Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN

Peningkatan Kualitas Air Baku dari Sungai Surabaya dengan Proses Biofiltrasi Said, Nusa Idaman; Widayat, Wahyu; Nugroho, Rudi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.337 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v21i1.3284

Abstract

ABSTRACTSurabaya River is a source of raw water for the needs of the community in Surabaya and its surrounding areas, including for industrial and the Surabaya water supply company. Along with the rapid growth of settlements and the development of the industrial sector, the Surabaya River pollution level has increased so that the quality of the water does not meet the quality standards required as raw water for drinking water. The most potential parameter that causes the level of pollution is organic pollutants. The concentration of some water quality parameters including organic pollutants in the Surabaya River has exceeded class I water quality standards based on Government Regulation (PP) No. 82 of 2001, namely for allotment of raw water for drinking water. The purpose of this study was to improve the raw water quality such as parameters of suspended solids (TSS), organic substances, detergents and manganese (Mn) through the application of biofilter technology. The study was conducted by operating a biofilter pilot plant consisting of a lamella-type settling tank and a biofilter reactor filled with wasp-type nesting media. The results showed that the biofilter process used can reduce the concentration of TSS, organic matter, detergents and Mn in raw water. In general, the longer the hydraulic residence time (HRT) in the biofilter pilot plant, the greater the efficiency of removing TSS, organic matter, and detergent in raw water. The experiments results at the conditions of the shortest total HRT of 81 minutes, including HRT of 36 minutes in the settling tank and HRT of 45 minutes in the biofilter reactor, could obtain TSS removal efficiency of 46.92%, 15.97% for organic matter, and 55% for detergent, where the concentration of these parameters meets the quality standards for drinking water.Keywords: biofiltration, HRT, drinking water, water qualityABSTRAKSungai Surabaya merupakan sumber air baku untuk kebutuhan masyarakat di wilayah Surabaya dan sekitarnya, termasuk untuk kebutuhan industri dan air baku PDAM kota Surabaya. Seiring pesatnya pertumbuhan pemukiman dan perkembangan sektor industri, mengakibatkan tingkat pencemaran Sungai Surabaya semakin tinggi sehingga kualitas airnya tidak memenuhi ketentuan baku mutu yang dipersyaratkan sebagai air baku air minum. Parameter yang paling potensial menyebabkan tingkat pencemaran tersebut adalah polutan organik. Konsentrasi beberapa parameter kualitas air termasuk polutan organik di sungai Surabaya telah melebihi baku mutu air kelas I berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 82 tahun 2001, yakni untuk peruntukan air baku air minum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan peningkatan kualitas air baku seperti parameter padatan tersuspensi (TSS), zat organik, deterjen dan mangan (Mn) melalui penerapan teknologi biofilter. Penelitian dilakukan dengan mengoperasikan pilot plant biofilter yang terdiri dari bak pengendap tipe lamella dan reaktor biofilter yang diisi dengan media plastik tipe sarang tawon. Hasil penelitian menujukkan bahwa proses biofilter yang digunakan dapat menurunkan konsentrasi TSS, zat organik, deterjen dan Mn di dalam air baku. Secara umum semakin lama waktu tinggal di dalam pilot plant biofilter, efisiensi penghilangan TSS, zat organik, dan deterjen di dalam air baku semakin besar. Hasil percobaan pada kondisi total waktu tinggal terpendek (total HRT) 81 menit, meliputi HRT di bak pengendap 36 menit dan HRT di reaktor biofilter 45 menit, didapatkan efisensi penghilangan TSS 46,92 %, zat organik 15,97 %, dan deterjen 55 %, dimana konsentrasi parameter-parameter tersebut memenuhi baku mutu untuk air minum.Kata kunci: biofiltrasi, HRT, air minum, kualitas air
PENGHILANGAN AMONIAK DI DALAM AIR BAKU AIR MINUM DENGAN PROSES BIOFILTER TERCELUP MENGGUNAKAN MEDIA PLASTIK SARANG TAWON Said, Nusa Idaman; Tresnawaty, Rina
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.013 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i1.194

Abstract

Masalah air baku air minum di kota-kota besar misalnya Jakarta, Surabaya, dan kota besar lainnya semakin hari kualitasnya semakin menurun. Hal inimengakibatkan semakin mahalnya biaya produksi air baku dan pada kondisitertentu dapat menyebabkan PAM tidak dapat menghasilkan air yang baik.Dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh PAM pada bulan September 2000 terhadap air baku (intake water) di instalasi PAM Cilandak menunjukkan bahwa konsentrasi amoniak bervariasi hingga mencapai sekitar 2,0 mg/l, dimana nilai konsentrasi tersebut telah melampaui ambang batas peruntukkan air baku air minum yakni sebesar 1 mg/l menurut Kep. Gub. KDKI Jakarta No. 582 th 1995.PAM di Indonsia khususnya PAM di DKI Jakarta menggunakan senyawa khlor (gas khlor atau kalsium hipoklorit) yang selain untuk proses desinfeksi juga digunakan untuk menghilangkan senyawa logam Fe, Mn, serta amoniak. Dengan semakin besarnya konsentrasi senyawa amoniak dalam air baku, maka amoniak akan dapat bereaksi dengan khlor menjadi khloramine yang daya desinfeksinya lebih lemah. Hal ini akan mengakibatkan konsumsi khlor akan menjadi lebih besar sehingga biaya operasi menjadi lebih tinggi.Selain itu dengan semakin besarnya konsentrasi senyawa khlor yang digunakan, maka hasil samping yang dihasilkan seperti terbentuknya senyawa trihalometan dan khlorophenol juga semakin besar. Senyawa-senyawa tersebut dapat mengakibatkan penyakit kanker (carcinogen). Oleh karena itu zat pencemar amoniak harus dihilangkan.Untuk mengurangi kadar amoniak di dalam air baku air minum maka air sungai harus diolah terlebih dahulu melalui suatu pengolahan pendahuluan sebelum masuk ke unit pengolahan. Salah satu alternatif yakni menggunakan proses biologis dengan sistem biofilter tercelup yang diisi dengan media penyangga dari bahan plastik tipe sarang tawon.Penelitian dilakukan dengan mengoperasikan secara kontinyu satu reaktor biofilter tercelup menggunakan media palstik tipe sarang tawon dengan, ukuran 210 cm x 30 cm x 59 cm, volume total 371,7 liter.Efisiensi penurunan amoniak berdasarkan variasi waktu tinggal hidrolis 1-3 jam berkisar antara 48,74 % - 73.59 %. Pada pengolahan dengan pengkondisian waktu tinggal hidrolis 1 jam efisiensi penurunan sebesar 48.74%, untuk waktu tinggal 2 jam menunjukkan efisiensi sebesar 67.98 %, untuk waktu tinggal 3 jam efisiensi sebesar 73,59 %.Dari hasil percobaan di dapatkan persaman hubungan antara beban amoniak dengan efisiensi penghilangan amoniak yang ditunjukkan dengan persamaan :Y= -57,896 X + 79,859 di mana Y adalah efisiensi penghilangan amoniak (%), dan X adalah beban amoniak yang dinyatakan dalam gram amoniak/m2 media per hari, dengan nilai R (regresi) dengan harga R2 = 0,7486. Dari hasil tersebut terlihat bahwa dengan beban amoniak sebesar 0,1–0,7 gr/m2.hari di dapatkan efisiensi penghilangan amoniak antara 40 – 75 %.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT DENGAN PROSES BIOLOGIS BIAKAN MELEKAT MENGGUNAKAN MEDIA PALSTIK SARANG TAWON Said, Nusa Idaman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.646 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i3.217

Abstract

Masalah yang sering muncul dalam hal pengelolaan limbah rumah sakit khususnya untuk rumah sakit tipe kecil dan menengah adalah terbatasnya dana yang ada untuk membangun fasilitas pengolahan limbah serta biaya operasionalnya. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dikembangkan teknologi pengolahan air limbah rumah sakit yang murah, operasionalnya mudah serta hemat energi. Salah satu cara pengolahan air limbah rumah sakit yang murah, sederhana dan hemat energi adalah proses pengolahan dengan proses biofilter anaerob-aerob tercelup menggunakan media sarang tawon. Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji performance pengolahan air limbah rumah sakit dengan proses kombinasi biofilter tercelup anaerob dan aerob menggunakan media plastik tipe sarang tawon. Pengolahan limbah rumah sakit dengan proses biofilter tercelup menggunakan media sarang tawon cukup tahan terhadap fluktuasi debit dan konsentrasi, terlihatdari tetap tingginya angka penyisihan COD, BOD, TSS, ammonia, dan deterjen. Total efisiensi penghilangan beberapa parameter polutan selama percobaan yakni untuk COD 87,0 – 98,6 %; BOD5 93,4 – 99,3 %; Total padatan tersuspensi (TSS) 80,0 – 97,8 %; Ammonia 93,75 – 98,2 % ; dan Deterjen (MBAS) 95,8 – 99,7%.
PROSES “AERASI KONTAK” MENGGUNAKAN MEDIA ARANG KAYU UNTUK MENGURANGI DETERJEN DALAM AIR BAKU Said, Nusa Idaman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.781 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v5i2.304

Abstract

Along with the increase of population and industries in Indonesia especially in DKI Jakarta, the river’s water quality for raw water supply for drinking water treatment is decreasing. And society’s growing concern towards sanitation prompted an increase in the usage of detergents as a cleaning item. In effect, waste excerted by these items contributes to that decrease.This decrease in river’s water quality has increase the expense needed to process drinking water out of it. At this time, PAM (Drinking Water Enterprise) use Active Carbon Powder to remove the detergents from raw water by the adsorption method. The Active Carbon Powder is the main reason behind the increase expense as the powder is quite expensive.To counter the problem, an alternative method is a biological process such as an Aeration Contact using a charcoal as a medium. The process utilizes microbe activities within the river’s water itself. Previous experiments resulted in this : A process with a hydraulic retention time of six hours result in a 90,95 % efficiency rate of detergents removal and a 72,22 % efficiency rate of other organic substance removal.
PEMASYARAKATAN UNIT PENGOLAHAN AIR SIAP MINUM SKALA INDUSTRI KECIL Said, Nusa Idaman; Widayat, Wahyu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.571 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.186

Abstract

Berdasarkan data ststistik 1995, prosentasi banyaknya rumah tangga dan sumber air minum yang digunakan di berbagai daerah di Indonesia sangat bervariasi tergantung dari kondisi geografisnya. Secara nasional yakni sebagai berikut : Yang menggunakan air leding 16,08 %, air tanah dengan memakai pompa 11,61 %, air sumur (perigi) 49,92 %, mata air (air sumber) 13,92 %, air sungai 4,91 %, air hujan 2,62 % dan lainnya 0,80 %. Permasalahan yang timbul yakni sering dijumpai bahwa kulaitas air tanah maupun air sungai yang digunakan masyarakat kurang memenuhi syarat sebagai air minum yang sehat bahkan di beberapa tempat bahkan tidak layak untuk diminum. Air yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tersebut tidak layak untuk diminum. Untuk daerah kawasan pemukiman yang telah dibangun di daerah yang kualitas air tanahnya buruk, serta belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM setempat maka masyarakat terpaksa memenuhi kebutuhan air minum mereka dengan cara membeli air minum kemasan dengan harga yang mahal. Untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satu alternatif yakni dengan cara mengolah air tanah atau air sumur sehingga didapatkan air siap minum dengan kualitas yang memenuhi syarat kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, yakni dengan caramengembangkan dan memasyarakatkan paket teknologi untuk mengolah air sumur atau air PAM menjadi air yang dapat langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu. Unit alat tersebut terdiri dari antara lain : pompa air baku, filter bertekanan, filter mangan zeolit, filter karbon aktif, cartridge filter, sterilisator ultra violet dan ozon generator. Tujuan dari kegiatan ini adalah memasyarakatkan teknologi pengolahan air siap minum yakni air yang dapat langsung diminum tanpa dimasak untuk skala industri kecil (kapasitas 10.000 - 20.000 liter per hari air siap minum) yang hasilnya dapat dijual kepada masyarakat dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan apabila membeli air minum kemasan. Sasaran kegiatan ini adalah membagun satu percontohan unit pengolahan air siap minum di dalam suatu kawasan pemukimnan yang rawan air bersih yang dapat dikelola oleh koperasi atau unit usaha setempat dan hasilnya dapat dijual kepada masyarakat setempat dengan harga yang lebih murah. Diharapkan hasil penjualan dari air tersebut dapat memberikan peluang usaha dan dapat digulirkan ke tempat lain.
MASALAH PENCEMARAN AIR DI JAKARTA, SUMBER DAN ALTERNATIF PENANGGULANGANNYA Yudo, Satmoko; Said, Nusa Idaman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.085 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.214

Abstract

Water pollution in big cities, especially in Jakarta has become a serious problem. One of the potential reasons is home wastewater, which comes from the kitchen, bathroom, washing waste or human feaces. Limited facility for processing wastewater in the cities and bad sanitation system right now has quickens the process of water pollution, especially river and shallowunderground water pollutions. For example, general septic tank system used by the people is the one, which does not fulfill technical terms. As the land become narrow, the reservoir system is not proper anymore, because wastewater penetrated through the earth still contains high concentrated pollutant. Bacteriological pollution in shallow underground water also can be potentially caused by bad human feaces waste. As the slow development of centrally processing system of home/city wastewater is a problem, the individual process home waste water (On Site Treatment) is a new way to solve it.
Kondisi Kualitas Air Sungai Surabaya Studi Kasus: Peningkatan Kualitas Air Baku PDAM Surabaya Yudo, Satmoko; Said, Nusa Idaman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.277 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v20i1.2547

Abstract

ABSTRACTThe disposal of domestic and industrial waste to Surabaya river continues to increase, resulting in worse physical condition and severe pollution. The existence of Surabaya river is very important for the sustainability of the economy and the survival of society, industry, and commerce around the riverbank. In addition, Surabaya River becomes the raw water source of PDAM Surabaya and more than 3 million consumers of Surabaya PDAM depend on the water quality condition of Surabaya River. The purpose of this activity is to know the current condition of Surabaya River’s water quality and to determine the technology that can improve the water quality of PDAM. The conclusion that can be drawn from the water quality condition of Surabaya River is the high concentration of organic matter pollutants. Moreover, it is increasing in the dry season. With the increasingly poor quality of raw water coming from Surabaya river, consequently, the cost of processing will become more expensive. Therefore, conventional processing is not able to eliminate the pollutant compounds. One alternative technology to improve the quality of raw water is to apply a pretreatment process with the process biological by using biofilter technology. Keywords: water quality in Surabaya River, Surabaya Municipal Waterworks (PDAM), Biofilter technology ABSTRAKPembuangan limbah domestik dan industri di sepanjang Kali Surabaya terus meningkat, mengakibatkan kondisi fisik sungai semakin memburuk dan mengalami pencemaran semakin berat. Keberadaan kali Surabaya sangat penting bagi keberlangsungan perekonomian dan kelangsungan hidup bagi masyarakat, industri, dan niaga di sekitar bantaran kali. Selain itu Kali Surabaya menjadi sumber air baku PDAM Surabaya dan lebih dari tiga juta konsumen PDAM Surabaya bergantung pada kondisi kualitas air Kali Surabaya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui kondisi kualitas air Kali Surabaya dan menentukan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas air baku PDAM. Kesimpulan yang dapat diambil dari kondisi kualitas air Kali Surabaya adalah tingginya konsentrasi polutan zat organik yang semakin meningkat pada musim kemarau. Dengan semakin buruknya kualitas air baku yang berasal dari Kali Surabaya, akibatnya biaya pengolahan akan menjadi semakin mahal dan pengolahan secara konvesional tidak mampu menghilangkan senyawa polutan tersebut Salah satu teknologi alternatif untuk meningkatkan kualitas air baku PDAM adalah dengan menerapkan proses pengolahan awal (pretreatment) dengan proses biologis menggunakan teknologi biofilter. Kata kunci: kualitas air Kali Surabaya, PDAM Surabaya, Teknologi Biofilter 
PENGHILANGAN DETERJEN DAN SENYAWA ORGANIK DALAM AIR BAKU AIR MINUM DENGAN PROSES BIOFILTER UNGUN TETAP TERCELUP Said, Nusa Idaman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.134 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v7i1.370

Abstract

According to PDAM survey in Jakarta, Surabaya and other cities, surfacewater resources didn’t meet standard quality anymore for raw drinking water.Synthetic detergents, mostly anionic detergents have been widely used inIndonesia over past three decades, similar to its use in other developing countries, and residuals from such use have entered the country's riverine and estuarine systems. Detergent and other organic substance problems have become more seriuos especially in urban areas where the spread of sewerage systems are still low. According to this reason, it is important to develop low-cost technology to solve this problem such as developing biological treatment for removing detergents and organics.The present study describes the removal detergents and organic matter inriver water using submerged fixed bed biofilter with honeycomb tube plastic media. The experiments were operated by submerged fixed bed biofilter reactor using honeycomb plastic media continuously with size 21 cm x 30 cm x 59 cm, the total volume 372 litters. Results of experiments showed that using this method the removal efficiency of organic matter were affected by hydraulic retention time in reactor. The best conditions are achieved in aerobic tretment (Hydrolic retention time 4 hours) with the removal efficiency were 68,702% for organic materials,and 71,85% for detergent respectively.
TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN PROSES BIOFILM TERCELUP Said, Nusa Idaman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.907 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i2.169

Abstract

Water pollution in the big cities in Indonesia has shown serious problems. One of the potential sources of water pollution is domestic wastewater that is wastewater from kitchens, laundry, bathing and toilets. These problems have become more serious since the spreads of sewerage systems are still low, so that domestic, institutional and commercial wastewater cause severe water pollution in many rivers or water body. This paper describes alternative technology for treatment of wastewater or organic wastewater using submerged biofilter. Using anaerobic and aerobic submerged biofilter within total one day residence time can decrease BOD, COD and Suspended Solids (SS) concentration more than 90 %.
PERBAIKAN KUALITAS AIR BAKU PERUSAHAAN AIR MINUM (PAM) DENGAN BIOFILTRASI Nugroho, Rudi; Said, Nusa Idaman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.92 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i2.1244

Abstract

A study to improve the raw water quality at Taman Kota Drinking Water Company was conducted by using pilot plant of biofiltration system. The pilot plant was run by pumpingthe raw water from river to the reactor continuously with various Hydraulic Retention Time. Samples of raw water and treated water were taken daily and analyzed for pH,Total Suspended Solid (TSS), Organic matter, Ammonia nitrogen and Detergent (MBAS). The results showed that performance of biofiltration system decreaed due to shortening Hydraulic Retention Times (HRT). The longer HRT caused bigger volume of biofiltration tank. Therefore, this study suggests that the optimum Hydraulics retention time is 1 hr. In this HRT, the treated water quality were 7.2 for pH, 40 mg/l for TSS, 10,7 mg/l for organic matter, 0.35 mg/l for ammonia nitrogen and 0.1 mg/l for MBAS. These resultscomply with the Regulation No. 582 year 1995 for raw drinking water quality (class B).