Ani Jayanti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KRITIS KONTRIBUSI NAHDLATUL ULAMA (NU) DALAM PERKEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN Ani Jayanti
Manthiq Vol 2, No 1 (2017): Mei
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v2i1.416

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh  informasi  yang diproleh  oleh  peneliti,  bahwa NU sudah lama masuk ke Kabupaten Bengkulu  Selatan,  namun hakikatnya tidak  banyak  bukti-bukti  keberadaan NU awal tersebut. Masuknya NU terlihat dari lembaga pendidikan Islam di sana,  seperti:  minimnya Pondok Pesantren, dan belum  ditemukannya pendidikan Islam formal yang murni mengatas namakan Lembaga NU yang masih berdiri  pada   masa sekarang, misalnya  Madrasah NU, Sekolah  Ma’arif atau  Universitas  Nahdatul   Ulama. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pertama, kontribusi  Nahdlatul  Ulama (NU) dalam  perkembangan lembaga pendidikan Islam  di  Kabupaten Bengkulu  Selatan.  Kedua,  faktor-faktor  penghambat  kontribusi Nahdlatul  Ulama  (NU) dalam  perkembangan lembaga Pendidikan Islam  di Kabupaten Bengkulu  Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif  yang  membahas tentang analisis  kritis kontribusi  Nahdlatul Ulama (NU) dalam  perkembangan lembaga Pendidikan Islam di Kabupaten Bengkulu  Selatan.  Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan analisis kritis kontribusi Nahdlatul Ulama (NU) dalam  perkembangan lembaga pendidikan Islam di kabupaten Bengkulu  Selatan.  Adapun  dari  hasil  penelitian ini adalah pertama, Nahdlatul  Ulama  (NU) memberikan kontribusi  berupa non  materi  kepada lembaga pendidikan Islam  formal  di Kabupaten Bengkulu  selatan. Kedua,  Nahdlatul  Ulama  (NU) memberikan kontribusi  tidak  mengatasnamakan  organisasi. Ketiga, kader- kader  Nahdlatul Ulama (NU) kurang terorganisir.
Problematika Pernikahan Dini dan Pengaruhnya Terhadap Persepsi Masyarakat di Desa Padang Beriang Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan Ani Jayanti
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.463 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v2i1.50

Abstract

Jurnal ini ditulis oleh Ani Jayanti dengan judul “Problematika Pernikahan Dini dan Pengaruhnya terhadap Persepsi Masyarakat di Desa Padang Beriang Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan”. Perkawinan atau pernikahan itu dianjurkan dengan mengacu pada syarat ketentuan yang dituntut oleh hukum perkawinan secara Islam.Agama Islam telah memberikan petunjuk yang lengkap dan rinci terhadap persoalan pernikahan. Mulai dari anjuran menikah, cara memilih pasangan yang ideal, melakukan peminangan (khitbah), bagaimana mendidik anak, serta memberikan jalan keluar jika terjadi kemelut dalam rumah tangga, sampai dalam proses memberi nafkah (nafaqah) dan harta waris, semua diatur oleh Islam secara rinci, detail dan gamblang. Permasalahan penelitian ini dirumuskan dalam bentuk rumusan masalah deskriptif yaitu: Bagaimana persepsi masyarakat terhadap pernikahan dini di desa Padang Beriang Kecamatan Pino Raya?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini pada remaja di Desa Padang Beriang Kecamatan Pino Raya. jenis penelitian kualitatif dengan tehnik penelitian observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah faktor utama penyebab pernikahan dini remaja di Desa Padang Beriang yaitu dipengaruhi oleh pemanfaatan alat komunikasi handphone canggih yang memiliki fitur-fitur yang memberikan keleluasaan bagi remaja men-downloadberbagai konten-konten berbahaya dan tak mendidik yang merusak moralitas remaja, pengawasan orang tua yang kurang maksimal yang dikarenakan orang tua selaku kepala keluarga secara bersama-sama sibuk dengan pekerjaan.