Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ESTETIKA TARI BANGAU DI JORONG LABAN KANAGARIAN SALIDO KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN PROVINSI SUMATERA BARAT ATIKAH ZAHRA; IRDAWATI IRDAWATI; NURMALENA NURMALENA
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 1 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i1.600

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membahas Estetika Tari Bangau di Jorong Laban Kanagarian Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Tari Bangau adalah tari tradisional yang hidup dan berkembang di Jorong Laban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskritif analisis, yaitu seluruh data yang diperoleh baik data lapangan dihimpun dan dijabarkan kemudian analisis sesuai dengan permasalahan peneliti yang telah dirumuskan.Teori yang digunakan adalah teori bentuk oleh Y. Sumandyo Hadi dan Soedarsono dan teori estetika oleh A.A.M Djelantik dan Jacob Sumardjo. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini yaitu estetika yang terkandung pada gerak Tari Bangau.
Liminalitas pada Pertunjukan Ronggiang :  Suatu Bentuk Kesenian Tari Tradisi Masyarakat  di Kabupaten Pasaman Barat Celsi Novia Biwis; Nurmalena Nurmalena; Hardi Hardi; Muhammad Fikri
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/enr8g402

Abstract

This study aims to analyze the forms of liminality that occur in Ronggiang dance performers. This study uses a qualitative method in the Liminality approach. Data were obtained through observation, interviews, documentation, and literature studies. The research sources consisted of Ronggiang singers, first dancers, and children of Ronggiang singers. Data were collected through the stages of data collection, data reduction, data presentation, as well as drawing conclusions and verification. The results of the study indicate that the initiation process in Ronggiang performances consists of a separation stage, a transition stage (Liminal), and a re-acceptance stage in the social structure. In the liminal phase, Ronggiang performers experience changes in social identity through processes, behavioral adjustments, and involvement in the rules and symbols of the performance. This phase creates an ambiguous condition where individuals are between old and new identities as part of the Ronggiang community. In addition, liminality in Ronggiang performances also shows the formation of social solidarity and relationships between performers.