Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PROFIL UMK, PERMASALAHAN DAN UPAYA PEMBERDAYAANNYA Risnawati, Naniek
Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol 9 No 2 (2018): Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Studi Magister Manajemen, Institut Manajemen Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.173 KB)

Abstract

Micro Small Enterprises (MSEs) have an important role in the national economy. The roles of this sector include in various work, sources of income, materials services to meet the needs and means to develop human resources through entrepreneurship practices. The number of MSEs in Sumedang District has continued to increase. Based on data from the Cooperative Office of Micro Small and Medium Enterprises, the number of MSMEs in Sumedang Regency in 2013 reached 6,872 business units. This increase in MSMEs contributes greatly to the Economic Growth Rate in Sumedang Regency which currently reaches 4.69%. However, UMK still has many weaknesses in running its business. Therefore, in the empowerment of MSEs here needs a more comprehensive and appropriate planning that is able to facilitate MSEs in solving the problems it faces. This sector can survive and grow, can play a bigger role in the regional climate. Keywords: Micro Small Business, Problems, Empowerment
Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Terhadap Peternak Sapi Perah Anggota KUD Puspa Mekar Bandung Barat Gijanto Purbo Suseno; Nanik Risnawati; Rossy Anita; Nataliningsih Nataliningsih
Jurnal Agristan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v3i2.3963

Abstract

Koperasi Unit Desa (KUD)  Puspa Mekar menaungi anggota yang terdiri dari para peterrnak sapi perah yang berlokasi di kabupaten Bandung Barat, permasalahan yang dihadapi adalah kualitas susu yang dihasilkan belum memenuhi standar yang diharapakan oleh KPBSU, oleh karena itu perlu diteliti bagaimana pelaksanaan penyuluhan yang dilakukan dalam rangka pembinaan para peternak anggota koperasi tersebut. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif , dengan responden sebanyak 32 responden  diambil secara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan KUD Puspa Mekar merupakan KUD yang bekerja sama dengan KPSBU sebagai Koperasi Susu terbesar , layanan yang dilakukan KUD Puspa Mekar adalah layanan kepada peternak  sapi perah, layanan Waserda dan layanan Simpan pinjam .Hasil evaluasi pelaksanaan penyuluhan ditinjau dari tanggapan responden terhadap pelaksanaan penyuluhan adalah baik, harapan responden terhadap unsur penyuluhan adalah penting, sehingga proses penyuluhan ini dapat terus dilakukan sebagai wahana pembinaan terhadap para peternak sapi perah yang menjadi anggota KUD Puspa Mekar.
Evaluasi Perlakuan Akuntansi Persediaan Pada Unit Perdagangan Koperasi Konsumen Mulia RSUD Majalaya Sukmayanti , Eka; Risnawati , Nanik; Putra, Toufiq Agung Pratomo Sugito
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 15 No. 8 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/covalue.v15i10.5239

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi persediaan barang dagang pada unit perdagangan Koperasi Konsumen Mulia RSUD Majalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dimana hasil yang didapatkan adalah perlakuan akuntansi Persedian Barang Dagang Pada Unit Perdagangan Koperasi Konsumen Mulia RSUD Majalaya dalam pencatatan dan penilaian persediaan belum sesuai sepenuhnya berdasarkan SAK ETAP Bab 11 dimana dalam pengakuan terhadap persediaan belum menerapkan kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan pengungkapan terhadap nilai persediaan barang dagang. Pengukuran terhadap persediaan belum melakukan penentuan terhadap biaya persediaan dengan menggunakan formula biaya masuk-pertama keluar pertama atau FIFO. Berdasarkan hasi penelitian penyajian persediaan yang dilakukan oleh unit perdagangan sudah menyajikan akun persediaan barang pada aktiva lancar di laporan keuangan neraca dan beban pokok penjualan pada laporan keuangan laba rugi. Pengungkapan yang dilakukan oleh unit perdagangan belum mengungkapkan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam mengukur persediaan, termasuk rumus biaya yang digunakan.
Analysis of Service Implementation from the Perspective of Excellent Service to Enhance Member Satisfaction : A Case Study of the Soybean Trade Unit at KOPTI Bandung Nanik Risnawati; Dhyta Marliani
J-Coop : Journal of Co-operative Vol. 1 No. 1 (2025): J-Coop : Journal of Co-operative
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/jc.v1i1.11

Abstract

This study analyzes the service implementation of the soybean trade unit at KOPTI in Bandung City, which faces two main challenges: the inability to meet the annual distribution target of 4,200,000 kg and a high level of member passivity, with more than 67% of members being inactive during the 2019–2023 period. Member dissatisfaction with cooperative services is suspected to be the primary cause of these issues, as the service delivery has yet to reach an optimal level. The research aims to examine the implementation of KOPTI's services, evaluate member responses and expectations, measure member satisfaction levels, and identify necessary measures to improve service quality. The study employs a descriptive case study method with an in-depth approach through interviews, questionnaires, and direct observations. The analysis is conducted using a Cartesian diagram to identify priority areas for improvement. The findings reveal that, overall, KOPTI's services are considered adequate by both active and passive members. However, several service aspects, including soybean pricing, quality consistency, responsiveness to member requests, and soybean availability, fall into quadrant I of the Cartesian diagram, indicating the need for immediate improvement. To enhance member satisfaction more effectively, KOPTI must address these priority areas and improve the overall implementation of its services. These improvements are expected not only to boost member satisfaction but also to encourage active participation, ultimately contributing to the cooperative's achievement of its annual targets.
From Consumer Experience to Purchase Decision: The Role of Brand Image in Local Coffee Shops Via Anaza, Sissy; Risnawati Istirahayu, Nanik
Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 17 No. 1 (2026): Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Studi Magister Manajemen, Institut Manajemen Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/g6b68104

Abstract

The rapid growth of local coffee shops has intensified competition in the food and beverage industry, encouraging businesses to shift their focus from product offerings to consumer-centered strategies. This study aims to analyze the influence of consumer experience and brand image on purchase decisions at a local coffee shop, Terror Coffee Roastery, located in West Bandung Regency. The research adopts a quantitative approach using a case study method. Data were collected through a survey of 60 consumers selected via convenience sampling from a population of 150 customers. The analysis employed descriptive statistics and inferential techniques, including validity and reliability tests, classical assumption tests, and simple and multiple linear regression analyses. The results indicate that consumer experience has a significant effect on purchase decisions, explaining 48.4% of the variance (R² = 0.484), while brand image contributes 49.5% (R² = 0.495). Simultaneously, consumer experience and brand image significantly influence purchase decisions with a combined explanatory power of 56.6% (R² = 0.566). These findings demonstrate that positive consumer experiences supported by a strong brand image play a critical role in encouraging purchase decisions in local coffee shops. This study highlights the strategic importance of managing consumer experience and brand image as key drivers of competitiveness and sustainable growth in the local coffee shop industry. Keywords: Consumer Experience; Brand Image; Purchase Decision; Local Coffee Shop
"Training and Capacity Building for Eligible SMEs" Kewirausahaan Sosial bagi Pemuda Bidang Pertanian pada Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Programme (YESS) di Bogor Jawa Barat Nanik Risnawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha pertanian merupakan salah satu bidang usaha yang paling banyak digeluti oleh penduduk Indonesia. Namun demikian saat ini tren minat generasi muda untuk berusaha di bidang pertanian semakin menurun dan memudar. Sementara kebutuhan akan hasil pertanian terutama pangan justru semakin tinggi seiring dengan pertambahan penduduk yang terus meningkat. Oleh karena itu pemerintah meluncurkan program YESS yang ditujukan untuk membantu para pemuda agar mau dan mampu berkiprah di dunia pertanian. Salah satu kegiatan program YESS adalah pemberian pelatihan Kewirausahaan dan kewirausahaan Sosial. Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta yang berprofesi sebagai Offtaker. Peserta yang berusaha di bidang pertanian, baik on farm ataupun off farm ini secara pribadi usahanya sudah cukup baik, bahkan beberapa di antaranya sudah melaksanakan bisnis ekspor seperti ke Belanda, Malaysia, dan beberapa negara Eropa. Setelah diukur kualitas kewirausahaan pribadinya, maka dapat dilihat bahwa para peserta secara umum sudah memiliki kualitas kewirausahaan yang baik dengan skor di atas 15. Hanya saja yang masih perlu perbaikan atau peningkatan adalah kepercayaan diri dan kemampuan pencarian peluang usahanya. Karena offtaker diharapkan dapat menampung hasil usaha para petani pemula calon penerima manfaat (CPM) maka dipesankan pada peserta untuk belajar mengembangkan kewirausahaan sosial, agar tumbuh kepedulian pada masyarakat sesama pengusaha tani dalam rangka untuk bersama-sama bisa memberi manfaat dari kegiatan usaha yang dilaksanakannya, bukan saja untuk dirinya sendiri tetapi juga masyarakat yang bisa dibantu.
Pelatihan Pengembangan Usaha Koperasi bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi Primer Tempe Tahu Indonesia (KOPTI) Sleman Yogyakarta Nanik Risnawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 2 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia merupakan salah satu jenis koperasi yang beranggotakan para perajin yang memproduksi tahu dan tempe bagi masyarakat. Sehingga sebagai koperasi produsen, usaha-usaha yang dilaksanakan oleh KOPTI ditujukan untuk membantu dan memfasilitasi kebutuhan para anggota untuk memajukan usahanya. Salah satu KOPTI yang ada di Kabupaten Sleman mengeluhkan mengenai tantangan dan hambatannya dalam mengembangkan usaha, khususnya dalam usaha pengadaan kedele dan usaha rumah tempe. Oleh karena itu dalam Pendidikan perkoperasian di bulan Maret ini, dilaksanakanlah pelatihan dan bimtek mengenai pengembangan usaha koperasi yang dilaksanakan secara interaktif. Dalam Pendidikan perkoperasian tersebut,dibahas bahwa tujuan pengembangan usaha adalah untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, daya saing, pendapatan dan meningkatkan peran koperasi dalam melayani para anggotanya. Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mengembangkan usaha yang ada ataupun menambah usaha yang baru. Dalam mengatasi persaingan harga kedele, koperasi disarankan untuk membeli kedele dari importir yang berkedudukan di Semarang dan jika perlu mengemas dan memberikan merek kedele tersebutdengan merek sendiri hasil modifikasi merek yang sudah ada yang lebih dulu dikenal oleh para perajin tempe dan tahu, untuk mengatasi fanatisme perajin atas merek tertentu. Sementara untuk mengatasi hambatan pemasaran produk tempe premium yang dihasilkan KOPTI Kabupaten Sleman, KOPTI bisa menjajagi kerjasama dengan mini market ataupun super market serta melakukanpersonal selling ke restoran-restoran kelas menengah atas yang menyediakan menu berbahan baku tempe serta menyasar konsumen di komplek-komplek perumahan kelas menengah atas. Di sisi lain untuk meningkatkan loyalitas anggota pada koperasinya disarankan secara kontinyu koperasi dapat melaksanakan Pendidikan keanggotaan bagi para perajin anggota KOPTI secara bertahap.
Penguatan Peran Pendamping Koperasi Merah Putih Melalui Konsultasi Manajemen Koperasi Berbasis Kinerja dan Tata Kelola Nanik Risnawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendamping Koperasi Merah Putih memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kinerja, tata kelola, dan keberlanjutan koperasi di tingkat lokal. Namun demikian, efektivitas pendampingan sering kali terkendala oleh keterbatasan kapasitas pendamping dalam melakukan konsultasi manajemen koperasi yang sistematis, berbasis data, dan berorientasi solusi. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pendamping koperasi dalam menjalankan fungsi konsultatif, khususnya dalam mengidentifikasi permasalahan manajerial, menganalisis akar masalah, serta merumuskan rekomendasi perbaikan yang aplikatif sesuai dengan karakteristik koperasi. Pendekatan pelatihan mengintegrasikan konsep manajemen koperasi modern, prinsip tata kelola koperasi yang baik (good cooperative governance), serta praktik konsultasi manajemen yang adaptif terhadap dinamika koperasi dan anggota. Materi pelatihan disampaikan melalui metode partisipatif, meliputi pemaparan konseptual, studi kasus koperasi, dan diskusi kelompok. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memahami aspek teoritis, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan analitis dan komunikatif yang dibutuhkan dalam proses pendampingan. Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah meningkatnya kapasitas pendamping Koperasi Merah Putih dalam memberikan layanan konsultasi manajemen yang efektif, terstruktur, dan berorientasi pada peningkatan kinerja koperasi. Pelatihan ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan peran pendamping sebagai mitra strategis koperasi dalam mendorong transformasi kelembagaan, peningkatan daya saing usaha, serta keberlanjutan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
Penyuluhan Koperasi: Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Ekonomi Berbasis Koperasi Nanik Risnawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 1 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan koperasi merupakan kegiatan pendidikan non-formal yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Dalam konteks ini, mahasiswa berperan sebagai penyuluh dan fasilitator yang dapat membantu mengedukasi masyarakat tentang nilai dan prinsip koperasi. Melalui pendekatan problem solving dan learning by doing, mahasiswa diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga mereka mampu berpartisipasi aktif dalam koperasi. Tujuan penyuluhan ini meliputi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya koperasi, pengembangan kemampuan manajerial, serta peningkatan kualitas pelayanan dan manfaat berkoperasi. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi inisiator ide-ide baru, motivator yang mendorong partisipasi aktif, serta penghubung antara anggota koperasi dengan sumber daya yang ada. Dengan demikian, sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam penyuluhan koperasi diharapkan dapat memperkuat struktur koperasi dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Penyuluhan koperasi juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat calon anggota koperasi untuk meningkatkan keterampilan berkoperasi. Melalui bimbingan dan pendampingan yang berkelanjutan, mahasiswa dapat membantu membangun kemandirian dan kesadaran akan peran koperasi dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, kontribusi mahasiswa dalam penyuluhan koperasi tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan.
Pelatihan Pengembangan Unit Usaha Koperasi Pegawai Negeri Angkasa RRI: Strategi dan Tantangan Nanik Risnawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi Pegawai Negeri Angkasa RRI, merupakan koperasi karyawan yang beranggotakan para pegawai Radio Republik Indonesia di Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini koperasi tersebut hanya memiliki satu unit usaha yaitu unit simpan pinjam. Sebagai bentuk upaya untuk terus berusaha meningkatkan kesejahteraan anggotanya, maka Para pengurus Koperasi Pegawai Negeri Angkasa RRI bermaksud untuk melakukan pengembangan usaha dengan cara menyediakan layanan baik bagi anggota maupun non anggota. Oleh karenanya dilakukanlah pelatihan bagi para pengurus, pengawas dan anggota serta melibatkan para mahasiswa Universitas Koperasi Indonesia (Ikopin University) yang sedang melaksanakan Praktik Lapang. Dalam kesempatan tersebut para peserta pelatihan tampak antusias mengikuti jalannya pelatihan, dan disampaikan bahwa untuk melakukan pengembangan usaha terdapat beberapa pilihan strategi yang dapat digunakan oleh Koperasi Pegawai Negeri Angkasa RRI. Di antaranya strategi diferensiasi, strategi harga lebih murah dari pesaing, strategi fokus, strategi diversifikasi dan strategi integrasi. Dalam merancang pengembangan usaha, usaha yang baru harus tetap diprioritaskan bagi para anggota. Namun demikian tetap diperbolehkan melayani non anggota sejauh para anggota sudah bisa dilayani dengan baik dan merasa puas. Adapun Langkah-langkah yang perlu dipersiapkan dalam merencanakan pengembangan usaha, adalah evaluasi situasi usaha koperasi saat ini bisa menggunakan analisis SWOT, Menetapkan Tujuan Pengembangan Usaha, Identifikasi Peluang Dan Tantangan, Kenali Pesaing Dan Pasar Target, Pengembangan Rencana Bisnis, Pembiayaan Dan Anggaran, Pengenalan Resiko, Tim Pengembangan, Jadwal Implementasi, Evaluasi Dan Pengukuran Kinerja, Komunikasi Dan Keterlibatan Stakeholders, Pemantauan Dan Penyesuaian. Menerapkan langkah-langkah ini secara cermat akan membantu koperasi pegawai negeri Angkasa RRI dalam merencanakan pengembangan usaha dengan lebih efektif dan meningkatkan peluang keberhasilan dalam mencapai tujuan bisnisnya.