Bertalina Bertalina
Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

Hubungan Pola Makan, Asupan Makanan dan Obesitas Sentral dengan Hipertensi di Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung Bertalina Bertalina; Muliani Muliani
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.097 KB) | DOI: 10.26630/jk.v7i1.116

Abstract

Hipertensi memberikan kontribusi  bagi penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, kematian premature dan cacat. Pada saat ini hipertensi adalah faktor risiko ketiga terbesar yang menyebabkan kematian dini. Penyakit ini telah membunuh 9,4 juta warga dunia setiap tahunnya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang bertambah. Pada 2025 mendatang, diproyeksikan sekitar 29% atau sekitar 1,6 miliar orang di seluruh dunia mengalami hipertensi. Tujuan Umum penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan, asupan makanan dan obesitas sentral dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi analitik pendekatan cross sectional.Sampel adalah pasien hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Rajabasa Indah pada dalam waktu 1 bulan, yang diambil secara acidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan Pola makan yang berisiko meningkatkan tekanan darah adalah sering mengkonsumsi  biskuit, telur dan terasi dinyatakan signifikan secara statistik dengan hipertensi. Asupan makanan  yang  memiliki hubungan yang signifikan dengan hipertensi  yaitu asupan protein hewani, kolesterol, asupan asam lemak jenuh, asupan serat, dan asupan natrium, obesitas sentral juga memiliki hubungan yang signifikan dengan hipertensi. Perlu adanya kerjasama antara dokter dengan ahli gizi supaya pasien dapat dirujuk ke pelayanan konsultasi gizi sehingga pasien lebih memahami tentang diet penyakit hipertensi.
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG GIZI SEIMBANG PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN RAJABASA KOTA BANDAR LAMPUNG Bertalina Bertalina
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.439 KB) | DOI: 10.26630/jk.v6i1.26

Abstract

Bertalina Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarange-mail: ubertalina@yahoo.com Abstrak: Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. Pendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan, proses pendidikan tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan itu. Upaya peningkatan status gizi terutama pada anak sekolah merupakan salah satu faktor yang  menentukan kualitas  SDM yang merupakan bagian dari pembangunan itu sendiri.  Hasil Riskesdas tahun 2013, menunjukkan prevalensi pendek anak usia 5-12 tahun sebesar 30,7 % dan prevalensi obesitas 18,8%, dan untuk provinsi Lampung angkanya diatas angka nasional. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya perbedaan peningkatan pengetahuan  tentang  gizi seimbang dengan menggunakan media promosi kesehatan pada siswa Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan rancangan quasy eksperimen (Eksperimen Semu) dengan populasi siswa sekolah  kelas 5 dengan jumlah sampel 79 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan kemudian diolah secara statistik: univariat dan bivariat dengan analisis uji t. Hasil penelitian menunjukkan, ada perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan  pada intervensi dengan menggunakan leaflet dengan p value 0,068. Ada perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan  pada pengukuran pertama dan kedua yaitu pengukuran sebelum dan sesudah intervensi dengan ceramah/slide dengan p value 0,000. Ada perbedaan yang signifikan rata-rata peningkatan pengetahuan antara siswa yang mendapat intervensi gizi seimbang dengan intervensi menggunakan leaflet dan ceramah/slide didapatkan nilai p 0,016. Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang dianjurkan adalah  agar  institusi Kesehatan dalam pelaksanaan program khususnya Perbaikan Gizi di Institusi khususnya pendidikan dengan cara memberikan penyuluhan dengan menggunakan media  seperti slide atau leaflet   untuk anak sekolah dasar sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan gizi siswa. Pihak  sekolah dapat bekerjasama dengan puskesmas dalam pelaksanaan program UKS dengan melaksanakan kegiatan rutin 3 bulan sekali dengan kegiatan seperti penyuluhan (memberi informasi melalui ceramah dengan menggunakan slide atau meberikan leaflet), menimbang BB dan mengukur TB.  Kata Kunci: pengetahuan, gizi seimbang, media promosi kesehatan (slide, leaflet)
Hubungan Asupan Gizi, Pemberian Asi Eksklusif, dan Pengetahuan Ibu dengan Status Gizi (Tb/U) Balita 6-59 Bulan Bertalina Bertalina; Amelia P.R
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.235 KB) | DOI: 10.26630/jk.v9i1.800

Abstract

Stunting prevalence in Indonesia is 37,2%, whereas in Bandar Lampung City is 44,6% and in Kemiling District is 39,6%. This study was to determine the risk factors associated with children nutritional status (TB/U) in Beringin Jaya, Kemiling. This analytical survey research was using cross-sectional design. Population in this study were 1141 toddlers, and 88 as respondents. Cluster Sampling was used to determine the respondents. Data was analyzed Univariate and Bivariate. This research was conducted in Beringin Jaya, Kemiling. The result showed that 19 toddlers (21.6%) were identified stunting and 69 (78.4%) toddlers were normal. There was no correlation between energy intake with nutritional status (TB/U) with p-value=0,175. There was a correlation between protein intake with nutritional status (TB/U) with p-value=0,022. There was no correlation between exclusive breastfeeding and nutritional status (TB/U) with p-value=0.758. There was no correlation between mother’s knowledge of nutritional status (TB/U) with value p-value=1,000. It was suggested that Public Health Centers and Integrated Service Center should improve its activities that related with Exclusive Breastfeeding through counseling and Breastfeeding food demonstration to society, especially mothers, the knowledge of healthy and nutritious breastfeeding food for children. It was also suggested that Public Health Centers and Integrated Service Center should improve its activities on the importance of the golden period of 1000 days, especially for childbearing age women and pregnant women in order to reduce the risk of stunting.
Hubungan Pengetahuan Terapi Diet dengan Indeks Glikemik Bahan Makanan yang Dikonsumsi Pasien Diabetes Mellitus Bertalina Bertalina; Anindyati Aindyati
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.951 KB) | DOI: 10.26630/jk.v7i3.219

Abstract

Prevalensi nasional Diabetes mellitus pada umur ≥15 tahun adalah 2,1% dan pravalensi Diabetes mellitus  pada Provinsi Lampung 0,8% (Riskesdas 2013). Di kota Bandar Lampung, prevalensi penyakit Diabetes mellitus  yaitu sebesar 0,9% (Riskesdas 2007 dan Riskesdas 2013). Jumlah pasien Diabetes mellitus Tahun 2015 sebanyak 524 pasien dan menempati urutan ke-2 dari 10 penyakit terbanyak di Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada tahun 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan pengetahuan tentang terapi diet dengan indeks glikemik bahan makanan yang dikonsumsi pasien Diabetes mellitus  tipe II di Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil analisis univariat distribusi karakteristik responden, diketahui bahwa jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (56,7%), umur responden terbanyak 51-60 tahun (43,3%) dan umur awal responden terkena DM tipe 2 terbanyak 41-50 tahun (40%).Pendidikan terakhir responden terbanyak adalah SMA (36,7%), pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga (46,7%) dansebagian besar responden pernah melakukan konsultasi gizi oleh ahli gizi (63,3%). Distribusi pengetahuan tentang terapi diet sebagian besar baik (70%). Distribusi indeks glikemik bahan makanan yang dikonsumsi responden sebagian besar tinggi (53,3%). Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang terapi diet dengan indeks glikemik bahan makanan yang dikonsumsi pasien Diabetes mellitus tipe II di Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung (p-value 0,001).
Hubungan Asupan Natrium, Gaya Hidup, dan Faktor Genetik dengan Tekanan Darah pada Penderita Penyakit Jantung Koroner Bertalina Bertalina; Suryani AN
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.212 KB) | DOI: 10.26630/jk.v8i2.467

Abstract

One of degenerative disease that caused by heart function declining and blood vessels. The major risk factors for coronary heart disease is blood pressure. Blood pressure can be affected by various factors such as age, gender, hypertension genetic factors, dietary intake, and lifestyle. This research determines the effects of sodium intake, lifestyle and genetic factors on coronary heart disease (CHD) patient’s blood pressure. This research was analytic research with cross sectional approach. Independent variables in this research are sodium intake, physical activity, smoking habits, and hypertension genetic factors with dependent variable is blood pressure in CHD patients. 96 CHD patients were admitted in the research. Respondents characteristics were mostly men (56.3%), 46-55 years old (36.5%) and 56-65 years old (36.5%), most education backgrounds was high school (41.7%), and without any occupation (32.3%). Most respondents had high blood pressure (51%), inadequate sodium intake (52.1%), have moderate physical activity (92.7%), do not smoke (91.7%), and have hypertension genetic factor (57.3%). Based on bivariate results showed that there was a significant correlation between sodium intake (p-value=0.004) and hypertension genetic factors (p-value=0.001) with CHD patient’s blood pressure but there was no significant correlation in physical activity (p-value=1.000) and smoking habits (p-value=1.000). It is concluded that controlling food intake and maintain normal blood pressure could minimize heart failure and death risk in CHD patients.