Asnandar Abubakar
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA PADASEKOLAH NEGERI PAREPARE Asnandar Abubakar
Al-Qalam Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.996 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i2.157

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pendidikan agama di SekolahLuar Biasa Negeri Pareare pada jenjang sekolah dasar dengan jenis layanan tuna Rungu dan tunagrahita. Pada pelaksanaannya, pendidikan disesuaikan dengan kurikulum sekolah dasar pada umumnyahanya materi pelajarannya yang sedikit dikurangi disesuaikan dengan kemampuan anak didik sepertipembelajaran surat-surat pendek seperti surat al-ikhlas, anak tuna rungu cukup diajarkan tulisannyasaja sedangkan pada anak tuna grahita cukup diketahui cara membacanya meskipun juga ada yang dapatmenghafalkannya. Guru dalam menyampaikan pembelajaran secara umum kepada murid, metode yangsering digunakan adalah metode ceramah dan metode demostrasi, hanya pada anak tuna rungu dibarengidengan metode oral, metode membaca ujaran, metode isyarat dan komunikasi total, sedangkan untukanak media pembelajaran tambahan yang digunakan dalam menerapkan pelajaran adalah metode drilldan metode pembelajaran yang diindividualisasikan. Media pembelajaran yang sering digunakan olehguru pada anak tuna rungu adalah media visual seperti gambar diam, obyek nyata atau bentuk langsungdari suatu benda, sedangkan media pembelajaran pada anak tuna grahita tidak jauh berbeda dengananak umum lainnya, hanya saja disesuaikan dengan kebutuhan untuk melatih kemampuan murid,contohnya puzzle, atau alat latihan untuk mengurus diri sendiri seperti memasang kancing. Pengamatan: pembelajaran guru dilakukan untuk mengetahui sejauh mana efektivitasnya dalam menyampaikanmateri pelajaran sehingga dapat merubah pemahaman anak didik atau ada perubahan pola tingkah lakuanak didik setelah guru menyampaikan pembelajaran dengan : tertentu, dari hasil pengamatan tersebutada motivasi anak didik untuk tetap mengikuti pelajaran.
DAMPAK SERTIFIKASI GURU TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN PADA MADRASAH ALIYAH DI KOTA KENDARI Asnandar Abubakar
Al-Qalam Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.538 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i1.204

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak sertifikasi guru terhadap kualitas pendidikan padamadrasah aliyah yang ada di Kota Kendari. Dengan tersertifikasinya guru diharapkan kompetensiyang dimiliki juga dapat meningkat dalam memenuhi tugasnya memberikan kualitas pengajaranyang baik. Peningkatan kompetensi guru baik kompetensi pedagogik, kompetensi professional,kompetensi kepribadian maupun kompetensi sosial diharapkan juga berdampak pada peningkatankualitas madrasah aliyah. Penilaian dampak sertifikasi guru terhadap peningkatan kualitas madrasahdilihat dari aspek perencanaan program madrasah, pelaksanaan rencana kerja madrasah, peningkatanproses pembelajaran, peningkatan kompetensi sesama guru, dan pemanfaatan tunjangan sertifikasi.Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif yang bersifat survey yaitu mengumpulkan data denganmenggunakan angket yang berisikan kuisioner sebagai instrumen utama. Data ini kemudian dianalisissecara deskriptif yang telah dikategorikan dalam skala linkert untuk mengetahui sejauhmana keterlibatanguru yang telah tersertifikasi pada proses peningkatan kualitas madrasah aliyah.
POTRET PEMBERDAYAAN SANTRI PADA PESANTREN DARUL MUKHLISIN KOTA KENDARI Asnandar Abubakar
Al-Qalam Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4333.376 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i1.388

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat realitaseksistensi pesantren dan kegiatan pemberdayaan terhadap santri yang dilakukan oleh pesantren baik dari konsep, teknis, sampai pada hasil, sehingga diperoleh gambaran utuh tentang substansi pemberdayaan yang dilakukan oleh pesantren, dan untuk memperoleh gambaran tentang liku-liku yang dihadapi pesantren dalam pengembangan jenis kegiatan pemberdayaan yang dipilih oleh pesantren. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menempatkan peneliti sebagai instrument utama. Data yang dihimpun adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Pemberdayaan santri yang dilakukan di Pesantren Darul Mukhlisin yaitu koperasi, jahit menjahit, sapu ijuk, meubel atau pertukangan, dan las listrik. Tujuan pemberdayaan santri adalah untuk memberikan keterampilan dan mengembangkan kewirausahaan santri yang digunakan sebagai bekal ketika berada ditengah-tengah masyarakat. Manfaat dari usaha-usaha ekonomi yang dilakukan oleh pesantren adalah memberikan keuntungan kepada pesantren untuk menutupi biaya atau pengeluaran pesantren, juga menciptakan peluang usaha kepada masyarakat sekitar pesantren.
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) PADA KURIKULUM SMP ISLAM TERPADU AL FAHMI PALU Asnandar Abubakar
Al-Qalam Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.343 KB) | DOI: 10.31969/alq.v25i1.697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan pendidikan agama Islam pada kurikulum sekolah Islam terpadu. Lokus penelitian adalah SMP IT Al Fahmi Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif eksploratif.  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, telaah dokumen. Kurikulum pada SMP IT Al Fahmi Palu Kurikulum SMP IT Al Fahmi Palu, menyesuaikan dengan ciri khas sekolah Islam terpadu yaitu mengintegrasikan nilai-nilai atau ilmu Islam baik yang bersifat Qualiyah maupun Kauniyah dalam suatu kerangka atau bangunan kurikulum. Salah satu tujuannya adalah peserta didik memiliki kepribadian dan akhlak yang baik, memiliki akidah yang bersih, pikiran dan jasmani yang sehat, serta hidup disiplin dan tertib. Pelaksanaan pendidikan agama Islam (PAI) selain bersifat monolitik yang berdiri sendiri juga terintegrasi pada proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Pengembangan PAI pada kurikulum SMP IT Al Fahmi dapat dilihat dari penambahan jam pelajaran pada mata pelajaran pendidikan agama Islam, Al Qur’an, dan bahasa Arab, integrasi nilai-nilai Islam pada mata pelajaran umum dan pelajaran ekstrakurikuler seperti memanah, renang, dan silat, dibuka kelas tahfidz bagi peserta didik yang memiliki bakat untuk meningkatkan hafalan Al Qur’an, adanya kegiatan Qur’an camp, serta sanksi hafalan beberapa ayat Al Qur’an bagi peserta didik yang melanggar tata tertib sekolah
PENDIDIKAN AGAMA KELUARGA PENGRAJIN LIMBAH ALAM DI KOTA TERNATE Asnandar Abubakar
EDUCANDUM Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to see the reality of religious education in the family of craftsmen inTernate City, the family of Ibu Ulfa, a craftsman by utilizing natural waste. Thisresearch is qualitative research. This study takes a case study that focuses on theoverall religious activity of the artisans studied. The data collected through theobservation and interview activities then analyzed interactively and lastedcontinuously to complete. Religious education in the family can be seen from theaspect of aqidah, akhlak, syariah. Experience and understanding of this religion thenseen his transformation of religious education through cognitive, affective, andpsychomotor aspects. Aqidah is seen from the level of family belief in Allah SWT.morality seen from the attitude and personal behavior when faced with the reality oflife. And sharia is seen how far social relationships with others. The role of parents isalso very influential in the transformation of children's religious education toknowledge, attitude and behavior patterns of children in community life. Religiouseducation from parents instills a sense of religiousness in children so that bit by bitwill be attached to the values of religion in children. And will build good characterand positive behaviors in the association.
INTEGRITAS SISWA DI PAPUA BARAT Asnandar Abubakar
EDUCANDUM Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out how much the integrity of students in the aspects ofhonesty, responsibility, tolerance, and love of homeland at the level ofsecondary education and its supporting factors. The study was conducted inseven districts/cities of West Papua Province in senior high schools andmadrasah aliyah. This is a qualitative research by distributing questionnairesas an instrument for collecting data on 10 students class XI in eachschool/madrasah. Analysis of data that has been tabulated is done using theSPSS application. The results showed that students' integrity was at a highlevel in all aspects; honesty 78%, responsibility 69%, tolerance 84%, andlove of homeland 90%. Likewis the supporting factors influence thestrengthening of integrity because it includes religious nuances and values.The results of the analysis also show that the environment of schools, familiesand residences correlates with aspects of honesty, responsibility, and love ofthe homeland. Aspects of tolerance are less correlated with the threesupporting environmental aspects. Factors in the availability of religiousteachers in schools / madrasas are also important aspects for strengtheningstudent integrity. In general, the integrity of students in West Papua Provinceis at a high level of 80%.
KINERJA GURU MATA PELAJARAN MADRASAH DI SULAWESI TENGGARA Asnandar Abubakar
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru mata pelajaran di madrasah yang telah mengikuti diklat. Kinerja guru dilihat dari pandangan kepala madrasah melalui angket/kuisioner. Penelitian ini adalah gabungan penelitian kualitatif dan kuantitatif, dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan fokus penelitian pada kepala madrasah aliayah dan tsanawiyah yang memiliki guru yang telah mengikuti diklat guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui angket/kuisioner dan wawacara. Kuisioner dipakai untuk mengumpulkan data kuantitatif sedangkan wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif sebagai pendukung atau penguatan data-data kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan tabulasi hasil angket menggunakan skala likert kemudian diinterpretasi berdasarkan kategori-kategori. Indikator kinerja guru dilihat dari dimensi kompetensi guru. Salah satu aspek peningkatan kompetensi guru adalah melalui diklat guru mata pelajaran yang dilaksanakan oleh Balai Diklat Kementerian Agama. Hasil penelitian menunjukkan kepala madrasah memberikan tanggapan yang baik terhadap kinerja guru yang telah mengikuti diklat, dan kepala madrasah terbantu oleh guru yang telah mengikuti diklat pada pelaksanaan program-program madrasah dan tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien
Tingkat Religiusitas Peserta Didik Pada SMA/MA Di Maluku Utara Asnandar Abubakar; Ali Hanafi
EDUCANDUM Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat religiusitas peserta didik pada sekolah menengah atas dan madrasah aliyah di Provinsi Maluku Utara. Jenis penelitian adalah gabungan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif (mix methode). Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner/angket. Tingkat religiusitas peserta didik menunjukkan angka 3.59 yang interpretasi pada kategori tinggi. Aspek keyakinan peserta didik terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan kitab sucinya sangat mempengaruhi nilai indeks tersebut, meskipun terdapat sedikit resistan terhadap praktik sosial dalam beragama. Secara personal, peserta didik melaksanakan kegiatan-kegiatan pengamalan agama, seperti berusaha rajin beribadah baik di rumah ataupun di tempat ibadah, membaca kitab suci, mengembangkan pengetahuan agama baik di lingkungan sekolah, di lingkungan keluarga, ataupun di lingkungan sosial/masyarakat. Aspek-aspek lingkungan sangat berpengaruh terhadap religiusitas peserta didik, baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, ataupun lingkungan masyarakat. Di lingkungan keluarga, pengalaman dan agama orang tua, pembiasan-pembiasan kesantunan berperilaku, dan pembiasaan mengerjakan tugas rumah tangga seperti membersihkan rumah menjadi perilaku positif dalam membentuk religiusitas peserta didik. Dilingkungan sekolah, kompetensi guru (pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian) dan kemampuan manajemen kepala sekolah sangat berperan dalam membentuk watak kepribadian peserta didik yang berpengaruh pada religiusitas. Di lingkungan masyarakat, kegiatan-kegiatan keagamaan, pentas seni budaya, atau kerja bakti sangat berperan dalam membangun religiusitas peserta didik.menjadi perilaku positif dalam membentuk religiusitas peserta didik.
PENYELENGGARAAN DIKLAT GURU MATA PELAJARAN MADRASAH DI SULAWESI TENGGARA Asnandar Abubakar
EDUCANDUM Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/educandum.v6i1.331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan guru mata pelajaran madrasah terhadap proses penyelenggaraan diklat dilihat dari aspek materi, widyaiswara, dan metode diklat. Penelitian ini adalah gabungan penelitian kualitatif dan kuantitatif, yang dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan fokus penelitian pada guru-guru yang telah mengikuti diklat guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui angket/kuisioner dan wawacara. Angket digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan tanggapan guru-guru terhadap penyelenggaraan diklat terkait materi cenderung baik meskipun terdapat tanggapan bahwa isi materi diharapkan ada kebaruan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Tanggapan guru terkait widyaiswara juga baik, widyaiswara mampu memberikan pembelajaran secara baik dan efektif, guru mengharapkan ada inovasi-inovasi pembelajaran yang esensial. Tanggapan guru terkait metode diklat juga baik, metode diklat harus dibarengi dengan inovasi-inovasi agara pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efesien, salah metode yang digunakan pada pembelajaran adalah metode kolaborasi, karena mengikutsertakan partisipasi semua peserta diklat.
PEMAHAMAN KEBHINEKAAN SISWA MADRASAH ALIYAH DI KOTA KENDARI Asnandar Abubakar
EDUCANDUM Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/educandum.v6i2.405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pemahaman kebhinekaan peserta didik secara umum dan pemahaman kebhinekaan dalam konteks suku, agama, ras, dan antar golongan. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kota Kendari dengan fokus peserta didik madrasah aliyah yaitu MA Negeri 1 Kendari dan MA Ummusshabri. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematis yang meliputi pengorganisasian data, kategorisasi data, dan menginterpretasi sesuai dengan pemaknaan. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman kebhinekaan peserta didik Paham kebhinekaan peserta didik ada yang bersifat ke dalam (internal) dan bersifat ke luar (eksternal). Pemahaman internal adalah pemahaman peserta didik akan keyakinan dan kesadaran dirinya pentingnya mengaplikasikan wujud kelakuan (behavioral manifestation) rasa hormat atau menghormati orang lain yang berbeda dengan kita baik agama, suku, dan budaya, untuk kepentingan bersama. Pemahaman kebhinekaan peserta didik secara eksternal diperoleh dari proses pembelajaran di madrasah, di lingkungan sekolah baik melalui program sekolah, kegiatan ekstrakurikuler ataupun organisasi madrasah, melalui media sosial, dan interaksi sosial di masyarakat melalui perbauran budaya atau kebiasaan-kebiasaan adat istiadat pada kelompok entitas suku bangsa tertentu di Kota Kendari. Manifestasi dari pemahaman kebhinekaan ini adalah pentingnya saling hormat dan tolong menolong dalam konteks sosial.