Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Dilema Hubungan Patron-Client Di Komunitas Petani Garam (Studi Kasus di Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam) Ibnu Phonna Nurdin; Lala M. Kolopaking; Saharuddin .
Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol. 14 No. 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.36 KB) | DOI: 10.46937/14201613759

Abstract

Gampong Cebrek is the largest salt producer in Pidie district with a total of 1859.53 tons in the year 2013 of the total district production 3397.66 tons, 1763.93 tons in 2014 from the total district production 4020.25, rising to 2762.23 tons in the year 2015 from the total district production 7543.77 tons. Behind the high salt production, farmers are in a state sandwiched cultivate its business due to unfavorable weather and marketing of salt that does not favor them. Therefore, farmers are looking for patrons who can guarantee their lives. This study used a qualitative approach with a total of 10 informants. A research technique used observation and interview. Results showed members of the farming community in Cebrek be divided into two categories: a. Farmers Capital and b. farmers do not have the capital. Generally, farmers who own capital patron-client relationship with: mugee (middlemen), retailers and consumers.Connection is established fairly balanced, so that it can be said patron-client collaborative interwoven. Meanwhile, farmers who do not have the capital, patron-client relationship with toke (middlemen). Patron-client relationshipsmore profitable patron, and hurt farmers salt. It can be concluded that the relationship is exploitative. Kata Kunci : Collaborative, Community, Exploitation, Patron-client, Salt farmers.
Eksistensi dan Ancaman Usaha Pegaraman di Gampong Cebrek Kabupaten Pidie Ibnu Phonna Nurdin; Dara Fatia; Cut Lusi Chairunnisak
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i1.2611

Abstract

Barriers in salt farming endeavors are constantly encountered by salt farming communities, thereby impacting the future sustainability of salt production. This article aims to describe the sustainability threats posed by traditional salt farming activities in Gampong Cebrek, Simpang Tiga Subdistrict, Pidie Regency. The article presents findings from a qualitative field research conducted using observational data and in-depth interviews with selected traditional salt farmers employing purposive sampling technique. The study reveals that the existence of traditional salt farming activities in Gampong Cebrek, Pidie Regency, is confronted with several issues that could potentially jeopardize their future existence. Firstly, the regeneration process of salt farmers is not progressing effectively. Secondly, the declining participation and capabilities of salt farmers due to their advanced age. Thirdly, government policies have led to a decrease in production and distribution of salt. Lastly, the conversion of agricultural land into residential areas has occurred. Abstrak Hambatan dalam usaha pegaraman selalu terjadi pada komunitas petani garam yang berdampak pada keberlanjutan usaha garam di masa mendatang. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang ancaman keberlanjutan dari aktivitas pertanian garam tradisional di Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang tiga, Kabupaten Pidie. Artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dari hasil observasi dan wawancara mendalam kepada petani garam tradisional yang dipilih menggunakan teknik purposive. Kajian ini menunjukkan bahwa eksistensi aktivitas pertanian garam tradisional di Gampong Cebrek Kabupaten Pidie dihadapkan pada beberapa persoalan yang kemudian dapat mengancam eksistensi mereka di masa mendatang. Pertama, proses regenerasi pertani garam yang tidak berjalan dengan baik. Kedua, partisipasi dan kemampuan petani garam yang semakin menurun karena telah memasuki usia senja. Ketiga, kebijakan pemerintah yang berdampak pada menurunnya aktivitas produksi dan distribusi garam. Keempat, terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman.
Strategi Nafkah Komunitas Petani Garam dalam Menghadapi Variabilitas Iklim di Gampong Cebrek Kabupaten Pidie: Livelihood Strategies of the Salt Farmer Community in Facing Climate Variability in Cebrek Village, Pidie Regency Ibnu Phonna Nurdin; Khairulyadi Khairulyadi; Cut Lusi Chairunnisak; Dara Fatia
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i3.3374

Abstract

Climate variability in coastal regions presents significant challenges for salt farmer communities in their daily activities. This article aims to describe the impact of climate variability on salt farmer communities, as well as the livelihood strategy patterns they adopt in response to this variability. The study was conducted in Gampong Cebrek, Simpang Tiga Subdistrict, Pidie District, using qualitative methods. Data were collected through in-depth interviews and observations of specifically chosen salt farming communities. The findings indicate that these communities face difficult situations due to climate variability, including issues like flooding of fields during the rainy season, salt production difficulties, and vulnerable settlements. Adaptations include storing salt production soil in huts, raising the floor levels of homes and salt huts, and cleaning water channels. These challenges have led farmers to adopt strategies such as land intensification and extensification, livelihood diversification, and migration. Although these strategies are effective, migration, in particular, has negative impacts like the loss of future generations of salt farmers. Therefore, government support is needed to help salt farmer communities face the challenges of climate variability. AbstrakVariabilitas iklim di wilayah pesisir menyajikan tantangan signifikan bagi komunitas petani garam dalam menjalankan aktivitas harian mereka. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait paparan variabilitas iklim pada komunitas petani garam serta pola strategi nafkah petani garam dalam menghadapi variabilitas iklim tersebut. Studi ini dilakukan di Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi pada komunitas petani garam yang dipilih secara purposive. Temuan menunjukkan bahwa komunitas ini menghadapi situasi sulit akibat variabilitas iklim, dengan masalah seperti banjir di lahan saat musim hujan, kesulitan produksi garam, dan pemukiman yang rentan. Adaptasi yang dilakukan termasuk penyimpanan tanah produksi di pondok, peninggian lantai rumah dan pondok garam, serta pembersihan saluran air. Permasalahan ini mendorong petani mengembangkan strategi adaptasi, termasuk intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, diversifikasi nafkah, dan migrasi. Meskipun strategi ini efektif, migrasi menimbulkan dampak negatif berupa hilangnya regenerasi petani garam. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah untuk membantu komunitas petani garam menghadapi tantangan variabilitas iklim.
Keterlekatan Struktural dalam Kewirausahaan Sosial di BUMG Tanjong Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Hafidz, Muhammad; Zulfan, Zulfan; Nurdin, Ibnu Phonna
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 13 No 1 (2024): Social Relation and Change
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v13i1.45144

Abstract

Konsistensi pengelolaan dana yang optimal dibutuhkan agar pendapatan usaha BUMG (Badan Usaha Milik Gampong) Tanjong Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar khususnya usaha pabrik batako menjadi maksimal. Hal ini diwujudkan dalam bentuk kewirausahaan sosial pada pengelolaan pabrik batako. Kewirausahaan sosial yang terbentuk dipengaruhi oleh keterlekatan struktural. Penelitian ini menganalisis bentuk keterlekatan struktural yang terjalin di Gampong Tanjong, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data tentang pengelolaan dana desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk keterlekatan struktural yang memperkuat pelaksanaan kewirausahaan sosial di pabrik batako yaitu: 1. Partisipasi, 2. Kepercayaan, 3. Kesepakatan, dan 4. Keberlanjutan. Partisipasi masyarakat cukup tinggi dalam keterlibatan mereka pada struktur usaha pabrik batako. Hal ini didasari atas adanya kepercayaan antar anggota BUMG Tanjong dan transparansi dalam pengelolaan BUMG sehingga terdapat kesepakatan dalam menjalankan aturan main. Terakhir, riset ini optimis pada keberlanjutan usaha pabrik batako di bawah BUMG Tanjong karena didukung oleh keterlekatan struktural dan modal sosial para anggota. Kata Kunci: BUMG, Keterlekatan Struktural, Kewirausahaan Sosial, Keberlanjutan Usaha Abstract A consistency of optimal fund management is needed so that the business income of BUMG (Badan Usaha Milik Gampong) Tanjong Lhoknga District, Aceh Besar Regency, especially the brick factory business, is maximized. This is realized in the form of social entrepreneurship in the management of brick factories. Structural embeddedness influences social entrepreneurship. This study analyzes the form of structural embeddedness in Gampong Tanjong, Lhoknga District, and Aceh Besar Regency. The research method used was descriptive qualitative through observation, interviews, and document analysis to collect data on village fund management. The results showed that there are several forms of structural embeddedness that strengthen the implementation of social entrepreneurship in brick factories, namely: 1. Participation, 2. Trust, 3. Agreement, and 4. Sustainability. Community participation in brick factory business structures is quite high. This is based on the trust between members of BUMG Tanjong and transparency in BUMG management, so that there is an agreement in carrying out the ground rules. Finally, this research is optimistic about the sustainability of the brick factory business under BUMG Tanjong, as it is supported by the structural embeddedness and social capital of its members. Keywords: BUMG, structural embeddedness, social entrepreneurship, business sustainability
Pemenuhan Aksesibilitas Jalur Pejalan Kaki Bagi Penyandang Disabilitas Di Kawasan Pusat Kota Banda Aceh Rizkiya, Putra; Nadhifa, Zula; Caisarina, Irin; Nurdin, Ibnu Phonna
Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Vol. 9 No. 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsds.v9i2.13085

Abstract

City development must accommodate the needs of people with disabilities. One of the rights of persons with disabilities is the accessibility right. Banda Aceh is one of the cities that strives to implement inclusive city principles in Indonesia. The Banda Aceh city center area is one of the strategic areas in the city, attracting high mobility. However, the city center area is not yet friendly for people with disabilities. This study aims to determine the fulfillment of pedestrian accessibility for people with disabilities in the CBD and Heritage City of Banda Aceh. The method used is descriptive analysis using quantitative and qualitative data. Primary data was collected through observation, questionnaires, and interviews. The results showed that the overall condition of pedestrian accessibility was not suitable. Only two of the 25 road segments are classified as less suitable. In comparison, the condition of the other segments is classified as unsuitable. The unmet accessibility needs of people with disabilities in the city center area cause groups of people with disabilities to find it difficult to use the already available facilities and are hampered in mobilizing independently. The difficult accessibility is a physical barrier that can cause spatial exclusion. Spatial exclusion makes it difficult for people with disabilities to participate in public spaces in the city center of Banda Aceh.Pembangunan kota harus ramah terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Salah satu hak penyandang disabilitas adalah hak aksesibilitas. Banda Aceh menjadi salah satu kota yang berupaya dalam menerapkan prinsip kota inklusif di Indonesia. Kawasan pusat kota Banda Aceh merupakan salah satu kawasan strategis di Kota Banda Aceh sehingga menarik mobilitas yang tinggi. Namun, kawasan pusat kota belum ramah bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan aksesibilitas jalur pejalan kaki bagi penyandang disabilitas di Kawasan CBD dan Kota Pusaka Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesesuaian aksesibilitas jalur pejalan kaki secara keseluruhan tidak sesuai. Hanya dua dari 25 ruas jalan yang terklasifikasi kurang sesuai. Sedangkan kondisi segmen lainnya terklasifikasi tidak sesuai. Tidak terpenuhinya kebutuhan aksesibilitas penyandang disabilitas di kawasan pusat kota menyebabkan kelompok penyandang disabilitas sulit menggunakan fasilitas yang telah tersedia dan terhambat dalam melakukan mobilisasi secara mandiri. Hal ini merupakan bentuk hambatan fisik yang bisa menyebabkan eksklusi spasial. Eksklusi spasial membuat penyandang disabilitas sulit berpartisipasi dalam ruang publik di pusat Kota Banda Aceh.  
Rasionalitas Masyarakat Berbelanja Secara Konvensional di Era E-Commerce Nurdin, Ibnu Phonna; Fajarni, Suci; Yulianda, Riki; Asri, Muh
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 4 No. 1 (2024): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v4i1.343

Abstract

The existence of E-Commerce does not make people the main market for shopping. There are some major shopping problems with the E-Commerce system. This article aims to describe the rationality of people preferring conventional shopping over E-Commerce. This article is the result of field research carried out in Banda Aceh City. Research approach using qualitative methods. The research subjects are 10 informants, and data acquisition is produced through in-depth interviews and observations with conventional buyers selected through purposive techniques. Data analysis techniques in this study are: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that there are several forms of rationality why people do not shop in e-commerce, namely: products received do not match orders, high risk of buying electronic products in E-Commerce, delayed delivery of ordered goods, avoiding online fraud, and promotions that are bound to e-commerce. Therefore, the advantage that conventional markets have becomes the capital for their existence during the e-commerce market.
Keterlibatan Masyarakat Terhadap Program Jemput Bola Di Gampong Lampulo Hasrul Nizam; Bukhari; Phonna Nurdin, Ibnu
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 7 (2024): Juli 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr756

Abstract

Program Jemput Bola di Gampong Lampulo merupakan salah satu pelaksanaan program yang membantu masyarakat gampong dalam kemudahan pengurusan administrasi. Program ini dijalankan diprakarsai oleh Dinas Kependudukan dan Registrasi Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Aparatur Gampong Lampulo. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji peran Dinas Kependudukan dan Registrasi Kota Banda Aceh menciptakan partisipasi pada masyarakat Gampong Lampulo dan mengetahui keterlibatan masyarakat gampong dalam mengikuti kegiatan program jemput bola.  Penelitian ini dianalisa dengan menggunakan teori AGIL yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Penelitian ini berlokasi di Gampong Lampulo. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini memiliki jumlah informan 6 orang. Teknik analisa yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat 4 komponen AGIL yang terbentuk di lokasi penelitian yaitu : 1. Adaptation, Disdukcapil Kota Banda Aceh dan Aparatur Gampong Lampulo saling beradaptasi mulai dari penentuan jadwal pelaksanaan serta pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, 2. Goal Attainment, tujuan yang dituju bagi Dinas Kependudukan dan Registrasi Kota Banda Aceh dan Aparatur Gampong Lampulo memiliki kesamaan tujuan yaitu memudahkan proses administrasi bagi masyarakat, 3. Integration, diwujudkan dalam komunikasi dan konsolidasi Dinas Kependudukan dan Registrasi Kota Banda Aceh beserta Aparatur Gampong Lampulo yang solid. Selanjutnya, 4. Latent Maintenance, adanya komunikasi yang masih berlangsung antara Disdukcapil Kota Banda Aceh, Aparatur Gampong Lampulo, dan masyarakat Gampong Lampulo secara berkelanjutan.
Strategy Living Miners Sand Dusun Citerate, Ujung Genteng Village, Sukabumi, West Java Hidayati, Hilda Nurul; Nurdin, Ibnu Phonna; Budiandrian, Bayu
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 3 (2015): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.563 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v3i3.10642

Abstract

Keberadaan sumber daya alam di daerah tersebut untuk memberikan keputusan bagi orang-orang untukmenggunakannya sebagai sebuah bisnis. Selain itu, jika ditemukan bahwa mata pencaharian utama tidak cukupuntuk kebutuhan sehari-hari, sehingga hal itu dilakukan memanfaatkan sumber daya yang ada. Situasi ini jugaterjadi di lokasi studi lapangan yang ada di Desa Ujung Genteng Ciracap Kabupaten Sukabumi tepatnyadi Dusun Citerate. Berdasarkan keadaan sumber daya yang telah dijelaskan, penelitian ini bertujuan untukmenganalisis bentuk strategi penghidupan yang diadopsi oleh masyarakat, stratifikasi sosial terbentuk sebagaihasil dari strategi mata pencaharian, dan strategi untuk bertahan hidup atau ketahanan sebagai hasil dariperubahan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulaninformasi dilakukan dengan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat setempat. Studi ini menunjukkanbahwa bentuk strategi mata pencaharian yang dilakukan adalah diversifikasi dan migrasi (Scoones 1998).Strategi penghidupan stratifikasi sosial yang akhirnya membentuk lapisan atas pasir ditempati oleh penambangyang memiliki area seluas 2 hektar, lapisan tengah ditempati oleh lahan tambang pasir tidak terlalu lebardan terletak di sebelah rumah, sedangkan lapisan bawah pasir ditempati oleh pekerja. Ketahanan diambilketika perubahan lingkungan yang membuat variasi dan bergerak (migrasi) (Chambers dan Conway 1991).Kata kunci: ketahanan, migrasi, strategi penghidupan, stratifikasi sosial, Ujung Genteng desa
Optimalisasi Potensi Gen Z Di Pedesaan Dalam Mengikuti Seleksi CPNS 2024 Ibnu Phonna Nurdin; Dara Fatia; Annisah Putri; Uswatun Nisa; Saleh Sjafei; Riki Yulianda; Devi Intan Chadijah; Rachmat Tullah; Moh. Asri; Susvia Delta Kusdiane; Fasih Vidiastuti Sholihah
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v5i1.150

Abstract

The narrowing of the workplace is one of the reasons for the high unemployment rate in Indonesia. This unemployment is also experienced by Generation Z, who are in the territory of Indonesia in general and the province of Aceh in particular. Therefore, it takes skills and skills for Generation Z to get a job. In addition to being an alternative job, being a civilian apparatus of the state also helps the government to realize the golden generation in 2045 because who will be the PNS at that time many are from Generation Z. There are 3 main activities given during this training: provision of choosing the right formation and instance, provisioning provisions for passing grade CPNS approval, and provision filling answers at the time of the CAT test. These three main activities are the core activities that are mandatory, followed by Generation Z as an initial step for implementing the CPNS test in 2024. The results of this dedication demonstrate that the participants understand the material given. The hope of this activity is that the participants can pass the CPNS test in 2024. 
Sosialisasi Pemilu 2024 Melalui Podcast kepada Gen Z Fadlan Barakah; Ajirna Ajirna; Cut Lusi Chairun Nisak; Ibnu Phonna Nurdin; Dara Fatia; Uswatun Nisa; Annisah Putri; Bukhari Bukhari
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i2.709

Abstract

Salah satu tantangan Pemilu 2024, adalah mendorong partisipasi generasi muda, khususnya Gen Z sebagai pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya. Pendidikan politik menjadi sebuah keharusan, dengan fokus pada sosialisasi untuk mendorong partisipasi aktif mereka pada Pemilu 2024. Tujuan kegiatan pengabdian ini tersedianya konten sosial media untuk Gen Z agar proaktif terhadap isu-isu sosial politik dan mendorong partisipasi aktif dalam pemilu 2024 bagi generasi muda di Aceh. Lazimnya, sosialiasi atau pendidikan politik menggunakan metode ceramah dan diskusi, namun dalam pengbdian ini sosialisasi memanfaatkan podcast dan youtube sebagai media sosialisi. Dipilihnya podcast sebagai model sosialiasi didasarkan pada profil dan kedekatan Gen Z dengan teknologi dan sosial media. Pendekatan ini bertujuan untuk memudahkan aksesibilitas bagi Gen Z, dan efektivitas komunikasi. Sosialisasi melalui podcast ini bukan hanya sekedar penyampaian informasi, namun juga merupakan bentuk pendidikan dan peningkatan kesadaran politik bagi generasi muda, khususnya Gen Z sebagai pemilih pemula. Pengabdian ini dilakukan pada bulan Mei 2023, tahapan pertama yang dilakukan adalah persiapan, dengan cara berdiskusi dengan dengan beberapa rekan dosen FISIP USK tentang tema Gen Z dan Pemilu 2024. Tahapa kedua, adalah pelaksanan podcast, dan tahapan terakhir berupa finalisasi dengan meupload konten podcast ke youtube Sagoe TV. Hasil dari pengabdian ini adalah tersedianya konten media sosial di youtube, berupa sosialisasi pemilu kepada Gen Z untuk berpatisipasi aktif, khususnya bagi generasi muda Aceh.
Co-Authors . Zulfan Adli Ahmady, Iqbal Ajirna Ajirna Akmal, Fitria Al Zuhri Al Zuhri Alfianita Alfikia Andrina, Hanifaturrahmi Anggun Permata Sari Annisah Putri Annisah Putri Ardi Gustri Purbata ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arifah, Zahra Asri, Moh. Asri, Muh Bari, Salsabila Unaya Bayu Budiandrian, Bayu Bukhari Bukhari Bukhari Bukhari Bukhari Bukhari Yusuf Cut Reski Salma Daniel Happy Putra Deddy Satria M Devi Intan Chadijah ELLY SUSANTI Fadlan Barakah Fasih Vidiastuti Sholihah Fathiya Rahma Fatia, Dara Firdaus Mirza Nusuary Fitri, Mutiara gusti handayani, gusti Hanim , Zakiratul Hasrul Nizam Hayatun Nufus Hilda Nurul Hidayati, Hilda Nurul Irin Caisarina Kartina, Lilis Kembaren, Bella Billiant J Ananta Keumalawati, Cut Khairul Maulidi Khairulyadi Khairulyadi Khairulyadi Khairulyadi Khairulyadi Khairun Nisa Kusdiane, Susvia Delta Lala M Kolopaking Lestari, Iga Liza Ikhsana M Raka Siwi Maghfirah, Rizfa Masrizal Masrizal Mastura, Gita Miska Raihani, Wilda Moh. Asri Muh. Asri, Muh. Muhammad Alfi Raihansyah Muhammad Hafidz, Muhammad Munandar Munis, Alfian Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim, Mustaqim Nabila, Raysa Zilva Nadhifa, Zula Nailul Authar Ms Najwa Rusydi NB, Mudzakkar Nisak, Cut Lusi Chairun Noviani Nurul Fajri Nurul Fajri Nuryati Salama Nusuary, Firdaus Mirza putri yani, putri Putri, Annisah Putri, Putri Ulfia Putri, Rianti R. A. Alivia Yuningrum Rachmat Tullah Rahayu, Nessa Rahmat Mubaraq Rahmi, Reysa Dwi Riki Yulianda Risky, Aulia Rizkiya, Putra Rusnawati Rusnawati, Rusnawati Saharuddin . Saleh Sjafei Sevtia Husna Anggreini Sholihah, Fasih Vidiastuti Simanjuntak, Asnika Putri Sjafei, Saleh Sofia Tunnida Solly Aryza Sriminarti Suci Fajarni Susvia Delta Kusdiane Syafira Aulia Rangganis Tullah, Rachmat Ulfa Khairina Uswatun Nisa Uswatun Nisa, Uswatun Vini Aora Wardatul Jannah, Wardatul Wilda Miska Raihani Wilda Rahmi Yulianda, Riki Zulhamid Ridho Zulkarnain