Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS MITIGASI BENCANA DAN KAJIAN GEOLOGI NGARAI SIANOK DALAM PENGEMBANGAN KONSERVASI BERKELANJUTAN DI GEOPARK NASIONAL NGARAI SIANOK – MANINJAU, SUMATERA BARAT Ahmad Fadhly; Dian Hadiyansyah
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 21, No 2 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/stsp.v21i2.407

Abstract

Kawasan Ngarai Sianok merupakan objek geologi di dalam deliniasi Geopark Nasional Ngarai Sianok – Maninjau, manajemen pengembangan kawasan yang memberikan pengaruh penting berskala regional terhadap konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan bagian dalam konsep geopark. Geopark adalah konsep pemanfaatan berkesinambungan atas sumber daya geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity, hal ini teridentifikasi pada saat Geopark Nasional ngarai Sianok -Maninjau ditetapkan menjadi kawasan Geopark Nasional pada tahun 2018,sehingga terbuka bagi penulis untuk dapat menidentifikasi kawasan untuk pembangunan daerah dari sisi ilmu kebumian. Pola pengembangan geopark secara umum tidak terlepas dari konsep konservasi dan edukasi. Dampak selanjutnya adalah tentu saja akan akan memacu tumbuhnya ekonomi kreatif di masyarakat. Sebagai warisan alam, kawasan sumberdaya geologi di banyak tempat teridentifikasi merupakan daerah padat penduduk dan di dalamnya terjadi kegiatan ekonomi. Permasalahan penataan pemukiman warga sekitar tebing Ngarai Sianok dan kota Bukittinggi bukanlah hal yang mudah diselesaikan terkait patahan sumatera di objek Ngarai Sianok dengan konsep kebencanaannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis informasi geologi, geomorfologi, lingkungan di Ngarai Sianok, menganalisis hubungan tersebut yang menjadi indikator kunci (key-indicator) dalam menentukan daerah potensi Geowisata dengan konsep geopark di Geopark Ngarai Sianok -Maninjau, dan mengembangkan program sadar wisata berbasis keilmuan terkait mitigasi bencana bagi warga yang bermukim di sekitar kawasan Geopark untuk menaikan usaha ekonomi masyarakat dan menerapkan pola konservasi. Metode penelitian dengan melakukan identifikasi lapangan dengan data geologi dan analisis mitigasi dikawasan hingga melakukan observasi data masyarakat terhadap pola mitigasi setempat Tahap penelitian berupa pengambilan data lapangan untuk mengetahui gambaran umum tentang data geologi daerah penelitian, mengobservasi data primer berkaitan data sekunder serta komponen yang akan dikembangkan secara terintegrasi. Penelitian diharapkan dapat dikembangkan dengan baik bagi edukasi terkait mitigasi bencana dengan informasi – informasi.
STUDI MORFOLOGI DAN GEOLOGI KAWASAN KARST DALAM PENGEMBANGAN KONSEP GEOPARK DAERAH SILOKEK, KABUPATEN SIJUNJUNG, SUMATERA BARAT Ahmad Fadhly; Dian Hadiyansyah
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 20, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.985 KB) | DOI: 10.36275/stsp.v20i2.275

Abstract

Kawasan Silokek memiliki obyek dan unsur geopark Kawasan geopark itu sendiri meliputi unsur geologi, flora fauna dan budaya lokal. Unsur-unsur tersebut semua ada di kawasan Silokek dengan geologi yang berupa tebing-tebing dan goa, hal ini teridentifikasi pada saat Geopark silokek ditetapkan menjadi kawasan Geopark Nasional pada tahun 2018, sehingga terbuka bagi penulis untuk dapat mengidentifikasi kawasan untuk pembangunan daerah dari sisi ilmu kebumian. Pola pengembangan geopark secara umum adalah tidak terlepas dari konsep konservasi dan edukasi. Salah satu kendala adalah minimnya informasi mengenai kondisi geologi dan geomorfologi daerah sekitar Silokek untuk menjadi potensi wisata dan dampak ekonomi masyarkat.  Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi variabel geologi, geomorfologi, lingkungan di Silokek, mengkaji karakteristik umum setiap variabel geologi, geomorfologi, lingkungan yang menjadi indikator kunci (key-indicator) dalam menentukan daerah potensi wisata dengan konsep geopark di Silokek. Metode penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa tahapan meliputi pengumpulan data sekunder berupa geologi regional dan peta kawasan geopark, pengumpulan data primer berupa data kegiatan lapangan, analisis laboratorium untuk mengolah data lapangan dan data geomorfologi. Hasil yang didapat berupa pola pengembangan wilayah berbasis geopark yang telah teridentifikasi dari data geologi dan geomorfologi kawasan.
ZONASI ANOMALI UNSUR NICKEL DI WEDA, KABUPATEN HALMAHERA TENGAH, MALUKU UTARA BERDASARKAN DATA UNIVARIAT DAN MULTIVARIAT Ahmad Fadhly; Dian Hadiyansyah
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 19, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.387 KB) | DOI: 10.36275/stsp.v19i2.215

Abstract

Daerah yang diteliti ini terletak di Daerah Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, yang dimana merupakan jalur mineralisasi logam yang termasuk ke dalam Halmahera magmatic arc, dan mempunyai cakupan wilayah 10 km x 15 km. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan keterdapatan kandungan unsur logam Ni pada endapan sungai dalam bentuk peta kandungan unsur logam tersebut. Identifikasi kandungan unsur logam dari contoh yang diambil dilakukan di laboratorium geokimia PSMBP menggunakan metoda Atomotic Absorbtion Spectrometri Logametri  (AAS). Sebanyak 12 unsur secara garis besar telah dilakukan analisis kadarnya di dalam percontohan sedimen sungai dengan kadar yang tertinggi dan diolah untuk mendapatkan zona anomalinya. Hal ini mennggunakan software SPSS 21.0 dipakai sebagai penentuan anomali berdasarkan nilai korelasi antar unsur, maka di daerah penelitian terdapat dua unsur yang memiliki nilai yang sama sesuai dengan data statistik univariat, multivariat dengan uji analisis faktor. Kedua asosiasi hubungan unsur tersebut adalah : Ni,Co,Li,K,Cr, pembentukan faktor 1 memperlihatkan adanya hubungan yang kuat antara Ni serta asosiasi Co,Li,K dan Cr yang dihubungkan dengan kondisi geologi regional dikawasan penelitian, yaitu didominasi oleh batuan beku basa dan ultrabasa. Potensi mineral di daerah yang diteliti ini adalah minerali nikel laterit. Mineral yang terjadi dalam batuan ultrabasa ditunjukkan adanya mineral garnierit seperti yang ditemukan si sebelah utara Lelilef, Wasia dan di Yonelo daerah Weda Utara dan tanda-tanda lateritisasi terhadap batuan ultrabasa.
Penetralan Air Asam Tambang Menggunakan Campuran Kapur Tohor Dan Tawas Untuk Memenuhi Baku Mutu Lingkungan Pada Parameter pH Dan TSS Di KUD Sinamar Sakato Yolanda, Melfa; Hadiyansyah , Dian; Rahmi , Hisni; Nelvi, Afni; Marlina Amsya, Riam; Juniah , Restu; Fadhly, Ahmad
Jurnal Teknologi Infrastruktur Vol 5 No 02 (2023): Jurnal Teknologi Infrastruktur Vol 2 No 2 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The results of observations of acid mine water in KUD Sinamar Sakato is known by the presence of water in the settling pond has a pH of 5.2 besides that there is also the presence of brownish turbid wastewater. The purpose of the study was to analyze the quality of acid mine water after the addition of a mixed dose of alum and quicklime, analyze the amount of dose requirement of the mixture of alum and quicklime and the costs required to neutralize the acid mine water. The primary data needed are the pH of the water, the value of TDS. The quality of acid mine water after the addition of a dose of a mixture of alum and quicklime to the KUD Sinamar Sakato has met environmental quality standards for pH and TSS with a mixed dose of 0.25 g/l of quicklime plus 0.5 g/l of alum. The amount of need to neutralize acid mine water for field-scale doses required of alum mixture as much as 79.92 kg d an increase of 399.6 kg of quicklime per day. The cost required in neutralizing acid mine water with a mixed dose of alum and quicklime for 1 day for a total of Rp 4,075,920.
Investigasi Bidang Gelincir Tanah Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Schlumberger di Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto Verdillah Nur Azizah; Afdal Afdal; Dian Hadiyansyah
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.275-281.2024

Abstract

Investigasi bidang gelincir tanah longsor di Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto telah dilakukan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger satu dimensi. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari kantor Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat pada empat lintasan yang berada di Desa Durian Duo dan Lubang Panjang. Panjang masing-masing lintasan yaitu 140 m, 100 m, 100 m, dan 200 m. Pengukuran nilai resistivitas batuan dilakukan menggunakan Resistivitymeter Naniura NRD 300 Plus. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software IPI2WIN versi lite dan Surfer untuk menampilkan citra lapisan bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Desa Durian Duo bidang gelincir ditemukan pada kedalaman 3,86 meter sampai 18 meter dengan nilai resistivitas berkisar 154 Ωm dan 51 Ωm. Untuk Desa Lubang Panjang diperoleh nilai resitivitas berkisar 183 Ωm dan 430 Ωm, bidang gelincir ditemukan pada kedalaman 8,11 meter sampai 7,83 meter. Jenis batuan bidang gelincir pada daerah penelitian merupakan lapisan batu gamping. Bidang gelincir pada Desa Durian Duo dan Lubang Panjang termasuk kelas bidang gelincir yang dalam sehingga memiliki potensi tinggi untuk terjadinya tanah longsor.
Analisis Daya Dukung Tanah Pada Jalan Terhadap Beban Truk Pengangkut Batubara di Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto Dian Hadiyansyah; Dini Elishabet; Afni Nelvi; Rusnoviandi; Hedsing Cressendo Cressendo; Annisa Intan Yustisia Rahmalina
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/v1836k40

Abstract

Jalan mengalami kerusakan berupa amblesan/pergerakan tanah yang dilalui oleh truk pengangkut batubara dengan frekuensi kendaraan dan tonase beban truk yang  tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis sifat fisik dan mekanik tanah, menganalisis tonase beban truk, dan mengidentifikasi penyebab terjadinya amblesan/pergerakan tanah. Metode yang digunakan yaitu undisturbed sampel dengan mengambil sampel tanah tak terganggu. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data didapatkan sifat fisik dan mekanik tanah km 139+000 dengan kadar air 31%, berat isi tanah 0,47 , berat jenis tanah 2,58 , dan uji geser langsung dengan nilai sudut geser dalam 22,72°. Lokasi Km 143+000 dengan kadar air 37%, berat isi tanah 0,47 ,, berat jenis tanah 2,59 ,, dan uji geser langsung dengan nilai sudut geser dalam yaitu 25,37°. Lokasi Km 143+400 dengan kadar air 49%, berat isi tanah 0,48 ,, berat jenis 2,65 ,, dan uji geser langsung dengan nilai sudut geser dalam 22,81°. Berdasarkan penggolongan tanah klasifikasi ASTM D km 139+000, km 143+000 dan km 143+400 termasuk kedalam jenis tanah lempung. Tonase truk batubara diperoleh sebesar 35.000 kg dengan nilai ground pressure alat angkut yaitu 781,45 kPa, yang nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan nilai daya dukung ijin tanah yaitu 96,82 kPa pada km 139+000, 135,43 kPa pada km 143+000 dan 128,04 kPa pada km 143+400. Oleh karena itu tanah dinyatakan tidak mampu menahan beban yang berada diatasnya sehingga penyebab terjadinya amblesan/pergerakan tanah dikarenakan daya dukung tanah yang rendah dan tonase beban truk yang tinggi.
Kajian Teknis Sistem Mine Dewatering di Lubang THC-06 Tambang Batubara Bawah Tanah CV. XYZ Ferdinan Akbar; Nofrohu Retongga; Dian Hadiyansyah; Jevie Carter Eka Putra; Suci Fitria Rahmadhani Z; Hendriono; Suhernomo
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/qa6z1k55

Abstract

Sistem mine dewatering merupakan bagian krusial dalam mendukung kelancaran operasi tambang bawah tanah, khususnya dalam menangani permasalahan air yang menggenangi daerah kerja. Penelitian ini dilakukan di lubang THC-06 milik CV. Tahiti Coal yang berlokasi di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Permasalahan utama yang ditemukan adalah adanya genangan air setinggi 15–35 cm di area penambangan, yang disebabkan oleh tidak optimalnya sistem pemompaan serta belum dilakukannya pengukuran debit air tanah dan limpasan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit air tanah dan limpasan, menentukan kebutuhan pompa, serta merancang dimensi sump yang ideal untuk mendukung sistem penyaliran tambang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui observasi lapangan, pengukuran debit air, serta data curah hujan selama 10 tahun terakhir. Pengolahan data melibatkan metode rasional untuk menghitung debit limpasan, metode gumbel untuk curah hujan rencana, dan analisis kebutuhan pompa berdasarkan perhitungan head total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit limpasan yang masuk sebesar 0,1099 m3/detik dan debit air tanah mencapai 0,0016 m3/detik. Jumlah pompa ideal yang dibutuhkan adalah 1unit pompa San Ei 6SES3P60-3 dengan kapasitas 0,01167 m³/s. Dimensi sump yang optimal untuk menampung total debit air yang masuk adalah 18 m × 2,5 m × 2 m. Dengan sistem mine dewatering yang dirancang secara teknis dan akurat, gangguan operasional tambang dapat diminimalkan secara signifikan.
Kajian Teknis Sistem Mine Dewatering di Lubang THC-06 Tambang Batubara Bawah Tanah CV. XYZ Ferdinan Akbar; Retongga, Nofrohu; Dian Hadiyansyah; Jevie Carter Eka Putra; Suci Fitria Rahmadhani Z; Hendriono; Suhernomo
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/qa6z1k55

Abstract

Sistem mine dewatering merupakan bagian krusial dalam mendukung kelancaran operasi tambang bawah tanah, khususnya dalam menangani permasalahan air yang menggenangi daerah kerja. Penelitian ini dilakukan di lubang THC-06 milik CV. Tahiti Coal yang berlokasi di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Permasalahan utama yang ditemukan adalah adanya genangan air setinggi 15–35 cm di area penambangan, yang disebabkan oleh tidak optimalnya sistem pemompaan serta belum dilakukannya pengukuran debit air tanah dan limpasan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit air tanah dan limpasan, menentukan kebutuhan pompa, serta merancang dimensi sump yang ideal untuk mendukung sistem penyaliran tambang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui observasi lapangan, pengukuran debit air, serta data curah hujan selama 10 tahun terakhir. Pengolahan data melibatkan metode rasional untuk menghitung debit limpasan, metode gumbel untuk curah hujan rencana, dan analisis kebutuhan pompa berdasarkan perhitungan head total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit limpasan yang masuk sebesar 0,1099 m3/detik dan debit air tanah mencapai 0,0016 m3/detik. Jumlah pompa ideal yang dibutuhkan adalah 1unit pompa San Ei 6SES3P60-3 dengan kapasitas 0,01167 m³/s. Dimensi sump yang optimal untuk menampung total debit air yang masuk adalah 18 m × 2,5 m × 2 m. Dengan sistem mine dewatering yang dirancang secara teknis dan akurat, gangguan operasional tambang dapat diminimalkan secara signifikan.