Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENYULUHAN PENGOLAHAN PRODUK BERBAHAN BAKU BEBEK DALAM RANGKA PENINGKATAN PENDAPATAN PETERNAK BEBEK DI DESA SUKAMANAH, KECAMATAN RANCAEKEK, KABUPATEN BANDUNG Gijanto Purbo Suseno; Nataliningsih
ecoopsday Vol 1 No 1 (2020): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Institut Manajemen Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.003 KB)

Abstract

Kecamatan Rancaekek adalah daerah sentra industri dengan industri utamanya adalah industri garmen. Kehadiran banyak industri garmen tersebut dapat membawa dampak positif yaitu tumbuhnya perekonomian di sekitar industri, dan dampak negatif berupa limbah industri. Limbah yang informasinya telah diolah, tetapi cemarannya yang dialirkan ke sungai menjadi hitam airnya. Ketika digunakan untuk pengairan sawah di musim kemarau menjadikan hitam tanahnya, serta menjadi hitam lumpurnya di musim hujan. Tanaman padi yang ditanam di sawah yang lumpurnya telah menghitam, produksinya kurang optimal. Analog dengan Kecamatan Cileunyi yang tanah sawahnya kurang produktif dan dijual untuk perumahan, menjadikan petani enggan bercocok tanam Petani berubah usahanya yaitu beternak bebek petelur. Permasalahan berikutnya adalah kurang lancarnya pemasaran telur bebek segar, yang mulai rusak pada hari ke 7, serta penanganan bebek afkir yang belum memadai. Maksud kegiatan ini adalahuntukmeningkatkan pemahaman dan keterampilan petani peternak dalam pembuatan telor asin untuk memperpanjang daya simpan, serta pengolahan daging bebek afkir menjadi nuggetdan abon bebek sehingga mempunyai daya simpan lebih panjang, agar meningkat nilai tambahnya. Metode penyuluhan lebih menekankan praktek dari pada teori. Melalui penyuluhan ini, pemahaman peserta terkait materi penyuluhan meningkat, sehingga petani peternak mampu meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomi hasil produksi, yanga pada akhirnya akan mampu meningkatkan pendapatanya.
RELATIONSHIP MARKETING DALAM PENGEMBANGAN BISNIS Gijanto Purbo Suseno Purbo Suseno; Emi Habiburohmah Habiburohmah
Jurnal Co Management Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Ilmu Sosial : Co-Management
Publisher : IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.263 KB) | DOI: 10.32670/comanagement.v3i2.426

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Industri Mie MJF, dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konstituen kunci relationship marketing IM MJF yang terdiri dari pelanggan, pegawai, pemasok dan koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan relationship marketing antara perusahaan dengan masing-masing konstituen masuk dalam kategori baik. Namun demikian, hasil pengujian menunjukkan adanya hubungan yang sangat lemah antara relationship marketing dengan perkembangan bisnis (0,245), atau hanya berkontribusi 6% terhadap perkembangan bisnis. Hal ini dimungkinkan terjadi karena perusahaan kurang mensosialisasikan adanya fasilitas yang dapat memberi motivasi dan pengarahan pada pelanggan industrinya. Perusahaan diharapkan lebih aktif dalam sosialisasi fasilitas dan insentif, lebih membuka kesempatan pada pelanggan untuk memberikan kritik dan sarannya.
Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Terhadap Peternak Sapi Perah Anggota KUD Puspa Mekar Bandung Barat Gijanto Purbo Suseno; Nanik Risnawati; Rossy Anita; Nataliningsih Nataliningsih
Jurnal Agristan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v3i2.3963

Abstract

Koperasi Unit Desa (KUD)  Puspa Mekar menaungi anggota yang terdiri dari para peterrnak sapi perah yang berlokasi di kabupaten Bandung Barat, permasalahan yang dihadapi adalah kualitas susu yang dihasilkan belum memenuhi standar yang diharapakan oleh KPBSU, oleh karena itu perlu diteliti bagaimana pelaksanaan penyuluhan yang dilakukan dalam rangka pembinaan para peternak anggota koperasi tersebut. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif , dengan responden sebanyak 32 responden  diambil secara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan KUD Puspa Mekar merupakan KUD yang bekerja sama dengan KPSBU sebagai Koperasi Susu terbesar , layanan yang dilakukan KUD Puspa Mekar adalah layanan kepada peternak  sapi perah, layanan Waserda dan layanan Simpan pinjam .Hasil evaluasi pelaksanaan penyuluhan ditinjau dari tanggapan responden terhadap pelaksanaan penyuluhan adalah baik, harapan responden terhadap unsur penyuluhan adalah penting, sehingga proses penyuluhan ini dapat terus dilakukan sebagai wahana pembinaan terhadap para peternak sapi perah yang menjadi anggota KUD Puspa Mekar.
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN KRIPIK TIKE Nataliningsih Nataliningsih; Gijanto Purbo Suseno
Jurnal Agristan Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.886 KB) | DOI: 10.37058/ja.v1i2.1376

Abstract

Peningkatan pendapatan dapat dilakukan melalui pengolahan suatu komoditi, yang menghasilkan nilai tambah yang berdampak pada nilai ekonomis komoditi yang meningkat. Usaha penambahan perlakuan membutuhkan motivasi yang tinggi agar masyarakat mau melakukannya. Purun Tikus atau rumput Teki/Tike  ( Eleocharis dulcis) adalah jenis rumput-rumputan yang tumbuh di rawa, dimanfaatkan daunnya untuk pakan ternak dan umbinya direbus agar dapat dikonsumsi sebagai makanan ringan. Peningkatan nilai tambah pada umbi Tike dapat dilakukan dengan mengolah menjadi keripik Tike. Penelitian ini dilakukan di Desa Jumbleng Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu, dengan menggunakan penelitian studi kasus.  Penarikan sampel secara purposive random sampling terhadap 11 petani dengan menggunakan Snowball Sampling . Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan keripik Tike masih membutuhkan perbaikan untuk peningkatan mutu yaitu perendaman dengan Lye Peeling untuk mengupas kulit umbi Tike, pengeringan minyak menggunakan centrifuge dan pengemasan yang dapat melindungi tektur keripik Tike. Perhitungan nilai tambah menunjukkan adanya pertambahan sebesar 341,3 %  atau rata rata peningkatan nilai tambah tiap sekali produksi (20 kg umbi Tike ) adalah Rp 520.680,- terhadap pendapatan petani ketika umbi Tike dijual dalam bentuk keripik Tike. Hasil penelitian ini dapat disosialisasikan ke masyarakat untuk memotivasi dan memasyarakatkan pengolahan keripik Tike
Strategic Implementation of Planning in Information Systems and Information Technology in "XYZ High University" Franklin Kharisma GENTA; Sugiyanto SUGIYANTO; Gijanto Purbo SUSENO; Adri ARISENA
International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Vol. 2 No. 1 (2021): International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science (Mar
Publisher : Indonesia Strategic Sustainability

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ijesss.v2i1.55

Abstract

Information Technology Strategic Planning is a derivative of an institution's Strategic Plan (Renstra). The purpose of this research is to find the need for Information Systems and Information Technology (IS / IT) for institutions with a case study method of the Strategic Plan "XYZ College" The research begins with an analysis of the “PT XYZ” external and internal business environment to determine the five forces model and critical success factors. Next is an analysis of the external and internal IS / IT environment in order to determine world technology trends and the current application portfolio of institutions. The next stage is the strategic process (IS, IT, and IS / IT management. The final stage is to determine the institute's future IS / IT applications. The results achieved are recommendations for the IS / IT application portfolio that "PT XYZ" should have.
PENYULUHAN PENGOLAHAN PRODUK BERBAHAN BAKU BEBEK DALAM RANGKA PENINGKATAN PENDAPATAN PETERNAK BEBEK DI DESA SUKAMANAH, KECAMATAN RANCAEKEK, KABUPATEN BANDUNG Gijanto Purbo Suseno; Nataliningsih
E-Coops-Day Vol. 1 No. 1 (2020): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.003 KB)

Abstract

Kecamatan Rancaekek adalah daerah sentra industri dengan industri utamanya adalah industri garmen. Kehadiran banyak industri garmen tersebut dapat membawa dampak positif yaitu tumbuhnya perekonomian di sekitar industri, dan dampak negatif berupa limbah industri. Limbah yang informasinya telah diolah, tetapi cemarannya yang dialirkan ke sungai menjadi hitam airnya. Ketika digunakan untuk pengairan sawah di musim kemarau menjadikan hitam tanahnya, serta menjadi hitam lumpurnya di musim hujan. Tanaman padi yang ditanam di sawah yang lumpurnya telah menghitam, produksinya kurang optimal. Analog dengan Kecamatan Cileunyi yang tanah sawahnya kurang produktif dan dijual untuk perumahan, menjadikan petani enggan bercocok tanam Petani berubah usahanya yaitu beternak bebek petelur. Permasalahan berikutnya adalah kurang lancarnya pemasaran telur bebek segar, yang mulai rusak pada hari ke 7, serta penanganan bebek afkir yang belum memadai. Maksud kegiatan ini adalahuntukmeningkatkan pemahaman dan keterampilan petani peternak dalam pembuatan telor asin untuk memperpanjang daya simpan, serta pengolahan daging bebek afkir menjadi nuggetdan abon bebek sehingga mempunyai daya simpan lebih panjang, agar meningkat nilai tambahnya. Metode penyuluhan lebih menekankan praktek dari pada teori. Melalui penyuluhan ini, pemahaman peserta terkait materi penyuluhan meningkat, sehingga petani peternak mampu meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomi hasil produksi, yanga pada akhirnya akan mampu meningkatkan pendapatanya.
Pelatihan Perkoperasian Di Kawasan Perikanan Dan Peternakan Kabupaten Demak, Jawa Tengah Gijanto Purbo Suseno
E-Coops-Day Vol. 3 No. 1 (2022): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.779 KB) | DOI: 10.32670/ecoopsday.v3i1.1431 for articles

Abstract

Peningkatan kualitas SDM koperasi dapat dilakukan, salah satunya adalah melalui kegiatan pelatihan perkoperasian. Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM pengelola koperasi, telah dilakukan Pelatihan Perkoperasian di Kawasan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Metode pelatihan yang digunakan adalah: ceramah dengan tanya jawab dan diskusi. Materi yang disampaikan terdiri dari: Kebijakan Pemerintah terkait dengan Koperasi; Prinsip dasar, Jatidiri dan POK Koperasi; Mengelola Usaha Koperasi (Pertanian/Perkebunan dan Peternakan/Perikanan); Kewirausahaan; Pengembangan Usaha Koperasi; Perencanaan dan Penganggaran; Komunikasi dan Negosiasi dalam Kemitraan; RAT dan Laporan Pengurus. Peserta pelatihan mempunyai motivasi cukup tinggi dalam mengikuti pelatihan, walaupun rata-rata peserta masih baru dalam mengenal koperasi. Pemahaman cukup baik. Analisis kebutuhan masih perlu ditingkatkan. Pelaksanaan pembinaan (pendampingan) lapangan perlu dilaksanakan dalam rangka meningkatkan efektifitas pelatihan.
BALANCE SCORECARD DALAM ANALISIS KINERJA KOPERASI (Studi Kasus pada Koperasi Unit Desa (KUD) Bayongbong Kabupaten Garut, Jawa Barat) Gijanto Purbo Suseno; Nataliningsih Nataliningsih; Nuni Wahyuni
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 2, No 2 (2018): page 106 - 205
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.523 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v2i2.37

Abstract

Village Unit Cooperative (KUD) Bayongbong Garut Regency, Wes Java, is a livestock cooperative whose business activities are multi purpose. The purpose of cooperatives is to improve the welfare of members in particular and society in general, in accordance with the interests and needs of its members. The purpose of this study is to measure the performance of cooperatives by using Balanced Scorecard and efforts to be done so that cooperatives can improve its performance. Balanced Scorecard is a rapid measurement and control management system, precise and comprehensive, consisting of four perspectives: financial, customer, internal business processes and learning and growth. The results showed that the non-financial perspective of internal business consisting of livestock food business, cooperation business with State Electricity Company (PLN), Convenience Store, have a better perspective with score score 372, compared with other perspective that is customer perspective with value 832 and growth learning perspective with score 492. Suggestions that can be submitted are independent KUD Bayongbong must be able to improve service for customers and employee satisfaction, provide adequate information system and provide learning or training for its employees
Evaluasi Dampak Kinerja Proses Pembelajaran Terhadap Kepuasaan Mahasiswa : Studi Kasus pada Universitas XYZ di Kota Bandung Nataliningsih; Gijanto Purbo Suseno
Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 13 No. 2 (2022): Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Studi Magister Manajemen, Institut Manajemen Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/coopetition.v13i2.1865

Abstract

During the Covid-19 pandemic, the learning process in most universities is carried out online. The online learning process depends on the facilities used by lecturers who are assisted by Academic Staff as hosts and online participants, namely students. Some of the problems that often occur are poor signal, unclear sound or other unexpected disturbances. Therefore, it is necessary to evaluate the online learning process that has been carried out so far. This research was conducted at XYZ College which organizes 9 study programs, with a qualitative descriptive approach. The respondents were all online participating students, namely assessing the level of satisfaction in participating in online learning. The questionnaire uses a Likert scale of 1-4 which is very good, good, not good and not good. Each study program takes 2 courses without practicum and one carrying out practicum, then the average is taken for analysis. The results of the research show that the implementation of online lectures during the Covid 19 pandemic was carried out very satisfactorily, lecturers have worked hard to keep up with technological developments in learning methods and techniques and students have tried hard to be able to understand, take advantage of discussion opportunities and do assignments and exams very well. As a suggestion, it is necessary to further investigate the satisfaction of lecturers and education staff in carrying out their duties during the Covid 19 pandemic as input for institutions to develop the competence of lecturers and staff as well as the completeness of infrastructure facilities.
Analysis of Fisheries Business Development in order to Increase Gross Regional Domestic Product in Sukabumi City, West Java Tuti Gantini; Euis Dasipah; Gijanto Purbo Suseno; Nunung Sondari; Acep Yusup
Randwick International of Social Science Journal Vol. 3 No. 3 (2022): RISS Journal, July
Publisher : RIRAI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47175/rissj.v3i3.515

Abstract

The purpose of this study is to analyze the potential fisheries sub-sector to be developed in order to increase GRDP, in Sukabumi, West Java. Secondary data were obtained from BPS and related agencies, then analyzed using Local Quotient (LQ), Klasen Typology, and linear regression. The results showed that the order of potential to be developed was the ornamental fish cultivation sector, the second was the fishery product processing sector, the third was the fish hatchery sector and the fourth was the fish rearing sector. Based on the LQ value, the fishery product processing sector is the base sector with a source of raw materials for capture and freshwater aquaculture. The results of the regression analysis show that all fisheries sub-sectors contribute to regional income, starting from hatcheries, rearing, processing and production of ornamental fish