Abd. Rahman Arsyad
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMPLB SENTRA PENDIDIKAN KHUSUS DAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS Abd. Rahman Arsyad
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.204 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.168

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap bagaimanaproses pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama di Sekolah Luar Biasa (SLB) serta mengungkapfaktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama di Sentra PendidikanKhusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK/PLK) Kab. Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkanbahwa meskipun dengan fasilitas pembelajaran yang sangat terbatas, proses pelaksanaan pembelajaranpendidikan agama tetap berpedoman pada kurikulum Diknas, dengan menggunakan metode ceramah,demonstrasi, dan tanya jawab berdasarkan silabus yang diaplikasikan melalui RPP. Tenaga pendidik(guru agama) menggunakan metode pembelajaran pendidikan agama berdasarkan disabilitas denganmengintegrasikan proses pembiasaan dan kreatifitas guru sebagai pelaksanaan pola pendidikan yangsesuai dengan karakter anak berkebutuhan khusus. Pola ini melahirkan output yang mengantarkan anakberkebutuhan khusus dalam memahami dan meyakini adanya Tuhan, mengenal kitab-kitab Allah,melaksanakan ibadah (shalat dan puasa), serta berperilaku yang terpuji. Pemahaman pendidikan agamadiperkuat lewat bimbingan rohani, sedangkan proses pembentukan perubahan perilaku peserta didikdominan tercipta lewat pembelajaran/pembinaan yang dilaksanakan di luar kelas.
KUALITAS SARANA DAN PRASARANA PADA MADRASAH ALIYAH DI KALIMANTAN TIMU Abd. Rahman Arsyad
Al-Qalam Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4935.084 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i1.373

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kalimantan Timur dengan menggunakan metode Deskriptif Eksploratif dengan tujuan mengungkap dan menggambarkan kondisi kualitas sarana dan prasarana Madrasah Aliyah (MAN, MAS (yayasan dan pontren). Hasil penelitian, Kualitas sarana prasarana Madrasah Aliyah Kalimantan Timur secara keseluruhan ketercapaian standar nasional pendidikan (SNP) terkategori Tinggi. Namun sebaliknya, kondisi sarana prasarana MAS (yayasan dan pontren) masih sangat terbatas khususnya pada aspek ketersediaan lahan, bangunan, ruang kelas, laboratorium dan perpustakaan serta penunjang lainnya yang merupakan hal penting dalam kebutuhan proses kegiatan belajar mengajar. Pihak pengelola madrasah dalam melangsungkan proses belajar mengajar hanya mengkondisikan fasilitas yang ada.Ketercapaian kualitas sarana prasarana MAN terbilang mendekati standar nasional pendidikan sedangkan MAS (yayasan dan pontren), masih memerlukan usaha dan perhatian pemerintah, guna memenuhi kebutuhan (fasilitas) agar pelaksanaan proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif dan efesien.Salah satu keberhasilanlembaga pendidikan Islam dalam menyelenggarakan proses pendidikan,apabila ditunjang/didukung olehsarana prasarana dan mampu bersinergiserta membangun komunikasi pada lembaga/pemerintah dan masyarakat
PENGAWAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR Abd. Rahman Arsyad
Al-Qalam Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.738 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i2.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kompetensi kepala madrasah di Kutai Kartanegara,dengan melihat aspek kepribadian, manajerial, akademik, evaluasi pendidikan, kelitbangan dan socialpada pengawas PAI (Agama dan Disdik). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dalamanalisis data selain angket/quesioner dengan pendekatan survei, berupaya untuk mengetahui tingkatkompetensi pengawas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam analisis data selain angket/quesioner akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui tingkat kompetensi pengawasPAI. Adapun data yang diperoleh melalui wawancara, study pustaka, dan dokumentasi. Hasil analisisdisajikan lewat tabel dan grafik bagi data kuantitas dan naratif bagi data kualitas. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa tingkat kompetensi pengawas PAI Kementerian Agama dan Kementerian Disdikterkategori Sedang dengan nilai kompetensi 2.80, sedangkan nilai kompetensi rerata 55.
PENERAPAN PENDIDIKAN AGAMA YPK.KM SMA KATOLIK ST. THOMAS AQUINO MANADO Abd. Rahman Arsyad
Al-Qalam Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.675 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i1.200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pelaksanaan dan inovasi pembelajaran pendidikan agamaserta factor pendukung dan penghambat pembelajaran pendidikan agama pada YPK.KM SMA KatolikSt. Thomas Aquino Manado dengan menggunakan metode Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penerapan pembelajaran pendidikan agama dan pendidikan keagamaan diimplementasikansecara integrasi yang dilaksanakan pada dua tempat yaitu: sekolah (kelas) dan gereja. Dimana,sebelum dan sesudah pembelajaran dilakukan ibadah (misa bersama), berdoa dengan menggunakandua bahasa Indonesia dan inggris. Sedangkan kurikulum diatur lewat KWI, silabus yang digunakanmengacu/berpedoman pada Diknas dan Kemenag serta yayasan yang di kombainkan kedalam RPP.Sumber reverensi adalah Kementerian Agama dan KWI, sehingga peserta didik yang beragama lainmenerima materi hanya sebatas ranah kognitif dengan penilaian secara pluralitas. Faktor pendukung;merupakan sekolah unggulan, latar belakang pendidik adalah rata-rata sarjana, pihak sekolah danyayasan membangun komunikasi dan koordinasi secara berkesinambungan dalam mewujudkankerukunan dan keharmonisan sesama warga sekolah, sedangkan Faktor penghambat; terbatasnya guruagama, keterbatasan dalam berimvrofisasi, dan proses pembelajaran mengacu pada visi misi dan tujuanorganisasi sekolah, serta orang tua dan masyarakat menyepakati aturan pihak sekolah dan yayasan.
PEMETAAN KUALITAS MADRASAH ALIYAH DI KABUPATEN KOLAKA Abd. Rahman Arsyad
Al-Qalam Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.909 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i2.544

Abstract

IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT DI MADRASAH KABUPATEN BANTAENG Abd. Rahman Arsyad
EDUCANDUM Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah Kuantitatif dengan tujuan untuk Menemukan cara madrasah menentukan materi, metode, media, sumber belajar, dan mengelola kelas; merencanakan, melaksanakan, dan menilai hasil belajar siswa dalam menerapkan kurikulum darurat, serta menemukan kendala madrasah dalam mengimplementasikan kurikulum darurat. Adapun permasalahannya adalah Bagaimana Implementasi Kurikulum darurat Di Madrasah (MIN, MTsN, dan MAN) Dampang Kabupaten Bantaeng.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket atau kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah Guru madrasah memahami kurikulum darurat lewat media, teman, dan dari kegiatan pengembangan serta pengimplementasian pembelajaran mengacu pada kurikulum darurat. Proses belajar mengajar menggunakan tiga system pembelajaran, yaitu Daring, Luring, dan Guling, sedangkan dari empat aplikasi (E-Learning, Zoom, Google Clasroom, dan Whatsapp), tidak semuanya efektif digunakan, dikarenakan faktor jaringan dan anggaran yang terbatas. Sehingga, proses belajar mengajar lebih dominan menggunakan aplikasi Whatsapp dan Google Clasroom. Penerapan pembelajaran lewat luring mengutamakan protokol kesehatan, memodifikasi jadwal pembelajaran berdasarkan beban mengajar dan menekankan guru untuk menyusun RPP secara sederhana serta menerapkan pembelajaran seperti saat norman, yaitu: Pendahuluan, Inti, dan penutup pembelajaran. Kemudian diakhiri dengan mengevaluasi atau menilai hasil belajar dengan mempertimbangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa.
RELIGIOUS EDUCATION SERVICES FOR CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS IN PUBLIC AND ISLAMIC SCHOOLS IN BONE REGENCY Abd. Rahman Arsyad
Al-Qalam Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i1.1030

Abstract

Penelitian ini adalah Kualitatif dengan tujuan untuk Mengetahui bagaimana penyelenggaraan pendidikan inklusif dan pelayanan pendidikan agama untuk anak ABK dengan melihat berbagai aspek (Kurikulum, Kesiswaan, Guru, Sapras, Pendanaan dan lingkungan). serta bagaimana faktor pendukung dan penghambat penyelenggaraan pendidikan inklusif pada Madrasah dan Sekolah di Kabupaten Bone.Hasil penelitian adalah Pemerintah menyelenggarakan pendidikan inklusif berdasarkan Peraturan Menteri Dinas Pendidikan dan Peraturan Menteri Agama RI. Kemudian lembaga pendidikan (sekolah dan madrasah) mengimplmentasikan atas dasar penunjukkan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten tanpa memberikan penguatan kepada pengelola secara signifikan, ini dibutikan dengan beberapa hal diantaranya:                                                1). Pihak Sekolah/Madrasah belum dapat mengidentifikasi siswa ABK saat PPDB; 2) Minimnya SDM guru agama terhadap pengetahuan/pemahaman pendidikan inklusi, 3) Belum ada penguatan pendanaan operasional, dan                    4) Diperlukan adanya konsistensi para pemangku kebijakan di daerah dalam menindaklanjuti regulasi tersebut.Helen Keller International (HKI) hadir di Kabupaten Bone pada tahun 2018 akhir, dengan memberikan dukungan lewat pemberdayaan kepada pemerhati pendidikan agar dapat menyelenggarakan pendidikan serta memberi pelayanan kepada anak yang memiliki keterbatasan.