Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

APLIKASI ELEKTRONIK OBJECTIVE STRUKTURED CLINICAL EXAMINATION (E-OSCE) UNTUK SYSTEM ASSESMENT MAHASISWA KESEHATAN DALAM MENGHADAPI TEKNOLOGI DI ERA 5.0 Zulkifli; Fitriana; Ani Kristianingsih; Tahta Herdian Andika; Azri Afdhalluddin
Aisyah Journal Of Informatics and Electrical Engineering Vol 2 No 1 (2020): Aisyah Journal Of Informatics and Electrical Engineering
Publisher : Aisyah Journal Of Informatics and Electrical Engineering (A.J.I.E.E)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jti.v2i1.26

Abstract

Objective Structured Clinical Examination (OSCE) adalah sebuah penilaian keterampilan klinis yang biasa dipakai di dunia medis atau kesehatan. Penilaian tersebut dinilai dengan efektif untuk menilai keterampilan medis mahasiswa dan memberikan efek positif pada mahasiswa. Mahasiswa diharuskan mendemonstrasikan kemampuan yang dimilikinya sesuai kondisi yang dibuat berbeda dan dinilai oleh seorang penguji atau dosen di stasiun tertentu. OSCE ini wajib diikuti oleh mahasiswa dan kelulusannya menentukan apakah mahasiswa lulus pada kompetensi pembelajaran yang diberikan. Ada beberapa tahapan dalam implementasi aplikasi OSCE ini yang pertama kebutuhan untuk persiapan yang cukup dari dosen dan mahasiswa, yang merupakan bahan dasar untuk menjamin reliabilitas dari OSCE, dan dalam meminimalkan kertas yang digunakan,mempermudah dalam penilaian mahasiswa. Sebagai langkah terakhir, evaluasi dan analisis yang digunakan untuk nilai OSCE sebagai output dari penelitian ini adalah lulus atau tidak dalam mata kuliah tertentu. Ada beberapa komponen pada penilaian yang diamati pada setiap station, seperti pengkajian data subjektif dan obyektif, interpretasi data, keterampilan prosedur klinis, perilaku profesional, dan pendidikan kesehatan, selain itu juga ditambahkan satu komponen dalam pengamatan assesor yaitu global rating.Sehingga metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang bersifat deduktif (dari umum ke khusus), karena berawal dari sebuah teori dan metode kualitatif yang bersifat induktif (khusus ke umum).
Sikap dan dukungan suami dengan pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) aseptor KB baru Yuliarti, Elis; Komalasari, Komalasari; Fitriana, Fitriana; Veronica, Septika Yani
Wellness And Healthy Magazine Vol 2, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.0202.8200104

Abstract

Jumlah penduduk dunia terus tumbuh dan telah mencapai 7,2 milyar pada tahun 2013, demikian juga di Indonesia. MKJP Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Sikap dan Dukungan Suami Dengan Pemakaianan MKJP Aseptor KB Baru di Puskesmas Tanjung Agung Baturaja Tahun 2020. Jenis penelitian kuantitatif rancangan penelitian analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi yaitu seluruh akseptor KB baru di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Baturaja yaitu dari data bulan Januari-Desember tahun 2019 sebanyak 510. Pengambilan sampel dengan menggunakan cluster sampling. Analisis data yang menggunakan uji chi square. Hasil analisis dan pengolahan data didapatkan ada hubungan sikap dengan pemakaian  MKJP Aseptor KB Baru diperoleh p-value 0,003 (kurang dari 0.05) dan tidak ada hubungan dukungan suami dengan pemakaian MKJP Aseptor KB Baru diperoleh p-value 0,964 (lebih dari 0.05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman ibu usia reproduksi tentang metode kontrasepsi khususnya pada kontrasepsi jangka panjang sehingga lebih memantapkan mereka dalam memilih MKJP.Abstract: The world population continues to grow and has reached 7.2 billion in 2013, as well as in Indonesia.LTCM The research objective was to determine the Relationship Between Husband's Attitude and Support of  Using  LTCM on Primary Birth Control Acceptor at Community Health Center Tanjung Agung Baturaja in 2020. The type is a quantitative analytical research design with a cross-sectional approach. The population was all primary birth control acceptors in the working area of Community Health Center TanjungAgungBaturaja, from January up to December 2019 as much as 510. In taking the sample is using cluster sampling. The data analysis uses the chi-square test. The results of analysis and processing data show that there is a relationship between attitude and the use of LTCM on Primary Birth Control Acceptorwith p-value 0.003 (less than 0.05) and there is no relationship between husband's support and the use of LTCM on Primary Birth Control Acceptorwith p-value 0.964 (more than 0.05). It is expected that the results of this research increase the knowledge and understanding of reproductive-age mothers about contraceptive methods, especially in long-term contraception so that they are more stable in choosing the LTCM.
Hubungan Siklus Menstruasi dan Usia Menarche dengan Dismenor Primer pada Siswi Kelas X Psiari Kusuma Wardani; Fitriana Fitriana; Saras Cipta Casmi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) Vol 2, No 1 (2021): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore  merupakan rasa nyeri yang terjadi saat mentruasi, dimana hali ini disebabkan karena adanya kontraksi uterus sewaktu pengeluaran darah mentruasi yang dapat berlangsung antara 32-48 jam. Kejadian Dismenore di dunia didapatkan 1.769.425 jika (90%) yang mengalami dismenore, 10 – 15% diantaranya, mengalami dismenore berat. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 64,25%. Sedangkan data di tingkat provinsi Lampung tahun 2014 didapatkan 40% wanita yang mengalami dismenore primer sampai menyebabkan absennya siswi tersebut dalam kegiatan belajar di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan siklus menstruasi dan usia menarche dengan dismenore primer pada siswi kelas X di SMA Negeri 15 Bandar Lampung tahun 2020.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi kelas X di SMA Negeri 15 Bandar Lampung tahun 2020 yang berjumlah 106 siswi. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode total sampling. Cara pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian diperoleh dari 106 responden diperoleh proporsi dismenore primer  sebesar 67,9%, proporsi  siklus menstruasi tidak normal sebesar 67,9% dan proporsi usia menarche < 12 tahun sebesar 64,2%. Hasil analisis hubungan siklus menstruasi dengan dismenore primer diperoleh p-value = 0,000 sedangkan hubungan menarche dengan dismenore primer diperoleh p-value = 0,000. Kesimpulannya yaitu ada hubungan antara siklus mentrsuasi, usia menarche dengan dismenore primer pada siswi kelas X di SMA Negeri 15 Bandar Lampung tahun 2020. Saran yang dapat diberikan bagi siswi SMA Negeri 15 Bandar Lampung adalah untuk mengurangi nyeri haid (Dismenore) yaitu dengan cara menerapkan gaya hidup sehat, makan-makanan yang bergizi, beraktivitas jangan terlalu berat, olahraga ringan serta istirahat yang cukup.Kata Kunci : Siklus Menstruasi, Usia Menarche, Dismenore Primer
EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD N 2 WONOSARI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2019 Yuni Sulistiawati; Amali Rica Pratiwi; Fitriana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi pada anak usia sekolah dasar saat ini masih cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas 2013 prevalensi pendek pada anak umur 5 – 12 tahun sebanyak 30,7 %, kurus sebesar 11,2 % dan kegemukan mencapai 18,8 %. Anak usia sekolah dasar berisiko mengalami masalah gizi yang berhubungan dengan pola makan dan tumbuh kembang. Berdasarkan studi pendahuluan dari beberapa Sekolah Dasar yang berada di Kecamatan Gadingrejo, didapatkan hasil bahwa siswa siswi belum mengkonsumsi makanan sesuai dengan pola gizi seimbang dan belum pernah ada edukasi gizi sebelumnya. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada pihak sekolah dan siswa siswi terkait pentingnya kebutuhan gizi seimbang pada anak usia sekolah. Metode yang digunakan ceramah. Persiapan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 yaitu perizinan lokasi kegiatan, pengembangan media edukasi serta sosialisasi kegiatan pengabdian masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan September 2019. Pada saat edukasi berlangsung, peserta sangat antusias menyimak, dan banyak juga peserta yang mengajukan pertanyaan sehingga terjalin komunikasi dua arah yang aktif antara penyuluh dan peserta. Pemberian edukasi gizi metode ceramah cukup efektif meningkatkan tingkat pengetahuan siswa siswi SDN 02 Wonosari
PENGARUH SENAM DISMENORE TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA SANTRIWATI Aprilia Pratiwi; Yuni Sulistiawatia; Desi Kumalasari; Fitriana
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v3i2.579

Abstract

Dismenorhea adalah nyeri selama menstruasi yang disebabkan adanya jumlah prostaglandin F2α yang berlebihan pada darah menstruasi, yang merangsang hiperaktivitas uterus dan terjadinya kejang otot uterus. Di Provinsi Lampung didapatkan 1,07% - 1,31% dari jumlah penderita nyeri menstruasi datang kebagian kebidanan. Pengobatan dismenorea secara farmakologi dapat dengan cara mengkonsumsi obat-obatan analgesik. Pengobatan non-farmakologi yang sering digunakan yaitu pemberian obat herbal, pemberian suplemen seperti vitamin E, akupuntur, hipnoterapi, relaksasi dan olahraga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam dismenore terhadap penurunan nyeri dismenore pada santriwati di MTS Ponpes Pembangunan Bustanul Ulum Desa Jaya Sakti tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan quasy experiment dan pendekatan Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah santriwati MTS Ponpes Pembangunan Bustanul Ulum Desa Jaya Sakti yang mengalami dismenorea dengan jumlah 32 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang yang terdiri dari 16 orang kelompok eksperimen dan 16 orang kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat (independent sample t-test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata- rata tingkat nyeri dismenore setelah dilakukan senam dismenore adalah 1,94 dan rata-rata tingkat nyeri dismenore tanpa dilakukan senam dismenore adalah 5,19. Sedangkan hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh senam dismenore terhadap penurunan nyeri dismenore pada santriwati di MTS Ponpes Pembangunan Bustanul Ulum Desa Jaya Sakti tahun 2021 dengan p value 0,035. Saran santriwati dapat melakukan senam dismenore untuk dapat mempermudah remaja putri yang mengalami nyeri dismenore dalam mengurangi nyeri.
Hubungan Latihan Fisik (Aerobik) dengan Peningkatan Berat Badan Ibu Akseptor KB Hormonal di Sanggarsenam Kabupaten Pringsewu Fitriana Fitriana; Maulia Isnaini; Setiani Setiani
Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.061 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i1.1001

Abstract

Kegemukan adalah suatu keadaan kelebihan berat badan 10% diatas berat badan ideal atau jumlah persentase lemak tubuh melebihi 20% untuk pria dan 25% untuk wanita. Kelebihan berat badan diatas 25% dari berat badan ideal disebut obesitas.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis atau mengetahui Hubungan Latihan Fisik (Aerobik) dengan Peningkatan Berat Badan Akseptor KB Hormonal di Sangggar Senam Pringsewu.Penelitian ini menggunakan disain analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 30 orang yang terdiri dari seluruh ibu akseptor KB yang mengalami peningkatan berat badan secara berkelanjutan sebanyak 15 orang dan ibu akseptor KB yang mengalami peningkatan berat badan secara stabil sebanyak 15 orang. Data penelitian dinalisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini diperoleh distribusi frekuensi diketahui bahwa dari 30 responden,terdapat 12 (85.7%) ibu yang melakukan latihan fisik aerobik dan tidak mengalami peningkatan berat badan dan 2 (14.3%) ibu melakukan latihan fisik aerobik dan mengalami peningkatan berat badan. Berdasarkan uji statistik menggunakan uji Chi Square diperolehp-valueContinuity Correction = 0.001, berarti ada hubungan latihan fisik (aerobik) dengan peningkatan berat badan akseptor KB hormonal di sanggar senam Pringsewu Lampung. Diharapkan bagi sanggar senam Pringsewu agar dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang manfaat latihan fisik aerobik.
HUBUNGAN STATUS IMUNISASI CAMPAK DENGAN KEJADIAN CAMPAK Sri Lita Yani; Yuniastini Yuniastini; Fitriana Fitriana
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.85 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.580

Abstract

Cakupan imunisasi campak pada bayi di kabupaten Lampung Utara dalam 4 tahun terakhir sudah cukup baik dengan angka selalu diatas 90% (Target nasional 80%). Namun mengingat efikasi vaksin campak hanya sebesar 85%, ditambah populasi beresiko dari sisa yang tidak mendapat imunisasi, kualitas cold chain, dan faktor individu, dapat saja terjadi kasus campak klinis yang mengelompok di masyarakat (Dinas Kesehatan, 2013). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status imunisasi campak dengan kejadian campak.   Desain penelitian adalah retrospective. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia 9 bulan sampai 5 tahun sejumlah 82 orang.  Hasil yang didapat bahwa, kejadian campak lebih banyak terjadi pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi campak dengan rasio proporsi (16 :1) . Kesimpulan, ada hubungan yang bermakna antara status imunisasi dengan kejadian campak di desa Sidorahayu kecamatan Abung Semuli   (p =0,005). Disarankan keluarga untuk meningkatkan imunitas anak melalui imunisasi,  menjaga status gizi anak,menggalakkan PHBS dan peningkatan peran aktif petugas dan kader kesehatan. 
Hubungan Siklus Menstruasi dan Usia Menarche dengan Dismenor Primer pada Siswi Kelas X Psiari Kusuma Wardani; Fitriana Fitriana; Saras Cipta Casmi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2, No 1 (2021): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore  merupakan rasa nyeri yang terjadi saat mentruasi, dimana hali ini disebabkan karena adanya kontraksi uterus sewaktu pengeluaran darah mentruasi yang dapat berlangsung antara 32-48 jam. Kejadian Dismenore di dunia didapatkan 1.769.425 jika (90%) yang mengalami dismenore, 10 – 15% diantaranya, mengalami dismenore berat. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 64,25%. Sedangkan data di tingkat provinsi Lampung tahun 2014 didapatkan 40% wanita yang mengalami dismenore primer sampai menyebabkan absennya siswi tersebut dalam kegiatan belajar di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan siklus menstruasi dan usia menarche dengan dismenore primer pada siswi kelas X di SMA Negeri 15 Bandar Lampung tahun 2020.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi kelas X di SMA Negeri 15 Bandar Lampung tahun 2020 yang berjumlah 106 siswi. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode total sampling. Cara pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian diperoleh dari 106 responden diperoleh proporsi dismenore primer  sebesar 67,9%, proporsi  siklus menstruasi tidak normal sebesar 67,9% dan proporsi usia menarche 12 tahun sebesar 64,2%. Hasil analisis hubungan siklus menstruasi dengan dismenore primer diperoleh p-value = 0,000 sedangkan hubungan menarche dengan dismenore primer diperoleh p-value = 0,000. Kesimpulannya yaitu ada hubungan antara siklus mentrsuasi, usia menarche dengan dismenore primer pada siswi kelas X di SMA Negeri 15 Bandar Lampung tahun 2020. Saran yang dapat diberikan bagi siswi SMA Negeri 15 Bandar Lampung adalah untuk mengurangi nyeri haid (Dismenore) yaitu dengan cara menerapkan gaya hidup sehat, makan-makanan yang bergizi, beraktivitas jangan terlalu berat, olahraga ringan serta istirahat yang cukup.Kata Kunci : Siklus Menstruasi, Usia Menarche, Dismenore Primer
PROMOSI KESEHATAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DENGAN KONSUMSI TABLET FE Nopi Anggista; Beniqna Maharani; Fitriana; Sukarni; Nurul Badriyah; Lia Puspita; Yunita Anggriani; Hellen Febriyanti; Maulia Isnaini; Yuni Sulistyawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v4i3.761

Abstract

Anemia merupakan salah satu permasalahan kesehatan di dunia terutama di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Tingginya angka anemia di terjadi pada remaja putri, hal ini juga ditunjukan dengan rendahnya konsumsi Tablet Fe pada remaja putri. Oleh karena itu dibutuhkan metode promosi kesehatan untuk mendorong remaja putri untuk aktif dalam pemeriksaan Hb dan melakukan pecegahan anemia dengan mengonsumsi tablet Fe. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan cara penyuluhan melalui metode penyuluhan dan tanya jawab secara langsung. Peserta dalam kegiatan ini sejunlah 26 orang dengan rentang usia 13-15 tahun. Peserta berasal dari SMP Negreri 1 Way Tenong, Lampung Barat. Materi yang telah disampaikan menyatakan bahwa pencegahan anemia pada remaja putri dapat dilakukan sedini mungkin. Metode penyuluhan yang dilakukan secara langsung mudah dipahami oleh peserta karena dapat secara aktiv berdiskusi.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN LINGKUNGAN SOSIAL DENGAN KEJADIAN MENARCHE DINI PADA SISWI KELAS IV - V DI SD NEGERI 2 WONOSARI GADINGREJO TAHUN 2018 Luthfiana Nurkusuma Ningtyas; Rahmi Khalida; Fitriana
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.835 KB)

Abstract

Penurunan usia menarche dini merupakan faktor resiko terjadinya kanker ovarium dan dapat memperbesar terjadinya hiperplasia endometrium. Selain itu, pergeseran usia menarche ke usia yang lebih muda menyebabkan anak-anak mengalami stress emosional. Salah satu yang mempengaruhi menarche dini yaitu status gizi yang tidak normal, pengaruh dari lingkungan sosial, ras dan usia menarche ibu. Angka kejadian menarche di dunia banyak mengalami peningkatan. Indonesia sendiri di Jawa Tengah khususnya Kota Semarang terdapat 0,1% mengalami penurunan usia menarche. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SD N 2 Wonosari Gadingrejopada bulan November 2016 dari 10 anak-anak perempuan, 6 anak-anak perempuan (60%) diantaranya menarche dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan lingkungan sosial dengan kejadian menarche dini di SD N 2 Wonosari GadingrejoTahun 2018. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian siswi SD N 2 Wonosari Gadingrejokelas IV-V tahun 2018sebanyak 73 siswi.Sampel berjumlah 73 siswi, instrumen penelitian ada kuisioner dan alat ukur Tinggi badan dan Berat badan jenis data primer.Analisis data yang digunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian di SD N 2 Wonosari Gadingrejotahun 2018diperoleh proporsi menarche dini sebesar 46,6%, proporsi status gizi beresiko (berlebih) sebesar 16,4% dan proporsi siswi yang terpengaruh lingkungan sosial sebesar 50,7%. Hasil analisis hubungan status gizi dengan menarche dini diperoleh p-value= 0,031 (p-value<α) artinya Ha diterima, sedangkan hubungan lingkungan sosial dengan menarche dini diperoleh p-value = 0,001 (P value < α), yang artinya ada hubungan yang bermakna antara status gizi dan lingkungan sosial dengan kejadian menarche dini. Kesimpulan bahwa ada Hubungan Status Gizi Dan Lingkungan Sosial Dengan Kejadian Menarche Dini di SD N 2 Wonosari Gadingrejo Tahun 2018. Saran bagi siswi agar berupaya mengurangi atau mencegah terjadinya menarche dini dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan rutin berolah raga serta membatasi pengetahuan untuk anak-anak seusianya.Bagi institusi SD N 2 Wonosari GadingrejoSeputih Raman agar dapat memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan lingkungan sosial dengan kejadian menarche dini di SD N 2 Rukti Harjo Seputih Raman Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian siswi SD N 2 Rukti Harjo kelas IV-V tahun 2017 sebanyak 73 siswi. Sampel berjumlah 73 siswi, instrumen penelitian ada kuisioner dan alat ukur Tinggi badan dan Berat badan jenis data primer. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian di SD N 2 Rukti Harjo Seputih Raman tahun 2017 diperoleh proporsi menarche dini sebesar 46,6%, proporsi status gizi beresiko (berlebih) sebesar 16,4% dan proporsi siswi yang terpengaruh lingkungan sosial sebesar 50,7%. Hasil analisis hubungan status gizi dengan menarche dini diperoleh p-value= 0,031 (p-value<α) artinya Ha diterima, sedangkan hubungan lingkungan sosial dengan menarche dini diperoleh p-value = 0,001 (P value < α), yang artinya ada hubungan yang bermakna antara status gizi dan lingkungan sosial dengan kejadian menarche dini. Kesimpulan bahwa ada Hubungan Status Gizi Dan Lingkungan Sosial Dengan Kejadian Menarche Dini di SD N 2 Rukti Harjo Seputih Raman Tahun 2017. Saran bagi siswi agar berupaya mengurangi atau mencegah terjadinya menarche dini dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan rutin berolah raga serta membatasi pengetahuan untuk anak-anak seusianya. Bagi institusi SD N 2 Rukti Harjo Seputih Raman agar dapat memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah.