Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ZONASI ANOMALI UNSUR NICKEL DI WEDA, KABUPATEN HALMAHERA TENGAH, MALUKU UTARA BERDASARKAN DATA UNIVARIAT DAN MULTIVARIAT Ahmad Fadhly; Dian Hadiyansyah
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 19, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.387 KB) | DOI: 10.36275/stsp.v19i2.215

Abstract

Daerah yang diteliti ini terletak di Daerah Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, yang dimana merupakan jalur mineralisasi logam yang termasuk ke dalam Halmahera magmatic arc, dan mempunyai cakupan wilayah 10 km x 15 km. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan keterdapatan kandungan unsur logam Ni pada endapan sungai dalam bentuk peta kandungan unsur logam tersebut. Identifikasi kandungan unsur logam dari contoh yang diambil dilakukan di laboratorium geokimia PSMBP menggunakan metoda Atomotic Absorbtion Spectrometri Logametri  (AAS). Sebanyak 12 unsur secara garis besar telah dilakukan analisis kadarnya di dalam percontohan sedimen sungai dengan kadar yang tertinggi dan diolah untuk mendapatkan zona anomalinya. Hal ini mennggunakan software SPSS 21.0 dipakai sebagai penentuan anomali berdasarkan nilai korelasi antar unsur, maka di daerah penelitian terdapat dua unsur yang memiliki nilai yang sama sesuai dengan data statistik univariat, multivariat dengan uji analisis faktor. Kedua asosiasi hubungan unsur tersebut adalah : Ni,Co,Li,K,Cr, pembentukan faktor 1 memperlihatkan adanya hubungan yang kuat antara Ni serta asosiasi Co,Li,K dan Cr yang dihubungkan dengan kondisi geologi regional dikawasan penelitian, yaitu didominasi oleh batuan beku basa dan ultrabasa. Potensi mineral di daerah yang diteliti ini adalah minerali nikel laterit. Mineral yang terjadi dalam batuan ultrabasa ditunjukkan adanya mineral garnierit seperti yang ditemukan si sebelah utara Lelilef, Wasia dan di Yonelo daerah Weda Utara dan tanda-tanda lateritisasi terhadap batuan ultrabasa.
Analysis of Physical Integrity Indicator on Environmental Sustainability in The Tourism Industry: Case Study in Padang Pariaman Regency Nofriya Nofriya; Ahmad Fadhly
Sriwijaya Journal of Environment Vol 5, No 3 (2020): ENVIRONMENTAL MANAGEMENT
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.319 KB)

Abstract

One of the development missions of Padang Pariaman Regency is to increase the potential for regional competitiveness through the development of tourism, transportation, trade, spatial planning, and environmental management. However, in the tourism policy has not seen the synergy of developing tourist destinations with environmental sustainability. This study evaluates physical integrity indicators in tourism activities in Padang Pariaman Regency to achieve environmentally sustainable development. This research uses a qualitative approach. Data were collected using in-depth interviews, document reviews, and observation of tourism objects. Data analysis was carried out by analyzing the themes and contents by triangulating the interviews' results, observing the results, and reviewing the documents. The results showed no special permit regarding environmental sustainability for tourism activities. However, each tourist attraction had its policy to protect the surrounding environment. The community is empowered to manage tourist objects and have local wisdom as a code of ethics in safeguarding the tourist area. The regional landscape is still preserved, but the beach's tourist objects are vulnerable to abrasion disturbances. It is recommended that the government make a policy to defend the physical integrity of the tourist attraction sites so that the concept of environmental sustainability can be achieved.