Deni Radona
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Media Akuakultur

EFEK PEMUASAAN PERIODIK DAN RESPONS PERTUMBUHAN IKAN NILA BEST (Oreochromis niloticus) HASIL SELEKSI Deni Radona; Fitriyah H. Khotimah; Irin I. Kusmini; Tri Heru Prihadi
Media Akuakultur Vol 11, No 2 (2016): (Desember, 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.171 KB) | DOI: 10.15578/ma.11.2.2016.59-65

Abstract

Pertumbuhan ikan dapat dipicu dengan pemberian pakan yang baik. Untuk meningkatkan efisiensi diperlukan strategi pemberian pakan melalui pembatasan pakan atau pemuasaan secara periodik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek pemuasaan secara periodik pada ikan nila BEST terhadap laju pertumbuhan dan sintasannya. Ikan nila hasil seleksi dengan kisaran panjang rata-rata 4 cm dan bobot rata-rata 3 g dipelihara pada kolam (4 m x 3 m) dengan ketinggian air 80 cm. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan satu kontrol yaitu (A) ikan yang diberi pakan setiap hari, (B) ikan yang mengalami daur pembatasan pakan periodik 1/1, dipuasakan satu hari dan diberi pakan satu hari, (C) ikan yang mengalami daur pembatasan pakan periodik 3/3, dipuasakan dan diberi pakan selama tiga hari, (D) ikan non-seleksi yang diberi pakan setiap hari; setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Selama 60 hari pemeliharaan ikan diberi pakan berupa pelet (28% protein) sebanyak 3% dari bobot total ikan setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila BEST pada perlakuan A memiliki nilai pertumbuhan (panjang dan bobot), biomassa dan konversi pakan yang berbeda nyata (P<0,05) dengan ikan nila non-seleksi pada perlakuan D. Perlakuan B menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan perlakuan A. Efisiensi pakan pada ikan yang dipuasakan memberikan hasil yang relatif sama dan meminimalkan biaya produksi dengan menggunakan pakan relatif lebih sedikit.Fish growth can be triggered with a good feeding. To increase the efficiency, feeding strategies are needed through feed restriction or periodically fasted. This study aims to determine the effect of periodically fasted on the growth and survival rates of the selected BEST tilapia (Oreochromis niloticus). The fishes with the length and weight average of 4 cm and 3 g, respectively were reared in the pool with the size of 4 m x 3 m and the water height of 80 cm. The study used a completely random design with four treatments and three replication, namely (A) fish fed every day, (B) fish experiencing cycles of periodic feed restriction 1/1, fasted and fed one day, (C) fish experiencing cycles of periodic feed restriction 3/3, fasted and fed for three days, and (D) non-selected with fed every day (control). During the rearing period of 60 days, fish were fed with pelleted commercial diet (28% protein), 3% of total body weight of the fish per day. The results showed that the selected tilapia on the treatment A gave a significant difference (P<0.05) the growth value (length and weight), biomass and food conversion ratio (FCR) with non-selected tilapia in treatment D (control). Meanwhile, treatment B did not show any significant difference (P>0.05) on treatment A. Feed efficiency in fish fasted was obtained to have relatively similar results and minimize the production cost of by using relative less feed.
KINERJA PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN Tor tambroides YANG DIBERI PAKAN KOMERSIAL DENGAN KANDUNGAN PROTEIN BERBEDA Deni Radona; Jojo Subagja; Irin Iriana Kusmini
Media Akuakultur Vol 12, No 1 (2017): (Juni, 2017)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.454 KB) | DOI: 10.15578/ma.12.1.2017.27-33

Abstract

Protein merupakan nutrien yang sangat berperan dalam pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kebutuhan protein optimal untuk pertumbuhan ikan Tor tambroides dan pengaruh kandungan protein pakan terhadap efisiensi pakannya. Benih ikan Tor yang digunakan berukuran panjang (1,5 ± 0,1 cm) dan bobot (0,08 ± 0,01 g). Benih ikan dipelihara dalam akuarium berukuran 40 cm x 30 cm x 30 cm dengan ketinggian air 20 cm sebanyak 50 ekor. Selama 40 hari pemeliharaan benih ikan diberi pakan komersil berupa crumble dengan kandungan protein, (A) 25%, (B) 35%, dan (C) 50% sebanyak 20% per hari dari total biomassa ikan, pemberian pakan dengan frekuensi tiga kali sehari. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan ikan Tor tambroides yang diberi pakan dengan kandungan protein sebesar 35% dan 50% memiliki pertumbuhan panjang, bobot, laju pertumbuhan harian (LPH), biomassa, nisbah konversi pakan (FCR), dan efisiensi pakan yang sama (P>0,05) dan berbeda nyata pada pakan dengan kandungan protein 25% (P<0,05).Protein is a nutrient is which plays a major role in the growth of fish. This study was aimed to determine the optimal protein requirement for growing of Thai mahseer and the influence of different protein levels of feed on feed efficiency. The average length and weight of fish used were 1.5 ± 0.1 cm and 0.08 ± 0.01 g. The fish were reared in the aquarium (dimension= 40 cm x 30 cm x 30 cm filled with 20 cm of water and the stocking density of each aquarium was 50 individuals. During 40-day reared, seedling fish were fed by commercial crumble with different protein levels, (A) 25%, (B) 35%, and (C) 50%, as much as 20% of total weight every day with a feeding frequency of three times per day. This experiment was conducted by using completely randomized design (CRD) with three treatments and three replications for each treatment. The results showed that Tor tambroides fed diets with protein levels of 35% and 50% was not significantly different on the growth value (length and weight), specific growth rate, biomass, feed conversion ratio (FCR), and feed efficiency (P>0.05) and was significantly different on feed protein levels 25% (P<0.05).