Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai-Nilai Filosofis Pada Simbol Tari Pedang Masyarakat Berkas Kota Bengkulu. Rian Hasbi Amrullah
Manthiq Vol 4, No 2 (2019): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v4i2.3514

Abstract

Tari Pedang merupakan salah  satu seni tariyang berasal dari Kota Bengkulu. Seni tari ini memiliki tempat penting dalam masyarakat sehingga selalu dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan dalam kehidupan. Selain sebagai sarana hiburan yang dilihat keindahan bentuknya, tari juga berfungsi sebagai sarana upacara ritual. Faktor utama tari dalam upacara ritual bukan semata melihat keindahannya, tetapi memperlihatkan simbol yang menjadi suatu kekuatan dalam suatu upacara ritual dan memiliki makna tersendiri yang dapat memengaruhi serta mengatur alam sekitarnya sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat pendukungnya. Masalah dalam peneltian ini adalah bagaimana makna filosofi dari Tari Pedang Masyaralat berkas Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna filosofis yang terkandung dalam setiap rangkaian Tari Pedang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif  kualitatif dengan menggunakan Teori Semiotika. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data menggunakan reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Tari Pedang adalah tarian yang memiliki makna rasa hormat masyarakat Kota Bengkulu kepada tamu agung, yang siap memberikan penjagaan sebagai bentuk jaminan keamanan, agar merasa tercipta kenyamanan selama berada di Kota Bengkulu.  Tari Kejei yang terdiri dari 9 gerakan : Pertama, gerak berendai yang bermakna dalam  hidup harus memiliki kemampuan agar bermanaat bagi orang lain. Kedua gerak sembah rendai yang bermakna sebagai penghormatan, kepada tamu agung dan kepada para penonton yang hadir pada saat Tari Pedang berlangsung. Ketiga, gerak langkah  tiga yang bermakna mengacu kepada istilah dalam  adat  “adat bersendikan syara, dan syara’ bersendikan kitabullah”  Keempat, gerak tangan beseluk yang bermakna kepiawaian penari dalam  bela diri yang siap untuk menjaga tamu agung. Kelima, gerak mecah langkah yang memiliki makna kegagahan para penari yang siap dan sigap dalam hal apapun. Keenam, gerakan ari pane betudung pedang  yang bermakna jika dalam keadaan darurat terhadap diri maka kekerasan jalan akhir yang digunakan sebagai perlindungan diri. Ketujuh, gerak gayung yang bermakna jangan menyelesaikan masalah dengan cara yang keras. Kedelapan, gerak meletak pedang yang bermakna tetap waspada meski masalah sudah diselesaikan.  Kesembilan, sembah  rendai  sebagai makna rasa hormat kepada tamu agung dan para hadrin yang hadir. Tari Pedang tak luput dari unsur-unsur yang mendukung diantaranya instrument musik, cerano dengan  isi, busana dan penegah.
Nilai-nilai Filosofis pada Simbol Tari Pedang Masyarakat Berkas Kota Bengkulu Rian Hasbi Amrullah
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 7, No 1 (2023): MEI
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v7i1.5035

Abstract

Abstract: The Philosophy Values of Tari Pedang Symbol Berkas Village of Bengkulu. Tari pedang is one of the dances originating from Bengkulu City. This dance art has an important place in society so that it is always used in various activities in life. Apart from being a means of entertainment that is seen in its beautiful shape, dance also functions as a means of ceremony. The main factor of dance in a ceremony, is not merely seeing its beauty, but which becomes a force in the ritual ceremony and has a meaning that can influence and help the surrounding environment as desired by the supporting community. The problem in this research is how the philosophical meaning of the Masyaralat Sword Dance in Bengkulu City filesThis study aims to find out the philosophy meaning contained in each Tari Pedang series. This study uses qualitative descriptive research method using semiotic Theory. Data collection in this study uses interview, observation and documentation techniques. Furthermore, data analysis uses data reduction, data analysis and conclusion drawing. This dance is to welcome great guests. then the core of the Tari Pedang consists of 9 movements. First, rendai movement are meaningful as expertising is needed in the life to be useful to others. Secondly, sembah rendai movements are meaningful as a tribute to the great guests and the tari pedang program. Secondly, the wrong movement of the waist is a meaningful movement as a policy in making decisions. Third, the movement of langkah tigas refer tocustum term “Adat bersendikan Syara, dan Syara bersendikan Kitabullah”. Fourth, the movement of tangan beseluk as the meaning of dancer’s skill in martial arts who are ready ake care of grear guest. Fifth, the movement of mecah langkah as a means of the dance’s valor who are ready in any case sprightly. Sixth, the movement of ari pane bertudung pedang as a meaning of violence as the final solution in an emergency as self protection. Seventh, the movement of gayung as means don’t solve the problem by a rude way. Eight, the movement of meletak pedang as means be careful by the problrm that have been completed. Nineth, the movement sembah rendai as a tribute to the great guests and to the spectators present at the tari pedang program.