Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Lembaga Amil ZIS Muhammadiyah dalam Mencadapatkan Kepercayaan Muzakki Rita Cantika; Arif Rahman; Herman Herman
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2 No 2 (2017): Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tadbir.v2i2.81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, kebijakan dan strategi yang digunakan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Cabang Cibiuk dalam upaya mendapatkan kepercayaan muzakki. Dalam rangka menjawab permasalahan sebagai berikut: bagaimana penyusunan perencanaan, penetapan kebijakan yang dijadikan garis pedoman dan bagaimana strategi yang dirancang oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah Cibiuk dalam mendapatkan kepercayaan muzakki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data dihimpun melalui teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi, analisis data dan penyimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Cabang Cibiuk dalam mendapatkan kepercayaan muzakki atau donatur secara garis besar 1) Perencanaan ZIS yang direncanakan bisa berhasil dengan baik dari pengumpulan, pengelolaan dan pendistribusian yang telah direncanakan melalui program LAZISMU, 2) Penetapan kebijakan yaitu pembentukan kordinator penghimpun zakat di setiap Ranting, penerbitan surat keputusan 40% hak cabang dan 60% hak ranting, serta mewajibkan setiap anggota organisasi membayar zakat ke LAZISMU dapat terealisasi, 3) Strategi di Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah adalah realized strategic (strategi yang direalisasikan). menjalankan 8 strategi yang direalisasikan dari 13 strategi yang dikehendaki melalui programnya. This study aims to determine the planning, policies and strategies used by the Cibiuk Branch Amada Zakat Infaq and Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) in an effort to get the muzakki trust. In order to answer the problem as follow: how to plan, determine policies that are used as guidelines and how the strategy designed by the Amil Zakat Infaq and Shadaqah Muhammadiyah Cibiuk in obtaining muzakki trust. This research uses descriptive method with data collection techniques collected through observation, interview, documentation study, data analysis and conclusion techniques. This study shows that the strategy of the Cibiuk Branch of the Zakat Infaq Amil and Shadaqah Muhammadiyah institute (LAZISMU) in gaining the trust of muzakki or donors in general 1) The planned ZIS planning can succeed well from the collection, management and distribution planned through the LAZISMU program, 2) Determination of policies, namely the establishment of zakat collecting coordinators in each branch, issuance of 40% branch rights and 60% branching rights, and requiring every organization member to pay zakat to LAZISMU to be realized strategic. 3) Run 8 strategies realized from the 13 strategies desired through the program.
Strategi Pondok Pesantren dalam Pengembangan Dakwah Muhammad Gozali; Dang Eif Saiful Amin; Herman Herman
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2 No 2 (2017): Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tadbir.v2i2.226

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengevaluasian yang dilakukan majlis ta’lim as-sanusiyyah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa majlis ta’lim as-sanusiyyah dalam menerapkan pola manajemen sudah cukup berhasil melalui Perencanaan yang diterapkan. Dalam merealisasikan perncanaan program kegiatan majlis ta’lim melakukan beberapa tahapan; dimulai dari perumusan tujuan, manajemen administrasi keuangan, sumber dana, sumber daya manusia, kerjasama dengan lembaga lain, sarana prasarana pengidentifikasian program, kebijakan pengambilan keputusan, dan penentuan program mulai dari program mingguan, bulanan, dan tahunan. Pengorganisasian; yang dilakukan oleh majlis ta’lim as-sanusiyyah meliputi pembagian kerja pengurus adapun pembagian kerja di majlis ta’lim as-sanusiyyah untuk pembina, pengawas, sekretaris, dan bendahara masa jabatannya tidak ditentukan oleh waktu atau kondisional berdasarkan kesepakatan bersama. Pelaksanaan aktivitas keagamaan; majlis ta’lim as-sanusiyyah mempunyai beberapa tahapan yaitu pemberian motivasi, bimbingan, pelatihan, penyelenggaraan komunikasi, dan menjalin hubungan. Pengevaluasian; yang dilaksanakan oleh Majlis ta’lim as-sanusiyyah terbagi menjadi dua yaitu pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung. The purpose of this study was to find out how to plan, organize, implement, evaluate the majlis as-sanusiyyah majlis. This study used descriptive qualitative method. The data collection techniques used are observation, interview, documentation. Based on the results of the study it can be concluded that the majlis ta'lim as-sanusiyyah in implementing the management pattern was quite successful through the applied planning. In realizing the planning program, the majlis ta'lim activities carried out several stages; starting from the formulation of objectives, financial administration management, funding sources, human resources, cooperation with other institutions, infrastructure facilities for identifying programs, decision-making policies, and determination of programs starting from weekly, monthly and annual programs. Organizing; what is carried out by the as-sanusiyyah majlis ta'lim includes the division of work of the board of directors as well as the division of labor in the as-sanusiyyah study council for supervisors, supervisors, secretaries, and treasurers whose term is not determined by time or conditionally based on mutual agreement. Implementation of religious activities; majlis ta'lim as-sanusiyyah has several stages, namely giving motivation, guidance, training, organizing communication, and establishing relationships. Evaluation; implemented by the Majlis ta'lim as-sanusiyyah is divided into two, namely direct supervision and indirect supervision.
Strategi Kelompok Bimbingan Ibadah haji (KBIH) Maqdis Dalam Meningkatkan Pelayanan Prima Terhadap Calon Jamaah Haji Tahun 2017 Nuning Oktaviaini Oktaviaini; Arif Rahman; Herman Herman
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2 No 3 (2017): Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tadbir.v2i3.556

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi KBIH dalam meningkatkan pelayanan prima berupa kebutuhan pelanggan atau jamaah secara praktis maupun kebutuhan para pelanggan atau jamaah secara emosional dan proses dari pemberian pelayanan yang ada di KBIH Maqdis dalam hal meningkatkan pelayanan prima terhadap calon jamaah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun langkah-langkah penelitian ditempuh dengan: penentuan lokasi penelitian, pengumpulan data dengan menggunakan tehnik observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi selanjutnya analisis data dengan cara reduksi data kemudian klasifikasi data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi KBIH Maqdis dalam Meningkatkan pelayanan prima cukup baik karena hal ini dapat dilihat dari kebutuhan secara praktis yang diberikan KBIH Maqdis kepada calon jamaah haji. Pihak KBIH Maqdis memberikan pelayanan yang baik dari segi pelayanannya pembimbing, pengurus maupun ketuanya. Karena dengan upaya memberikan pelayanan yang baik diharapkan jamaah haji merasa puas sehingga dapat memberitahu kepada orang lain tentang kualitas pelayanan yang diberikan pihak KBIH Maqdis terhadap jamaah. Proses pelaksanaan pemberian pelayanan pun dapat terlihat baik yakni dilihat dari pemberian pelayanan prima yang ada di KBIH Maqdis Kota Bandung. The purpose of this study is to determine the KBIH strategy in improving prime service in the form of customer needs or practical pilgrims as well as the needs of customers or pilgrims emotionally and the process of providing services in KBIH Maqdis in terms of improving excellent service for prospective pilgrims. The method used in this study is descriptive method using a qualitative approach. The research steps are taken by: determining the location of research, collecting data using observation techniques, interviews, literature studies, and documentation then analyzing data by means of data reduction then data classification and drawing conclusions. From the results of the study it can be concluded that the KBIH Maqdis strategy in improving excellent service is quite good because this can be seen from the practical needs given by KBIH Maqdis to prospective pilgrims. The KBIH Maqdis party provides good service in terms of its service, supervisor, management and chairman. Because the effort to provide good service is expected that pilgrims feel satisfied so that they can tell others about the quality of services provided by KBIH Maqdis to worshipers. The process of implementing service delivery can also look good, that is seen from the provision of excellent service in KBIH Maqdis, Bandung.
Gaya Kepemimpinan K.H. Agus Ahmad Syihabudin Dalam Pengelolaan Pondok Pesantren Darul Ihsan Nurjaman Nurjaman Nurjaman; Irfan Sanusi; Herman Herman
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol 3 No 3 (2018): Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.379 KB) | DOI: 10.15575/tadbir.v3i3.593

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan memahami bagaimana tipe kepemimpinan dan proses penyusunan kebijakan serta bentuk program yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Darul Ihsan yang berada di Desa Dano Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode tersebut digunakan untuk mempelajari mengenai latar belakang keadaan sekarang dan interkasi lingkungan suatu unit sosial: individu, kelompok, lembaga atau masyarakat. Adapun hasil dari penelitian ini meliputi tipe kepemimpinan yang dimiliki KH. Agus Ahmad Syihabudin adalah tipe kepemimpinan demokrasi. Sedangkan, proses keputusan induced merupakan proses keputusan yang dilakukan beliau. Keputusan induced itu sendiri adalah suatu keputusan yang didahului dengan cara menganalisis data, fakta serta informasi dan mempertimbangkan situasi dan kondisi. Selanjutnya dalam penetapan program-program di pesantren, beliau menetapkan kebijakan programnya mlalui musyawarah. The purpose of this study was to study and learn how leadership and policy-making processes were made by the Darul Ihsan Islamic Boarding School located in Dano Village, Leles District, Garut Regency. The method used in this research is qualitative descriptive method. The method used to discuss current background and environmental interactions on social units: individuals, groups, institutions or communities. From the results of research issued by the type of leadership possessed by K.H. Agus Ahmad Syihabudin is a type of democratic leadership. Whereas, the induced decision process is the process of his decision. The induced decision itself is a decision that is preceded by analyzing data, facts and information and consideration of situations and conditions. Furthermore, in the determination of programs in the pesantren, he establishes the policies of his program through deliberation.
Manajemen Strategik Bimbingan Manasik Haji dalam Meningkatkan Kualitas Jemaah Ni'mah Nurfadillah; Ahmad Sarbini; Herman Herman
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol 4 No 2 (2019): Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.539 KB) | DOI: 10.15575/tadbir.v4i2.1827

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen strategik Bimbingan Manasik Haji KBIH Masjid Raya Bandung melalui tahapan perumusan strategi, pelaksanaan strategi dan evaluasi strategi untuk meningkatkan kualitas jemaah calon haji. Agar didapatkan data yang valid penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategik Bimbingan Manasik Haji di KBIH Masjid Raya Bandung yaitu melakukan pengembangan visi, misi dan tujuan untuk menjadikan jemaah haji yang mandiri, dengan melakukan Bimsik Haji yang memfokuskan terhadap teori dan praktik. Pada pelaksanaan strategi, bimsik dilakukan semaksimal mungkin oleh para pembimbing yang ahli di bidangnya. Prosedur yang dijalankan oleh KBIH Masjid Raya Bandung dimulai dari pendaftaran sampai dengan pelaksanaan ibadah haji (bimbingan di tanah air, di Arab Saudi dan pasca ibadah haji yang dikumpulkan melalui wadah Jamiatul Hujjaj). Tahapan manajemen strategik dilakukan untuk membantu KBIH menjadikan jemaah haji berkualitas. Kata Kunci: Manajemen, Strategik, Manasik, Kualitas, Jemaah ABSTRACT This study aims to determine the strategic management of the Hajj Ritual Guidanceby KBIH Bandung Great Mosque through the stages of strategy formulation, strategy implementation and strategy evaluation to enhance the quality of prospective pilgrims. In order to obtain a valid data, this study uses descriptive methods with interview, observation and document analysistechniques for collecting the data. The results shows that the strategic management of Hajj Ritual Guidance in KBIH Masjid Raya Bandung is to develop a vision, mission and goals to make an independent pilgrims, by conducting Hajj Ritual Guidancethat focuses on theory and practice. In the implementation of the strategy, Hajj Ritual Guidance carried out as much as possible by the supervisors who are experts in their fields. The procedure that is carried out by the KBIH Bandung Great Mosque starts from registration to the implementation of the pilgrimage (guidance in the homeland, in Saudi Arabia and after the pilgrimage collected through the Jamiatul Hujjajorganisation). The stages of strategic management are carried out to help KBIH make qualified pilgrims. Keywords : Management, Strategic, Manasik, Quality, Pilgrims.