Perguruan Tinggi yang memiliki peran strategis dalam menjembatani dunia akademik dengan realitas kehidupan sosial. Kegiatan ini bertujuan memberikan kontribusi nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan secara praktis, khususnya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan yang kontekstual dan membumi. Salah satu bentuk pengabdian tersebut diwujudkan melalui pelestarian dan tradisi Khotmil Qur’an di tengah masyarakat. Tradisi ini tidak hanya merupakan seremoni keagamaan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai edukatif, spiritual, dan kultural yang mampu membentuk karakter religius secara menyeluruh. Melalui pendekatan partisipatif, program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat—termasuk tokoh agama, pemuda, serta anggota majelis taklim—untuk bersama-sama membangun lingkungan keagamaan yang inklusif dan transformatif. Fokus kegiatan diarahkan pada integrasi antara pembacaan Al-Qur’an secara rutin dengan pemaknaan kontekstual terhadap isinya. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa tradisi Khotmil Qur’an mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya nilai-nilai Al-Qur’an dalam memperkuat etika sosial, solidaritas komunitas, serta ikatan spiritual antara manusia dan Tuhannya. Temuan ini mengindikasikan bahwa Khotmil Qur’an dapat menjadi media efektif untuk menanamkan ajaran Islam secara kontekstual dan relevan dengan kehidupan modern. Oleh karena itu, pelestariannya layak untuk terus didorong sebagai bagian dari strategi dakwah budaya yang selaras dengan semangat Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.