Khairulyadi Khairulyadi
Universitas Syiah Kuala

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAMPUNG KB DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PENDUDUK (Studi Di Gampong Doy, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh) Muhammad Alfathir Akbar; Khairulyadi Khairulyadi; Firdaus Mirza Nusuary
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kampung KB Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Penduduk (Studi Di Gampong Doy, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh)”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Untuk menganalisa fenomena tersebut, peneliti menggunakan teori Kebijakan Sosial James Midgley. Dalam menentukan informan penelitian, peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini bahwa kebijakan sosial dalam penelitian ini terdapat tiga indikator yaitu; Pencegahan (preventif) yang dimaksud disini yaitu masalah sosial yang terjadi di Gampong Doy yaitu kemiskinan yang sangat sulit untuk diatasi persoalannya. Pemerintah menawarkan suatu kebijakan yang dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu program Kampung KB. Setelah pencegahan masalah kemiskinan di Gampong Doy, adanya proses penyembuhan (kuratif) yang mana pada proses ini meliputi kegiatan yang dijalankan melalui program Kampung KB di Gampong Doy dari berbagai bidang baik itu bidang keagamaan, pendidikan, reproduksi, ekonomi, perlindungan, kasih sayang, sosial budaya, dan pemeliharaan lingkungan. Pengembangan program Kampung KB ini meliputi hasil pengawasan dan evaluasi program dari pihak BKKBN kepada Gampong Doy yang dilakukan Tiga bulan sekali, kemudian dalam proses berjalannya program Kampung KB adanya kerjasama yang dibangun dengan berbagai instansi pemerintah yang meliputi diantaranya kerjasama dengan Diskucapil, Dinas Dayah Kota Banda Aceh, DISPORA, Dinas Kesehatan, dan BNN. Kunci Utama: Program Kampung KB, Kebijakam Sosial. 
ANALISA KOHESI SOSIAL ANTARA PENDUDUK LOKAL (SUKU GAYO) DENGAN PENDUDUK PENDATANG (SUKU ACEH) DI KAMPUNG MUTIARA PONDOK BARU, KECAMATAN BANDAR, BENER MERIAH Asra Asra Asra; Khairulyadi Khairulyadi; Firdaus Mirza Nusuary
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kohesi sosial yang dibangun antara penduduk lokal dengan pendatang dan keterkaitan antara penduduk lokal dengan pendatang sehingga tehindar dari konflik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Teori keterlekatan Granovetter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif. Menemukan adanya hubungannbaik antara penduduk lokal dengan pendatang dalam membangun kohesi sosial antara penduduk lokal dengan pendatang di kampung Mutiara Pondok Baru, kohesi sosial yang meliputi suatu aturan yang harus diikuti dan ditaati bersama sikap saling menghargai atas segala perbedaan. Tidak adanya perbedaan akses sarana bagi setiap penduduk, semua disamaratakan baik penduduk lokal dengan pendatang. Setiap penduduk lokal dengan pendatang aktif terlibat dalam kegiatan sosial kampung untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, penduduk lokal dengan pendatang membangun strategi untuk bertoleransi dengan masyarakat, saling menghargai, saling menghormati setiap perbedaan antara kedua penduduk. Adanya hubungaan yang sifatnya saling berkaitan karena interaksi yang terjadi terus menerus dimana mereka saling terkait antara penduduk lokal dengan pendatang seperti halnya dalam aspek ekonomi. Kata Kunci: Kohesi Sosial, Keterkaitan, Penduduk Lokal, Penduduk Pendatang 
Occupational Mobility and Acehnese Immigrants: Case in Malaysia Bukhari Bukhari; Khairulyadi Khairulyadi; Roswita Dewi; Masrizal Masrizal; Triyanto Triyanto
Jurnal Community Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v7i2.4502

Abstract

Mobilititas kerja dikalangan pekerja imigran Aceh di Malaysia merupakan objek kajian yang menarik mengingat jumlah imigran, sejarah dan dinamika kebijakan pemerintah Malaysia juga masyarat dalam merespon keberadaan imigran asal Aceh. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah mobilitas kerja atau okupasi pekerja imigran dengan menggunakan empat perspektif yaitu  perspektif asimilasi, pluraslisme budaya, human capital, social capital dan perspektif struktural. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan teknik pengumpulan datanya melalui kuisioner. Penelitian ini menemukan bahwa status pekerjaan dan mobilitas vertikal secara sangat mendasar ditentukan oleh human capital seperti etos kerja, pengalaman atau profesionalisme. Secara mendasar mobilitas pekerjaan dipengaruhi oleh penerimaan pasar terhadap tenaga kerja asing dan kemampuan untuk berbaur dengan nilai-nilai masyarakat lokal. Peran penting kolaraborasi dan kerjasama dengan saling memberikan informasi sesama pekerja migran terlihat dalam mobilitas horizontal dan mobilitas spatial mereka dalam memperbaiki status pekerjaan.
Resiliensi Masyarakat Desa Teluk Rumbia Dalam Menghadapi Bencana Banjir Eva Febria; Ibnu Phonna Nurdin; Khairulyadi Khairulyadi; Nurul Fajri
Jurnal Soshum Insentif Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v8i2.2168

Abstract

Abstrak Resiliensi merupakan kemampuan individu, komunitas, atau kelompok dalam beradaptasi terhadap guncangan atau bencana, menyesuaikan diri, serta bangkit kembali setelah mengalami dampak tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat ketahanan masyarakat Desa Teluk Rumbia, Kabupaten Aceh Singkil terhadap bencana banjir yang kerap terjadi. Penelitian ini menggunakan teori resiliensi yang dikemukakan Susan L. Cutter, menekankan pentingnya interaksi antara kapasitas sosial, ekonomi, dan fisik dalam menentukan kemampuan komunitas menghadapi bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Teluk Rumbia telah mengembangkan berbagai strategi adaptasi seperti : Membangun rumah panggung, memanfaatkan transportasi air saat banjir, serta mengandalkan pengetahuan lokal dalam membaca tanda-tanda alam. Strategi adaptasi tersebut tidak terlepas dari ikatan solidaritas sosial yang melekat sesama warga Desa. Ikatan solidaritas sosial yang terjalin pada masyarakat Desa Teluk Rumbia didasarkan pada ikatan kekerabatan, keterikatan adat dan budaya, serta senasib sepenanggungan dalam kehidupan. Abstract Resilience is the ability of individuals, communities, or groups to adapt to shocks or disasters, adjust, and bounce back after experiencing their impact. This research aims to determine the level of resilience of the community in Teluk Rumbia Village, Aceh Singkil Regency, to the frequent flood disasters. This research utilizes the resilience theory proposed by Susan L. Cutter, emphasizing the importance of the interaction between social, economic, and physical capacities in determining a community's ability to cope with disasters. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, documentation, and in-depth interviews. The research results show that the community of Teluk Rumbia Village has developed various adaptation strategies such as: building stilt houses, utilizing water transportation during floods, and relying on local knowledge to read natural signs. This adaptation strategy is inseparable from the strong social solidarity among the village residents. The social solidarity bonds that exist in the Teluk Rumbia village community are based on kinship ties, attachment to customs and culture, and shared experiences in life.