Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PELATIHAN PRODUKSI JAHE INSTAN IBU-IBU DI RT. 12 - RW. 03 KELURAHAN MULYOREJO KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG Koesmarijanto; Hudiono; Nugroho Suharto; Aad Hariyadi
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v7i1.32

Abstract

Ginger is a type of spice that is widely used traditionally as a medicine. The content of essential oils and oleoresin in ginger has antibacterial activity. Today many foods and drinks are offered as supplement products that can improve body health if consumed. Health drinks are drinks that contain elements of nutrients or non-nutrients and if consumed can have a positive influence on body health. Health drinks as one of the products that are well known to the public, are often found on the market with various brands and forms, such as liquid, instant powder or tablets. This activity aims to provide alternative skills for PKK RT mothers. 12 - RW. 03 Mulyorejo Village, Sukun District, Malang City, can develop entrepreneurship in products made from ginger. Each participant of this activity knows how to use ginger for making instant drinks and brings the results of training in the form of instant ginger. The community service activities that have been carried out have provided many benefits, especially adding broader insights in understanding the concept of food business development, especially in the use of ginger and applying the theory of extraction and crystallization in the manufacture of instant drinks. This community service activity can be used as a new opportunity to develop entrepreneurship..
Kepuasan Jamaah Masjid Haji Agus Salim Terhadap Sound Sistem Yang Terpasang Azam Muzakhim Imammudin; Farida Arinie Soelistianto; Waluyo; Hudiono; Koesmarijanto
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v8i1.68

Abstract

Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, dengan jumlah 264 juta penduduk yang tersebar di berbagai pulau. Dengan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama muslim maka jumlah tempat peribadatan atau masjid jumlahnya sebanding dengan penduduknya. Saat ini terdapat sekitar 250 ribu masjid dan 550 ribu mushala. Namun dari jumlah tersebut tercatat ribuan masjid masih mempunyai peralatan dan penataan sistem tata suara yang buruk. Masjid Haji Agus Salim yang ada di jalan piranha atas kota malang termasuk dalam kategori mempunyai kualitas suara yang buruk. Pada pengabdian ini diusulkan pelatihan penataan dan instalasi sistem tata suara di Masjid Haji Agus Salim kota malang. Diharapkan dengan adanya pelatihan dan penataan sistem tata suara ini kualitas suara yang dihasilkan semakin bagus sehingga membuat nyaman masyarakat yang ingin beribadah. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa sebanyak 20 jamaah masjid merasa sangat puas dengan tata suara yang ada di masjid haji agus salim.
Penyuluhan Deradikalisasi Pemahaman Ajaran Islam Di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang Abdul Chalim; Fadholi; Sri Hudiarini; Ahmad Baha'uddin; Koesmarijanto; ane fany novitasari
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v9i2.164

Abstract

Dewasa ini paham radikalisme menjadi ancaman serius bagi kehidupan berbangsa dan beragama. Ruh Islam sebagai penebar rahmat bagi seluruh alam menjadi pudar karena dampak dari tindakan intoleran yang dialkukan oleh sebagian umat Islam. Pemahaman Islam yang radikal menjadikan praktik-praktik yang sebenarnya semakin jauh dari makna Islam yang hakiki. Misi Islam yang menyebarkan kedamaian rahmatan lil alamin berubah menjadi penebar terror. Setelah dilakukan penyuluhan Deradikalisasi Pemahaman Ajaran Agama Islam, Masyarakat menyadari bahwa pelu adanya filter dari berbagai informasi yang masuk baik informasi melalui ceramah-ceramah Agama secara langsung maupun ceramah Agama yang bisa diakses melalui media online seiring merebaknya organisasi[1]organisasi tertentu yang mengatasnamakan Islam dan menggunakan kekerasan dalam setiap gerakannya misalnya al-Qaeda, Jama’ah Islamiyah, Ikhwan al-Muslimin dan yang paling fenomenal saat ini adalah ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), NII Negara Islam Indonesia
Implementasi bandpass filter m-derived pada pemancar radio FM Koesmarijanto Koesmarijanto; Azam Muzakhim Imammudin; Hadiwiyatno Hadiwiyatno
JURNAL ELTEK Vol 19 No 2 (2021): ELTEK Vol 19 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.73 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v19i2.299

Abstract

Pemancar siaran radio FM adalah salah satu sistem komunikasi nirkabel, bekerja rentang frekuensi 88-108 MHz membutuhkan sebuah filter bandpass untuk menghindari adanya interferensi dengan frekuensi yang berdekatan dengan pemancara radio. Jenis filter yang memiliki performansi cukup baik adalah filter dengan tingkat kecuraman yang cukup tinggi. Namun, untuk mendapatkan tingkat faktor kecuraman yang tinggi dengan menambah beberapa elemen. Maka, pada penelitian ini menambahkan rangkaian m-derived utnuk memberikan respon filter yang lebih curam tanpa menambahkan nilai elemen yang banyak. Tujuan penelitian ini mengetahui perbandingan daya pemancar tanpa filter, dengan bandpass filter, dan menggunakan bandpass filter m-derived. Hasil pengujian daya pancar tanpa filter sebesar 2 Watt, dengan menggunakan bandpass filter daya pancar sebesar 1,05 Watt, sedangkan dengan menggunakan bandpass filter m-derived daya pancar sebesar 1,4 Watt. Kesimpulannya pelemahan (insertion loss) pada Bandpass Filter sebesar 2,53 dB sedangkan pelemahan (insertion loss) pada BPF m-derived section sebesar 1,54 dB dengan menambahkan BPF m-derived section memperbaiki daya keluaran pemancar lebih besar 0,35 W atau 1,01 dB dibandingkan dengan pemancar yang menggunakan BPF tanpa m-derived. FM radio broadcast transmitter is a wireless communication system, with frequency range of 88-108 MHz requires a bandpass filter to avoid interference with frequencies adjacent to radio transmitters. The type of filter that has a fairly good performance is a filter with a fairly high level of steepness. However, to get a high level of steepness factor by adding some elements. So, in this study, we added an m-derived circuit to provide a steeper filter response without adding a lot of element values. The purpose of this study is to compare the transmitter power without a filter, with a bandpass filter, and using an m-derived bandpass filter. The result of testing the unfiltered transmit power is 2 Watt, using a bandpass filter the transmit power is 1.05 Watt, while using the m-derived bandpass filter the transmit power is 1.4 Watt. In conclusion, the insertion loss in the Bandpass Filter is 2.53 dB, while the insertion loss in the BPF m-derived section is 1.54 dB by adding the BPF m-derived section to improve the transmitter output power by 0.35 W or 1 .01 dB compared to transmitters using BPF without m-derived.
Indikator konsentrasi pelarut tembaga berbasis IoT Hendro Darmono; Koesmarijanto Koesmarijanto; Nugroho Suharto
JURNAL ELTEK Vol 20 No 2 (2022): ELTEK Vol 20 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.246 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v20i2.355

Abstract

Abstrak Penelitian ini menguji kinerja perangkat pelarut tembaga skala kecil untuk digunakan di labotarium elektronika. Bahan kimia ferri clorida 40 % 1500 ml digunakan sebagai bahan pelarut dasar, perangkat ini digunakan untuk menghapus atau menghilangkan sebagian lapisan tembaga yang tidak diperlukan pada rangkaian di Printed Circuit Board (PCB). Sebuah kamera digunakan sebagai sensor kepekatan larutan yang telah digunakan untuk menghapus lapisan tembaga. Data sensor diproses dengan menggunakan Raspberry Pi yang digunakan sebagai pembanding perhitungan kepekatan larutan secara manual dan data dikirimkan ke aplikasi android. Metoda pengalamatan warna Red, Green, dan Blue (RGB) digunakan untuk menentukan kadar tembaga berdasarkan warna yang ditangkap kamera. Hasil pengujian menunjukkan kamera mengidentifikasi warna untuk kadar tembaga dalam laruran mulai dari 0% sampai dengan 0,121 % dan waktu yang diperlukan untuk melarutkan tembaga mencapai 45 menit yang akan digunakan acuan untuk menentukan larutan sudah jenuh. Hasil pengolahan data menghasilkan tampilan kejenuhan dari 30% sampai dengan 100%, artinya perubahan warna untuk kadar laruran kurang dari 0,02% tidak dapat diidentifikasi demikian juga untuk diatas 0,121%. Dengan demikian dapat disimpukan perangkat ini hanya mampu mendeteksi kadar tembaga dalam pelarut diatas 0.02% hingga maksimum 0,121%. Abstract This research tested the performance of a small-scale copper solvent device for use in an electronics laboratory. The chemical ferric chloride 40 % 1500 ml is used as a primary solvent. This device removes or partially removes the copper layer that is not needed on the circuit on the Printed Circuit Board (PCB). A camera is used as a sensor for the concentration of a solution used to remove the copper layer. Sensor data is processed using a Raspberry Pi, which compares the attention of the solution manually and the data sent to the Android application. The Red, Green, and Blue (RGB) colour addressing method is used to determine the copper content based on the colour captured by the camera. The test results show the camera identifies the colour for the copper content in the solution ranging from 0% to 0.121%. The time required to dissolve the copper reaches 45 minutes, which will be used as a reference to determine whether the solution is saturated. The data processing results produce a saturation display from 30% to 100%, meaning that the colour change for a solution content of less than 0.02% cannot be identified as well as for those above 0.121%. Thus, it can be concluded that this device can only detect copper levels in solvents above 0.02% up to a maximum of 0.121%.
PEMANFAATAN INTENSITAS SINAR MATAHARI UNTUK PANEL SURYA SEBAGAI SUMBER DAYA MENGGUNAKAN POWER INVERTER DC KE AC DAYA RENDAH Koesmarijanto; Hendro Darmono; Azam Muzakhim Imammudin
Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1313.312 KB)

Abstract

Energi bersih dan terbarukan dengan memanfaatkan intesitas sinar (energi) matahari pada sistem pembangkitan listrik tenaga surya. Sel surya dapat mengubah secara langsung energi sinar matahari dari diatomik menjadi energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dirancang sesuai kebutuhan dari skala rumah tangga sampai skala besar dengan teknologi yang mudah diadopsi oleh masyarakat. Energi matahari yang dikonversikan menjadi energi listrik dengan memanfaatkan panel surya digunakan sebagai energi alternatif yang dimanfaatkan untuk perumahan yang berada di daerah terpencil atau untuk keperluan yang lain. Tujuan penelitian ini mendesain sistem pembangkit tenaga surya dengan daya rendah untuk daerah yang belum terjangkau oleh aliran listrik atau memanfaatkan energi panel surya saat aliran listrik kondisi padam. Hasil variabel uji penelitian ini adalah tegangan yang dihasilkan kondisi konstan pada aki sebesar 12 Volt untuk mendorong inverter power dc ke ac menjadi tegangan 220 Volt. Tegangan Panel Surya sesuai spesifikasi tanpa beban (open circuit) sebesar 21,8 V dan diukur sebesar 19,8 V kondisi siang hari (cerah) jam 12.30 WIB, sedangkan tegangan aki sebesar 12,61 V tanpa beban. Tegangan panel surya sebesar 19,8 V dibebani aki mengalami penurunan menjadi 14,4 V pada Solar Charge Controller, . Efisiensi panel surya sebesar 16,83 persen.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI ANTENA MICROSTRIP ARRAY 8 ELEMEN PADA FREKUENSI 2,4 GHZ UNTUK MENUNJANG WIRELESS LOCAL AREA NETWORK Koesmarijanto; Hendro Darmono; Moh. Abdullah Anshori
Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtia.v4i1.2790

Abstract

Wireless Local Area Network (WLAN) sering disebut jaringan wireless atau nirkabel dan berfungsi untuk menjangkau wilayah LAN yang sulit dicapai dengan kabel tembaga biasa. Koneksitivitas antara satu jaringan komputer dengan jaringan komputer yang lain terhubung secara wireless yang menggunakan antena mikrostrip beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz. Permasalahan utama pada komunikasi wireless sering kali level daya yang diterima dibawah ambang level sinyal penerimaan dengan meningkatkan gain antena. Antena yang didesain dalam penelitian ini adalah antena mikrostrip planar array delapan elemen. Tujuan penelitian ini adalah mendesain dan membuat antena mikrostrip planar array 8 elemen untuk menerima sinyal WLAN pada frekuensi 2442 MHz. Desain antena dibuat secara simulasi dengan menggunakan software IE3D dan selanjutnya diealisasikan. Hasil simulasi menggunakan software IE3D, frekuensi 2442 MHz return loss = -27,996 dB; voltage standing wave ratio (VSWR) = 1,084; faktor pantulan, IGI = 0,04, dan polaradiasi directional, sedangkan hasil pengujian secara eksperimen pada frekuensi 2442 MHz didapatkan return loss = -28 dB; voltage standing wave ratio (VSWR) = 1,083; faktor pantulan, IGI = 0,04, dan polaradiasi directional. Parameter gain pada simulasi sebesar 11,9 dB, sedangkan eksperimen 8,55 MHz. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil simulasi dan eksperimen di laboratorium didapatkan bahwa parameter return loss, VSWR, faktor pantulan IGI, polardiasi, dan polarisasi adalah mendekati sama. Gain pada simulasi lebesar 3 dBi dibandingkan eksperimen. Implementasi untuk WLAN nilai gain eksperimen yang diperoleh yaitu sekitar 7 sampai 9 dBi.