Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENYULUHAN KPSP UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN BALITA Nova Linda Rambe; Wellina BR. Sebayang; Khairun Nisa
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.41 KB) | DOI: 10.52943/ji-somba.v2i1.1118

Abstract

World Health Organizations mengungkapkan bahwa sekitar 43% atau 250 juta anak-anak di negara berpenghasilan rendah mengalami permasalahan dalam tumbuh kembang anak. Diperkirakan sekitar 5-10% anak mengalami penyimpangan perkembangan, namun untuk penyebab utama tidak dapat di ketahui secara pasti. Untuk Indonesia sendiri terdapat 10% atau sekitar 23,7 juta jumlah akan anak balita. Dari jumlah tersabut dapat di perkirakan sekitar 1-3% balita di Indonesia mengalami masalah tumbuh kembang. Adapun rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode Quasi Exsperimental yaitu Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design.Desain yang memberikan pretest sebelum dikenakan perlakuan, serta posttest sesudah dikenakan perlakuan pada masing-masing kelompok. Penelitian ini menggunakan 40 ibu yang memiliki balita. Tujuan dari penelitian ini agar ibu dapat mendeteksi dini masalah penyimpangan perkembangan pada balita. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik usia, pendidikan, pekerjaan, serta jumlah anak yang di peroleh hasil 83,4% yang mengikuti penyuluhan adalah ibu dengan usia 20-35 tahun, dengan tingkat pendidikan SMA/SMK yaitu sebesar 63,8% , berprofesi sebagai ibu rumah tangga, dan 66,6 % memiliki ≥ 2 orang anak. Tingkat pengetahuan ibu terhadap perkembangan balita hanya 39% ibu yang memilki dasar pemahaman, kemudian setelah di berikan penyuluhan mengalami peningkatan sebesar 83 %. Kesimpulan Penyuluhan KPSP untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perkembangan balita, memang harus di berikan kepada ibu-ibu yang memiliki balita apalagi untuk ibu muda.
PENYULUHAN TENTANG DAMPAK KEHAMILAN REMAJA TERHADAP KESEHATAN DI SMK IMELDA MEDAN Wellina BR Sebayang; Nova Linda Rambe; Sukma Aden Nurintan Harahap
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.969 KB) | DOI: 10.52943/ji-somba.v2i1.1138

Abstract

Kehamilan Remaja memiliki risiko komplikasi mengalami kegawatan dalam persalinan, baik maternal maupun neonatal. Organ reproduksi yang masih dalam masa perkembangan belum matang sempurna dan harus memenuhi kebutuhan janin dalam kandungan menjadi salah satu factor penyebab risiko kehamilan remaja. Tujuan Penyuluhan kesehatan kepada masyarakat disini untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan remaja terkait risiko dan dampak kehamilan pada usia dini. Jenis metode yang digunakan yaitu dengan memberikan penyuluhan mengenai dampak kehamilan remaja terhadap kesehatan, jumlah responden 30 orang, kegiatan penyuluhan pada September 2022. Penyampaian informasi dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Gambaran pengetahuan responden dapat dilihat setelah melakukan tanya jawab dengan remaja sebelum diadakan penyuluhan kesehatan dampak kehamilan remaja terhadap kesehatan. Peningkatan pengetahuan responden diketahui dengan melakukan evaluasi setelah dilakukan penyuluhan. Berdasarkan hasil tanya jawab pretest penyuluhan didapatkan bahwa hanya 6 peserta (20,0 %) peserta dengan pengetahuan kategori baik. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan peserta kategori baik menjadi 83,3 %. Capaian hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu laporan jurnal publikasi dengan judul : “ Penyuluhan tentang Dampak Kehamilan Remaja terhadap Kesehatan di SMK Imelda Medan”.
Adolescent Childbirth with Asphyxia Neonatorum Wellina Br Sebayang
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.754 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.1507

Abstract

One cause of the Maternal Mortality Rate (MMR) is a factor too young give birth. The adolescent who are still in the process time growth not yet ripe perfect so that often be a complicating factor in labor good to maternal and neonatal. Asphyxia is wrong one emergency neonatorum is the tallest born in reason Infant Mortality Rate (IMR). The method is a retrospective cross-sectional analytical study using secondary data of medical record mother maternity in Hospital Imelda Pekerja Indonesia (IPI), January - June 2022. The amount sample in the study is 725 people. Data processing in analysis uses the chi-square. Results Study show that mother adolescent childbirth totaled 26 cases (4%) and incident asphyxia neonatorum in adolescent childbirth was 21 cases (80.8 % ). Incidence asphyxia on mother maternity with the group less than 20 years old were 349 cases (49.9 %) out of 725 deliveries. Based on the results analysis with use chi-square test is obtained with a p-value less than 0.001, which means Ha is accepted and ho is rejected which means there is a meaningful relationship Among age teenage mother maternity with incident asphyxia on the baby newborn in the hospital. IPI Medan period January - June 2022.Abstrak: Salah satu penyebab tidak langsung Kematian ibu adalah factor terlalu muda melahirkan. Usia remaja yang masih dalam proses masa pertumbuhan belum matang sempurna sehingga sering menjadi factor komplikasi dalam persalinan baik terhadap ibu maupun bayi. Asfiksia merupakan salah satu kegawatdauratn bayi baru lahir yang paling tinggi dalam penyebab Angka Kematian Bayi. Jenis penelitian ini menggunakan merupakan study analitik cross sectional retrosfektif menggunakan data sekunder catatan rekam medis ibu bersalin di Rumah Sakit Imelda Pekerja Indonesia Medan Periode Januari- Juni 2022. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 725 orang. Pengolahan data di analisis menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ibu bersalin usia remaja berjumlah 26 kasus (4%) dan kejadian asfiksia bayi baru lahir pada ibu usia remaja adalah 21 kasus (80,8 %). Kejadian asfiksia pada ibu bersalin dengan kelompok umur kurang dari 20 tahun adalah 349 kasus (49,9 %) dari 725 persalinan. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p value kurang dari 0,001, yang artinya ha diterima dan ho ditolak yang berarti ada hubungan yang bermakna antara usia remaja ibu bersalin dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RS. IPI Medan periode Januari- Juni 2022.