Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Al-Qur’an Terhadap Kesetaraan Gender Dalam Pembagian Warisan Taufiqurrahman fauzi; Mohammad Ruslan
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 8 No. 02 (2022): Agustus
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/elfurqania.v8i02.5911

Abstract

Problems among the people never stop at one time. Although these problems have been raised by the salaf scholars. As was the case a few years ago, there was a lot of discussion about the difference in inheritance provisions of 2:1 for boys and girls which were considered unfair by feminists. Starting from this problem, the author took the initiative to thoroughly discuss how according to the Qur'an, and whether the 2:1 division can be said to be fair. To answer this issue, the researchers used a qualitative approach with content analysis data analysis techniques. From the results of this study indicate that: The distribution of inheritance as determined by the Qur'an in Surah al-Nisa' Verse 11, for boys and girls includes an unequal distribution because the division of inheritance listed in Surah al-Nisa ' In verse 11, the boy gets a 2:1 share or in other words the boy gets a share that is double that of the girl. Justice Division 2: 1 due to several things including the burden of the son is greater and the son is obliged to provide for his wealth to his family. Keywords: al-Qur'an, equality, gender, inheritance
KHOTMIL QUR'AN SEBAGAI RUANG EDUKASI SPIRITUAL DAN INTERNALISASI NILAI KEAGAMAAN MASYARAKAT DI DESA KLOMPANG BARAT KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Mohammad Ruslan; Moh. Samsul Ma’arif
Ngejha Vol. 5 No. 2 (2026): Ngejha
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/nja.v5i2.2048

Abstract

Perguruan Tinggi yang memiliki peran strategis dalam menjembatani dunia akademik dengan realitas kehidupan sosial. Kegiatan ini bertujuan memberikan kontribusi nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan secara praktis, khususnya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan yang kontekstual dan membumi. Salah satu bentuk pengabdian tersebut diwujudkan melalui pelestarian dan tradisi Khotmil Qur’an di tengah masyarakat. Tradisi ini tidak hanya merupakan seremoni keagamaan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai edukatif, spiritual, dan kultural yang mampu membentuk karakter religius secara menyeluruh. Melalui pendekatan partisipatif, program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat—termasuk tokoh agama, pemuda, serta anggota majelis taklim—untuk bersama-sama membangun lingkungan keagamaan yang inklusif dan transformatif. Fokus kegiatan diarahkan pada integrasi antara pembacaan Al-Qur’an secara rutin dengan pemaknaan kontekstual terhadap isinya. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa tradisi Khotmil Qur’an mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya nilai-nilai Al-Qur’an dalam memperkuat etika sosial, solidaritas komunitas, serta ikatan spiritual antara manusia dan Tuhannya. Temuan ini mengindikasikan bahwa Khotmil Qur’an dapat menjadi media efektif untuk menanamkan ajaran Islam secara kontekstual dan relevan dengan kehidupan modern. Oleh karena itu, pelestariannya layak untuk terus didorong sebagai bagian dari strategi dakwah budaya yang selaras dengan semangat Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.