Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PENADAHAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi Kasus Putusan Pengadilan No.219//Pid.A/2013/PN.TK) Sagita, Laila
JURNAL POENALE Vol 1, No 1: JURNAL POENALE
Publisher : FAKULTAS HUKUM UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak yang berhadapan dengan hukum diberikan perlindungan khusus dan memiliki hak-hak yang harus dipenuhi dalam proses peradilannya. Sebagai contoh kasus, Oka Harliadi Bin Muhadi seorang anak yang masih berusia 16  tahun dan tergolong sebagai anak dibawah umur yang melakukan penadahan atas motor hasil curian. Kasus penadahan dengan pelaku anak ini telah diputus oleh Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjung Karang dengan Nomor 219/Pid.A/2013/PN.TK. Tindak pidana penadahan adalah tindak pidana yang dilakukan sesudah selesai suatu tindak pidana terhadap harta kekayaan, yaitu mengenai barang yang diperoleh dengan jalan kejahatan. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan dan studi lapangan, sedangkan pengolahan data dilakukan dengan metode editing, interpretasi dan sistematisasi. Pertanggungjawaban pidana terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana penadahan terbukti secara sah dan  bersalah karena perbuatannya melanggar Pasal 480 ayat (1) KUHP, dan oleh majelis hakim dijatuhi tindakan berupa menyerahkan terdakwa tersebut kepada Negara untuk mengikuti pendidikan pembinaan dan pelatihan kerja di Lembaga Pemasyarakatan Anak di Kotabumi, Lampung Utara sampai umur dewasa. (18  (delapan belas)  Tahun). Faktor-faktor yang menjadi dasar pertimbangan hakim menjatuhkan pidana terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana penadahan terdiri dari beberapa aspek yaitu tuntutan jaksa, alat bukti, dan hal-hal yang memberatkan serta hal-hal yang  meringankan. Saran dalam penelitian ini yaitu agar dalam penangan kasus anak yang berhadapan dengan hukum dapat diselesaikan dengan cara damai, atau paling tidak dengan hukuman yang seringan-ringannya agar tidak mengganggu psikologis dan perkembangan anak.
ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PENADAHAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NO.219//PID.A/2013/PN.TK) Sagita, Laila
JURNAL POENALE Vol 2, No 3: JURNAL POENALE
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak yang berhadapan dengan hukum diberikan perlindungan khusus dan memiliki hak-hak yang harus dipenuhi dalam proses peradilannya. Sebagai contoh kasus, Oka Harliadi Bin Muhadi seorang anak yang masih berusia 16  tahun dan tergolong sebagai anak dibawah umur yang melakukan penadahan atas motor hasil curian. Kasus penadahan dengan pelaku anak ini telah diputus oleh Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjung Karang dengan Nomor 219/Pid.A/2013/PN.TK. Tindak pidana penadahan adalah tindak pidana yang dilakukan sesudah selesai suatu tindak pidana terhadap harta kekayaan, yaitu mengenai barang yang diperoleh dengan jalan kejahatan. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan dan studi lapangan, sedangkan pengolahan data dilakukan dengan metode editing, interpretasi dan sistematisasi. Pertanggungjawaban pidana terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana penadahan terbukti secara sah dan  bersalah karena perbuatannya melanggar Pasal 480 ayat (1) KUHP, dan oleh majelis hakim dijatuhi tindakan berupa menyerahkan terdakwa tersebut kepada Negara untuk mengikuti pendidikan pembinaan dan pelatihan kerja di Lembaga Pemasyarakatan Anak di Kotabumi, Lampung Utara sampai umur dewasa. (18  (delapan belas)  Tahun). Faktor-faktor yang menjadi dasar pertimbangan hakim menjatuhkan pidana terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana penadahan terdiri dari beberapa aspek yaitu tuntutan jaksa, alat bukti, dan hal-hal yang memberatkan serta hal-hal yang  meringankan. Saran dalam penelitian ini yaitu agar dalam penangan kasus anak yang berhadapan dengan hukum dapat diselesaikan dengan cara damai, atau paling tidak dengan hukuman yang seringan-ringannya agar tidak mengganggu psikologis dan perkembangan anak.
Mengembangkan Keterampilan Literasi dan Berhitung dengan Hidroponik Siswa SMP Negeri 58 Palembang Fitri, Suci; Anggraini, Siti Nashirah; Ismayanti, Meri; Moutia, Nour; Sagita, Laila; Abdillah, Leon A.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/pengabdian.v4i3.3335

Abstract

Kegiatan layanan ini berfokus pada pengembangan keterampilan literasi dan berhitung melalui penerapan teknik hidroponik sebagai metode pembelajaran. Hidroponik, metode bercocok tanam tanpa tanah yang menggunakan larutan nutrisi, menawarkan berbagai manfaat pendidikan yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah. Dengan menggabungkan teori dan praktik hidroponik, siswa tidak hanya belajar tentang pertanian modern tetapi juga mengembangkan keterampilan penting seperti literasi ilmiah dan keterampilan berhitung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penggunaan hidroponik dalam pendidikan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep ilmiah, keterampilan analitis, serta keterampilan membaca dan menulis yang lebih baik. Selain itu, keterlibatan langsung dalam kegiatan hidroponik memberikan pengalaman praktis yang memotivasi siswa untuk belajar dan menerapkan pengetahuan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini mengkaji literatur yang ada dan melibatkan aktivitas lapangan seperti di taman sekolah. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi hidroponik dalam proses pembelajaran memiliki dampak positif yang signifikan terhadap keterampilan literasi dan berhitung siswa. Oleh karena itu, disarankan agar sekolah mempertimbangkan penerapan hidroponik sebagai bagian dari program pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.