Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor Sikap dan Perilaku yang Berhubungan dengan Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarmangu I Banjarnegara Siti, Zulaikhah Thomas; Sahariyani, Menik; H, Prasetyo Bhakti; M, David Akbar; Rani, Mustika
Disease Prevention and Public Health Journal Vol 14, No 1 (2020): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.057 KB) | DOI: 10.12928/dpphj.v14i1.1813

Abstract

Background: Malaria is an infectious disease caused by Plasmodium and transmitted to humans through the bite of infected female Anopheles. Characteristics of a person affecting the pattern of life that can contribute to the occurrence, attitudes and behaviors that is less attention to environmental  related to Anopheles population can contribute to the malaria. In Indonesia, malaria is found in almost all regions. Some provinces are still malaria endemic areas, both low, medium and high. The number of malaria-based illnesses in API in Central Java in 2014 was recorded at 0.05 per 1000 population, and indigenous cases were still found in 5 districts, namely Purworejo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas and Kebumen. Banjarnegara is one of the district in Central Java which is an  endemic area of malaria, the patients as many  247, of that 102 patients in Puskesmas Banjarmangu I,  Banjarmangu. This study aims to related factors attitude and behavior to the malaria. Method: The research was observasional analytic with case control design. The sample  of 34 cases and 34 controls,  with simple random sampling. Attitudes and behaviors were examined using logistic regression. Results: The result of study showed that attitude (p = 0,015; OR = 3,656; 95% CI = 1,292-10,344) and behavior (p = 0,031; OR = 2,962; 95% CI = 1,104-7,942) were significance relationship with malaria. Conclusion: Attitude and behavior related to the malaria in working area of Banjarmangu I, Banjarnegara. The  dominant factors was attitude.
Pengetahuan Kecacingan Menggunakan Media Video Pada Siswa Sekolah Dasar Sahariyani, Menik; Sari, Rita Kartika; Tasyahuri, Syabila Aldiffah
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jkupr.v12i2.14163

Abstract

Helminthiasis in children still occurs in Seren Rembang. Educational video can enhance knowledge and attitudes in order to reduce the morbidity of Helminthiasis.  This study aims to determine the impact of providing Helminthiasis educational video on the level of knowledge and attitude of students at SDN Seren Rembang. Research method is Quasi Experimental using a "pre-post test one group only" design. Total sampling involved 37 students of SDN Seren Rembang. Two questionnaires utilized to measure the knowledge and the attitude. Data analysis using the Paired Sample t-test. Result : Educational video is able to increase the average level of students' knowledge and attitude from 4.43 into 7.75, and from 30.43 into 33.37, respectively. Paired samples t-test is significant for both knowledge (p = 0,000), and attitude (p = 0,002). This study conclude that providing Helminthiasis educational video affect the level of knowledge and attitude of students at SDN Seren Rembang.
ARTIKEL REVIEW: PENGENDALIAN VEKTOR NYAMUK AEDES DENGAN RESISTENSI TERHADAP PIRETROID Rachim, Widiana; Sahariyani, Menik; Nisa, Maritsatun
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i1.1294

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis merupakan daerah ideal untuk perkembangbiakan berbagai jenis nyamuk. Nyamuk mentransmisikan lebih banyak jenis penyakit dibandingkan artropoda yang lain. Keberadaan dan kepadatan populasi Aedes aegypti sering dikaitkan dengan penularan, endemisitas, dan kejadian luar biasa (KLB) penyakit DBD. Pengendalian vektor sebagai usaha menanggulangi DBD telah banyak dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, salah satunya adalah dengan penyemprotan atau pengasapan menggunakan insektisida piretroid. Penggunaan insektisida ini seperti pisau bermata dua, selain dapat mematikan vektor, penggunaan insektisida yang kurang bijak juga dapat menimbulkan masalah lingkungan dan resitensi insektisida. Resistensi insektisida sudah banyak tejadi dan menjadi penyulit pengendalian vektor yang berdampak pada peningkatan jumlah kasus penyakit. Nyamuk Aedes aegypti memiliki kemampuan untuk mengembangkan antibodi terhadap jenis insektisida yang digunakan terus menerus. Maka dari itu perlu dilakukan pengendalian vektor dengan mempertimbangkan ekologi lokal, perilaku spesies target, sumber daya yang tersedia, dan konteks budaya di mana kontrol intervensi dilakukan. Pengendalian vektor dapat kita lakukan dengan cara IVM maupun 3M Plus.