Sukrifitrianty Sahrir
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perilaku Menghisap (Ngelem) Sebagai Tahap Dini Penggunaan Narkoba Pada Remaja di Kota Makassar Aswadi Aswadi; Kartini Kartini; Sukrifitrianty Sahrir
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.436 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6268

Abstract

Salah satu kelompok yang paling rentan terhadap penggunaan Napza adalah kelompok remaja, Mereka sangat rentan dengan penggunaan Napza inhalansia yang relatif murah dan mudah di dapat yaitu lem. Ngelem merupakan penggunaan Napza jenis lem dengan cara dihirup hingga kondisi tertentu dan berpotensi amat kuat untuk menimbulkan ketergantungan bagi  pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai perilaku penggunaan Napza Inhalansia(ngelem) pada remaja di Kota Makassar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif denganrancangan fenomenologi. Informan dipilih dengan teknik snowball sampling, Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, melakukan observasi langsung dan focus group discussion (FGD) kepada enam informan untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci. Hasil penelitian menunjukkan, kerentanan individu seorang remaja menggunakan lem karena ingin memuaskan rasa ingin tahu (curiousity), untuk menghilangkan rasa capek dan stress dan membuat informan tidak merasakan lapar ketika seharian di jalanan, dan sebagai subtitusi ketika tidak mendapatkan Napza jenis shabu(simultaneous polydrug use). Kerentanan sosial seorang anak sehingga memilih keluar dari rumah terdiri dari beberapa faktor, yaitu kesulitan keuangan atau tekanan kemiskinan, ingin mencari kesenangan diluar rumah, serta ketidak harmonisan dalam rumah tangga/orang tua. Untuk upaya pencegahan perilaku “ngelem” hendaknya dilakukan mulai dari usia dini mengenai dampak dari perilaku “ngelem” dan  diharapkan kepada orang tua (keluarga) untuk mengarahkan anak-anaknya dalam memilih teman-teman bergaul.