Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK PALA CRISPY BAGI IBU-IBU DAN REMAJA PUTRI DI KELURAHAN FORAMADIAHI KECAMATAN PULAU TERNATE KOTA TERNATE Saleh, Erna Rusliana Muhamad
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i2.8839

Abstract

Kelurahan Foramadiahi adalah salah satu kelurahan yang terletak di wilayah Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, terkenal dengan potensi sumber daya alamnya yaitu buah pala. Pala yang dibelah akan dibuang daging dan tempurung palanya menjadi limbah di kebun-kebun. Padahal daging buah ini masih berpotensi diolah menjadi produk lain yang bernilai jual. Selama ini masyarakat Kelurahan Foramadiahi belum mengetahui teknologi pengolahan ini karena keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan. Oleh karena itu, dibutuhkan transfer teknologi kepada masyarakat Kelurahan Foramadiahi terutama ibu-ibu PKK dan remaja putri agar mampu menguasai teknologi pengolahan ini. Diharapkan mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan tersebut, namun dapat membentuk home industri yang mengolah limbah pala tersebut menjadi produk-produk yang bernilai jual dan memiliki keberlanjutan produksi serta usaha. Pelatihan diberikan kepada 20 orang ibu-ibu  PKK dan remaja putri di Kelurahan Foramadiahi. Hasil pelatihan menunjukan bahwa ibu-ibu PKK yang awalnya 100% belum tahu cara pembuatan, setelah diberi pelatihan maka 100% telah mengatahui cara pembuatan keripik pala. Pelatihan ini membuka wawasan peserta bahwa pembuatan kripik pala itu mudah. Hal ini terlihat dari hasil test yang diberikan. Pada awalnya sebelum pelatihan, 70% peserta menganggap pembuatan kripik pala itu sulit. Secara umum, 90% peserta merasa puas dengan pelatihan ini.
Potensi Pengolahan Bioetanol dari Alang-Alang sebagai Bahan Bakar Nabati dengan Metode SSF (Simultaneous Saccharification and Fermentation) di Maluku Utara Felika, Nurul; Saleh, Erna Rusliana Muhamad; Masuku, Mustamin Anwar
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5279

Abstract

Salah satu hal yang sangat penting di dunia saat ini yaitu energi. Sumber energi utama bagi manusia didapatkan dari bahan bakar fosil. Namun, bahan bakar fosil merupakan sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui dan pasti akan habis. Salah satu contoh bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui adalah minyak bumi. Keberadaan minyak bumi hingga saat ini menempati urutan pertama sebagai sumber energi. Oleh karena itu, perlu adanya energi alternatif baru yaitu bahan bakar nabati. Salah satu contoh bahan bakar nabati yaitu bioetanol. Bioetanol merupakan etanol yang terbuat dari hasil fermentasi tanaman yang mengandung karbohidrat dengan bantuan mikroorganisme. Pembuatan bioetanol lebih cenderung dikembangkan dengan bahan baku yang mengandung selulosa.  Penelitian ini bertujuan untuk mereview beberapa hasil-hasil penelitian mengenai pengolahan bioetanol dari alang-alang sebagai bahan bakar nabati dengan metode SSF (Simultaneous Saccharification and Fermentation) dan potensi pengolahan bioetanol dari alang-alang di Maluku utara. Metode penelitian ini menggunakan Studi kepustakaan. Sumber data pada penelitian ini diambil dari : 1). Jurnal penelitian terkait. 2). Dinas atau lembaga lembaga terkait (Badan Standarisasi Nasional, BPS Maluku Utara, Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota Maluku Utara). 3). Teks book terkait serta sumber data atau informasi lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar bioetanol yang dihasilkan dari bahan baku dari alang-alang lebih tinggi yaitu 4.000-9.000 L/Ha jika dibandingkan dengan kadar bietanol yang dihasilkan dari bahan baku lain seperti singkong, ubi jalar dan sagu. Oleh karena itu, alang-alang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku bioetanol di Maluku Utara ditinjau dari aspek ketersediaan bahan baku dan teknologi.
POTENTIAL OF GOROHO BANANA FLOUR AND TANDUK BANANA FLOUR FROM NORTH MALUKU AS ALTERNATIVE FOOD INGREDIENTS Erna Rusliana Muhamad Saleh; Syamsul Bahri; Abu Rahmat Ibrahim
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 35 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24961/j.tek.ind.pert.2025.35.1.86

Abstract

Goroho bananas and tanduk bananas are local bananas found in all districts/cities in North Maluku. These two types of bananas are usually consumed in North Maluku in the form of traditional foods. In order to be processed into other derivative products and to have a longer shelf life, the product innovation that can be done is to process them into banana flour. Banana flour can also be an alternative source of carbohydrates and has the potential to replace wheat flour which is still imported. So that banana flour is expected to be an alternative food ingredient. The purpose of this study was to determine the physicochemical characteristics of goroho banana flour and tanduk banana flour. In addition, this study aims to determine the potential of goroho banana flour and tanduk banana flour as alternative food ingredients. The research design used was a non-factorial Completely Randomized Design, with the treatment factor being the type of banana (goroho banana and tanduk banana). The results of the study showed that the physicochemical characteristics of goroho banana flour were 30% yield, color L 84.48, a* 1.18, b* 17.78, carbohydrate 82.91%, protein content 3.51%, total fat content 1.41%, water content 9.69%, ash content 2.50%, total energy 358.31 Kcal/100g, energy from fat 12.65 Kcal/100g and pH 5.43. The physicochemical characteristics of tanduk banana flour are yield 31%, color L 82.36, a* 2.85, b* 18.36, carbohydrate 83.69%, protein content 2.65%, total fat content 1.54%, water content 10.19%, ash content 1.94%, total energy 359.2 Kcal/100g, energy from fat 13.86 Kcal/100g and pH 6.38. The physicochemical characteristics of goroho and tanduk banana flour from North Maluku give both the potential as alternative food ingredients. Keywords: alternative food ingredients, Goroho banana flour, tanduk banana flour, North Maluku
PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG SUKUN DI PADA IBU-IBU PKK DESA MAITARA, KECAMATAN TIDORE UTARA, TIDORE KEPULAUAN Saleh, Erna Rusliana Muhamad; Banyal, Eka Ulandari; Taib, Fendi Ahmad; Ridwan, Muhammad Sardi
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v6i3.6835

Abstract

Desa Maitara merupakan salah satu desa di Kecamatan Tidore Utara dengan penduduk bermata pencaharian petani, nelayan dan buruh. Tingkat pendidikan masyarakatnya yaitu rata-rata berada pada tingkat rendah dan keterampilan terbatas. Ini membuat kehidupan ekonomi masyarakat Desa Maitara Kota Tidore Kepulauan memiliki pendapatan rendah. Padahal Desa Maitara memiliki potensi alam seperti sukun yang memungkinkan untuk memperbaiki kehidupan ekonominya. Tujuan dilakukannya kegiatan ini melakukan transfer teknologi tentang teknologi pengolahan tepung sukun sesuai dengan standard Good Manufacturing Poduct pada masyarakat Desa Maitara khusunya ibu-ibu PKK dan remaja putrid dan melakukan pendampingan desain kemasan yang sesuai standard kemasan pangan. Pelatihan diberikan kepada 20 orang ibu-ibu PKK dan remaja putri di Desa Maitara.  Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ibu-ibu PKK yang awalnya 100% belum tahu cara pembuatan, setelah diberi pelatihan maka 100% telah mengetahui cara pembuatan tepung sukun. Pelatihan ini membuka wawasan peserta bahwa pembuatan tepung sukun itu mudah.  Hal ini terlihat dari hasil test yang diberikan. Pada awalnya sebelum pelatihan, 70% peserta menganggap pembuatan tepung sukun itu sulit. Setelah pelatihan hanya tinggal 10% yang menganggap pembuatan selai itu sulit. Secara umum, 90% peserta merasa puas dengan pelatihan ini.