KSU POM Humbang Cooperative merupakan produsen kopi dengan merk Sumatera Lintong Coffee. Kopi diproduksi menjadi 3 varian produk yaitu Sumatera Lintong Coffee Grade 1, Sumatera Lintong Coffee Grade 2 dan Sumatera Lintong Luwak Coffee, dimana Sumatera Lintong Grade 1 dan Sumatera Lintong Luwak Coffee adalah varian yang lebih bernilai dan lebih diminati. Namun karena ketidaksesuaian antara spesifikasi pasokan kopi dengan yang ditetapkan, produk Sumatera Lintong Coffee Grade 2 menjadi terlau banyak diproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria dan sub kriteria pemilihan yang paling penting dalam menentukan pemasok biji kopi yang paling potensial. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP), sedangkan untuk mengidentifikasi kriteria dan sub kriteria dilakukan wawancara dan diskusi dengan pihak koperasi. Berdasarkan analisis, didapatkan kriteria yang paling penting dari pemilihan pemasok gabah kopi adalah kualitas dengan bobot 0,6223, sub kriteria yang paling penting adalah kesesuaian gabah dengan spesifikasi dengan bobot 0,5030 dan pemasok gabah kopi yang paling potensial adalah Gani Silaban dengan bobot 0,2194. Kriteria yang paling penting dari pemilihan pemasok greenbean kopi adalah kualitas dengan bobot 0,54, sub kriteria yang paling penting adalah kesesuaian greenbean dengan spesifikasi dengan bobot 0,4381 dan pemasok greenbean kopi yang paling potensial adalah Toke MS.