Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PEMILIHAN LOKASI PERHUTANAN SOSIAL DI KECAMATAN KAMANG BARU KABUPATEN SIJUNJUNG asef tionanda; ahyuni .; Helfia Edial
JURNAL BUANA Vol 2 No 5 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i5.258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi hutan yang cocok dijadikan perhutanan sosial di Kecamatan Kamang Baru, dan Kesiapan masyarakat terhadap rencana pengembangan perhutanan sosial di Kecamatan Kamang Baru. Jenis penelitian ini bersifat penelitian campuran (mixed method). Pengambilan sampel dengan metode Total Sampling dengan teknik overlay dan penarikan kesimpulan dari hasil wawancara di lapangan. Hasil penelitian: (1) Dari 11 Kenagarian yang terdapat di Kecamatan Kamang Baru terpilih 7 nagari yang memiliki lahan prioritas untuk perencanaan perhutanan sosial yaitu nagari Sungai Lansek dengan luas 265 ha, Muaro Takuang dengan luas 318 ha, Aia Amo dengan luas 1784 ha, Maloro dengan luas 73 ha, Padang Tarok dengan luas 4181 ha, Sungai Betung dengan luas 955 ha, Siaur dengan luas 380 ha. Jumlah luas keseluruhan perhutanan sosial Kecamatan Kamang Baru 7956 ha. (2) Berdasarkan kriteria penentuan kesiapan masyarakat terhadap perencanaan perhutanan sosial (biofisik, kelembagaan, dan ekonomi) terdapat 2 nagari dengan kategori sangat siap yaitu Sungai Betung dan Lubuk Tarantang, 3 nagari dengan kategori siap yaitu Sungai Lansek, Muaro Takuang, dan Aia Amo, 1 nagari dengan kategori cukup siap yaitu Nagari Siaur. Kata Kunci: Pemilihan Lokasi, Perhutanan Sosial ABSTRACT This research intend to know about forest location which are suitable to be social forest at Kamang Baru Sub-District, and community readiness for social forest development plan at Kamang Baru Sub-District. This research use mix method as types of research. Sampling is done by Total Sampling method with overlay technique and interview results summary. The results of research are : (1) from 11 villages in Kamang Baru Sub-District only 7 villages that have land priority for social forest plan, that is Sungai Lansek with size is 265 ha, MuaroTakuang 318 ha, Aia Amo 1748 ha, Maloro 73 ha, Padang Tarok 4181 ha, Sungai Betung 955 ha, Siaur 380 ha. Total number area of social forest at Kamang Baru Sub-District is 7956 ha. (2) based on criteria for determining community readiness for social forest plan (biophysic, institutional, and economic) there are 2 villages in the very ready categories, Sungai Betung and Lubuk Tarantang, 3 villages with the categories is ready, Lansek, Muaro Takuang, dan Aia Amo, 1 villages with the categories is quite ready, Siaur. Keywords : Location Selection, Social Forest
ANALISIS RTRW KOTA PADANG TAHUN 2010-2030 UNTUK PUSAT PENGEMBANGAN WILAYAH KOTA DI KAWASAN AIA PACAH KECAMATAN KOTO TANGAH anggun oktavia; Yurni Suasti; ahyuni .
JURNAL BUANA Vol 2 No 5 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i5.260

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian lokasi kawasan Aia Pacah Kecamatan Koto Tangah sebagai sub pusat pelayanan kota di Kota Padang dan mendeskripsikan kesesuaian RTRW Kota Padang tahun 2010-2030 dengan ketersediaan fasilitas pusat pengembangan wilayah kota di Kawasan Aia Pacah Kecamatan Koto Tangah.Penelitian ini merupakan analisis data sekunder meliputi jumlah penduduk kelurahan di Kecamatan Koto Tangah, jumlah penduduk kecamatan di Kota Padang, jarak antar kelurahan di Kecamatan Koto Tangah, jarak antar Kecamatan di Kota Padang, dan jumlah fasilitas umum pada tahun 2017. Teknik penelitian ini menggunakan analisis potensial demografis dan analisis hirarki. Hasil penelitian ini menunjukkan kelurahan Aia Pacah kurang sesuai dijadikan sebagai pusat pengembangan wilayah kota, karena interaksi antar kelurahan tergolong rendah. Sedangkan Kelurahan Lubuk Buaya sesuai dijadikan sebagai pusat pengembangan wilayah kota karena kelurahan tersebut dari segi fasilitas dan interaksi tergolong tinggi. Untuk kesesuaian lokasi pengembangan wilayah kota pada Kecamatan di Kota Padang adalah Kecamatan Koto Tangah dan Kecamatan Padang Timur, karena dari segi fasilitas dan interaksi pada kedua kecamatan tersebut sangat mendukung dan memadai dijadikan sebagai pusat pengembangan wilayah kota di Kota Padang. Kata kunci : pengembangan wilayah, RTRW, potensial demografis, hirarki Abstract This study aims to analyze the suitability of the location of the Aia Pacah area of ​​Koto Tangah District as a sub-service center of the City in Padang City and describes the suitability of the Padang City Spatial Plan 2010-2030 with the availability of urban development center facilities in Aia Pacah District, Koto Tangah District. This research is a secondary data analysis which includes the population of villages in Koto Tangah Subdistrict, the population of sub-districts in Padang City, the distance between villages in Koto Tangah Subdistrict, the distance between Subdistricts in Padang City, and the number of community facilities in 2017. Data collection techniques are analysis of demographic potential and hierarchical analysis. The results of this study indicate that the village of Aia Pacah is not suitable to be the center of urban development, because the interaction between the whole is relatively low. Whereas Lubuk Buaya village is suitable to be used as a center for urban area development because the kelurahan in terms of facilities and interaction is relatively high. For the suitability of the location of urban development in the sub-districts of Padang City, it is Koto Tangah Subdistrict and Padang Timur Subdistrict, because in terms of facilities and interactions in the two sub-districts it is very supportive and sufficient to be used as an urban development center in Padang City.
Dampak Banjir Terhadap Pendapatan Petani Padi di Pinggir Danau Singkarak Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok Meri Andani; Yurni Suasti; ahyuni .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i1.271

Abstract

DAMPAK BANJIR TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI DI PINGGIR DANAU SINGKARAK NAGARI PANINGGAHAN KECAMATAN JUNJUNG SIRIH KABUPATEN SOLOK Meri Andani[1], Yurni Suasti[2], Ahyuni2 Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Email meriandani0497@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak banjir terhadap pendapatan petani padi di Pinggir Danau Singkarak Nagari Paninggahan. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani padi yang lahan pertanian padinya terkena banjir yaitu 160 KK dengan jumlah sampel 40 KK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak banjir terhadap pendapatan petani padi sangat besar. Petani padi pada saat tidak terkena dampak banjir memperoleh pendapatan akan tetapi pada saat terkena dampak banjir sebagian besar mengalami kerugian. Petani padi yang memiliki luas lahan kurang dari 0,25 ha mengalami penurunan pendapatan sebesar 138,20%, luas lahan antara 0,26 - 0,50 ha mengalami penurunan pendapatan sebesar 130,90%, luas lahan antara 051 - 0,99 ha mengalami penurunan pendapatan sebesar 109,63% dan luas lahan lebih dari 1 ha mengalami penurunan pendapatan sebesar 99,12%. Kata kunci : Luas Lahan, Biaya Produksi, Hasil Pertanian, Pendapatan. Abstract This study aims to determine the impact of flooding on the income of rice farmers on the shores of Lake Singkarak Nagari Paninggahan. This type of research is descriptive with a quantitative approach. The population in this study were all rice farmers whose agricultural land affected by flooding was 160 households with a total sample of 40 families. The results of this study indicate that the impact of the flood on the income of rice farmers is very large. Rice farmers when they are not affected by the flood receive income but when affected by the flood most experience losses. Rice farmers who have a land area of less than 0.25 ha have decreased income by 138.20%, the land area between 0.26 - 0.50 ha has decreased income by 130.90%, the land area between 051 - 0.99 ha experienced a decrease in income of 109.63% and a land area of more than 1 ha experienced a decrease in income of 99.12%. Keywords: Land Area, Production Costs, Agricultural Products, Income [1] Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi [2] Dosen Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang dengan Pembimbing I Dra. Yurni Suasti, M.Si dan Pembimbing II Ahyuni, ST M.Si
dampak keberadaan minimarket franchise terhadap usaha pedagang kelontong di kecamatan jambi timur kota jambi (studi kasus di kelurahan talang banjar, kelurahan tanjung sari dan kelurahan tanjung pinang) vivi yulanda ajizah; Surtani .; ahyuni .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i1.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan melihat perbandingan pendapatan pedagang kelontong sebelum dan sesudah berdirinya minimarket dan untuk mengetahui dan melihat dampak jarak berdirinya minimarket terhadap pendapatan pedagang kelontong di Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada Kelurahan Talang Banjar, Kelurahan Tanjung Sari dan Kelurahan Tanjung Pinang. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Sumber data penelitian merupakan data primer dan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan uji hipotesis yaitu T-test, ANOVA, dan Chi Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata pendapatan pedagang kelontong sebelum adanya minimarket franchise sebesar Rp 7.950.000 per bulan, tetapi setelah adanya minimarket franchise maka rata-rata pendapatan pedagang kelontong turun menjadi Rp 4.240.000 per bulan. Dan didapatkan nilai p value 0,000 pada pendapatan pedagang kelontong sebelum dan sesudah berdirinya minimarket, yang menunjukkan bahwa p value < 0,05., yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan atas adanya minimarket franchise terhadap pendapatan pedagang toko kelontong. (2) Berdasarkan uji Anova dalam penelitian ini menunjukkan terdapat dampak jarak berdirinya minimarket franchise menurunkan pendapatan penjualan pedagang toko kelontong yaitu dengan nilai F 0,000 < 0,05 yang berarti Ha diterima. Berdasarkan uji beda dan Anova menunjukkan adanya dampak jarak berdirinya minimarket Franchise terhadap pendapatan pedagang kelontong.
Evaluasi Penetapan Batas Sempadan Ngarai Sianok Terhadap Bahaya Mikrozonasi Gerakan Tanah Bagi Permukiman Di Kota Bukittinggi Fikri Akbar Dinata; Yurni Suasti; ahyuni .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i1.288

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penataan kawasan pemukiman di kawasan ngarai sianok, mengetahui perubahan batas sempadan ngarai sianok terhadap penataan pemukimanserta penetapan kebijakan batas sempadan ngarai sianok terhadap bahaya mikrozonasi gerakan tanah bagi pemukiman di Kota Bukittinggi. Khususnya di Kelurahan Birugo, Belakang Balok, Kayu Kubu dan Bukik Cangang Kayu Ramang. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data adalah data sekunder yang di dapatkan dari instansi terkait di Kota Bukittinggi. Teknik analisis data yang digunakan adalah overlay (Tumpang susun). Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pertambahan permukiman berdasarkan citra tahun 2010 hingga 2015. Perubahan batas sempadan ngarai sianok ini mengakibatkan adanya permukiman yang harus di relokasi. Pemerintah Kota Bukittinggi telah membuat beberapa kebijakan terkait penetapan batas sempadan ngarai sianok dengan bahaya mikrozonasi gerakan tanah.
Evaluasi Pembangunan Koridor By Pass Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Padang Tahun 2010-2030 Chairunnisya Chairunnisya; ahyuni .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i1.290

Abstract

EVALUASI PEMBANGUNAN KORIDOR BY PASS KOTA PADANG Chairunnisya1), Ahyuni, ST, M.Si2) Program Studi Geografi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Email: chairunnisyacn@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi eksisting, mengetahui aturan pembangunan serta kesesuaian penggunaan lahan eksisting dengan rencana tata ruang yang berlaku pada Koridor By Pass Kota Padang.. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi eksisting Koridor By Pass didominasi oleh kawasan industri dan perdagangan dan jasa. Aturan pembangunan yang berlaku pada Koridor By Pass terdiri dari RTRW RDTR, dan peraturan daerah terkait Garis Sempadan Bangunan. Setelah di evaluasi, Koridor By Pass Kota Padang didominasi oleh kawasan yang tidak sesuai dengan RTRW, tidak sesuai dengan RDTR, dan sesuai dengan ketentuan GSB. Kata Kunci : Koridor, Penggunaan Lahan Eksisting, Rencana Pola Ruang Abstract This research aims to provide existing land use, zoning regulation, and evaluate existing land use with zoning plan in By Pass Corridor. This research use quantitative approach. The results showed that existing land use By Pass Corridor are domination of sector industry and sector trade and services. Zoning regulation applied in By Pass Corridor which is RTRW, RDTR, and others regulation wisdom building line. After all the evaluation, By Pass Corridor in Padang City domination of region not suitable with RTRW, not suitable wit RDTD and suitable with building line regulation. Keywords: Corridor, Existing Land Use, Zoning Plan 1)Mahasiswa Program Studi Geografi Universitas Negeri Padang untuk wisuda Desember 2018 2)Dosen Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang