Redo Purnomo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural kepada Santri Mts. Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu Redo Purnomo
Manthiq Vol 4, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v4i1.2996

Abstract

Di sekolah umum maupun Pesantren dapat dijumpai  siswa-siswi, guru, pegawai atau staf  yang mempunyai keberagaman budaya masing-masing. Baik itu dari segi bahasa, adat istiadat, religi, tipe kesenian, dan lain- lain. Hal ini juga terdapat di Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu yang memiliki santri yang berbeda suku, bahasa, dan adat istiadat seperti suku Rejang, Serawai, Lembak dan Jawa. Namun masalah yang penulis temukan pada saat observasi awal yaitu ditemukan tindakan saling olok antar bahasa. Masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural Kepada Santri Mts. Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu?   Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam menanamkan nilai-nilai multikultural pada santri MTs Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu 2) untuk mengetahui pentingnya penanaman nilai-nilai multikultural kepada santri MTs Pondok Pesantren Pancasila. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Dengan teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, serta menganalisis data dengan Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Upaya yang dilakukan oleh guru Pendidkan Agama Islam di MTs Pancasila Bengkulu dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural terkhusus guru pendidikan agama Islam itu sendiri sudah berjalan dengan baik, mulai dari keterkaitan antara pembelajaran yang ada di sekolah. Kemudian, sistem demokrasi yang diberikan di kelas ketika ingin menyampaikan pendapat dan pembagian kelompok serta tidak adanya pembedaan gender. Faktor-faktor tersebut tidak lepas dari peran guru dan kepala sekolah, dalam menyikapi hal tersebut. Oleh sebab itu, guru berupaya bagaimana menarik santri untuk lebih memahami apa itu pendidikan multikultural sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan program-program pendukung yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai Pendidikan Multikultural  di MTs Pancasila Kota Bengkulu.