Aswadi Aswadi
Universitas Pancasakti

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Promosi Kesehatan dalam Peningkatan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tatanan Rumah Tangga di Puskesmas Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar Aswadi Aswadi; Muharti Syamsul; Sukfirianty Syahrir
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 1 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.144 KB)

Abstract

Masalah kesehatan yang ada dimasyarakat sangatlah banyak dan beragam macamnya . Berdasarkan persentase rumah tanga yang ber-PHBS menurut kecamatan dan puskesmas terendah di Puskesmas Polombangkeng Selatan dengan jumlah rumah tangga yang dipantau sebanyak 1.114 rumah tangga dari 3.234 rumah tangga yang ada (34,4%) dan yang ber-PHBS sebanyak 541 rumah tangga (48,6%). Tujuan penelitian ini untukmengetahui gambaran pelaksanaan strategi promosi kesehatan sebagai upaya mendukung peningkatan program PHBS tatanan rumah tangga di Puskesmas Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Informan dipilih dengan teknik snowball sampling, Pengumpulan data dilakukan dengan cara indepth interview kepada lima informan untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci. Pengolahan data dilakukan secara manual dan disajikan dalam bentuk naskah (content analysis). Advokasi yang dilaksanakan di Puskesmas Polombangkeng Selatan berupa permintaan dana dan sarana prasarana berupa media cetak poster dan leaflet ke Dinas Kesehatan Kab. Takalar. Belum adanya dukungan dari tokoh masyarakat dalam kegiatan-kegiatan kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas, sedangkan partisipasi pemerintah daerah hanya pada saat diadakannya lomba PHBS oleh pemerintah daerah. Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pihak puskesmas berupa konseling, posyandu, pelatihan bagi kader, serta penyuluhan PHBS tatanan rumah tangga dengan ibu rumah tangga sebagai sasaran utama. Kata Kunci: Strategi promkes, PHBS, RT, Puskesmas
Perilaku Ibu Terhadap Pemanfaatan Posyandu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tarakan Kecamatan Wajo Kota Makassar Aswadi Aswadi; Sukfitriyanti Syahrir; Andi Syamsiah Adha
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.927 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.5416

Abstract

Posyandu yang terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam pelakasanaannya dilakukan secara koordinatif dan integratif serta saling memperkuat antar kegiatan dan program untuk kelangsungan pelayanan di posyandu sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk medapatkan informasi tentang perilaku ibu terhadap pemanfaatan posyandu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tarakan Kecamatan Wajo Kota Makassar Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang sifatnya mengeksplorasi secara mendalam informan sehubungan dengan perilaku ibu terhadap pemanfaatan posyandu di Posyandu Melati Kecamatan Wajo Kota Makassar yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu terhadap pemanfaatan posyandu bagi balita.  Hasil penelitian dari 16 informan menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu atau keluarga terhadap pemanfaatan posyandu balita umumnya sangat kurang, dimana ibu balita tidak ada inisiatif sendiri untuk datang keposyandu tanpa di panggil oleh kader atau petugas, mereka lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya atau menunggu anaknya bangun bahkan mereka lebih antusias keposyandu apabila ada pemberian vitamin  A, PMT dan obat-obatan. Akan tetapi motivasi untuk mengikutsertakan balita untuk keposyandu kurang karena kesibukan kerja dan faktor malas sehingga alur-alur dalam pelayanan posyandu balita masih ada yang belum paham karena jarang ke posyandu, walaupun manfaatnya mereka paham dan tahu. Disarankan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu dapat lebih di tingkatkan lagi, sehingga anak dapat memiliki proteksi dini dan tidak ada lagi yang terkena penyakit dan kekurangan gizi.
Perilaku Menghisap (Ngelem) Sebagai Tahap Dini Penggunaan Narkoba Pada Remaja di Kota Makassar Aswadi Aswadi; Kartini Kartini; Sukrifitrianty Sahrir
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.436 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6268

Abstract

Salah satu kelompok yang paling rentan terhadap penggunaan Napza adalah kelompok remaja, Mereka sangat rentan dengan penggunaan Napza inhalansia yang relatif murah dan mudah di dapat yaitu lem. Ngelem merupakan penggunaan Napza jenis lem dengan cara dihirup hingga kondisi tertentu dan berpotensi amat kuat untuk menimbulkan ketergantungan bagi  pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai perilaku penggunaan Napza Inhalansia(ngelem) pada remaja di Kota Makassar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif denganrancangan fenomenologi. Informan dipilih dengan teknik snowball sampling, Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, melakukan observasi langsung dan focus group discussion (FGD) kepada enam informan untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci. Hasil penelitian menunjukkan, kerentanan individu seorang remaja menggunakan lem karena ingin memuaskan rasa ingin tahu (curiousity), untuk menghilangkan rasa capek dan stress dan membuat informan tidak merasakan lapar ketika seharian di jalanan, dan sebagai subtitusi ketika tidak mendapatkan Napza jenis shabu(simultaneous polydrug use). Kerentanan sosial seorang anak sehingga memilih keluar dari rumah terdiri dari beberapa faktor, yaitu kesulitan keuangan atau tekanan kemiskinan, ingin mencari kesenangan diluar rumah, serta ketidak harmonisan dalam rumah tangga/orang tua. Untuk upaya pencegahan perilaku “ngelem” hendaknya dilakukan mulai dari usia dini mengenai dampak dari perilaku “ngelem” dan  diharapkan kepada orang tua (keluarga) untuk mengarahkan anak-anaknya dalam memilih teman-teman bergaul.