Winda Ratnasari
Poltekes TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSAU dr. M Salamun Ciumbuleuit Bandung Erna Idarahyuni; Winda Ratnasari; Ero Haryanto
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.307 KB) | DOI: 10.58550/jka.v3i1.71

Abstract

Penelitian ini dilatar belakang tingginya kematian pasien yang dirawat di ICU RSAU dr. M Salamun Ciumbuleuit Bandung, data kematian pada tahun 2018 sebanyak 96 pasien dan pada 3 bulan terakhir sebanyak 30 pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran tingkat kecemasan keluarga pasien di ICU (Intensive Care Unit) di RSAU dr. M Salamun Ciumbuleuit Bandung. Kecemasan adalah respons emosi tanpa objek yang spesifik yang secara subjektif dialami dan dikomunikasikan secara interpersonal. Desain penelitian ini deskriptif dan menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) yang telah dilakukan penelitiannya dengan hasil Uji Validitas r=>0,481 dengan Cronbach’s Alpha 0,8839. Populasi penelitian diambil dari data rawat inap pasien 3 bulan terakhir dan dirata- ratakan menjadi 41 orang keluarga pasien. Sampel yang akan diteliti sebanyak 41 orang keluarga pasien dengan dengan teknik kuota sampling. Hasil penelitian didapatkan hasil kecemasan berat 41,5%, kecemasan sedang 31,7%, kecemasan ringan 9,8%, kecemasan berat sekali 9,8%, tidak ada kecemasan 7,3%. Kesimpulan, bahwa mayoritas keluarga pasien di ICU mengalami kecemasan berat 41,5%. Disarankan perawat lebih meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi terapetik untuk memberikan motivasi serta mengajarkan teknik relaksasi, melakuan kerjasama dengan keluarga pasien seperti selalu melibatkan keluarga dalam pengambilan keputusan selama perawatan, serta menyediakan ruang tunggu yang bersih, aman, nyaman, dan adanya sarana televisi agar keluarga tidak mengalami kecemasan berat.