This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam Penamas
Muhammad Rais
Balai Litbang Agama Makassar

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH DIKLAT TERHADAP KINERJA GURU MADRASAH DI KOTA MANADO Muhammad Rais
Al-Qalam Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.835 KB) | DOI: 10.31969/alq.v25i1.700

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengukur dan sekaligus mendeskripsikan secara kualitatif, pengaruh diklat terhadap kinerja guru di Madrasah yang telah mengikuti diklat mata pelajaran pada Balai Diklat Keagamaan Manado, tahun 2016-2017. Dengan memanfatkan metode kombinasi: kuantitatif dan kualitatif. Ditinjau dari respon guru dengan menggunakan pengukuran skala likert terhadap dimensi materi diklat dengan tujuan indikator, rerata direspon dengan kategori baik, dimensi kualitas widyaiswara rata-rata direspon dengan kategori baik, dimensi metode diklat rerata direspon dengan kategori baik. Adapun tingkat respon terhadap variabel Y (kinerja guru), yang di-breakdown dari empat kompetensi dengan masing-masing indikatornya, sebagai berikut: 1) kompetensi pedagogik; 2) kompetensi kepribadian; 3) kompetensi profesional, dan 4) kompetensi sosial. Keempat kompetensi tersebut rata-rata direspon dengan kategori baik. Adapun tingkat pengaruh diklat terhadap kinerja guru, dapat dilihat pada hasil analisis regresi diperoleh koefisen regresi yang mengindikasikan bahwa, factor (variabel)  metode diklat, materi diklat, dan kompetensi widyaiswara berpengaruh terhadap kinerja guru madrasah, meskipun belum signifikan. Sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya selain metode, materi dan widyaiswara.
THE ROLES OF STATE RELIGIOUS CONSELORS IN PROMOTING PEACE AND HARMONY IN AMBON CITY muhammad rais
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.107 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.280

Abstract

AbstractThe aim of this research was to describe about the performances of religion counselor, a counselor who has a strategic role and position as State Civil Servant, who is on the front guard in giving religious services to the general public. A religion counselor is a representative of Indonesia Ministry of Religious Affairs that got the constitutional mandate to deliberate society’s needs related to development in the religious field, especially in the field of counseling that uses ‘religion language’. For the context of Ambon City, the characteristics were relatively specific as this region was in the category of high level conflict potential; so it was necessary that there be Civil Servants who had the performances and capabilities in portraying the public socio-cultural condition. Therefore, what became the priority for the context of Ambon was the reinforcement of each religion counselor’s capacity to carry out his counseling activities and to be proactive in the process of managing the living harmony among religion believers. Through the qualitative method used in this research, the social realities concerning religion counselor’s performance and contribution in managing the living harmony among religion believers in Ambon City could be described effectively.
PEMBELAJARAN JARAK JAUH SEBAGAI HABITUS BARU DALAM EKOSISTEM PENDIDIKAN DI UIN ALAUDDIN MAKASSAR Muhammad Rais
Al-Qalam Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v26i2.881

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pembelajaran jarak jauh, yang diterapkan pada UIN Alauddin Makassar, sebagai respons pihak civitas akademik, terhadap instruksi pemerintah via Kementerian Agama, agar bermigrasi dari pembelajaran yang lazim dilakukan secara konvensional dengan arus utama tatap muka secara klasikal, ke rumah masing-masing dengan basis pembelajaran daring. Kebijakan tersebut diambil sebagai antisipasi agar mahasiswa, dosen, serta staf kependidikan lainnya, terhindar dari wabah Covid-19 yang kini melanda seluruh kawasan di dunia. Dengan memanfaatkan metode riset kualitatif, data serta informasi mengenai kebijakan yang dipilih tersebut, dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap kalangan informan, meliputi dekan, dosen, mahasiswa, dan tim pengelola informasi dan teknologi pembelajaran jarak jauh. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa, ada beberapa platform pembelajaran yang digunakan pendidik maupun mahasiswa selama masa belajar dari rumah yang sudah biasa digunakan dalam pembelajaran jarak jauh, diantaranya platform Lentera sebagai aplikasi pembelajaran dalam  sistem manajemen pembelajaran, termasuk Google Classroom, Google Meeting, Zoom/Webinar, dan Whats Up, serta dan platform pembelajaran daring lainnya yang relevan. Platform pembelajaran jarak jauh ini digunakan di UIN Alauddin Makassar dalam proses pembelajaran, dalam bentuk penugasan, absensi, monitoring, maupun evaluasi melalui komunikasi intensif. Terobosan ini dinilai para civitas akademik belum efektif di tengah kondisi yang serba tidak normal akibat pandemi ini. Hambatannya terdiri dari jauhnya jarak, yang tidak memungkinkan terkoneksi dengan jaringan internet, kompetensi literasi virtual yang minim dan keterbatasan ruang fiskal keluarga yang belum memungkinkan mereka untuk memiliki peranti pembelajaran daring.
IMPLEMENTING OF DISTANCE LEARNING AT MTsN 1 MAKASSAR, SOUTH SULAWESI Syarifuddin Idris; Muhammad Rais
Al-Qalam Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i1.1029

Abstract

Penelitian ini diorientasikan untuk mendeskripsikan pola pembelajaran jarak jauh, yang diterapkan pada Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Makassar sebagai respon maupun penyikapan pihak madrasah terhadap instruksi pemerintah via Kementerian Agama, agar mengalihkan pembelajaran yang lazin dilakukan di ruang kelas ke rumah masing-masing peserta didik melalui media virtual,  sebagai antipasti agar peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan lainnya untuk terhindari dari wabah covid-19 yang kini melanda seluruh kawasan Nusantara dan global. Dengan memanfaatkan metode riset kualitatif, data serta informasi mengenai terobosan yang dipilih tersebut dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap kalangan informan, meliputi: kepala madrasah, guru, peserta didik, dan orang tua/wali murid. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada beberapa platform pembelajaran yang digunakan pendidik selama masa belajar dari rumah, yakni platform pembelajaran jarak jauh, diantaranya e-learning madrasah yang di-delivery Kementerian Agama untuk melayani segenap madrasah di seluruh Indonesia, e-learning madrasah yang dibangun diinternal madrasah sendiri, whats upp, dan media pembelajaran virtual lainnya yang relevan. Platform media daring ini digunakan pendidik dalam proses pembelajaran, baik dalam bentuk penugasan, absensi, dan monitoring guru melalui komunikasi intensif dengan orang tua/wali. Terobosan ini dinilai kalangan stakeholders efektif di tengah kondisi yang serba terbatas akibat pendemi ini. Meskipun tidak dinafikan bahwa ada sebagian kecil peserta didik yang karena keterbatasan ekonomi sehingga tidak selalu maksimal dalam mengakses pembelajaran ini, misalnya ketiadaan laptop, handphone, dan biaya untuk membeli quota internet.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN FULL DAY SCHOOL PADA MADRASAH DAN SEKOLAH DI KOTA PALU Muhammad Rais
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas sosial yang saat ini cukup menyita perhatian publik, bahkan polemik yang berkepanjangan terkait kebijakan ini menggiring publik dalam pusaran keterbelahan sosial, antara yang menolak dan yang menerima, berkenaan dengan kebijakan lima hari sekolah (LHS) atau fullday school yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan memanfaatkan pendekatan eksploratif, melalui penelitian kualitatif ini, data dan informasi dikumpulkan dengan menggunakan beberapa teknik, diantaranya wawancara mendalam, dan observasi dan studi dokumen yang dimiliki oleh para informan kunci, meliputi: Kepala Sekolah/madrasa, pengawas, guru, dan orang tua siswa. Melalui penelitian ini, ditemukan beberapa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri, Sekolah Menengah Atas Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri yang secara progresif telah menerapkan kebijakan fullday school ini. Namun, sayangnya, ketidakpastian telah menghadang proses penerapan ini, baik ketidakpastian dari sisi landasan hukumnya, ketidakjelasan arah dan tujuan yang ingin dicapai, kesiapan guru, kurikulum, dan perangka pembelajaran, serta minimnya dukungan dari sisi infrastruktur dan fasilitas pendidikan lainnya. Dan, yang paling krusial adalah terbelahnya publik di Kota Palu, baik diinternal sekolah maupun di masyarakat secara makro, antara yang merespon dengan positif maupun yang merespon secara negative kebijakan lima hari sekolah ini, yang ditengarai oleh masyarakat sebagai dampak dari ketidakmatangan proses penyusunan kebijakan yang cenderung sangat elitis dan bias masyarakat urban ini.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN FULL DAY SCHOOL PADA MADRASAH DAN SEKOLAH DI KOTA PALU Muhammad Rais
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas sosial yang saat ini cukup menyita perhatian publik, bahkan polemik yang berkepanjangan terkait kebijakan ini menggiring publik dalam pusaran keterbelahan sosial, antara yang menolak dan yang menerima, berkenaan dengan kebijakan lima hari sekolah (LHS) atau fullday school yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan memanfaatkan pendekatan eksploratif, melalui penelitian kualitatif ini, data dan informasi dikumpulkan dengan menggunakan beberapa teknik, diantaranya wawancara mendalam, dan observasi dan studi dokumen yang dimiliki oleh para informan kunci, meliputi: Kepala Sekolah/madrasa, pengawas, guru, dan orang tua siswa. Melalui penelitian ini, ditemukan beberapa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri, Sekolah Menengah Atas Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri yang secara progresif telah menerapkan kebijakan fullday school ini. Namun, sayangnya, ketidakpastian telah menghadang proses penerapan ini, baik ketidakpastian dari sisi landasan hukumnya, ketidakjelasan arah dan tujuan yang ingin dicapai, kesiapan guru, kurikulum, dan perangka pembelajaran, serta minimnya dukungan dari sisi infrastruktur dan fasilitas pendidikan lainnya. Dan, yang paling krusial adalah terbelahnya publik di Kota Palu, baik diinternal sekolah maupun di masyarakat secara makro, antara yang merespon dengan positif maupun yang merespon secara negative kebijakan lima hari sekolah ini, yang ditengarai oleh masyarakat sebagai dampak dari ketidakmatangan proses penyusunan kebijakan yang cenderung sangat elitis dan bias masyarakat urban ini.