Bambang Budi Utomo
Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Training of Portfolio-Based Learning Model to Develop The Democracy Value and The Students’ Critical Thinking Skill Sulistyarini Sulistyarini; Bambang Budi Utomo; Rum Rosyid; Thomy Sastra Atmaja
JPKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) UNTAN Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 January 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpkm.v2i1.76

Abstract

Pancasila and Citizenship Education (PPKn) Learning is a vehicle for democratic education. In the context of international discourse, PPKn learning in Indonesia is still included in the knowing democracy paradigm. While in other countries, it is already in the paradigm of building democracy. For this reason, PPKn learning needs to be facilitated so that it develops from the knowing democracy paradigm towards doing democracy. As a vehicle for the education and development of democratic citizens, the PPKn has three main functions, namely developing civic intelligence, fostering civic responsibility, and encouraging civic participation. The three competencies of citizens are in line with the three main components as a learning estuary for PPKn namely civic knowledge, civic skills and civic dispositions. PPKn learning can ideally equip students with sufficient knowledge and intellectual skills as well as provide practical experience to have competence and be able to participate effectively. For this reason, two things need attention in preparing PPKn learning in class, namely knowledge about learning materials and the use of learning methods/models. One learning model that is suitable to be applied in PPKn learning is portfolio-based because the superiority of this model in its application can develop democratic values and enhance students' critical thinking skills. However, discussions with several teachers obtained information that many of them did not understand the characteristics, advantages, and ways of implementing portfolio-based learning models on PPKn learning so that this model does not get the attention to be applied by teachers in learning PPKn. Community Service Activities were carried out on August 14, 2018, located at Sungai Pinyuh State Middle School 3, Mempawah Regency, and were attended by teachers from the MGMP PPKn SLTP level throughout the District of Mempawah. This community service activity has the goal of increasing teacher knowledge and understanding of planning, implementing, evaluating, and knowing the obstacles faced by teachers in applying portfolio-based PPKn learning to develop democratic values and critical thinking abilities of students. PKM activities carried out in the form/method of socialization. The result of this activity is an increase in the knowledge and understanding of PPKn teachers on the concepts and nature of portfolio learning models, the effectiveness of portfolio learning models to develop democratic values and critical thinking skills of students, the application of portfolio learning models in planning, implementing, and evaluating PPKn learning activities, and regarding various obstacles faced by PPKn teachers in applying the portfolio model.
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Sekolah Menengah Atas Perbatasan Entikong Kalimantan Barat Thomy Sastra Atmaja; Jagad Aditya Dewantara; Bambang Budi Utomo
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.545

Abstract

Pelaku pendidikan di wilayah perbatasan Entikong Kalimantan Barat memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mempertahankan nilai karakter bangsa. Entikong marupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia menyimpan potensi degradasi nilai karakter bangsa yang cukup besar. Menyikapi hal tersebut, maka lembaga pendidikan (sekolah) di perbatasan Entikong menerapkan program penguatan pendidikan karakter sebagai instrumen preventif dalam membina dan menumbuh kembangkan nilai utama karakter bangsa (religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis sekolah di SMA Perbatasan Entikong Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan karakter berbasis sekolah di SMA Perbatasan Entikong Kalbar dilakukan melalui 3 (tiga) program yakni pengembangan diri, mengintegrasikan dalam mata pelajaran, serta melalui budaya sekolah. (1) Program pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan keteladanan dan kegiatan pengondisian di sekolah. (2) Program mengintegrasikan nilai karakter dilakukan oleh guru melalui integrasi/menyisipkan nilai karakter kedalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. (3) Program budaya sekolah dilakukan dengan cara menetapkan visi dan motto sekolah yang mengandung nilai karakter, memajang banyak bendera merah putih di sepanjang teras sekolah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme, memajang banyak kalimat motivasi dan bernilai karakter di sepanjang lingkungan sekolah, menerapkan 5 S yakni (senyum, salam, sapa, sopan, santun), menampilkan sikap saling peduli dan kasih sayang kepada seluruh warga sekolah, menetapkan tata tertib sekolah, menciptakan 4 program unggulan sekolah, melaksanakan kegiatan ekstakurikuler yang dapat membentuk karakter peserta didik, menunjukkan contoh teladan yang baik, menindak tegas dengan sanksi jika ada peserta didik yang melanggar disiplin atau tata tertib, serta mengarahkan dan mengirim peserta didik untuk aktif mengikuti ajang perlombaan agar terbentuk karakter berani berkompetisi.
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Sekolah Menengah Atas Perbatasan Entikong Kalimantan Barat Thomy Sastra Atmaja; Jagad Aditya Dewantara; Bambang Budi Utomo
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.545

Abstract

Pelaku pendidikan di wilayah perbatasan Entikong Kalimantan Barat memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mempertahankan nilai karakter bangsa. Entikong marupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia menyimpan potensi degradasi nilai karakter bangsa yang cukup besar. Menyikapi hal tersebut, maka lembaga pendidikan (sekolah) di perbatasan Entikong menerapkan program penguatan pendidikan karakter sebagai instrumen preventif dalam membina dan menumbuh kembangkan nilai utama karakter bangsa (religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis sekolah di SMA Perbatasan Entikong Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan karakter berbasis sekolah di SMA Perbatasan Entikong Kalbar dilakukan melalui 3 (tiga) program yakni pengembangan diri, mengintegrasikan dalam mata pelajaran, serta melalui budaya sekolah. (1) Program pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan keteladanan dan kegiatan pengondisian di sekolah. (2) Program mengintegrasikan nilai karakter dilakukan oleh guru melalui integrasi/menyisipkan nilai karakter kedalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. (3) Program budaya sekolah dilakukan dengan cara menetapkan visi dan motto sekolah yang mengandung nilai karakter, memajang banyak bendera merah putih di sepanjang teras sekolah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme, memajang banyak kalimat motivasi dan bernilai karakter di sepanjang lingkungan sekolah, menerapkan 5 S yakni (senyum, salam, sapa, sopan, santun), menampilkan sikap saling peduli dan kasih sayang kepada seluruh warga sekolah, menetapkan tata tertib sekolah, menciptakan 4 program unggulan sekolah, melaksanakan kegiatan ekstakurikuler yang dapat membentuk karakter peserta didik, menunjukkan contoh teladan yang baik, menindak tegas dengan sanksi jika ada peserta didik yang melanggar disiplin atau tata tertib, serta mengarahkan dan mengirim peserta didik untuk aktif mengikuti ajang perlombaan agar terbentuk karakter berani berkompetisi.