Baso Marannu
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KREATIVITAS KEPEMIMPINAN KEPALA RAUDHATUL ATHFAL AS-SALAM KOTA AMBON DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN AGAMA Baso Marannu
Al-Qalam Vol 19, No 1 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.669 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i1.139

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan, sosio emosional, bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini menganalisa Pelaksanaan Standar Pendidikan Anak Usia Dini sesuai Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009 dikaitkan dengan pengembangan model Kepemimpinan RA. serta pengelolaan RA As-Salam dikaitkan dengan kreatifitas Kepemimpinan. Penelitian Kualitatif ini menyimpulkan Gaya kepemimpinan Kepala RA As-Salam lebih bersifat situasional dengan memadukan beberapa sekolah sukses, khusus kreatifitas kepemimpinan sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum, kedisiplinan, pengelolaan informasi, kegiatan ekstra kurikulur hingga sistem evaluasi, pada akhirnya sebuah RA yang dikoordinasikan oleh Kemenag juga dapat memperlihatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan pendidikan secara baik
PEMETAAN KUALITAS MADRASAH ALIYAH DI KABUPATEN BONE BOLANGO PROVINSI GORONTALO Baso Marannu
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.839 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.172

Abstract

Penelitian kualitas Madrasah Aliyah ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis tentang pelaksanaandelapan komponen Standar Nasional Pendidikan di Madrasah Aliyah sebagaimana yang tertuang dalamPeraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 yang diperbaharui dengan PP nomor 23 tahun 2013,kemudian mempetakannya dalam matrik yang sederhana. Studi ini dilakukan pada Madrasah AliyahNegeri dan swasta di Kabupaten Bone Bolango provinsi Gorontalo menggunakan pendekatan kualitatifdan pengamatan secara langsung implementasi kedelapan komponen Standar Nasional Pendidikan.Hasil dari studi ini menyimpulkan madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam, terutama manajemenpengelolaan standar nasional pendidikan menuju madrasah yang memiliki integritas, akuntabilitas,dan kredibilitas, Ada delapan hal yang menjadi pemikiran kritis menuju madrasah berkualitas secaraumum yang kemudian diistilahkan dengan delapan Strategi Nilai Pilihan, yakni (1) membuat kurikuluminovatif (2) penambahan jam pelajaran; (3) lulus di atas 95% di perguruan tinggi pavorit (4) terjagannyaprofesional pendidik; (5) sarana dan prasarana memadai; (6) pembiayaan di atas rata-rata; (7) pengelolaanmanajemen pendidikan berjalan baik (8) sistem penilaian di atas SNP, dimana kedelapan hal tersebutmenjadi tantangan bagi madrasah yang ingin dikatakan berkualitas.
MADRASAH DIMATA MASYARAKAT Baso Marannu
EDUCANDUM Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research conducted in Palu City is "Expectation of the Communitysending their children to The State Islamic School" using Mixed methods(Quantitative and Qualitative), by taking Participat Selection Model, thenumber of samples using tables Isaac and Michael with a 90% confidencelevel, the total student population MAN 1 and MAN 2 Kota Palu is 1,504students, for that sample taken by 230 parents of students or guardians ofstudents. The results of this study conclude in general expectations orexpectations of sending their children to school in the madrasah of the countryget a value of 3.00 ie the category is in accordance with some data support ie;(1) the educational value expected by the community toward madrasah gets2,90 (according category); (2) The public's expectation of madrasah moralityearns a score of 2.85 (appropriate category ); (3) the community's expectationof a future developed by madrasah gets 3.09 points (category Very suitable);(4) the community's expectation of scholarship applied in Madrasah is 3.02(very suitable category); (5) people's expectation on madrasah management is3.08 (very match category). This research recommends to the Ministry ofReligious Affairs as follows: First, the Ministry of Religious Affairs needs toinnovatively develop the managerial patterns of madrasah heads and theorganizational patterns of the Madrasah Committee
SEKOLAHKU BUKAN MARATUAKU Pendidikan Agama Di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. Studi Kasus Pulau Maratua Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur Baso Marannu
EDUCANDUM Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The theme of the study conducted in Berau District, East Kalimantan, Casestudy the primary school in Maratua Sub-district was "Implementation ofReligious Education in the 3T area (Leading, Outermost and Remote) ". Thisstudy used a qualitative method by field research approach focusing onprimary schools in four villages, namely SD Teluk Harapan, SD Teluk Alulu,SD Payung-Payung and SD Bohe Silian. The results of this study conclude ingeneral that research, there are four things that will support teachercompetencies in learning that are holistic and integrative in teacherperformance, including (a) religious teachers must know students in depth,especially the character and background of their parents in religious educationand religion in the family; (b) Religious Teachers are expected to master boththe disciplinary content and teaching materials in the school curriculum (c)The religious teacher must carry out with full responsibility the implementationof educational learning which includes the planning and implementation oflearning, process evaluation and learning outcomes, as well as follow-up forrepairs and enrichment; and (d) sustainable development of personality andprofessionalism. Teachers who have competence will be able to carry out theirduties professionally. This study recommends the Ministry of Religion asfollows: To the Ministry of Religion of Berau District it is possible to providethe widest possible opportunity for religious teachers on Maratua Island to beable to continue their education from a diploma to an undergraduate degree,especially lectures for special areas (3T). The need for support from the BerauDistrict government to improve school facilities and infrastructure, the oldbuildings must be renewed immediately by building new classes, especiallyschools whose buildings are made of Ulin wood such as SDN in Payungumbrellaand in Alulu Bay, including the intensity of school supervisors inMaratua District . To support Religious Education in Basic Education in BerauDistrict, Maratua District, religious activities by the community shouldcontinue to be intensified, so that children also feel and familiar with religiousactivities in Maratua District
DAMPAK SERTIFIKASI GURU TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MADRASAH Baso Marannu
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan sertifikasi guru dimulai sejak tahun 2007 setelah diterbitkannya Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang sertifikasi bagi Guru dalam jabatan, setelah berjalan lebih dari lima tahun, belum ada informasi secara general mengenai dampak sertifikasi guru terhadap perencanaan, pelaksanaan program madrasah, proses pembelajaran, termasuk dampak peningkatan kompetensi sesama guru, untuk itulah penelitian ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tengah tepatnya di Kota Palu dengan menggunakan random kuota sampling sebanyak 52 guru yang telah disertifikasi pada Madrasah Tsanawiyah. dari 101 soal dalam kuisioner yang menggunakan skala likers 4 nilai maksimum yang dicapai 384 dan nilai minimum 289 serta range 95, menghasilkan nilai rata-rata 334,94 dengan standar deviasi 27,17. Hasil penelitian menujukkan bahwa dampak sertifikasi guru terhadap peningkatan kualitas pendidikan di madrasah menunjukkan (1) Dampak keterlibatan dalam proses perencanaan program di madrasah 2,97 (kategori tinggi); (2) Dampak keterlibatan dalam pelaksanaan program madrasah 2,86 (kategori: tinggi); (3) Dampak terhadap peningkatan proses pembelajaran nilainya 3,86 (kategori: sangat tinggi); (4) Dampak terhadap peningkatan kompetensi sesama guru menunjukkan nilai 3,77 (kategori: SangatTinggi). Sedangkan pemanfaatan dana sertifikasi guru hubungannya dengan peningkatan profesional dalam pendidikan dan pengajaran masih kecil yakni 0,61. Kesimpulan dari keseluruhan komponen yang dinilai menghasilkan dampak sertifikasi guru terhadap kualitas madrasah menghasilkan angka 2,81 (Kategori: Tinggi)
DIFERENSIASI NON KATEGORISASI PESERTA DIDIK UPAYA AKTUALISASI PENAJAMAN PEMAHAMAN KEBHINEKAAN DI ERA DISRUPSI Baso Marannu
EDUCANDUM Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/educandum.v6i1.341

Abstract

Penelitian tentang pemahaman kebhinekaan peserta didik di Madrasah Aliyah ini dilakukan di Kota Ternate menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan studi kasus, peserta didik yang menjadi unit analisis dipilih dari peserta didik MAN 1 Kota Ternate dan MAS Alkhaerat kota Ternate. Hasil penelitian ini menyimpulkan secara umum bahwa Kebhinekaan dikaitkan dengan SARA yang bersumber dari Pengalaman Peserta didik, Literasi Digital peserta didik, Pengetahuan dari Guru mereka, Lingkungan Rumah Tangga, Media Sosial,Literasi Buku yang mereka baca, Teman Sejawat, Alumni-Alumni yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler menunjukkan nilai postitf, hal ini karena adanya trauma kejadian yang pernah melanda Maluku Utara pada tahun 2000 an, kerusuhan persoalan SARA yang tidak ingin terulang lagi, walaupun mereka (peserta didik) tidak sempat mengalaminya tapi orang tua mereka selalu mengingatkan agar kejadian tersebut tidak akan terulang lagi. Penelitian ini juga mengungkapkan pentingnya mengembangkan Pemahaman Keragaman Non Kategorisasi peserta didik, Pemahaman Diferensiasi kategori peserta didik dan Pemahaman SARA yang lebih “soft dan membumi” Di Era Disrupsi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya menggiatkan program-program budaya dan kesenian di Maluku Utara yang dapat mendukung harmonisasi kehidupan peserta didik baik dilingkungan madrasah maupun lingkungan masyarakat, Penggunaan media sosial yang lebih positif untuk menjaga kerukunan antar peserta didik.
Implementasi Kurikulum Darurat Pada Madrasah Negeri Di Kabupaten Gowa Baso Marannu
EDUCANDUM Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang implementasi kurikulum darurat pada madrasah negeri di Sulawesi Selatan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan evaluasi pendidikan, sampel madrasah di Kabupaten Gowa yang diambil adalah MAN Insan Cendikia, MTsN Gowa dan MIN 2 Gowa. Hasil penelitian ini menemukan (1) Penerapan sistem pembelajaran berkaitan dengan penentuan materi, metode, media dan sumber belajar, serta pengelolaan kelas yang diterapkan oleh madrasah mkendapatkan respon 73% (tinggi), hal ini menunjukkan bahwa ada beberapa metode maupun pengelolaan pembelajaran yang masih perlu ditingkatkan; (2) Penerapan kurikulum darurat yang berkaitan dengan mendapatkan respon 93% (sangat tinggi), hal ini menunjukkan bahwa guru telah mampu dengan sangat baik melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan panduan kurikulum darurat; (3) Penerapan kurikulum darurat yang berkaitan dengan evaluasi pembelajaran mendapatkan respon 98%, artinya guru sudah sangat baik melaksanakan sistem evaluasi pembelajaran sebagaimana yang termuat dalam panduan kurikulum darurat. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya memperhatikan kondisi geografis dan hal-hal yang berkaitan dengan prinsip pemenuhan standar kurikulum tapi lebih fkelsibel.