This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
Muhammad As'ad
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EKSISTENSI INSTITUSI SYARA' DAN PERANANNYA DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA MASYARAKAT DI KABUPATEN SOPPENG Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.035 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i1.630

Abstract

Agama Islam diterima secara resmioleh kerajaan-kerajaan di daerah SulawesiSelatan pada permulaan abad ke-17 M.,dimulai oleh Kerajaan Luwu (1603), kemudiankerajaan-kerajaan Gowa (1605), Sidenreng(1608), Soppeng (1609), Wajo (1610),Bone (1611) dan Balanipa di daerah Mandar(1615).Sebelum agama Islam diterima secararesmi dan melembaga dalam masyarakat diSulawesi Selatan, pangngadereng sebagaiakumulasi sejumlah pranata kehidupanmasyarakat yang dijadikan pedoman dalambertingkah laku dan dalam mengaturkehidupan bersama, mencakup 4 unsur/sendi, yaitu ade', bicara, rapang dan wari'.Setelah agama Islam melembaga, syara'dimasukkan sebagai sendi kelima yangkedudukannya sama dengan sendi lainnya
TRADISI LISAN TARSUL PADA MASYARAKAT KUTAI KARTANEGARA Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 18, No 1 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v18i1.216

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang menyoroti tradisi lisan tarsul bagi masyarakat KutaiKartanegara. Tradisi lisan merupakan warisan budaya yang sarat dengan nilai dan makna.Pelestariannya mengalami transformasi sehingga bersifat kedinian. Tarsul adalah tradisi lisanmasyarakat Kutai Kartanegara yang masih terpelihara dengan baik seiring dengan pelestarian berbagaiupacara siklus hidup masyarakat dan upacara lainnya. Tulisan ini mengungkapkan kecenderunganmasyarakat Kutai Kartanegara dalam pemeliharaan bahasa dan seni sastra sebagai cerminan darikehalusan budi dan bahasa. Tarsul adalah sastra lisan yang menggambarkan proses dan untaianperasaan berkaitan dengan inti, makna atau figur sentral dari pelaksanaan suatu upacara, sepertiupacara perkawinan.
PENGAJIAN DASAR AL-QUR'AN TRADISIONAL VERSUS BARU DI SULAWESI SELATAN (STUDI TENTANG BUKU TUNTUNAN BELAJAR MENGAJAR AL-QUR'AN). Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 5, No 1 (1993)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.133 KB) | DOI: 10.31969/alq.v5i1.640

Abstract

Al Qur'an, sebagai tuntunan hidupumatIslam yang harus diaplikasikan dalamkehidupan schari-hari, diturunkan dalambahasa Arab dan tidak bisa ditcransliterasikandalam bahasa lain. Karcnanya merupakankcsulitan bagi orang orang Ajamdalam mcmpelajari bacaannya dan memahamikandungannya. Usaha untuk mengatasikesulitan itu mendapat pcrhatian yangcukup sejak dahulu; dcngan dcmikianscjarah timbul dan berkembangnyapengajian dasar Al Qur'an di SulawesiSelatan berbarengan dengan scjarahperkembangan agama Islam di dacrah ini.
KEHIDUPAN BERAGAMA MASYARAKAT TRASNMIGRAN ( Studi Kasus Di Desa Sonai Kabupaten Kendari ) Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 6, No 2 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.399 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i2.622

Abstract

Usaha pembangunan jangka panjangI (PJP I) secara berencana dan bertahapdari pelita (pembangunan lima tahun) kepelita merupakan pijakan yang sangatpenting dalam memasuki PJP II, yangditandai dengan tahap tinggal landas padapelita VI. Tahap ini digambarkan sebagaiproses mencapai kehidupan bangsa yanglebih baik namun penuh gejolak pembaharuankarena desakan pertumbuhanpenduduk, perubahan ekonomi, perkembanganteknologi, persaingan internasionaldan perubahan lingkungan hidup.
REKONSTRUKSIKERUKUNAN UMATBERAGAMA (Studi Kasus i Kupang ) Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 11, No 2 (2005)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.432 KB) | DOI: 10.31969/alq.v11i2.590

Abstract

Ketika terjadi konflik dalam masyarakat, agama sering kali dibawaserta sebagai faktor legitimasi penyebab konflik dengan maksud untukmenggalang solidaritas yang lebih besar dari sesama umat. Dalamsuasana konflik, agama sering kali menjadi titik singgung paling sensitifdan eksklusif dalam interaksi sosial masyarakat plural. Di Provinsi NusaTenggara Timur yang penduduknya plural, baik dari segi etnis, budaya,agama, dan lainnya. Kerukunan masyarakatnya sudah terbina sejakdahulu, namun secara kasuistik terjadi peristiwa yang bisa digolongkankonflik bernuansa agama. Kasus paling menonjol adalah pencemaranHostia Kudus.Penelitian ini berkesimpulan bahwa kerusuhan 30 Nopember 1998,mengganggu kerukunan umat beragama di Kota Kupang khususnya,dan NTT umumnya. Pada satu sisi menimbulkan dampak psikologisyang negatif bagi umat Islam, terutama bagi pendatang. Dampakpsikologis ini masih memerlukan penanganan yang baik. Namun padasisi lain, menimbulkan usaha-usaha perbaikan yang hasilnyamemperlihatkan terpelihara dan terbinanya kerukunan. Kendala utamadalam upaya peningkatan kegiatan dan program kerja kerukunan adalahmasalah dana. Kendala lainnya dalam proses integrasi masyarakat ialahbersifat psikologis dan kultural.
UPACARA KEAGAMAAN - MASYARAKAT TANI DI DESA GANRA Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.695 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.659

Abstract

Sebelum diterimanya agama Islam oleh kerajaan-kerajaan Bugis di Sulawesi Selatan, masyarakattelah mempercayai adanya kekuatan gaib(super natural) yang mempengaruhi kehidupanmanusia. Mereka percaya adanya Tuhan yangmenciptakan manusia beserta alam lainnya(Palanroe), Tuhan yang mengatur kehidupanmanusia (Patotoe) yang mereka namai DewataSeuwae (Tuhan Yang Esa). Selain kepercayaantersebut, mereka juga percaya terhadap kekuatan-kekuatan gaib lainnya yang merupakan dewadewayang menempati tempat-tempal tertentu,seperti sungai, pohon besar, batubesar dan persawahan.
PONDOK PESANTREN AS'ADIYAH Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 15, No 2 (2009)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.692 KB) | DOI: 10.31969/alq.v15i2.498

Abstract

This article is the summary of research on the oldest boarding school inSouth Sulawesi : As 'adiyah. It aims to describe its religious view, lecture,learning system, networks and relation with society.Result shows that As'adiyah boarding school embraces Ahlusunnahwal Jamaah based on Imam Syafi' teachings. It can be categorized, as"moderate group " applying tawazun and tasamuh principles to solvereligious issues.It is the oldest and parent boarding school where the alumni have alsobuilt many other boarding schools in other areas and formed a vastnetwork. The relationship between them is not formal but emotional,mainly based on its religious system and views. The network is not onlylimited to its own branch, but also to DDI's and to those developed by itsalumni and strengthened by the establishment of As'adiyah and DDIboth as formal religious and social organisations.The network with other boarding schools, communities and other institutionsis much depended on its leader (kiyai) as a center of all theiractivities. His charisma and popularity is the main factor in increasingthe popularity of, mainly among primordial community, and their interestto the boarding school.
KEHIDUPAN KEAGAMAAN DAN BUDAYA MAS YARAKAT DIKOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 13, No 2 (2007)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.333 KB) | DOI: 10.31969/alq.v13i2.566

Abstract

This research was conducted in Jayapura, Papua. This research aimsto describe the role of traditional government in maintaining socialharmony in Jayapura society. This used qualitative method, where datawas collected by interview. Than, data was analyzed by descriptivequalitative.This research indicates that the traditional government has a goodrole and function in maintaining social harmony in Papua society. Thecharisma of traditional leader (tribal leader) is most important factor.His words will be listened and his order will be obey. The social conflictamong the people or between two tribal could be healed by this triballeader intervention.
H. SALIM M. ALBAAR ULAMA DAN TOKOH PENDIDIKAN DI TERNATE Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.296 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i2.191

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian di Kota Ternate berkaitan dengan Biografi Ulama di Ternate,H.Salim M. Albaar. Ia adalah seorang ulama Ternate (1964-2012) keturunan Arab yang dalam silsilahketurunannya memiliki persambungan sampai pada Rasulullah. Ternate adalah salah satu dariempat kerajaan di Maluku Utara yang terkenal sejak dahulu dalam perdagangan internasional karenarempah-rempahnya. Kerajaan Ternate adalah salah satu Kerajaan Islam terkenal dalam pengembanganIslam di Nusantara. Keberadaan ulama keturunan Arab di daerah ini memiliki peran penting dalampengembangan Islam. Habib Salim Albaar yang pernah mondok pada Pesantren Al Khaerat Palumerupakan ulama, tokoh pendidik, dan politikus yang berjasa di Ternate.
PENGELOLAAN ZAKAT DALAM KAITANNYA DENGAN PENGENTASAN KEMISKINAN DI SULAWESI SELATAN DAN KALIMANTAN TIMUR Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 9, No 2 (1997)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.537 KB) | DOI: 10.31969/alq.v9i2.601

Abstract

Agama Islam datang membawa ajaran,selain mengatur hak individual, juga mengaturhak hidup masyarakat. Suatu kenyataandalam sejarah umat manusia, setiap masyarakatmengenal adanya Si Kaya dan si Miskin.Menghadapi kenyataan hidup ini dengansegala perbedaannya, Islam meletakkankemiskinan sebagai salah satu problemmasyarakat yang harus diatasi dalam rangkamenjamin kemaslahatan dan martabatmanusia.