Atthariq Atthariq
Politeknik Negeri Lhokseumawe

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal Of Artificial Intelligence And Software Engineering

Rancang Bangun Aplikasi Data Mining untuk Klasifikasi Pemakaian Obat dengan Metode Naïve Bayes pada Puskesmas Bandar baru Itsna Fachrina; Indrawati Indrawati; Atthariq Atthariq
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering (J-AISE) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jaise.v1i1.2213

Abstract

Salah satu elemen penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan adalah ketersediaan obat-obatan yang memadai. Perlu adanya cara untuk mengelola obat dengan benar, efisien dan efektif secara berkelanjutan dengan koordinasi yang baik. Terbatasnya pengetahuan manajemen sehingga kegiatan pelayanan pada puskesmas dalam menyediakan obat masih menggunakan cara yang bersifat konvensional yang hanya berorientasi pada produk yang terbatas dan belum menggunakan sistem komputerisasi sehingga sulit bagi puskesmas untuk mengetahui data obat yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akurasi keberhasilan metode naïve bayes dalam mengklasifikan pemakaian obat-obatan, obat mana saja yang memiliki tingkat pemakaian yang banyak diperlukan pada unit pelayanan kesehatan. Penerapan metode naïve bayes data mining akan menghasilkan tiga kategori obat, yaitu kategori obat dengan pemakaian yang banyak, sedang, dan sedikit yang dapat digunakan sebagai referensi perencanaan inventaris pada tahun berikutnya. Penelitian ini berhasil menerapkan metode naïve bayes ke dalam aplikasi. Hasil presentase akurasi pengujian pertama adalah 78,58%, pengujian kedua adalah 76,67%, pengujian ketiga adalah 84%AbstractOne of the important elements in improving the quality of health services is the availability of adequate medicines. There needs to be a way to administer drugs properly, efficiently and effectively in a sustainable manner with good coordination. Limited knowledge of management so that service activities at the health center in providing medicine still use conventional methods which are only oriented towards limited products and have not used a computerized system so that it is difficult for puskesmas to find out the available drug data. This study aims to determine the level of accuracy of the success of the naïve Bayes method in classifying the use of drugs, which drugs have a high level of use in health care units. The application of the naïve Bayes data mining method will produce three categories of drugs, namely the category of drugs with high, moderate, and small use that can be used as a reference for inventory planning in the following year. This research succeeded in applying the naïve Bayes method to the application. The result of the percentage accuracy of the first test is 78.58%, the second test is 76.67%, the third test is 84%
Monitoring dan Kontrol Pembibitan Tanaman Cabai Berbasis IoT (Internet of Things) Trisnawati Trisnawati; Atthariq Atthariq; Safriadi Safriadi
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jaise.v2i2.3879

Abstract

IoT (Internet of Thing) merupakan suatu teknologi yang diciptakan untuk membantu mempermudah pekerjaan manusia. Pada saat ini hampir semua alat atau perangkat yang digunkan terhubung dengan internet. Sistem dengan IoT sudah digunakan dalam berbagai bidang salah satunya yaitu bidang pertanian. Pada bidang pertanian kesuburan lahan tanamam menjadi salah satu aspek yang peting, karena pengaruh dari lahan pertanian akan berakibat pada tanaman dan hasil panen yang akan di dapatkan. Metode yang digunakan yaitu rancang bangun suatu sistem yang dimulai dengan merancang perangkat keras dan kemudian menghubungkan perangkat ke software Blynk dengan menggunkan internet.Pada penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat monitoring kelembaban, pH tanah dan suhu tanah untuk mendukung proses pertumbuhan tanah pada proses pembibitan tanaman cabai berbasis aplikasi Blynk. Pada proses pertumbuhan tanaman cabai membutuhkan kelembapan tanah dan suhu yang sesuai agar proses tumbuhnya dapat maksimal. Dengan adanya teknologi Internet of Things (IoT) dapat mudahkan seorang petani untuk melakukan kontroling terhadap kebutuhan air yang sesuai untuk tanaman cabai. Ditambahkan juga dengan penempatan sistem IoT yang digunkan untuk membatu proses irigasi atau perairan pada tanaman cabai dengan melakukan kontroling untuk menyakan dan mematikan menggunkan aplikasi Blynk. Perangkat IoT yang digunakan untuk membebuat sistem ini meliputi NodeMCU, sensor suhu, sensor pH, sensor kelembaban tanah, relay, pompa air dan aplikasi blynk sebagai perangkat lunak pengontrol perangkat IoT. Untuk hasil penelitian ini disimpulkan adalah pada saat pengujian berhasil dijalankan dan dapat bekerja dengan baik dan semua alat yang digunkan bekerja dengan persentase keakuratan sistem 80%.
Implementasi Jaringan Hotspot Mikrotik Dengan Menggunakan Metode Queue Tree Putri Nazila; Atthariq Atthariq; Fachri Yanuar Rudi
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jaise.v3i2.4586

Abstract

Pemanfaatan jaringan hotspot Mikrotik telah menjadi salah satu solusi populer dalam menyediakan akses internet nirkabel yang luas dan mudah diakses. Namun, tantangan utama dalam mengoperasikan jaringan hotspot adalah mengelola sumber daya jaringan secara efektif, memastikan kualitas layanan yang baik, serta menjaga keamanan dan keandalan jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut dengan mengimplementasikan metode Queue Tree dalam jaringan hotspot Mikrotik. Metode Queue Tree digunakan untuk mengendalikan alokasi bandwidth, mengatur prioritas akses, dan mengoptimalkan penggunaan jaringan. Penelitian ini mencakup langkah-langkah implementasi, konfigurasi, serta pengujian metode Queue Tree pada jaringan hotspot Mikrotik yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Queue Tree secara signifikan meningkatkan efektivitas pengendalian dalam hal pengalokasian bandwidth, kontrol akses pengguna, dan pengelolaan lalu lintas jaringan secara keseluruhan. Selain itu,implementasi ini juga membantu dalam menjaga keamanan jaringan dengan mengendalikan akses ke sumber daya yang sensitif. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah metode Queue Tree dapat digunakan dalam lingkungan hotspot Mikrotik untuk mencapai pengendalian yang lebih efektif dalam pengelolaan jaringan nirkabel yang semakin kompleks.Kata Kunci— Hotspot, MikroTik, Queue Tree, Bandwidth, Prioritas. AbstractThe utilization of MikroTik hotspot networks has become a popular solution for providing widespread and easily accessible wireless internet access. However, a primary challenge in operating hotspot networks is the effective management of network resources, ensuring quality of service, and maintaining network security and reliability. This research aims to address these challenges by implementing the Queue Tree method in MikroTik hotspot networks. The Queue Tree method is employed to control bandwidth allocation, prioritize access, and optimize network usage. This study encompasses the steps of implementation, configuration, and testing of the Queue Tree method in existing MikroTik hotspot networks. The research results indicate that the use of the Queue Tree method significantly enhances control effectiveness in terms of bandwidth allocation, user access control, and overall network traffic management. Additionally, this implementation aids in maintaining network security by regulating access to sensitive resources. The practical implications of this research are that the Queue Tree method can be adopted in MikroTik hotspot environments to achieve more effective control in managing increasingly complex wireless networks.Keywords— Hotspot, MikroTik, Queue Tree, Bandwidth, Prioritas.