan tampak sedikit terganggu, ketika terintervensidengan program pembelajaran madrasah tsanawiyah dan aliyah versi pemerintah(Depag dan Diknas). Demikian juga dengan tuntutan kebutuhan sosial yangsebagian masyarakat menginginkan "ijazah " sebagai pengakuan legal yang bisadipakai untuk suatu urusan pekerjaan. Kenyataan ini dialami oleh pesantren luarjawa, seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan.