Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Steam pada Proses Penyeduhan Daun Teh di Unit Extract Tank PT. XYZ Tanjung Morawa Dimas Frananta Simatupang; Ratna Kristina Tarigan; Soherawati Rospa Ginting
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 6 (2021): JPTI - Juni 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.51

Abstract

Daun teh yang merupakan bagian penting dari tanaman teh dapat diolah menjadi minuman teh dalam kemasan yang menjadi produk utama PT. XYZ Tanjung Morawa. Kunci keberhasilan pada produksi minuman teh dalam kemasan adalah penyeduhan daun teh yang menggunakan air panas bersuhu 90-95 ºC dimana air dipanaskan menggunakan steam di unit extract tank dengan bantuan alat plate heat exchanger. Penentuan banyaknya steam dalam proses penyeduhan daun teh diperlukan untuk menghitung nilai panas yang dilepas ke lingkungan atau yang diserap oleh daun teh selama proses penyeduhan daun teh di unit extract tank sebagai data tambahan dan informasi pendukung pabrik. Dalam penelitian ini dilakukan analisa kebutuhan steam pada proses penyeduhan daun teh dengan mengumpulkan data sekunder yang langsung diperoleh dari pabrik dan menghitung jumlah panas dari komponen bahan dengan stoikiometri dan konsep panas untuk menentukan kebutuhan steam. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa dengan rata-rata suhu air panas dengan laju air sebesar 5500 L/jam maka jumlah panas yang dibutuhkan sebanyak 1.454.700,012 Kkal/jam dan steam yang dibutuhkan sebanyak 3840,6481 Kg/jam dalam proses penyeduhan daun teh sebanyak 40-50 Kg
Perhitungan Kebutuhan Steam Pada Proses Pemisahan Minyak Pada Sludge Separator di Stasiun Klarifikasi Pabrik Kelapa Sawit PT. XYZ Ratna Kristina Tarigan
JURNAL VOKASI TEKNIK Vol 1 No 01 (2023): JURNAL VOKASI TEKNIK (JUVOTEK)
Publisher : CV MEDAN TEKNO SOLUSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sludge separator adalah alat yang digunakan pada proses pemisahan minyak dari sludge dengan penambahan air panas sebagai pengencer yang digunakan dalam proses pemisahan minyak dari sludge. Air disuplai ke dalam hot water tank lalu steam disuplai dengan temperatur 100 ⁰C dan tekanan 1,01 Bar untuk memanaskan air sehingga diharapkan temperatur air 90-95⁰C. Pada sludge separator diumpankan sludge yang mengandung lumpur, minyak, serta air yang berasal dari buffer tank dan air panas dari hot water tank yang berfungsi sebagai pengencer, dimana pada sludge separator minyak dipisahkan dari sludge dengan gaya sentrifugal. Setelah terjadi proses pemisahan pada sludge separator, minyak terpisah dari sludge dan dialirkan ke bak penampung minyak dan sludge dikumpulkan ke kolam limbah. Berdasarkan perhitungan neraca massa, diperoleh jumlah air yang digunakan dalam proses pemisahan minyak dalam sludge pada sludge separator adalah 2.502,2501 Kg/Jam. Dari perhitungan kebutuhan steam, diperoleh jumlah steam yang dibutuhkan dalam proses pemisahan minyak dalam sludge pada sludge separator ialah 286,4361283 Kg/Jam.
Perhitungan Neraca Massa pada Sistem Kolom Distilasi dengan Umpan Fatty Acid Ratna Kristina Tarigan; Fernando Nainggolan; Helisa Amanda Sidabutar
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 5 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v5i1.298

Abstract

Distillation is a separation method used to isolate fatty acid components based on differences in their boiling points. This process is carried out using three distillation columns operating under different pressure and temperature conditions. The first column operates at a pressure of 12–14 mbarA and a temperature of 245–246 °C, the second column at 5–6 mbarA and 247–248 °C, and the third column at 14–15 mbarA and 268–270 °C. The main products from the first and second columns are obtained from the middle fraction, namely the fatty acids FA1698 and FA1865. Meanwhile, the third column is used to separate the heavy-end components (C16, C18, C20, and unidentified compounds) from the residue, forming Mixed Acid Oil (MAO). This study focuses on mass balance analysis to determine the mass flow rates and composition of the bottom fraction in each distillation column. The results show that the first column produces a bottom product of 7092.5 kg/h, with stearic acid (65.53%) and palmitic acid (33.19%) as the dominant components. The second column yields 393.25 kg/h, with the major components being stearic acid (55.02%) and palmitic acid (32.37%). The third column produces an MAO residue of 162.25 kg/h, primarily consisting of stearic acid (48.61%) and palmitic acid (28.88%).
Perhitungan Kebutuhan Steam Pada Proses Pemisahan Minyak Pada Sludge Separator di Stasiun Klarifikasi Pabrik Kelapa Sawit PT. XYZ Ratna Kristina Tarigan
JURNAL VOKASI TEKNIK Vol 1 No 01 (2023): APRIL ISSUE | JUVOTEK JURNAL
Publisher : CV MEDAN TEKNO SOLUSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sludge separator is a tool used in the process of separating oil from sludge by adding hot water as a diluent used in the process of separating oil from sludge. Water is supplied to the hot water tank then steam is supplied with a temperature of 100 ⁰C and a pressure of 1.01 Bar to heat the water so that the expected water temperature is 90-95⁰C. In the sludge separator, sludge containing mud, oil, and water is fed from the buffer tank and hot water from the hot water tank which functions as a diluent, where in the sludge separator the oil is separated from the sludge by centrifugal force. After the separation process occurs in the sludge separator, the oil is separated from the sludge and flows into the oil reservoir and the sludge is collected into the waste pond. Based on mass balance calculations, it is obtained that the amount of water used in the process of separating oil in sludge in the sludge separator is 2,502.2501 Kg/hour. From the calculation of steam requirements, it is obtained that the amount of steam required in the process of separating oil in sludge in the sludge separator is 286.4361283 Kg/hour
Aktivitas Inhibisi Biokorosi dari Ekstrak Etanol-Air Daun Sembung Rambat Dimas Frananta Simatupang; Darni Paranita; Ratna Kristina Tarigan; Darry C.S Purba; Donda Donda; Anna Angela Sitinjak
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.121

Abstract

Biokorosi pada baja karbon yang disebabkan oleh aktivitas bakteri Thiobacillus ferrooxidans menjadi permasalahan serius dalam berbagai sektor industri karena dapat mempercepat degradasi logam dan menurunkan umur pakai material. Penggunaan inhibitor alami berbasis tumbuhan menjadi alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan inhibitor sintetis yang bersifat toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas inhibisi biokorosi ekstrak etanol-air daun sembung rambat terhadap baja karbon dalam media yang mengandung T. ferrooxidans. Ekstrak diperoleh menggunakan metode Folch termodifikasi dengan pelarut etanol dan bufer fosfat, kemudian diaplikasikan pada berbagai konsentrasi, yaitu 50–300 ppm. Pengujian dilakukan menggunakan metode imersi selama 24 jam dengan parameter kehilangan massa (weight loss), laju korosi, dan efisiensi inhibisi. Selain itu, efektivitas inhibitor ekstrak etanol-air daun sembung rambat dibandingkan dengan biosida komersial selama waktu imersi 24–120 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak mampu menurunkan kehilangan massa dan laju korosi baja karbon secara signifikan. Konsentrasi optimum diperoleh pada 200 ppm dengan nilai kehilangan massa sebesar 39,69 mg, laju korosi 0,0548 mg/cm²·jam, dan efisiensi inhibisi sebesar 68,21%. Namun, pada konsentrasi di atas 200 ppm terjadi penurunan efektivitas inhibisi akibat ketidakstabilan lapisan adsorpsi inhibitor. Dibandingkan biosida komersial, ekstrak daun sembung rambat menunjukkan efisiensi inhibisi yang lebih rendah, tetapi tetap memiliki kemampuan proteksi yang baik hingga 55,09% pada 120 jam. Dengan demikian, ekstrak etanol-air daun sembung rambat berpotensi dikembangkan sebagai green biocorrosion inhibitor yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.