Hartini H
Akademi Kesehatan John Paul II Pekanabru

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENENTUAN KADAR KLORIN (Cl2) PADA TEPUNG TERIGU YANG DIJUAL DI PASAR KODIM KOTA PEKANBARU DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI Hartini H; Asrina Pertiwi AW
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 1 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v1i1.5

Abstract

Tepung terigu merupakan bubuk halus hasil dari penggilingan biji gandum. Umumnya tepung terigu berwarna kekuning-kuningan. Namun, dalam pengolahan tepung terigu para produsen sering menambahkan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya berupa klorin. Klorin adalah bahan kimia yang dapat mengurangi nutrisi tepung dan merusak vitamin. Tujuan penelitian ini adalah utuk mengidentifikasi klorin pada tepung terigu yang dijual di Pasar Kodim Pekanbaru. Penentuan klorin diuji secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan uji kualitatif diperoleh bahwa tepung terigu tidak bermerk mengalami perubahan warna menjadi merah muda lebih pekat dibandingkan dengan tepung terigu bermerk. Berdasarkan uji kuantitatif diperoleh bahwa kadar klorin pada tepung tidak bermerk yaitu TBC lebih tinggi yaitu sebesar 6,06±0,02 ppm dibandingkan tepung bermerk yaitu Danau (BC) 4,48±0,02 ppm. Tepung terigu bermerk dan tidak bermerk yang digunakan pada penelitian ini masih layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat sebab kadar klorinnya berada di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat yaitu 45 ppm.
PENENTUAN KADAR GULA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN AIR PERASAN MENGKUDU (Morinda citrifolia Linn) TERHADAP KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Hartini H; Putri Kurnia Sari
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 1 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v1i2.9

Abstract

Umumnya penyakit diabetes mellitus diobati dalam bentuk antidiabetik oral dan injeksi insulin. Namun, pada penelitian yang dilakukan Marles dan Farn Worth tanaman tradisional dapat digunakan untuk pengobatan terhadap diabetes melitus karena memiliki efek samping yang rendah. Salah satu obat tradisional yang dapat menurunkan kadar gula darah adalah tanaman buah mengkudu (Morinda citrifolia Linn). Mengkudu merupakan salah satu alternatif pangan fungsional karena mengandung flavanoid dan saponin pada buah mengkudu terbukti dapat menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan air perasan mengkudu untuk menurunkan kadar gula darah. Metode Penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan the post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 3 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan perasan buah mengkudu dosis 50% selama 14 hari perlakuan. Analisis kadar glukosa darah dilakukan sebanyak 2 kali (pre dan post test). Data dianalisis dengan menggunakan One-Way Anova, post Hoc dan uji t berpasangan. Berdasarkan uji statistik uji one way Anova yang menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa air perasan buah mengkudu (Morinda citrifolia L) mampu menurunkan kadar gula darah sebesar 176 mg/dL dibandingkan dengan obat antidiabetik metformin (Kontrol Positif).
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA WANITA USIA 40-60 TAHUN Hartini H; Wiranti Febiola
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 2 No 1 (2017): November 2017
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v2i1.13

Abstract

Makanan diperlukan dalam pembentukan energi dalam tubuh. Makanan umumnya mengandung asupan gizi salah satunya adalah lemak. Lemak yang masuk ke dalam tubuh termasuk asam lemak dan trigliserida. Trigliserida adalah lemak darah yang berfungsi sebagai cadangan energi tubuh, isolator dan pelindung tubuh. Penentuan status gizi dilakukan dengan perhitungan indeks massa tubuh sebagai indikator dalam menilai obesitas. Penentuan Indeks Massa Tubuh (IMT) didapatkan dengan membandingkan Berat Badan (BB) terhadap Tinggi Badan (TB). Pengukuran IMT relatif lebih mudah, murah, cepat, dan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan indeks massa tubuh (IMT) terhadap kadar trigliserida pada wanita usia 40-60 tahun. Penelitian dilakukan secara observasi dan eksperimental. Sampel diambil mengunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan dari 30 orang terdapat Indeks Massa Tubuh (IMT) kurus (<17,5–18,5) sebanyak 3 orang (10%), normal (>18,5–25,0) sebanyak 14 orang (46,7%), dan gemuk (>25,0–27,0) sebanyak 13 orang (43,3%). Berdasarkan kelompok rerata kadar trigliserida didapatkan trigliserida normal (<150 mg/dL) sebanyak 27 orang (90%), trigliserida tinggi (200-499 mg/dL) sebanyak 3 orang (10%). Data dianalisis menggunakan Uji Chi-Squarare dan didapatkan hasil PValue (0,149) dan nilai α (0,05), yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT).
POTENSI BIOPIGMEN MIKROALGA Chlorella sp. SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus Hartini H; Titi Lasmini; Mathylda Pratiwi; Erlinna Juita
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 3 No 1 (2018): November 2018
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v3i1.23

Abstract

Mikroalga sebagai organisme fotosintetis mengandung biomassa yang telah dieksplorasi untuk menghasilkan bahan bakar alternatif dalam bentuk biodiesel dan bioetanol. Selain itu, biomassa mikroalga ternyata masih menyisakan produk lain yang belum dieksplorasi secara optimal yaitu biopigmen. Salah satu jenis mikroalga yang didominasi oleh klorofil serta kerotenoid yaitu Chlorella sp. Penelitian ini fokus pada pemanfaatan biopigmen mikroalga Chlorella sp. dibidang kesehatan khususnya kemampuan sebagai antibakteri alami terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus. Mikroalga Chlorella sp. ditumbuhkan dalam medium Walne dan dipanen menggunakan metode sentrifugasi. Mikroalga Chlorella sp. diekstrak menggunakan pelarut heksan:aseton (7:3) dan dimurnikan biopigmennya dengan kolom kromatografi. Biopigmen yang diperoleh, diuji aktivitas antibakterinya dengan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian diperoleh kerapatan sel mikroalga Chlorella sp. sebesar 16,54×106 sel/mL. Ekstrak kasar mikroalga Chlorella sp. berwarna hijau tua. Hasil pemurnian dengan kolom kromatografi diperoleh jenis biopigmen karotenoid pada panjang gelombang 380–400 nm dan klorofil pada panjang gelombang 450 nm dan 620 nm. Aktivitas antibakteri terhadap S. aureus yang dihasilkan oleh ekstrak kasar sebesar 9±0,104 mm, karotenoid sebesar 11,6±0,038 mm dan kloramfenikol 9,4±0,102 mm.